Lebaran Dalam Titian Kesedihan Dan Persaudaraan

Kamis, 8 Agustus 2013 adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam seluruh dunia terutama Indonesia. Benar, hari itu adalah hari raya Idul Fitri atau biasa disebut Lebaran oleh masyarakat Indonesia. Umat Islam merayakan Idul Fitri penuh dengan kegembiraan karena mereka meyakini Idul Fitri adalah simbol kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh  menahan lapar, haus dan hawa nafsu di bulan Ramadhan.

Tetapi tidak semuanya menyambut dengan kegembiraan. Lebaran tahun ini mungkin bagi keluarga besar Almarhum Asep Sudirman berbeda suasananya dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam rentang waktu 1 tahun keluarga besar Almarhum telah kehilangan dua anggota keluarganya. Yang pertama adalah almarhum Asep Sudirman dan yang kedua adalah ayah kandung almarhum. Suasana duka terasa sekali pada saat saya mengucapkan mohon maaf pada hari raya Lebaran.

Kenangan saat Pak Alit menemani almarhum Asep di CWM Hospital, Suva, Fiji (dok. cech)
Kenangan saat Pak Alit menemani almarhum Asep di CWM Hospital, Suva, Fiji (dok. cech)

Perlu diketahui almarhum Asep Sudirman adalah Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang sempat dirawat di Colonial War Memorial Hospital, Suva, Republik Fiji hampir 5 bulan lamanya karena penyakit TBC dan Hepatitis B. Setelah sempat sadar diri dan bertemu dengan kakak iparnya, Pak Alit Supriyatna yang didatangkan langsung oleh Kemlu RI dan difasilitasi oleh KBRI Suva dengan tujuan untuk membangkitkan semangat hidup Asep Sudirman yang memang butuh dukungan psikologis pihak keluarga atas saran dokter. Tetapi takdir berkata lain, Asep Sudirman meninggal dunia dengan tenang pada tanggal 8 Juli 2013 pukul 17.45 waktu Fiji (pukul 12.45 WIB).  Dan lebih menyedihkan lagi, almarhum Asep sampai meninggalnya tidak mengetahui kalau sang Ayah telah meninggal dunia terlebih dahulu karena memang sengaja tidak diberitahu keluarga pada saat almarhum dirawat.

Alhamdulillah dengan kerjasama yang baik antara pihak keluarga, Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Suva, Agen Pemilik Kapal dan Agen Tenaga Kerja di Indonesia maka jenazah Asep Sudirman dapat dipulangkan ke tanah air. Pemulangan jenazah ke tanah air bukanlah hal yang mudah. Butuh waktu lama dalam pengurusan, negosiasi yang apik dari pihak keluarga dibantu oleh Kemlu RI/KBRI Suva dengan kedua agen agar dicapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak dan terpenting adalah Allah memberikan restu dan mengabulkan doa keluarga agar almarhum dapat dimakamkan di kampung halamannya Ciparay, Bandung. Selain itu dari kesepakatan tersebut, agen tenaga kerja yang menaungi almarhum dengan jiwa besar memenuhi hak-hak almarhum seperti gaji, biaya pemulangan dan terakhir sedang dalam pengurusan adalah asuransi bagi almarhum.

DSC_0015
Makam Asep bersebelahan dengan makam Sang Ayah (dok.cech)
DSC_0014
Nenek almarhum Asep (dok.cech)
Pak Alit Supriyatna dengan Sang Bunda (dok.cech)
Pak Alit Supriyatna dengan Sang Bunda (dok.cech)

Akhirnya pada tanggal 22 Juli jenasah almarhum diberangkatkan ke tanah air dari Fiji. Kemudian pada tanggal 26 Juli 2013 jenasah almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di Ciparay, Bandung. Makam almarhum persis bersebelahan dengan makam ayahanda almarhum. Hal ini saya ketahui setelah minggu lalu saya berkunjung ke sana. Kunjungan saya ini merupakan pemenuhan janji saya kepada Pak Alit dan keluarga besar apabila saya pulang ke tanah air. Selain itu kunjungan itu bertujuan untuk mempererat silaturahim antara saya pribadi dengan keluarga besar almarhum. Benar sekali bahwa mencari saudara tidaklah mudah dibandingkan mencari beribu-ribu musuh. Ada ikatan kasih sayang yang terpancar diantara saya dan anggota keluarga besar almarhum walaupun kunjungan saya masih dalam suasana duka. Tetapi bagi saya inilah hikmah puasa Ramadhan dan Lebaran yang dapat dirasakan oleh kami. Lebaran dalam titian kesedihan dan persaudaraan. Ada kalimat yang diucapkan almarhum sebelum pergi berlayar yang selalu dikenang oleh sang bunda. “Mak, alasan Asep pergi kerja ke luar negeri karena Asep ingin menyenangkan Emak “

Selamat Jalan Saudaraku Asep Sudirman …. Salam Metal dari Saya di dunia untukmu yang Insya Allah saat ini Kamu telah mendapatkan tempat yang pantas dan layak yang diberikan oleh Allah SWT.

Terima kasih kepada Keluarga Besar Almarhum Asep Sudirman atas kesediaannya menerima kunjungan silaturahim saya secara dadakan. Semoga Kesedihan terbalaskan oleh Kebahagiaan

Take that look of worry
I’m an ordinary man
They don’t tell me nothing
So I find out what I can
There’s a fire that’s been burning
Right outside my door
I can’t see but I feel it
And it helps to keep me warm
So I, I don’t mind
No I, I don’t mind

Seems so long I’ve been waiting
Still don’t know what for
There’s no point escaping
I don’t worry anymore
I can’t come out to find you
I don’t like to go outside
They can’t turn off my feelings
Like they’re turning off a light
But I, I don’t mind
No I, I don’t mind
Oh I, I don’t mind
No I, I don’t mind

So take, take me home
Cos I don’t remember

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s