Dongeng Pengantar Tidur

Sudah jarang sekali orang tua jaman sekarang menceritakan sebuah dongeng kepada anak-anaknya. Budaya bertutur (Tutur Tinular) seperti hilang tertiup angin. Ada hal menarik dan bermanfaat dari sebuah cerita dongeng yang dulu sering dilakukan oleh orangtua jaman dulu sehingga kita menjadi mengerti dan paham apa itu kehidupan.

Untuk itu saya akan menceritakan sebuah dongeng yang dulu pernah diceritakan oleh kakek (sekitar 20 tahun yang lalu). Cerita ini berkaitan dengan ramalan tentang kehidupan dunia yang mungkin saja terjadi. Atau malah tidak terjadi sama sekali. Namanya saja dongeng boleh percaya atau tidak. Oh ya cerita ini kakek dapatkan dari cerita kakeknya dulu. Inilah yang namanya budaya tutur tinular.

Begini ceritanya. Dahulu kala ada seorang peramal terkenal pernah meramalkan apa yang akan terjadi di dunia pada masa yang akan datang. Nanti akan ada kerajaan kecil di jazirah Arab yang bentuknya seperti usus buntu dalam tubuh manusia (Kuwait pada saat ini). Kerajaan kecil tersebut akan dijajah oleh tetangganya yaitu kerajaan besar yang menguasai wilayah Mesopotamia. Kerajaan besar ini dipimpin oleh seorang raja lalim bernama Raja Saddam. Raja Saddam menyuruh bala tentaranya untuk menyerang dan menguasai kerajaan kecil tersebut karena Raja Saddam merasa kerajaan kecil tersebut adalah bagian dari wilayah Mesopotamia. Dalam waktu tidak lama, kerajaan kecil tersebut dapat dikuasai. Tetapi raja kerajaan kecil tersebut dan keluarganya berhasil melarikan diri.

Raja kerajaan kecil tersebut tidak tinggal diam dan segera meminta bantuan kerajaan Romawi untuk mengusir balatentara kerajaan Saddam. Dengan negosiasi tertentu, akhirnya kerajaan Romawi yang masih mengusung simbol perang Salib bersedia membantu dan dipersiapkanlah pasukan dengan kekuatan dan peralatan secara besar-besaran. Dan perang antara kerajaan Saddam dan kerajaan Romawi dibantu oleh pasukan kerajaan kecil yang dijajajh tidak terelakkan.

Tidak berimbangannya kekuatan antara kerajaan Saddam dengan koalisi kerajaan Romawi maka dalam waktu singkat bala tentara kerajaan Saddam dapat dipukul mundur sampai ke perbatasan kerajaan Saddam. Bukan hanya di situ saja, merasa di atas angin koalisi kerajaan Romawi segera mengatur rencana untuk menguasai kerajaan Saddam sekaligus menggulingkan Raja Saddam. Disamping itu simbol Gold, Glory dan God ditegakkan kembali untuk membangkitkan semangat perang Salib.

Sesuai dengan perkiraan semula, koalisi kerajaan Romawi berhasil menguasai kerajaan Saddam dan menggulingkan Raja Saddam. Dalam peperangan tersebut Raja Saddam berhasil dibunuh. Bersorak sorailah raja-raja kerajaan kecil yang berada di sekitar wilayah kerajaan Saddam. Raja lalim telah musnah dan tidak ada lagi ketakutan-ketakutan yang ditimbulkan. Ternyata euforia kemenangan tersebut hanyalah fatamorgana di siang hari. Lepas dari mulut buaya, jatuh ke mulut singa. Kerajaan Romawi punya tujuan lain. Ini bukan sekedar membantu tapi ada kepentingan besar dari Kerajaan Romawi yaitu Gold Glory dan God. Kerajaan Romawi benar-beanr ingin menguasai bukan hanya kerajaan Saddam tetapi seluruh wilayah mulai dari sungai Tigris sampai sungat Eufrat.

