Jahe Emprit Berbuah Jalan Tol Soekarno

Setelah beberapa hari mencari jahe emprit untuk kebutuhan pabrik jamu di wilayah Jampang Surade, Tjiploek belum juga mendapatkan pasokan yang diharapkan dari para pengepul langganannya. Bahkan bukan jahe emprit yang didapatkan malah tanaman kencur yang tumbuh subur diperbukitan yang telah ditutupi ilalang.

Tampak Tjiploek mulai menunjukkan keputus asaannya. Untuk menghilangkan keputusasaannya Tjiploek memutuskan untuk jalan-jalan mengelilingi kampung. Dalam perjalanannya tersebut Tjiploek melihat suatu hal yang aneh. Ada 4 orang yang sedang melakukan pengukuran jalan dan mereka serius sekali menjalankannya sampai-sampai mereka tidak menyadari kedatangan Tjiploek.

” Assalamualaikum, bapak-bapak ” Tjiploek menyalami mereka.

” Wa alaikumussaam ” jawab mereka serentak dengan wajah kaget.

”  Dari tadi saya memperhatikan bapak-bapak sedang melakukan pengukuran jalan. “

” Iya memang kami sedang melakukan pengukuran jalan. “

” Kalau boleh saya tahu apakah bapak-bapak ingin membuat jalan agar akses masuk ke desa-desa terpencil ini menjadi lebih mudah ? “

” Ya memang kami ingin membuat jalan agar akses masuk desa-desa  di selatan Jawa ini terjangkau oleh kendaraan umum. “

” Artinya Bapak ingin membuat jalan seperti jalan antar kabupaten “

” Hehehe bukan jalan antar kabupaten tetapi jalan tol “

” Jalan tol !!! ” teriak Tjiploek. Bagaimana mungkin dalam kondisi negara seperti saat ini, ada orang yang mau membuat jalan tol di wilayah terpencil ini. Baru tahu ada proyek jalan tol di selatan jawa ini. Kok media massa tidak memberitakannya dalam hati Tjiploek.

Kemudian 4 orang tersebut melanjutkan pekerjaannya dan berjalan ke tempat yang lain sambil membawa alat pengukur jalan. Tjiploek pun hanya terdiam dalam kebingungan. Selanjutnya Tjiploek meninggalkan keempat orang tersebut dan berjalan menelusuri wilayah terpencil tersebut sambil berharap akan mendapatkan informasi yang menggembirakan tentang jahe emprit yang dicarinya.

Hari menjelang siang, Tjiploek tidak juga menemukan informasi jahe emprit dari beberapa penduduk yang ditemuinya. Semuanya menyatakan kalau pada saat itu bukan musimnya jahe emprit tetapi kunyit. Akhirnya Tjiploek dan supirnya memutuskan untuk pulang ke Jakarta hari itu juga setelah beberapa hari berkeliling di wilyah tersebut.

Sebelum pulang ke Jakarta, Tjiploek berhenti terlebih dahulu di sebuah warung makan khas Sunda. Sepertinya makanan di warung tersebut mengundng selera makan siang Tjiploek. Baru saja menjejakkan kaki ke dalam warung tersebut, Tjiploek melihat kembali keempat orang yang pernah ditemui sebelumnya pada saat Tjiploek keliling kampung. Ya bapak-bapak yang tadi padi sedang mengukur jalan untuk proyek jalan tol.

Tjiploek sempat melihat sekilas kertas putih besar seperti blue print sebuah proyek yang terhampar di sebuah meja dekat keempat orang tersebut yang sedang makan. Tjiploek segera menyapa mereka.

” Halo bapak-bapak ketemu lagi. Rupanya bapak-bapak makan juga di warung ini “

” Iya mas kami sering makan siang di warung ini. Sudah ketemu jahe empritnya mas ? “

” Belum, Pak ” Tjiploek sempat kaget kok bapak tersebut tahu barang yang sedang dicarinya padahal Tjiploek tidak menceritakan sama sekali tujuannya ke daerah tersebut.

Tiba-tiba angin berhembus kencang sehingga selembar kertas proyek terbang melyang menghampiri tempat duduk Tjiploek. betapa kagetnya Tjiploek ketika melihat sebuah tanda tangan yang tertera di kertas besar tersebut.

