Imlek Itu… Intelek, Melek, Pilek

1327194325327532074
GONG XI FAT CAI (springholic.blogspot.com)

GONG XI FAT CAI… HAPPY CHINESE NEW YEAR

Sebuah kalimat yang terpampang di depan sebuah rumah yang pemiliknya kenal dekat dengan saya. Saya sempat merasa heran. Lha ini orang emangnya keturunan Tionghoa. Khan beliau ini Pak Haji, tinggalnya di kampung yang betawinya totok sekali. Bukannya dia orang betawi ? Selama ini logat betawi terlihat fasih sekali dari mulutnya. Ahhh sudahlah daripada menduga-duga lebih baik saya menanyakan langsung ke beliau.

” Assalamualaikum, Pak Haji ? “

” Wa alaikumussalam. Ehhh lu Cech. Kemane aje, baru sekarang nongol ? “

” Biasalah Pak Haji, sibuk cari sekarung emas hahahahaha “

” Bisa aje , Cech “

” Oh ya Pak haji, saya mau tanya. Pak Haji ini orang Tionghoa ya ? “

” Hahahahaha ente pasti heran khan ?! Kenape ane pasang tulisan Gong Xi Fa Cai di depan pintu rumah ? “

” Iya, Pak Haji. Khan itu perayaan untuk orang Tionghoa “

” Emangnya kenape? Khan ane masih turunan Tionghoa.

” Hah? Masa sih ? Setahu saya Pak Haji orang betawi tulen. Dari logatnya jelas-jelas orang Betawi dan tidak ada tampang sama sekali turunan Tionghoa “

” Hahahahahhaa masa sih ente ga pernah perhatiin. Merek jamu ane khan pake bahasa Tionghoa. Emang nama perusahaan jamu ane ga pake bahasa Tionghoa. “

” Saya pikir merek jamu Pak Haji hanya sebagai taktik dagang saja biar laku. Khan persepsi orang kalau pengobatan alternatif yang mumpuni itu asalnya dari Tionghoa. “

” Kagak Cech. Itu merek pemberian kakek ane yang masih keturunan Tionghoa. “

” Tapi Pak Haji ga mirip-mirip acan dengan orang Tionghoa “

” Hahahaha ya gitu juga. Malah ane curiga jangan-jangan Cech masih turunan Tionghoa “

” Masa sih. Tahunya dari mana Pak Haji “

Kemudian Pak Haji menerangkan alasannya mengapa saya ataupun orang-orang masih keturunan Tionghoa. Setahu saya dari sejarah waktu SD dulu, orang Indonesia berasal dari daerah Yunan, Cina Selatan. Tetapi Pak Haji menjelaskannya secara biologis.

Menurut Pak Haji, seseorang masih ada keturunan Tionghoa dapat dilihat pada waktu lahir. Bayi yang baru lahir mempunyai tanda lahir biru di pantatnya dalam bentuk apapun seperti titik, lingkarang dan lain-lain. Kemudian pada saat berusia lanjut, mulai terlihat bintik-bintik (noktah) hitam di hampir sekujur tubuh dan lebih jelas terlihat pada wajah dan tangan. Nah itu menandakan kalau orang tersebut masih mempunyai gen keturunan Tionghoa.

Apakah benar ? Perlu ada penelitian ilmiah. Tetapi kalau saya perhatikan nenek saya yang orang Sumatera mempunyai wajah mirip orang Tionghoa dengan mata sipit dan ada bintik-bintik hitam pada sekujur tubuhnya. Bukan hanya nenek saja tetapi hampir seluruh keluarga baik dari bapak dan ibu memiliki tanda-tanda tersebut. Tidak terkecuali bapak dan ibu saya. Apakah hal-hal tersebut di atas yang menyebabkan Gus Dur menyatakan dirinya masih keturunan Tionghoa ?

Tetapi terlepas dari itu semua, yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai sebuah perayaan tahunan baik perayaan sebuah bangsa atau agama. Menurut Pak Haji, IMLEK itu INTELEK, MELEK DAN PILEK. Kok bisa ? Pikir saya pada saat itu.

Ya, Imlek itu ada kaitannya dengan Intelek. Intelek ini berkaitan dengan Berpikir. Kalau dalam Islam seperti Ulil Albab (orang-orang yang selalu berpikir tentang kejadian-kejadian yang ada di dunia). Jadi bukan hura-huranya yang dipertunjukkan tetapi ada kebijaksanaan bersikap dan berpikir dalam kehidupan sehari-hari sampai ajal menjelang. Keintelekan ditunjukkan dengan kemapanan. Bukan hanya mapan dalam harta tetapi mapan dalam berilmu dan beramal.

Terus bagaimana dengan Melek ? Nah ini yang sering dilupakan banyak orang. Melek artinya buka mata. Kalau secara fisik malam menjelang tahun baru kita usahakan untuk melek dan mengisinya dengan berdoa baik di rumah maupun klenteng. Jadi meleknya tidak sia-sia dan menghamburkan banyak uang. Kaitannya dengan melek secara non fisik, kita harus bisa buka mata hati tentang apa yang terjadi dengan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Buka mata hati ini seperti kontemplasi atau perenungan terhadap apa-apa yang sudah dilakukan selama satu tahun ini dan apa yang akan dilakukan pada tahun depan.

Pilek ? Kata Pak Haji, pilek itu hanya ekses saja dari cuaca dan iklim yang sering terjadi pada waktu Imlek. Seringkali menjelang atau pada saat Imlek, selalu diiringi oleh hujan yang sangat lebat. Bagi banyak orang, hujan dianggap sebagai keberkahan tetapi bagi yang masa bodo tentang hujan bisa menjadi musibah seperti banjir, pohon roboh dan lain-lain. Tetapi yang pasti kalau kurang menjaga kesehatan maka penyakit yang mudah menghinggapi tubuh adalah pilek. Pilek bukanlah perkara mudah karena dapat menggnggu aktifitas sehari-hari. Jadi sebaiknya lebih banyak di rumah berkumpul dan berdoa bersama keluarga daripada pergi tidak ada tujuan dan hanya menghamburkan uang saja pada saat Imlek di musin penghujan dengan intensitas tinggi.

Imlek bukan hanya sekedar perayaan tahunan tanpa makna yang jelas bagi yang merayakannya. Untuk merayakan Imlek, saya mengucapkan GONG XI FAT CAI, HAPPY CHINESE NEW YEAR 2012.

4 thoughts on “Imlek Itu… Intelek, Melek, Pilek

      1. baiklaaahh,.. do d best om,… slamat berkarya disana,.. ^__^
        dtunggu kepulangannya dgn selamat,.. jgn lupa oleh2,.. pasir pantai sana juga boleh,.. hehe dikit aja segenggem *serius* buat koleksi,. hahahaha,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s