Tujuan besar kerajaan Romawi tersebut mulai mengganggu ketentraman kerajaan besar lainnya yaitu kerajaan Persia. Ternyata ada kerakusan yang merasuki kerajaan Romawi yaitu ingin menguasai dunia dan ingin mengguling satu per satu kerajaan di dunia. Yang paling mengusik kepentingan kerajaan Romawi adalah kerajan Persia. Segala cara dilakukan untuk menguasai kerajaan Persia. Ibarat peribahasa jangan sekali-kali membangunkan harimau sedang tidur. Kerajaan Persia tidak tinggal diam.

Kerajaan Pesia yang mempunyai sejarah  panjang tentang ketangguhan dan semangat rakyatnya yang tinggi dalam berperang baik perang fisik maupun non fisik maka ancaman kerajaan Romawi diterrima dengan tangan terbuka. Segala daya upaya dilakukan oleh rakyat kerajaan Persia untuk melawannya. Perangpun tidak dapat dielakkan.Perang tersebut berlangsung seru dan membutuhkan waktu lama. Tetapi emang dasarnya suka perang dan mempunyai mental luar biasa maka kerajaan Persia berhasil menaklukan kerajaan Romawi. Seluruh pasukan kerajaan Romawi berhasil dipukul mundur dan kembali ke kerajaannya dalam suasana kalah perang. Banyak kematian dan hilangnya harta yang mesti ditanggung oleh kerajaan Romawi.

Kemenangan kerajaan Persia memberikan dampak yang luar biasa yaitu bangkitnya kembali kekuatan Islam. Kerajaan Persia bukan hanya berhasil mengusir kerajaan Romawi tetapi menjadi penguasa satu-satunya di wilayah jazirah Arab. Selain itu Kerajaan Persia berhasil pula menduduki negeri Syam yang selama ini dikuasai oleh kerajaan Yahudi yang selalu menjadi penyokong kerajaan Romawi. Negeri Syam dalam dongeng ini meliputi Syiria, Palestina, Yordania dan Israel pada saat ini.

Apakah ceritanya selesai? Tidak, ternyata simbol Islam yang diusung oleh kerajaan Persia berbeda dengan kerajaan-kerajaan kecil di jazirah Arab bahkan dunia. Bukan Islam Rahmatan Lil Alamin yang ijalankan tetapi penindasan dan pengekangan sehingga terjadi perbedaan pandangan. Kerasnya aturan yang diterapkan oleh kerajaan Persia dalam kehidupan sehari-hari  membuat gerah rakyat kerajaan-kerajaan kecil yang dikuasainya.

Secara diam-diam orang-orang islam yang beraliran Rahmatan lil alamin di seluruh dunia menggalang kekuatan dan bersatu untuk menaklukkan kerajaan Persia yang mulai bersikap anarkis dan otoriter.  Kekuatan besar yang mengatasnamakan Islam Rahmatan Lil Alamin berhasil terbentuk. Hal ini tercium oleh Kerajaan Persia dan perangpun tidak terhindarkan. Kerusakan terjadi dimana-mana, mayat-mayat bergelimpangan, isak tangis terdengar ke seluruh penjuru dunia dan hilanglah harta benda yang dimilki.

Dalam perang tersebut, kerajaan Persia harus mengakui kekuataan pasukan Islam seluruh dunia yang mengusung simbol Islam Rahmatan Lil Alamin. Pasukan Persia yang menyerah tidak dibunuh dan dibiarkan untuk pulang kembali ke tempat asalnya. Perdamaian di wilayah konflik tercipta. Akibat perang tersebut terjadi eksodus besar-besaran kaum Nasrani  ke Gunung Geddon (Armagedon). Mereka berkumpul dan menunggu datangnya Sang Juru Penyelamat sampai akhir jaman atau datangnya kiamat.

Begitulah dongeng pengantar tidur yang dulu pernah diceritakan oleh kakek saya dulu. Apakah ramalan tersebut benar adanya? Tidak ada yang tahu kecuali yang tahu. Ingat ini sekedar dongeng. Boleh percaya, boleh tidak.

13277937761681217128
primapanama.blogs.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s