Begitu Jelekkah Pemerintahan Megawati Soekarnoputri ?

Antara tahun 1998-2002 adalah Tahun Neraka bagi keluarga saya. Krisis Moneter atau saya menyebutnya Tsunami Ekonomi menerjang Indonesia. Banyak pengusaha Indonesia terutama UKM kolaps karena tidak mampu lagi melakukan aktifitas bisnisnya. Bayangkan 1 USD = 15000 IDR, terjadi inflasi luar biasa yang efeknya adalah kenaikan suku bunga bank.

Itulah yang dialami oleh keluarga kami. Hutang pokok kami yang tadinya 750 juta rupiah tiba-tiba melonjak menjadi 2,25 milyar rupiah (hutang pokok dan bunga). Akibatnya kami tidak sanggup bayar cicilan bank, cicilan bunganya saja tidak mampu dibayar apalagi cicilan pokoknya. Dan hasilnya adalah 2 jaminan kami yaitu rumah dan pabrik disita oleh bank pemerintah bahkan sudah masuk dalam Lelang Negara.

Kalau dilelangpun nilai jaminan kami menjadi rendah dan kamipun masih harus bayar 1 milyar rupiah lagi apabila 2 jaminan kami jadi dilelang. Bisa dibayangkan jenis neraka apa yang kami alami saat itu. Tapi kami tidak putus asa, segala upaya dilakukan mulai negosiasi dengan bank, departemen koperasi-ukm, Menteri BUMN (bank kami adalah bank BUMN) sampai mengirim surat ke Presiden (saat itu Presiden Megawati).

Ada cerita menarik dari perjuangan kami untuk bisa lepas dari neraka saat itu. Hampir seminggu sekali kami mendatangi depkop-ukm untuk menanyakan perkembangan masalah hutang kami dan tiap kami datang ke depkop-ukm Rasuna Said selalu saja saya menemui banyak orang yang sebagian pengusaha UKM juga yang menginap di kantor Depkop-ukm tersebut. Beberapa orang yang saya tanyakan mengapa mereka menginap? Jawabannya adalah mereka sudah tidak punya harta lagi karena sudah disita bank bahkan ada yang tidak berani pulang karena takut didatangi debt collector dari Bank Peminjam. Tujuan mereka ternyata sama yaitu meminta Depkop UKM membantu jalan keluar agar mendapatkan keringanan atas hutang mereka dengan kebijakan bersama menteri BUMN agar Bank Pemerintah dibawah menteri BUMN memberikan kebijakan keringanan hutang atau cicilan.

2 tahun perjuangan kami menunggu jawaban atau solusi yang terbaik dari masalah kami. Akhirnya saya ingat sekali tahun 2002 bulannya saya lupa, surat kami kepada Presiden Megawati Soekarnoputri mendapatkan jawaban dari sekretariat negara. Jawabannya adalah KEPPRES RI NO 56 TAHUN 2002 TENTANG RESTRUKTURISASI UKM dimana salah satu isinya adalah keringanan utang dan cicilan bunga dari bank-bank/lembaga keuangan negara yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing bank/lembaga keuangan milik pemerintah.

Inilah jawaban atas doa-doa kami walaupun ada tenggang waktu 6 bulan yang diberikan agar kami segera melunasi atau menyelesaikan masalah kami. Keppres tersebut menjadi pegangan kami untuk negosiasi dengan bank. Akhirnya dalam waktu yang tidak lama kami dapat menyelesaikan hutang kami. Kami hanya membayar hutang pokoknya saja. Sementara bunga bank dihapus.

Rumah kami jual untuk membaytar hutang bank dan ada sisanya untuk membayar hutang2 yang lain. Tapi pabrik kami terselamatkan. Bukan hanya kami saja yang terselamatkan, puluhan ribu pengusaha UKM dapat membayar hutangnya dan mulai dapat bergerak lagi untuk produksi. ada beberapa pengusaha UKM yang saya tanyakan tentang keringanan apa yang mereka dapatkan? 1. ada yang hanya membayar 25 persen hutang pokoknya saja sementara bunga dihapuskan. 2. ada yang membayar hutang pokoknya saja tapi dicicil sekian tahun dengan mendapatkan pinjaman karena dianggap usahanya ekonomis. 3. ada yang dihapuskan sama sekali hutang pokok dan bunganya. 4, dan masih banyak lagi keringanan yang mereka dapatkan.

Bayangkan dalam kondisi keuangan negara yang defisit saat itu pemerintah Presiden Megawati mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada Usaha Kecil Menengah. Keppres tersebut itulah yang sampai sekarang saya dan almarhum bapak semasa hidup selalu diingat dimana ternyata pemerintah masih berpihak kepada UKM. Itulah jasa Presiden Megawati dan jajaran pemerintahannya kepada UKM. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa KEPPRES TERSEBUT BAGAIKAN AIR MINUM PELEPAS DAHAGA DI TENGAH GURUN PASIR YANG PANAS.

So sebegitu jelekkah pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri sehingga dianggap selalu meninggalkan bau PESING bagi bangsa Indonesia? Silahkan ANDA BER-FIKIR !!!

Jangan percaya dengan beberapa tokoh yang berkoar-koar tentang EKONOMI KERAKYATAN kalau belum DIBUKTIKAN DAN DINYATAKAN. HATI-HATI, JELI DAN TELITI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s