Menyenangkan Orang Itu Sederhana

Tampak seorang bapak dan anaknya berusia sekitar 6 tahun sedang berdiri di depan sebuah toko atau outlet yang menjual motor besarlengkap dengan asesorisnya  dari negerinya Pak Trump. Bapak dan anak melihat dan memperhatikan beberapa motor dengan harga wah. Terlihat wajah kagum mereka tetapi tidak berani mendekati kaca jendela toko tersebut.

Saat itu suasana mendung, lama sekali mereka berdiri dan memandangi toko tersebut. Mungkin dalam pikiran mereka berkata sepertinya tidak mungkin mereka memilikinya.

Tiba-tiba tanpa disadari mereka, datanglah seorang pria muda menghampiri mereka.

” Kalau mau lihat, masuk aja ke dalam pak. Mari !!! ” ajak pria tersebut.

” Terima kasih, biar kami di sini saja ” jawab bapak tersebut.

” Masuk aja Pak. Tidak apa-apa. Keliatan anak bapak ingin sekali masuk kedalam. Boleh kok “

Dipeganglah lengan bapak dan anak oleh pria tersebut. Dipersilakan bapak dan anak tersebut menaikki motor besar nan mahal. Tidak hanya satu unit tapi beberapa unit dengan model yang berbeda. Sesekali pria yang ternyata pemilik toko tersebut mengambil foto bapak dan anak saat menunggangi motor besar. Kadang bapak anak berpose dengan jaket khas kumpulan motor besar saat menunggangi motor besar yang berada di outletnya.

Beberapa pengunjung memperhatikan mereka dan merasa heran mengapa bapak dan anak berpakaian lusuh tersebut diperbolehkan masuk ke dalam toko dan mencoba menunggangi beberapa motor besar. Ada beberapa pengunjung yang tertawa melihat tingkah laku bapak dan anak yang terlihat norak menurut ukuran mereka. Tetapi mereka cuek saja apalagi sang pemilik sudah mengijinkan.

Betapa senangnya bapak dan anak saat itu. Baru kali merasakan menunggangi motor besar dan berasa menjadi orang kaya. Hari itu adalah liburan yang menyenangkan bagi anaknya. Karena tidak perlu mengeluarkan uang dan pergi jauh ke tempat wisata. Toko tersebut sudah menjadi tempat yang membahagiakan untuk mengisi hari libur.

Ternyata bapak tersebut adalah pemulung. Karena anaknya liburan maka hanya bisa mengajaknya jalan-jalan keliling pertokoan di wilayah kota Bandung. Hanya itu yang dapat dilakukannya.

Ketika sang pemilik ditanyakan mengapa mengijinkan bapak dan anak tersebut masuk ke tokonya. Jawabannya singkat, kapan lagi menyenangkan orang lain. Lagi pula saat itu hari mendung mulai turun hujan. Sambil menunggu hujan reda, bapak dan anak tersebut dapat menimati liburannya dengan tawa ceria bergaya dengan motor besar negeri Uncle Sam.

Sederhana bukan ?!!!
Tanpa hidayah dari Allah SWT tidak mungkin sang pemilik toko dapat berbuat baik terhadap bapak dan anak tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s