Negeri Yang Sukanya Terkejut-kejut

Ingat dengan ungkapan ” Tenang aja… Belanda‬  (baca: kekuatan asing) masih jauh

Dari dulu hingga sekarang lontaran tersebut masih sering didengar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Seolah-olah situasinya baik-baik saja (under control) dan tidak akan terjadi apa-apa. Apa yang terjadi kemudian ? Keterkejutan yang dialami oleh orang dan bangsa  Indonesia. Terkejut-kejut dan kekagetan tanpa antisipasi kalau musuh telah datang diam-diam tanpa kita ketahui sama sekali.

Saya jadi teringat dengan ucapan almarhum Bapak kalau terkejut-kejut seperti menjadi ciri bangsa Indonesia. Contoh sederhana adalah ketika retail alfamart dan indomart merambah bisnis retail di tanah air dan mematikan warung-warung/kecil dan koperasi barang-barang kebutuhan sehari-hari. Kita hanya bisa diam dan terkejut saja. Kok bisa ? Apa saja yang dilakukan kita khususnya pemerintah untuk mengantisipasi kejadian ini ? Tidak ada jawaban yang memuaskan dan mulailah kebakaran jenggot setelah semuanya terlambat.

Kemudian retail asing seperti Carefour menggurita dengan teknik dan strategi pemasaran yang canggih dan global dimana konsumen mendapatkan kenyamanan, aman dan kemudahan dalam mencari kebutuhannya mulai dari primer hingga tertier. Semuanya ada dan terpenuhi. Kembali lagi  warung kelontong dan pasar tradisional terkena imbasnya  barulah orang terkaget dan setengah sadar kalau Belanda sudah datang diam-diam dan menguasai kita tanpa antisipasi.

Bukan hanya itu saja keterkejutan yang dialami, banyak sektor perekonomian mulai dari energi, pertambangan. perbankan, telekomunikasi, asuransi dan lain-lain. Sampai yang terakhir adalah “Belanda (baca:kekuatan asing)” yang lain ingin berinvestasi dan menguasai persawahan kita. Dan kita kembali hanya bisa terkejut dan terkaget-kaget. Ternyata kita tidak pernah punya konsep dan strategi atau punya konsep/startegi tapi tidak mau menjalankan dan menerapkannya secara sungguh-sungguh untuk mengatasi datangnya “Belanda (baca:kekuatan asing)” secara diam-diam dan mulai menguasai “wilayah strategis” bangsa Indonesia.

Tolong resapi dan pikirkan pernyataan “Belanda” di bawah ini, apakah kita sebagai bangsa Indonesia tidak merasa dihina dan dipermalukan :

” Sementara Wufeng berencana mengimpor sebagian besar mesin pengolahannya dari China dan menggeser semua mesin lokal yang ada. Ma memastikan kualitas mesinnya lebih baik daripada yang ada di Indonesia. “

Harusnya mulai saat ini ungkapannya diubah menjadi ” Tenang aja “Belanda(baca:kekuatan asing) datang, kita sikat… dia jual kita beli “

Tetapi keterkejutan itu juga menghampiri saya ketika tanpa antisipasi “Belanda (baca:kekuatan asing)” mulai merasuki tubuh saya hehehe Oh Stone Kidney…

Stone On The Right My Kidney (dok. Cech)
Stone On The Right My Kidney (dok. Cech)

Atau sama terkejutnya mendapatkan 2 barang berikut ini dari “Belanda” karena hobi menulis saya.

Sony Xperia Tablet Z (dok. Cech)
Sony Xperia Tablet Z (dok. Cech)
Nikon D3200 (dok. Cech)
Nikon D3200 (dok. Cech)

 

Halaaahhhh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s