” S o e k a r n o !!! ” teriak Tjiploek dalam hati. Kok yang menandatangani proyek besar ini Soekarno. Apakah Soekarno yang dimaksud adalah Presiden RI pertama ? Atau Soekarno yang lain? tetapi tanda tangannya mirip sekali dengan tanda tangan Soekarno yang tertera pada Teks Proklamasi Kemerdekaan RI. Ahhh tidak mungkin… Tidak masuk akal. Ini tahun 2000, sementara Presiden Soekarno sudah lama meninggal dunia.  Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang timbul di pikiran Tjiploek.

” Kaget ya Mas ? ” tanya salah satu dari keempat orang tersebut.

” Tidak usah kaget. Emang ini proyeknya beliau yang segera akan kami realisasikan ” ujar bapak lainnya.

” Jadi ini benar adanya Pak. Proyeknya Bapak Pendiri Bangsa. Saya baru dengar. Sepertinya tidak masuk akal “

” Hahahahaha ya memang ini benar. Sebentar lagi akan datang seorang teman kami dan dia akan menceritakan semuanya. “

Sekitar 10 menit kemudian, mobil SUV berhenti di depan warung. Tampak seorang tinggi besar keluar dari mobil tersebut dan langsung masuk ke dalam warung.

” Hei, William. Silahkan duduk, kami sudah pesan makanan kesukaan kamu ” ucap bapak yang berbadan tambun.

” Ok terima kasih. Kalian sungguh baik. ” ujar William yang ternyata seorang bule dengan bahasa Indonesia yang fasih sekali.

” Oh ya William, perkenalkan ini Tjiploek. Teman baru kita yang kami kenal tadi pagi.

Lha kok mereka tahu nama saya, padahal saya belum pernah menyebutkan nama. Sungguh aneh. Begitu kata Tjiploek dalam hatinya.

” Perkenalkan nama saya William H Berrend. Kamu… ?! ” pria bule tersebut memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia.

” Oh ya saya Tjiploek ” tergagap-gagap Tjiploek menjawabnya.

” Hahahaha nama kamu lucu sekali… Tjiploek. Nama yang lucu mirip dengan nama Pikulun tokoh pewayangan. ” canda William.

” Wuih hebat benar kamu William tahu tentang pewayangan. ” balas Tjiploek dengan nada kekaguman.

” Ya, saya banyak belajar dari Bapak ” ujar William.

” Bapak ? “

” Ya Bapak ! Soekarno. Beliau banyak mengajarkan saya tentang pewayangan pada waktu  saya masih tinggal dan kuliah di London, Inggris. “

” Oh jadi William berasal dari Inggris “

” Iya saya memang dari Inggris tetapi sebetulnya kakek buyutnya berasal dari Belanda dan pernah berdagang di Indonesia pada jaman VOC. “

” VOC ?! ” ucap Tjiploek dalam hatinya.

Belum juga hilang rasa kagetnya, tiba-tiba datanglah pemilik warung dan anak buahnya membawa beberapa makanan pesanan mereka dan William. Kemudian mereka mengajak Tjiploek dan supirnya duduk bersama dalam satu meja besar sambil menyantap hidangan makan siang tersebut.

Selama makan siang, Tjiploek dan supirnya hanya diam saja mendengarkan obrolan keempat bapak dan Willian mengenai proyek besar Soekarno. Diceritakan oleh mereka, kalau sepanjang selatan pulau jawa akan dibuat jalan tol termasuk menyambungkan jalur jalan tol dari Jampang Surade dengan tol Jagorawi. Selain itu dipaparkan rencana untuk mendirikan Kota Olimpiade di wilayah yang sekarang bernama Bekasi dan akan dibuat Bandara Internasional kedua setelah bandara Soetta di utara Jawa tepatnya Medang Asem, Karawang.

Tjiploek dan supirnya saling berpandangan memberikan kode tidak masuk akal. Makin pusing saja kepala Tjiploek  mendengarnya. Sudah tidak mendapatkan jahe emprit malah dapatnya cerita proyek besar Bapak Pendiri bangsa Soekarno. Kalau saja saja itu benar-benar terealisasi, sungguh hebat Indonesia tercinta ini. Tjiploek berkata dalam hati penuh kebingungan.

13267970361393621768
totalfootballindonesia.blogspot.com

(To Be Continued)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s