Suasana Kebatinan Anak Cagub/Cawagub

Pemimpin sekaligus orang tua (lucmissinne.be)
Pemimpin sekaligus orang tua (lucmissinne.be)

Gatal rasanya tangan ini ingin menulis. Hampir sebulan mata mengamati hiruk pikuknya pemberitaan tentang Pilkada DKI Jakarta, rasanya menarik juga untuk mengupas bagaimana suasana kebatinan anak-anak para Cagub/Cawagub yang bertanding dalam pilkada tersebut.

Belum pernah saya membaca sebuah tulisan yang ditulis media tentang perasaan anak-anak cagub/cawagub tentang pemberitaan seputar aktifitas orang tua mereka terutama komentar-komentar yang terdapat di sejumlah media online seperti kompas, detik, merdeka dan lain-lain bahkan di kompasiana. Saya berharap ada jurnalis yang mau mengulas atau mewawancarai anak-anak cagub/cawagub.

Dari beberapa komentar yang ada di media online, saya langsung membayangkan kalau seandainya saya adalah salah satu anak dari cagub/cawagub yang bertarung di pilkada tersebut. Lain persoalan kalau komentar positif terhadap kiprah orang tua saya, bagaimana kalau komentar negatif dan mengarah kasar bin sarkastik sampai mengeluarkan kata-kata kotor. Waduh tidak terbayangkan suasana emosi ini. Memang bisa saja, saya menghindarinya dengan bersikap masa bodo atau enggan membuka media-media yang cenderung memberikan kebebasan khalayak umum berkomentar apa adanya. Tetap saja, komentar-komentar sarkastik akan sampai di telinga melalui teman atau keluarga.

Dunia semakin terbuka alias borderless bahkan kebablasan walaupun ada yang mengatakan kebebasan/keterbukaan yang bertanggung jawab. Tetapi lihat saja komentar-komentar yang bertebaran di seputaran pemberitaan pilkada DKI. Walaupun ada juga yang bersikap arif dalam berkomentar tapi membaca komentar kasar bin sarkatik bahkan mengarah SARA (Suku, Agama, Ras dan Anatomi), sungguh miris hati ini. Apakah hal tersebut sebagai ungkapan kekesalan rakyat terhadap pemimpin/pejabat negara? Dimanakah bangsa Indonesia yang dikatakan sebagai bangsa ramah tamah dan sopan santun? Memang tidak mudah menjadi orang tua. Begitu pula menjadi pemimpin karena kalau sudah berani mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin maka dia harus mampu menjadi ORANG TUA yang dapat dijadikan teladan bagi anak-anaknya (baca: RAKYAT).

ORA ELOK OMONGKE WONG TUWO ASALKE WONG TUWO NGEMONGI ANAK-ANAKE… IKU BARU ELOK


2 thoughts on “Suasana Kebatinan Anak Cagub/Cawagub

  1. Hello! This is my first comment here so I just
    wanted to give a quick shout out and tell you I truly enjoy reading through your blog posts.

    Can you recommend any other blogs/websites/forums that cover the same topics?
    Thanks for your time!

  2. Have you ever thought about including a little bit more than
    just your articles? I mean, what you say is fundamental and everything.

    But just imagine if you added some great images or video clips
    to give your posts more, “pop”! Your content is excellent
    but with pics and clips, this website could undeniably be one of
    the best in its niche. Fantastic blog!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s