Gadis Berpakaian Hijau Berkalung Safir Hijau

Sambungan dari tulisan ini.

Tjiploek memberikan kode kepada supirnya untuk segera menghabiskan makanannya. Dalam waktu 5 menit makanan telah habis disantap. Setelah itu Tjiploek memutuskan untuk pamit diri dengan alasan hari sudah siang dan secepatnya harus kembali ke Jakarta agar sampai di Jakarta tidak terlalu malam.

Baru saja Tjiploek keluar dari pintu rumah makan, tiba-tiba seseorang memanggilnya.

” Pak…pak maaf mengganggu. Saya dengar bapak sedang mencari jahe emprit ? ” tanya seorang bapak yang sepertinya penduduk kampung dekat warung makan tersebut.

” Iya, memang saya sedang mencari jahe emprit. Tapi sudah hampir seminggu ini saya tidak mendapatkan hasil yang memuaskan alias tidak ada barang. Memangnya bapak punya informasi tentang jahe emprit atau bapak punya jahe emprit? “

” Saya hanya punya informasi jahe emprit. Saya baru saja tahu dari Mr William kalau bapak sedang menccari jahe emprit “

” Dimana lokasinya, Pak ? Perasaan saya sudah keliling daerah sini tapi belum ketemu barangnya. “

” Nanti saya tunjukkan. Apa bapak ada waktu ? “

” Oke sekarang saja Pak. Tolong Bapak tunjukkan. “

” Tapi kita harus jemput orang tua saya dulu karena beliau yang paham jalan dan daerahnya. “

” Oke kalo begitu “

Tjiploek dan bapak tersebut segera menuju tempat orang tua yang mengerti dimana jahe emprit berada. Ternyata rumahnya masih dalam kota Jampang Surade.Dengan meminta ijin kepada Tjiploek untuk menunggu sebentar karena bapak tersebut harus menjemput orangtuanya yang rumahnya ada di ujung gang. Dalam waktu waktu 10 menit, bapak tersebut dan orang tuanya sudah berjalan mendekati mobil Tjiploek.

Setelah berkenalan sebentar, perjalanan menuju lokasi dilanjutkan. Supir mengendarai mobilnya dengan mengikuti instruksi orang tua tersebut. Dalam waktu 15 menit, mobil sudah meninggalkan kota Jampang Surade. Perjalanan menuju lokasi terasa hening seperti memasuki jalan sepi dimana jalan terasa gelap tertutup oleh pohon-pohon besar di kanan-kiri jalan. Tepat dipertigaan jalan, orang tua tersebut memerintahkan supir untuk belok ke kanan dimana kondisi jalan yang tidak beraspal.

Tjiploek mulai merasakan keanehan pada saat mulai memasuki jalan sempit beraspal tanah tetapi setiap Tjiploek bertanya apakah benar jalan tersebut menuju lokasi jahe emprit. Orang tua tersebut dengan santainya mengatakan iya, tenang saja dan Tjiploek akan mendapatkan apa yang dinginkan.

Setelah berjalan sekitar 30 menit, tiba-tiba Tjiploek dikejutkan oleh kehadiran seorang bocah berpakaian pramuka tetapi berparas seperti orang bule. Terlihat pula bocah bule tersebut tidak mengenakan alas kaki apapun. Stop… stop… teriak Tjiploek. Supir segera menghentikan kendaraannya. Segera Tjiploek membuka jendela mobilnya dan bertanya kepada bocah bule tersebut dengan bahasa Inggris. Sungguh diluar dugaan Tjiploek, bocah bule tersebut menjawabnya dengan bahasa Sunda fasih sekali.

” Hi, what’s your name ? ” tanya Tjiploek.

Bocah bule tersebut diam sejenak dan menjawabnya setelah Tjiploek memberikan bahasa tubuh untuk memperkenalkan dirinya.

” Abdi namina Asep Suhendar ” jawab bocah

” Hah! Asep. Impossible. You lie to me ” ujar Tjiploek.

Bocah bule tersebut diam lagi seperti tidak paham dengan apa yang dikatakan Tjiploek. Sepertinya bocah bule tersebut akan pergi menghindar dan menjauhi Tjiploek.

‘Wait… wait where do you stay ? ” teriak Tjiploek sambil memanggil bocah bule yang sudah berlari menjauh.

” Pak… kok tuh bocah malah lari. Aneh kok bule namanya Asep. Ada apa ya Pak ? “

Orang tua bapak tersebut menjawab,

” Tidak usah aneh Pak. Bocah itu emang tinggal dekat-dekat sini. “

” Kok bule, Pak ? “

” Bocah itu bule. Orangtuanya khan bule dan tinggal di kampung bule “

” Kampung Bule !!! Ah yang benar Pak. Apa ada kampung bule di sekitar sini? Apak penduduknya bule semua ? “

” Ya emang namanya kampung bule dan penduduknya bule semua. “

” Kalau begitu ajak saya ke kampung tersebut Pak “

” Tapi Pak… masalah jahe?! “

” Tidak usah tapi-tapi. Ayo kita ke sana. Bisa khan mobil masuk ke kampung tersebut “

” Bisa Pak tapi… “

Tjiploek tidak menghiraukan tapinya orang tua tersebut dan memerintahkan untuk menuju ke kampung bule tersebut. Waktu yang dibutuhkan untuk menuju kampung tersebut ternyata hanya 18 menit. Begitu memasuki perbatasan kampung tersebut, Tjiploek mulai merasakan keanehan. Suasana hening, mistis dan sepi sekali. Suasana tersebut tidak hanya dialami Tjiploek tetapi semua yang ada di mobil.

