After Crash, Wake Up Guys

Cover Ater Crash credit: Martin Spinelli
Cover Ater Crash credit: Martin Spinelli

Penuh inspirasi !!! Itulah ungkapan saya dalam hati setelah mendengar cerita seorang teman tentang buku “After Crash”. Teman ini adalah seorang pejabat Kemlu RI di bagian Perlindungan WNI dan BHI. Beliau datang ke Fiji dalam rangka menemani Pak Alit dari Bandung untuk menjenguk adik iparnya Asep, ABK asal Indonesia yang sudah 3 bulan dirawat di RS Colonial War Memorial, Suva, Fiji karena menderita penyakit Hepatitis B akut.

3 bulan lalu saat saya bertemu dengan Asep, tubuhnya masih normal walaupun perutnya terlihat membengkak dan melemah. Saat ini kondisi Asep sangatlah mengenaskan, tinggal tulang diselimuti tulang. Untuk itu pihak RS meminta KBRI Suva mendatangkan salah satu anggota keluarganya untuk memberikan semangat agar segera cepat pemulihannya. Perlu diketahui Asep sempat mengalami koma selama 2 minggu tapi saat ini dalam proses pemulihan. Tetap saja dibutuhkan orang-orang terdekatnya yang memberikan semangat hidup sehingga Asep mau makan dengan normal kembali.

Bagaimana dengan After Crash ? Nah ini menariknya. Dalam perjalanan pulang menuju penginapan Pak Alit, teman saya menceritakan sebuah kisah yang terdapat dalam buku After Crash. Intinya tidak ada yang tidak mungkin  kecuali orang-orang yang mempunyai keyakinan dapat bangkit dari keterpurukkan atau keputusasaan. After Crash menceritakan tentang seorang ayah bernama Martin Spinelli (penulis buku) yang berjuang tanpa putus asa dan berkeyakinan dapat menyembuhkan anak semata wayangnya Lio Spinelli dari kondisi tanpa harapan hidup menjadi hidup normal dan sehat.

Resepsi pernikahan Martin & Sasha credit : Martin Spinelli
Resepsi pernikahan Martin & Sasha credit : Martin Spinelli
Sasha tetap menjalankan hobinya mendaki gunung walaupun masih mengandung Lio credit Martin Spinelli
Sasha tetap menjalankan hobinya mendaki gunung walaupun masih mengandung Lio credit Martin Spinelli
Bayi Lilo Spinelli credit Martin Spinelli
Bayi Lilo Spinelli credit Martin Spinelli
Sasha dan Bayi LIo di Passo Duran Credit: Martin Spinelli

Buku ini menceritakan bagaimana awalnya sebuah keluarga muda asal Italia yang bahagia sampai musibah kecelakaan menimpa ibu dan anak sampai mengubah perjalanan hidup mereka. Martin Spinelli, sang bapak adalah dosen senior di Sekolah Media, Film dan Musik di Universitas Sussex. Dia telah menulis puluhan esai dan jurnal seperti Postmodern Culture, Convergence and The International Journal of Cultural Studies. Sedangkan Sasha Spinelli adalah seorang pegawai biasa.

Pasangan muda Martin dan Sasha saling jatuh cinta di sudut terpencil pegunungan Alpen, Italia. Kemudian mereka menikah. Keduanya sangat mempunyai hobi yang sama yaitu mendaki gunung. Karir keduanya sangatlah cemerlang. Kebahagiaan hidup pasangan ini semakin bertambah setelah dikarunia seorang anak laki-laki bernama Lio Spinelli. Kemudian kebahagiaan itu dalam sekejap hilang tanpa jejak.

Saat itu kamis pagi yang indah Sasha sedang mengendarai mobilnya mennuju kantor sambil mengantarkan Lio ke sekolah. Lio yang berumur 4 tahun duduk di kursi belakang. Tiba-tiba mobil mereka ditabrak dari belakang oleh truk besar yang dikendarai oelh  seorang sopir telah melakukan perjalanan selama enam belas jam tanpa istirahat dan tanpa tersadar tertidur di belakang kemudinya. Pada kejadian itu Sasha tewas seketika. Sementara Lio menderita beberapa patah tulang tengkorak dan kaki kiri hancur sehingga dimutilasi.

Kondisi Lio setelah kecelakaan credit : Martin Spinelli
Kondisi Lio setelah kecelakaan credit : Martin Spinelli
LIo dalam proses pemulihan Credit : Martin Spinelli

Pada saat kejadian, Martin berada di kampusnya dan mengetahui kejadian tersebyt setelah polisi mendatanginya dan membawanya ke rumah sakit. Betapa terpukulnya Martin setelah mengetahui istrinya Sasha dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Tetapi yang membuat Martin terpukul sekali saat mengetahui kondisi Lio, sang buah hati. Dokter menyatakan bahwa Lio mengalami kerusakan otak sangat parah. Ada 2 kemungkinan yang terjadi dari kondisi Lio. Pertama hidupnya tidak akan lama. Walaupun hidup Lio dinyatakan tidak dapat berjalan, berbicara bahkan bernapas tanpa bantuan alat. Inilah asal mulanya perjuangan Martin tanpa kenal lelah selama 4 tahun untuk memulihkan kembali Lio agar kembali menjadi anak yang normal.

Ketika dokter pertama menyatakan tidak harapan, Martin segera mencari dokter-dokter ahli seantero Inggris bahkan sampai ke Amerika. Martin berkeyakinan bahwa ada regenerasi sel otak dari seorang manusia dan Lio dapat normal kembali. Dalam perjuangan menyembuhkan anaknya, Martin memutuskan untuk mencurahkan perhatiannya hanya kepada pemulihan anaknya saja. Martin juga memutuskan untuk berhenti mengajar di universitas tempatnya bekerja.

Martin dan Lio foto bersama dengan Perdana Menteri Inggris Tony Blair Credit : Martin Spinelli

Memang Tuhan tidak tidur dan selalu mengabulkan doa umatnya yang ulet berikhtiar. Martin mendapatkan informasi bahwa ada dokter di Amerika Serikat yang dapat menyembuhkan otak yang dinyatakan telah rusak. Berangkatlah Martin dan bertemu dokter di Amerika Serikat. Setelah mendapatkan keyakinan bahwa dokter tersebut dapat menyembuhkan anaknya maka Martin memutuskan untuk membawa Lio ke Amerika Serikat.

Setelah mendapatkan perawatan intensif dan spartan, akhirnya Lio dinyatakan pulih dan kembali normal. Otaknya dapat berfungsi normal dengan adanya perubahan signifikan yaitu Lio dapat berbicara dan menggerakan seluruh anggota tubuhnya. Sebuah mukjizat luar biasa yang ditunjukkan oleh Tuhan dimana asal ada kemauan dan tekad yang luar biasa maka apa yang diinginkan dapat tercapai.

Kisah pemulihan Lio yang menakjubkan dalam buku After Crash yang ditulis oleh sang ayah, Martin Spinelli menjadi sangat menarik untuk dibaca dan direnungkan. After Crash menjadi best seller dan membawa Martin dan LIo bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan beberapa selebritis dunia lainnya. Saat ini Martin dan Lio masih suka menjalankan hobinya mendaki gunung sebagai kenangan untuk Sasha, orang yang sangat mereka cintai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s