Brunei Darussalam : Menyisir Kampong Ayer “Venice of the East”

Masih hari ketiga kunjungan kami di Brunei Darussalam. Setelah melongok sejenak Tamu Kianggeh selama 1 jam, kami memutuskan untuk pergi plesiran ke Kampong Ayer yang konon mempunyai nilai sejarah tersendiri bagi bangsa Brunei.

” Perahu, Pak ?! ” teriak seorang pengemudi taksi air.

2014-05-15 07.58.59

Langsung saja perhatian kami tertuju kepadanya. Memang posisi taksi air tersebut dekat sekali dengan Tamu Kianggeh, Setelah tawar menawar sejenak kami memutuskan untuk menggunakan taksi air tersebut berplesiran ke Kampong Ayer. Harga yang disepakati adalah 15 Brunei Dollar. Hal ini sesuai sekali dengan informasi yang kami dapat di Google tentang tarif taksi air untuk  mengelilingi Kampong Ayer.

Sedikit informasi tentang Kampong Ayer. Kampong Ayer menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah Kerajaan Brunei Darussalam. Hampir seribu tahun Kampong Ayer berdiri dan menghiasi kehidupan masyarakat Bandar Seri Begawan. Tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Shah tahun 1363-1402. Dahulu kala Kampong Ayer merupakan pelabuhan utama untuk para saudagar yang memperdagangkan barangnya ke Brunei. Dan Kampong Ayer masih tetap berdiri kokoh dan berkembang pesat sampai saat ini. Ada 42 kampung yang terletak di Kampong Ayer dengan jumlah populasi penduduk sekitar 39.000 jiwa (10 persen dari total populasi penduduk Brunei Darussalam). Jadi tidaklah mengherankan kalau Kampong Ayer adalah Kampong terbesar di Brunei Darussalam.

Antonio Pigafetta (from the Marasca Collection, Biblioteca Bertoliana of Vicenza)
Antonio Pigfetta (from the Marasca Collection, Biblioteca Bertoliana of Vicenza)

Oleh  Antonio Pigafetta yang pernah singgah bersama  Ferdinand Magellan pada tahun 1521 menjuluki Kampong Ayer dengan nama “Venice of the East” Menurut Antoni0, kehidupan Kampong Ayer mirip dengan Venice, tempat Antonia berasal.

Bagaimana dengan Kampung Ayer saat ini ? Setelah kami menelusuri Kampong Ayer, bangunan rumah panggung kayu yang berdiri di atas air menjadi ciri khasnya. Walaupun bentuknya sederhana tetapi kehidupan modern masa kini tampak jelas terlihat di Kampong Ayer. listrik, ac, sampai parabola dimiliki oleh sebagian besar penghuni Kampong Ayer. Selain itu Pemerintah Kerajaan Brunei juga melengkapi fasilitas sosial seperti sekolah, rumah sakit, pemadam kebakaran, masjid, pipa air, tempat bermain sehingga Kampong Ayer terlihat dinamis kehidupannya. Selain itu dengan perahu kayu sebagai transportasi utama dan jembatan kayu yang menghubungkan tiap kampong dan blok sangatlah memudahkan aktifitas penduduknya.

Taksi air bersandar di Tamu Kianggeh dan siap mengantarkan turis mengeliling Kampong Ayer
Taksi air bersandar di Tamu Kianggeh dan siap mengantarkan turis mengeliling Kampong Ayer

2014-05-15 07.38.45

Bandar Seri Begawan dari kejauhan
Bandar Seri Begawan dari kejauhan
Jembatan penghubung antar kampong
Jembatan penghubung antar kampong
Pembangunan jembatan terpanjang di Brunei Darussalam yang menghubungkan Bandar Seri Begawan dengan wilayah Limbang
Pembangunan jembatan terpanjang di Brunei Darussalam yang menghubungkan Bandar Seri Begawan dengan wilayah Limbang

Bahkan saat ini sedang dibangun jembatan penghubung antara Bandar Seri Begawan dengan wilayah Limbang sehingga memudahkan akses jalan, dan perdagangan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi bagi penduduk di 2 wilayah tersebut. Bahkan pengemudi taksi air mengatakan kalau ada kesempatan untuk datang ke Brunei sekitar 3 tahun ke depan maka kami akan melihat jembatan terpanjang di Brunei Darussalam sehingga dapat mengunjungi wilayah Limbang yang terkenal dengan pertanian dan hutan yang masih asri terjaga.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien terlihat jelas
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien terlihat jelas
Gedung Pengadilan (Mahkamah) Kerajaan Brunei Darussalam
Gedung Pengadilan (Mahkamah) Kerajaan Brunei Darussalam
Beberapa bangunan yang dirobohkan karena akan dibangun fasilitas publik lainnya
Beberapa bangunan yang dirobohkan karena akan dibangun fasilitas publik lainnya
Kompleks bangunan baru untuk relokasi
Kompleks bangunan baru untuk relokasi
Salah satu bangunan madrasah
Salah satu bangunan madrasah
Salah satu bangunan sekolah
Salah satu bangunan sekolah
Balai Bomba dan Penyelamat (Gedung Pemadam Kebakaran)
Balai Bomba dan Penyelamat (Gedung Pemadam Kebakaran)
Salah satu bangunan masjid yang terdapat di Kampong Ayer
Salah satu bangunan masjid yang terdapat di Kampong Ayer
Rumah Sakit di Kampong Ayer
Rumah Sakit di Kampong Ayer

Ada hal menarik selama perjalanan ke Kampong Ayer, ternyata banyak pengemudi taksi air bukanlah penduduk asli Brunei tetapi berasal dari Malaysia yang sudah bertahun-tahun  mengais rejeki di Brunei Darussalam terutama fenomena Kampung Ayer. Dalam perjalanan kami juga melihat beberapa bangunan yang dirobohkan karena akan digunakan oleh Kerajaan untuk fasilitas publik dan penduduknya sudah direlokasi ke tempat lain yang katanya walaupun jauh tetapi mendapatkan bangunan baru dan beberapa fasilitas publik yang lebih baik.

Seperti layaknya di darat, di Kampong Ayer juga dibangun beberapa cluster dengan bangunan rumah panggung modern bertingkat untuk kalangan menengah ke atas. Harga bangunan tersebut berkisar antara 60 ribu sampai dengan 90 ribu Brunei Dollar.

2014-05-15 07.39.50

2014-05-15 07.39.15

2014-05-15 07.40.30

2014-05-15 07.55.55

Kompleks Cluster di Kampong Ayer
Kompleks Cluster di Kampong Ayer
Model rumah pada kompleks cluster
Model rumah pada kompleks cluster

2014-05-15 08.18.38

2014-05-15 08.17.27

Selain itu pihak Kerajaan sangat memperhatikan pendidikan masyarakat Kampong Ayer. Hampir setiap sudut kampong yang berada di Kampong Ayer dibangun sekolah mulai dari tingkat TK sampai SMA serta Madrasah. Maka itu profesi guru menjadi profesi yang sangat dihormati. Pemerintah Kerajaan menempatkan profesi guru sebagai profesi yang mulia sehingga banyak sekali yang fasilitas khusus selain gaji besar yang diberikan oleh Pemerintah Kerajaan kepada guru. Luar biasa dan perhatian sekali Sultan Hassanal Bolkiah terhadap pendidikan rakyatnya.

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s