Japan Trip : Tokyo 24 Jam

Setelah tulisan Ta-Q-Bin tentang perjalanan di Jepang maka saya akan lanjutkan dengan perjalanan menarik di Tokyo. Perlu diketahui, sebenarnya perjalanan ke Jepang ini adalah suatu ketidaksengajaan. Bulan April 2016, kami menghadiri acara Garuda Travel Fair. Niat awal kami dari Bandung ke JHCC Jakarta, lokasi acara travel fair tersebut adalah hanya sekadar mencari informasi saja tentang travel fair tersebut.

Pengaruh semangat pengunjung yang mencari tiket pesawat murah ke berbagai destinasi membuat kami terbawa juga untuk membeli tiket pesawat tersebut. Dalam satu hari, kami membeli 2 tiket pesawat yang dirasa murah dengan destinasi Lombok untuk bulan Mei 2016 dan Jepang untuk bulan Maret 2017. Untuk mendapatkan tiket pesawat dengan kedua tujuan tersebut membutuhkan perjuangan yang besar karena harus sabar menunggu saatnya Happy Hour yang biasanya berlangsung pada jam 09.00-12.00 dan jam 15.00-18.00. Selain itu sabar mengantri di Anjungan Tunai Mandiri BNI yang mengular panjang untuk mengambil uang tunai. Khusus tiket ke Jepang, kami hanya dikenakan biaya tiket pesawat Garuda Indonesia pergi pulang sebesar IDR 8 juta untuk 2 orang.

Tanpa terasa perjalanan kami ke Jepang tinggal 1 bulan lagi. Segeralah kami mengurus Visa Kunjungan ke Kedubes Jepang di Jakarta. Kami menggunakan pihak ketiga dalam hal ini biro perjalanan untuk pengurusan visa tersebut. Dalam seminggu, pengurusan visa kunjungan ke Jepang diperoleh. Memang biaya pengurusan visa tersebut lebih mahal dibandingkan dengan mengurus langsung ke Kedubes. Hal ini dikarenakan kesibukan kami yang tidak memungkinkan kami ke Jakarta. Biaya yang dikeluarkan IDR 515 ribu per orang.

Dari awal, kami merencanakan untuk lebih lama tinggal di Kyoto yaitu 4 hari 4 malam. Kami menganggap Kyoto tempat yang menarik untuk dikunjungi lebih lama karena Kyoto adalah ibukota lama Jepang, tempat wisatanya menarik untuk dikunjungi terlebih dahulu, dan lokasinya strategis (berada ditengah-tengah antara Tokyo dengan Osaka sebagai destinasi terakhir).

Tanggal 1 Maret 2017 pukul 15.00, kami menggunakan bus Prima Jasa berangkat ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Pukul 18.30 kami tiba di bandara. Selanjutnya kami makan malam dulu di bandara. Sebelum Check In, kami cek ulang barang-barang yang dibawa dan diperlukan selama perjalanan ke Jepang. Khusus koneksi internet selama di Jepang, kami menyewa Wifi Pocket dari biro perjalanan (biayanya IDR 630 ribu plus deposit IDR 1 juta sebagai jaminan device) dengan kuota unlimited sehingga kami tidak perlu lagi membeli Sim Card operator yang ada di Jepang.

Pukul 23.30 pesawat Garuda Indonesia membawa kami ke Jepang. Tepat pukul 08.50 waktu Tokyo, pesawat mendarat di Bandara Internasional Haneda, Tokyo. Sejak keluar dari pesawat, imigrasi Jepang dan pengambilan berlangsung lancar dan aman. Setelah urusan dengan Ta-Q-Bin   selesai, segera kami menuju konter pembelian tiket bus ke Gotemba. Ternyata bus tujuan Gotemba baru ada pada pukul 12.05  di shelter 7. Ongkos bus dikenakan sebesar Yen 2060 dan perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih  2 jam lebih.

DSCN3642
Suasana di Haneda International Airport Tokyo (Dok. Cech)
DSCN3638
Telepon Umum di Haneda International Airport (Dok. Cech)
Tiket bus menuju Gotemba (Dok. Cech)
Bus Jurusan Gotemba/Hakone (Dok. Cech)

Suhu di Bandara Haneda saat itu 6 derajat Celcius, 5 menit sebelum berangkat kami sudah diperkenankan masuk ke dalam bus. Ternyata hanya kami saja yang menjadi penumpang. Tetapi memasuki kota Yokohama, banyak penumpang yang menaiki bus walaupun bus tidak terisi penuh.

Selama perjalanan, kami sudah memperkirakan bahwa momen untuk mengambil foto Gunung Fuji di Gotemba Premium Outlet kecil sekali peluangnya karena cuaca makin mendung dan hujan. Apalagi untuk melanjutkan perjalanan ke Hakone tidak mungkin dapat dilakukan dan kami memutuskan untuk lain waktu saja ke Hakone pada saat ke Jepang lagi.

