Bencana Itu Datang Untuk Sebuah Keselarasan

Hampir seminggu yang lalu saya bertemu dengan seorang Pengusaha Fiji di Lautoka namanya Haji N. Beliau cerita tentang jatuh bangun usahanya. Dari raut wajah beliau dan istrinya tergambarkan muslim yang sabar dan pekerja keras serta tidak pernah mengeluh. Beliau pernah mengalami kemalangan dalam hidupnya yaitu usahanya bangkrut ditipu orang.

Sedihkah beliau ? Marahkah ? Putus asakah ? Dari tutur kata pada saat bercerita, beliau adalah muslim yang tabah dan mengerti Allah akan memberikan terbaik dari suatu kemalangan.

Sama halnya dengan bencana alam, musibah atau kemalangan. Hal tersebut mempunyai makna keselarasan hidup yaitu sadar dan mengerti tentang sebenarnya posisi manusia itu dimana dan porsinya seberapa.

Alam marah baik banjir. gempa dan gunung meletus karena pada dasarnya alam semesta butuh keselarasan. Ketika keselarasan tersebut terganggu maka secara otomatis bergerak untuk kembali selaras. Itulah Maha Dahsyatnya Allah yang menciptakan alam semesta dan isinya. Jadi jangan salahkan Allah tapi salahkan manusia yang secara kolektif baik sengaja maupun tidak sengaja melakukan kerusakan-kerusakan dan pembiaran sistematis sehingga alam merasakan ketidak selarasan berkeadilan dalam menjaga ciptaan Allah ini.

Maka itu jangan terlalu lama bersedih tapi tegar dan yakin bahwa dibalik kemalangan akan datang kebaikan layaknya ada siang maka ada malam, ada pria maka ada wanita, ada bulan maka ada bintang dan sebagainya. Banyaklah mengucapkan ALHAMDULILLAH ketika bencana itu datang karena dari bencana itu akan datang kebaikan ilahi yang membawa hidup manusia bahagia dan sejahtera. Sebaliknya banyaklah mengucapkan ASTAGHFIRULLAH AL AZHIM atau mohon ampun kepada Allah ketika hidup kita bahagia baik bahagia karena hartanya, bahagia karena ilmu yang dimiliki maupun bahagia karena punya kekuasaan. Karena kebahagiaan tersebut akan menjadi bencana yang membuat air mata ini tiada berhenti akibat kita lupa bersyukur dan mengingat Allah. Mohon ampunlah kepada Allah bahwa keselarasan antara yang dimiliki dengan lingkungan sekitar terutama yang tidak memiliki tetap terjaga.

Apabila manusia pernah mengalami kemalangan yang seperti tiada henti sehingga membuat kita putus asa maka yakinlah Allah Maha Penolong dengan cara yang kadangkala di luar dugaan  manusia. Terus terang saya pernah bersikap atheis alias tidak percaya Allah alias pernah mempertanyakan Rahman Rahim nya Allah pada saat kami jatuh bangkrut dan dalam waktu bersamaan banyak kemalangan datang seperti air mengalir. Tetapi saya tersadarkan bahwa selama ini hidup keluarga kami tidak selaras. Contohnya ketidak selarasan itu dilihat dari cara hidup  kita. Lihat lemari pendingin atau kulkas kita berapa banyak makanan yang tidak termakan alias terbuang percuma karena kadaluarsa. Cukup belanja untuk satu keluarga tapi belanjanya berlebih tanpa mau melihat di sekitar kita ada yang kekurangan. Terjadi pemborosan luar biasa baik yang berakibat kepada diri dan orang lain.

Ada satu doa saya kepada Allah dan sempat membuat kedua orang tua menangis terharu pada saat kami mengalami kesusahan.

” Ya Allah, ambillah seluruh harta kami dan kami siap hidup miskin apabila memang benar harta yang kami miliki bukanlah hak kami. Kami ikhlas Ya Allah agar kami dapat bangkit dan mulai hidup baru dengan harta yang sebenar-benarnya halal dan haq. Engkaulah Maha Meliuhat dan Maha Mendengar “

Jadi Siap Kaya maka Siap Miskin. Siap Senang maka Siap Susah etc. Semua itu karena kami yang khilaf dan bukan karena Allah SWT.

Amithaba…. Sancai

(Syech Gentong)

2 thoughts on “Bencana Itu Datang Untuk Sebuah Keselarasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s