Mobil mulai memasuki kampung bule tersebut, terlihat rumah-rumah model panggung seperti jaman dulu dan terlihat beberapa pria, wanita dan anak bule  berpakaian seperti yang dipakai orang kampung pada umumnya. Kebanyakan wanitanya mengenakan kebaya dengan kembem khas jaman dulu. Mereka hanya melihat dan memperhatikan saja mobil Tjiploek yang sedang berkeliling kampung. Tjiploek pun  berbuat demikian karena merasa ada yang janggal dalam kampung tersebut.

Baru saja mobil berkeliling sekitar dua pertiga kampung, tiba-tiba ada satu objek yang menarik perhatian Tjiploek. Tjiploek melihat gadis cantik sekali dengan berpakaian hijau dengan berkalung batu safir yang sedang berdiri di dekat sumur rumahnya. Wao cantik sekali wanita tersebut dengan kulit putih mulus, rambut hitam panjang, hidung mancung dan tidak menunjukkan sama sekali kalau dirinya bule dalam hati Tjiploek.  Baru saja Tjiploek ingin keluar dari mobil, tangannya ditarik oleh orang tua bapak sambil memerintahkan supir untuk melanjutkan perjalanan dan segera keluar dari kampung tersebut. Supirpun menuruti perintah orang tersebut.

” Memang nya kenapa, Pak ? Kok saya tidak boleh menghampiri gadis tersebut “

” Saya tahu Pak Tjiploek tertarik dengan gadis tersebut. Tetapi gadis tersebut bukan gadis biasa “

” Maksudnya Pak ? “

” Pak Tjiploek, tertarik dan naksir dengan gadis tersebut. Maksudnya jatuh cinta pada pandangan pertama “

” Hmmm terus terang iya pak. Masalahnya gadis tersebut cantik sekali. lain dari pada yang lain. Kok ada gadis secantik itu tinggal di kampung pedalaman. “

” Pak Tjiploek ada niat ingin menikahi gadis tersebut kalau dia menyatakan iya dengan keinginan Pak Tjiploek “

” Pria mana yang tidak mau menikah gadis cantik dan menarik seperti itu “

” Benar, Pak Tjiploek berniat menikahi gadis tersebut “

” Serius Pak, saya serius kok “

” Tetapi apa Pak Tjiploek mau tinggal di kampung tersebut selama 30 tahun dan tidak boleh kemana-mana ? “

” 30 tahun ? Masa tidak boleh kemana-mana ? “

” Itu persyaratannya Pak. Dan 30 tahun yang dimaksud bukan ukuran tahun manusia biasa “

” Maksudnya ? “

” 1 tahunnya mereka sama dengan 30 tahunnya manusia biasa seperti kita ini, Pak Tjiploek “

‘ Hah? yang benar Pak?! Lah emangnya mereka siapa pak ? “

” Mereka itu bukan manusia dan kampungnya juga bukan kampung biasa melainkan kampung jelmaan “

” Jelmaan ??? “

” Kampung siluman. Tahu ga siapa gadis berpakaian hijau dengan berkalung batu safir ? “

” Siapa sebenarnya Pak ? “

” Dialah pemimpin kampung bule tersebut. Ratu Siluman “

” Ratu Siluman ?! Wah bapak bikin takut saya aja. Pantesan pas masuk kampung tersebut suasananya aga berbeda. Penuh mistis heheheh “

” Jadi bagaimana Pak Tjiploek. Apa kita lanjutkan cari jahe empritnya ? “

” Tidak usah, Pak. Suasana hati saya kurang nyaman. Lagi pula hari sudah menjelang sore dan hujan pula. Sebaiknya kita balik ke kota saja. Boleh saya tinggal semalam di rumah bapak ? “

” Oh boleh saja. Saya senang sekali kalau pak Tjiploek menginap di rumah saya. “

” Sekalian saya mau diskusi tentang jahe emprit dan kampung bule ini yang kelihatan seru sekali “

” Hehehehe… “

Malam itu Tjiploek dan supirnya menginap di rumah orang tua bapak. Semalaman pula Tjiploek tidak bisa tidur dan mengajak orang tua bapak tersebut untuk membicarakan tentang kampung bule dan gadis cantik berpakaian hijau dengan kalung safir hijaunya. Dari diskusi tersebut, ada pertanyaan yang terbersit di pikiran Tjiploek. Apakah ada kaitannya antara proyek jalan tol Soekarno dengan William H Berrendnya dan kampung bule dengan gadis cantik berpakaian hijau berkalung safir hijau ?

One thought on “Gadis Berpakaian Hijau Berkalung Safir Hijau

  1. Heya are using WordPress for your site platform? I’m new to the blog world but I’m trying to get started and create my own.
    Do you need any html coding knowledge to make your own blog?

    Any help would be really appreciated!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s