Brunei Darussalam : Tengok Sejenak Tamu Kianggeh

Waktu cepat berlalu, tanpa terasa sudah tiga hari kami berada di Brunei. Banyak orang mengatakan jalan-jalanlah ke Kampong Ayer. Kamipun mengamini hanya saja sebelum ke sana ada keramaian yang selalu menemani kami di hotel pada pagi hari karena kamar hotel persis berhadapan dengannya. Ya, itulah salah satu pasar tradisional kota Bandar Sei Begawan yaitu Tamu Kianggeh. Tamu berarti pasar. Jadi Tamu Kianggeh artinya  Pasar Kianggeh yang terletak di sepanjang Sungai Kianggeh.

2014-05-15 07.16.32

2014-05-16 08.12.08

Suasana Tamu Kianggeh di pinggir sungai Kianggeh
Suasana Tamu Kianggeh di pinggir sungai Kianggeh
Lalu lalang taksi air di sekitar Tamu Kianggeh
Lalu lalang taksi air di sekitar Tamu Kianggeh

Tidak ada perbedaan menyolok antara pasar di Brunei dengan Indonesia. Yang membedakan adalah luas pasar di Brunei lebih kecil dari Indonesia. Kebersihan pasar di Brunei terlihat bersih dan terawat. Walaupun tradisional tapi tidak jorok dan becek. Sebagian besar pedagang menjual barang-barang jualannya berdasarkan piring. Satu piring dihargai sekian Brunei Dollar. Lapak jualannya memang teratur tetapi sebagian besar lebih mirip dengan lapak kaki lima di Indonesia yang menggunakan kanvas plastik sehingga melindungi penjualnya dari panas terik matahari.

Kerang
Kerang

2014-05-15 08.38.48

2014-05-15 08.30.32

2014-05-16 08.19.39

2014-05-16 08.19.22

2014-05-15 08.30.53

Ketupat
Ketupat

2014-05-15 08.31.53

2014-05-15 08.32.49

Panganan khas Brunei
Panganan khas Brunei

2014-05-15 08.37.56

Asam Kandis
Asam Kandis

2014-05-15 08.36.23

2014-05-15 08.40.36

2014-05-15 08.42.17

Kami perhatikan aktifitas pasar berlangsung ramai pada jam 06.00-11.00. Ada yang menarik dari pasar Kianggeh terutama warung makannya yang sebagian besar berasal dari Indonesia. Maka tidaklah heran tempe menjadi panganan yang dijual sehari-hari. Selain itu kami juga sempat mengunjungi salah satu lapak yang menjual obat-obat tradisional yang menggunakan tanaman herbal khas Brunei Darussalam. Menariknya adalah saat kami mendatangi lapak tersebut, sang penjual langsung menawarkan obat kuat untuk pasangan suami istri hehehehe. Ternyata sang penjual ini sangat terkenal di Brunei sebagai “Dr. Angin”. Nama sebenarnya sang penjual adalah Bapak Awang Damit Bin Jahar. Profil beliau kebetulan hari itu diberitakan oleh salah satu  media cetak Brunei, Media Permata. Benar saja pada saat kami bertemu, beliau lebih banyak menerangkan tentang bagaiamana caranya membuang angin dari badan dengan ramuan tradisionalnya.  Ramuan Bapak Awang Damit ini tidak hanya dikhususkan untuk membuang angin. Ada beberapa  ramuan beliau yang diyakininya dapat menyembuhkan beberapa penyakit.

2014-05-16 08.14.59

2014-05-16 08.17.48

2014-05-16 08.16.02

2014-05-16 08.13.53

2014-05-16 08.14.07

Pemberitaan tentang Dr. Angin, Awang Damit bin Jahar
Pemberitaan tentang Dr. Angin, Awang Damit bin Jahar

Sungguh perjalanan singkat nan menarik di pagi hari untuk lebih  mengenal pasar tradisional di Kota Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s