Kisah Kebaya Putih Kartiniku

Sudah menjadi tradisi tahunan bangsa Indonesia merayakan Hari Kartini pada tanggal 21 April 2014. Aku sangat antusias menyambut hari istimewa tersebut. 2 minggu lalu aku persiapkan semuanya terutama kebaya yang pantas dipakai di kantor sebagai sebuah kelaziman merayakan Hari Ibu Kartini.

Kebaya ? Ya kebaya putih yang memberikan simbol kesucian seorang wanita Indonesia. Sebenarnya aku sudah mempunyai beberapa kebaya putih tetapi ada masalah dengan ukuran kebaya putih yang kumiliki. Ternyata kebaya-kebaya putihku sudah tidak muat untuk ukuran tubuhku. Semuanya mentok di bagian perut. Rupanya perutku mulai endut hehehe…. harus makin rajin olahraga jalan naik bukit dan renang setiap akhir pekan nih.

Akhirnya aku putuskan untuk membeli kebaya putih yang baru. Aku beruntung karena punya beberapa kenalan yang menjual kebaya motif batik. Jadi tidak polos putih saja tetapi ada corak batiknya sehingga jelas identitasku sebagai wanita Indonesia yang anggun dan mengagumi warisan leluhur. Aku beli 2 kebaya, satu berwarna putih untuk Hari Ibu Kartini dan yang kedua berwarna kuning  untuk acara yang lain. Tetapi tidak lupa kain batik yang semodel dengan ekebaya batik yang kubeli.  Alhamdulillah semua persiapan untuk merayakan Hari Ibu Kartini lancar jaya.

2 hari menjelang Hari Ibu Kartini, aku putuskan untuk meminta bantuan laundry langgananku agar menyetrika kebaya putihku. Karena hari itu bersamaan dengan Hari Raya Paskah maka laundry langgananku memintaku untuk mengambil kebaya putihku keesokan malam harinya tepatnya tanggal 20 April 2014.

Esok harinya, aku putuskan mengambil kebaya putihku setelah sholat Maghrib. Dengan semangat 45 dan wajah berseri-seri aku segera bergegas ke laundry langgananku. Tetapi apa yang terjadi ibu-ibu? Ternyata Laundry langgananku tutup lebih cepat. Waduh bagaimana ini ? Langsung pikiranku melayang-layang bagaimana caranya aku dapatkan kebaya putih kesukaanku. Bagaimana aku bicara dengan bosku ? Khan nggak lucu kalau aku sampai kirim BBM ke bos kalau besok pas Hari Ibu Kartini aku tidak bisa memakai kebaya karena Laundrynya tutupnya lebih cepat.

Tetapi aku pantang menyerah dan segala cara kugunakan. Pertama aku menanyakan kepada penjaga toko sebelah Laundry langgananku apakah mereka memiliki nomor hape penjaga laundry karena terus terang aku hanya punya nomor telepon laundry saja. Ternyata oh ternyata penjaga toko juga tidak punya nomor hape.

Kata mereka “kenal sih ama penjaga toko tetapi kami ga punya nomor hapenya “

” Bagaimana bisa ??? Kalian seringkali ngobrol dan makan bareng kok ga tukaran nomor hape ” teriakku

” Bagaimana dengan tukang parkir ” tanyaku lagi

” Hari ini tukang parkir libur, bu ! ” jelas para penjaga toko

Pertanyaan-pertanyaanku sampai membuat tukang batagor yang sering berjualan di sebelah toko tersebut sampai terbengong-bengong hehehe.

” Bagaimana dengan Pak RT ? Tahu ga dia nomor hapenya ? Dia khan sebagai ketua RT sudah seharusnya tahu nomor hape warga yang ada di lingkungannya termasuk pegawai di pertokoan ini ” tegasku lagi

Semua yang mendengarnya hanya bisa tersenyum kecut tapi ada yang menahan tawanya ” Bagaimana sih ibu ini sampai Pak RT dilibatkan hahaha ” Tetapi dari semua itu, kembali lagi hanya tukang batagor yang masih terlihat bingung dengan kejadian malam ini.

” Maaf ya bang batagor, ga ada niat saya untuk membuat abang jadi bingung. Kebaya putih yang saya minta setrikakan di laundry mau saya kenakan besok di kantor dalam rangka memperingati hari Kartini ” penjelasanku kepada tukang batagor.

” Ya saya ngerti, bu. Kalau sudah tutup begini terus mau diapain. Dibongkar paksa ? Nggak khan. Coba Ibu telepon beberapa nomor yang ada di plang laundry tersebut. Lagipula laundry itu khan bagian dari franchise laundry A. Coba aja telepon laundry franchise A yang ada disekitaran Bandung siapa tahu mereka punya nomor hape penjaga laundry ini atau buka websitenya trus email franchise utamanya, siapa tahu ada tanggapan. Mudah-mudahan usaha dan niat baik ibu ada balasannya. “

Akupun langsung tertegun dengan penjelasan tukang batagor tersebut. Tidak menyangka euy….

Akhirnya aku melakukan apa yang dikatakan tukang batagor. Dengan sedikit harapan dan siap-siap mengirimkan BBM ke Bos, tiba-tiba aku mendapatkan telepon dari seorang wanita yang ternyata adalah salah satu pemilik franchise A dan memberitahukan bahwa kebaya putihku akan segera dikirim ke rumahku. Alhamdulillah ucapku. Ternyata cepat juga tanggapan franchise A bahkan beberapa menelponku apakah kebaya putihku sudah sampai di rumah. Apakah kebaya putihku dalam keadaan baik ? Apakah kebaya putihku kurang rapi pada saat kuterima dan masih banyak lagi pertanyaan yang diberikan kepadaku. Aku hanya mengatakan kebaya putihku dalam keadaan baik dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan perusahaan Laundry dengan merek franchise A.

Akhirnya jadi juga aku mengenakan kebaya putih hari ini bertepatan dengan Hari Ibu Kartini. Emansipasi itu butuh semangat untuk berusaha dan kerja keras agar emansipasi itu tidak lagi bicara tentang si lemah dan si kuat.

Aku dan rekan-rekan sekantorku (cech)
Aku dan rekan-rekan sekantorku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s