Haru Biru Suva-Seoul-Jakarta-Bangkok (I)

Aku perhatikan wajahnya penuh kerinduan yang mendalam dalam tidurnya yang pulas menjelang kepulangan ke tanah air. Aku pikir dia sedang bermimpi bertemu dengan orang-orang yang dicintai terutama orang tuanya. Selain itu mimpinya telah melayang jauh ke negeri ginseng dan melanjutkan kuliah Masternya di negeri gajah putih Thailand walaupun tubuhnya masih bersandar di kasur kesukaannya.

Pada saat itu aku masih membuka mata karena masih banyak barang yang akan kukemas. Tampak terlihat brosur dan peta negeri Gangnam Style yang berserakan dimana-mana. Memang perjalanan pulang melalui negeri ginseng bukanlah rencana yang disiapkan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh pembatalan penerbangan oleh maskapai penerbangan Fiji melalui Hong Kong 2 minggu sebelumnya . Sebagai kompensasinya, kami mendapatkan perubahan rute di luar perkiraan kami sebelumya yaitu transit di Seoul.

Tiba-tiba terdengar suara panggilan telepon selulerku. Ternyata supir travel yang menelpon aku dan mengabarkan kalau dia sudah hampir dekat dengan rumah kontrakan kami. Maka kubangunkan dia agar bersiap-siap karena supir yang akan menjemput kami akan segera tiba. Tepat pukul 3 pagi, mobil jemputan telah tiba di depan rumah kontrakan kami, Kepulangan yang sangat mengharukan khususnya bagi dia karena diiringi pelukan hangat dari pemilik rumah kontrakan kami.

Hello Indonesia, I am going home. Mungkin itulah teriakan dalam hati kami, Sepanjang jalan menuju Bandara Internasional, tangan kami selalu berpegangan dan sesekali bercerita tentang rencana perjalanan yang akan dilakukan selama transit di Seoul. Sungguh bahagianya dia karena berulang kali dia mengucapkan terima kasih kepadaku walaupun perjalanan ke Seoul di luar perkiraan kami.

Tibalah kami di Bandara Nadi, semuanya berjalan lancar dan tepat jam 9.45 pagi kami masuk pesawat Korean Air. Pikir kami 10 jam perjalanan ke Korea Selatan yang melelahkan akan segera terbalaskan apabila wisata sesaat di Gyeong Bok Gung Palace terpenuhi. Pukul 17. 40 waktu Seoul, pesawat mendarat di Incheon International Airport dengan selamat. Kamipun disambut petugas Korean Air yang mengurusi masalah akomodasi yaitu penginapan di Incheon Hotel.

Semalam kami menginap di hotel dan setelah sarapan pagi kami memutuskan untuk segera melakukan perjalanan ke Gyeong Bok Gung Palace yang sangat fenomenal dan bersejarah. Udara dingin sekitar 18 derajat Celcius terkalahkan dengan kegembiraan kami menuju tempat sejarah tersebut. Kapan lagi kalau bukan sekarang.

Tarraaaaa Gyeong Bok Gung Palace telah dihadapan kami setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit dari hotel Inilah saat-saat yang ditunggu yaitu bernarsis ria dengan berfoto-foto dihampir sudut tempat tersebut. Setidaknya kami dapat menunjukkan kepada orang-orang terdekat kami bahwa kami telah tiba di Seoul dengan bukti foto-foto yang kami unggah di FB.

???????????????????????????????
Gyeong Bok Gung Palace (dok. cech)

Apakah kamu bahagia ? Dia menjawab aku bahagia sekali, Terima kasih, Hun. Itulah jawabannya dan aku senang mendengarnya. Tanpa terasa hampir 2 jam lebih kami mengelilingi Gyeong Bok Gung Palace. Saatnya kami harus segera meninggalkan tempat tersebut menuju Incheon International Airport.Kami tidak ingin beresiko dan ketinggalan pesawat.

Pukul 12.30 kami tiba di Incheon International dan masih ada waktu 3 jam bagi untuk mengelilingi bandara tersebut. Selain itu kami masih mempunyai kesempatan untuk berbelanja barang-barang khas Korea sebagai oleh-oleh  dan pesanan teman-teman di tanah air.

Jam 15.20 kami memasuki pesawat Korean Air untuk melanjutkan perjalanan pulang ke tanah air Indonesia. Teriakan Hello Indonesia I am coming makin terdengar kuat. Kurang lebih 6 jam perjalanan terbayarkan setibanya kami tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Pilot mengumumkan kepada para penumpang bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Jantung kami makin berdegup kegirangan, akhirnya kami pulang juga.

Ucapan terima kasih kembali terucap dari bibirnya yang mungil dengan diikuti kalimat I Love You kepadaku. Senang dan bahagianya hatiku karena telah membahagiakannya selama ini.

Alhamdulillah dan terima kasih Ya Allah Engkau telah mengabulkan doaku untuk membawanya kembali ke tanah air dengan selamat dengan sebuah prestasi yang membanggakan yaitu keberhasilan dia menerima Beasiswa ke Thailand setelah berjuang dan berkorban bersama-sama di Fiji setahun lebih.. Terus kuucapkan puji syukur kepada ilahi dalam hati sepanjang jalan menuju tempat tinggal adikku.

Dua malam satu hari sengaja dia menginap sementara di rumah adikku untuk mengurus berkas-berkas keperluan beasiswa terutama visa studi Kedutaan Besar Thailand. Ternyata Kedubes Thailand di bilangan Kuningan libur karena memperingati HUT Raja Thailand. Akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke Solo pada sore harinya dan akan datang kembali minggu depannya.

Sore itu, pada saat mengantarnya pulang di Bandara Soekarno-Hatta, aku mengatakan sesuatu yang prinsip bagi seorang pria kepada dia yaitu jangan melihat pria dari tampang, kekayaan, kepintarannya saja tetapi lihatlah pria dari tanggung jawabnya kepada seorang wanita. Diapun hanya terdiam dan sedikit mengiyakan. Makin tuntaslah tanggung jawabku apabila dia telah terbang ke Thailand untuk mengejar mimpinya. Dan dia hanya tersenyum penuh makna. Ku antar dia sampai pintu gerbang keberangkatan ke Solo.

2 thoughts on “Haru Biru Suva-Seoul-Jakarta-Bangkok (I)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s