IMG-20170326-WA0099
Gotemba Station (Dok. Cech)
IMG-20170326-WA0179
Tempat bus menaikkan penumpang (Dok.Cech)
DSCN3648
2 Vending Machine tersedia di setiap pojok Gotemba Premium Outlets (Dok. Cech)
DSCN3646
Waktu Kunjung di Gotemba Premium Outlets

Benar saja, setibanya di Gotemba Station hujan masih mengiringi kedatangan kami. Setelah bertanya kepada bagian informasi di loket bus, kami menggunakan Shuttle Bus yang memang disediakan gratis oleh Gotemba Premium Outlet menuju lokasi.

Dari Gotemba Station ke Gotemba Premium Outlets membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit. Setibanya di lokasi, waktu menunjukkan jam 15.35. Segeralah kami berjalan menuju West Zone terlebih dahulu karena letaknya dekat dengan parkiran bus.

DSCN3645
West Zone (Dok. Cech)
DSCN3649
Peta lokasi West Zone (Dok. Cech)
DSCN3650
Jalan menuju East Zone yang dibatasi oleh jembatan (Dok. Cech)

Setelah memutari West Zone sejenak, kami memutuskan untuk mencari Food Court karena perut mulai terasa lapar. Ternyata Food Court berada di East Zone. Segeralah kami menuju lokasi dan letaknya dekat dengan jembatan yang memisahkan West Zone dan East Zone. Food Court nya luas sekali dan pengunjung tidak perlu kuatir untuk tidak mendapatkan tempat. Karena hujan, lokasi tempat makan di luar Food Court ditutup. Segeralah kami memesan makanan dan banyak sekali pilihan untuk mencari menu makanan yang disukai. Karena sudah disepakati bahwa kami hanya 2 jam saja berada di Gotemba Premium Outlets maka kami segera menyelesaikan santapan makan  dan melanjutkan keliling East Zone.

Sama dengan West Zone, East Zone terdiri dari outlet yang menjual produk-produk bermerek Internasional dan terkenal dengan harganya yang miring. Tetapi tetap saja kami belum menemukan beberapa barang yang dicari. Berikut adalah beberapa contoh merek internasional yang ada di Gotemba Premium Outlets (GPO) :
West Zone: Alexander Mc Queen, Yves Saint Laurent, Sergio Rossi, Petit Bateau, Wedgwood, Bottega Veneta, Diesel, Godiva, Triumph, Haagen-Dasz, Body Shop, Ray-Ban, Folii Follie, dll
East Zone: Replay, Burton, Lego, OshKosh B’Gosh, Callaway, Samsonite, Ralph Lauren, McDonald’s, Coleman, Bose, Armani, Dunhill, Dolce&Gabbana, Banana Republic, Swarovski, Vivienne Westwood, Kate Spade New York, The North Face, dll.

Sedangkan merek lokal asli Jepang:
West Zone: Issey Miyake, Nextdoor, Nikon, Cabane de Zucca, Tomorrowland, Melrose, Kanematsu
East Zone: Olive des Olive, Sanrio, Beams, Lowrys Farm, Francfranc, Ciaopanic, Tsumori Chisato, Adam et Rope, Cecil McBee, Pearly Gates, dll.

DSCN3652
Suasana Food Court (Dok. Cech)
DSCN3656
Bagian luar Food Court (Dok.Cech)
IMG-20170326-WA0104
Menu makan siang kami (Dok. Cech)

Setelah 2 jam berada di Gotemba Premium Outlets, kami memutuskan untuk kembali ke Gotemba Station. Kami mendapatkan informasi bus jurusan Tokyo terakhir pada pukul 17.30. Sesampainya di Gotemba Station, kami langsung menuju loket tiket bus. Ternyata jurusan bus ke Tokyo tepatnya daerah Shinjuku tiba dalam hitungan menit. Biaya tiket bus per orang sebesar Yen 1680 dan lama perjalanan kurang lebih 2 jam. Mendekati Shinjuku, lalu lintas bergerak merayap karena waktunya bersamaan dengan jam pulang kerja.

Selanjutnya kami menuju ke Shinjuku Station untuk membeli tiket kereta bawah tanah. Setelah bertanya ke bagian informasi, kami disarankan membeli tiket kereta terusan langsung ke Asakusa Station. Kami langsung membeli tiket via Mesin Penjualan Tiket. Harga tiket kereta per orang sebesar Yen 520. Ada 2 line kereta yang kami gunakan untuk jurusan Higashi Shinjuku Station ke Asakusa Station yaitu Oedo Line (E) dan Ginza Line (G). Oeda Line (E) meliputi Higashi Shinjuku Station ke Ueno Okachimachi Station dengan 7 station pemberhentian. Sedangkan Ginza (G) meliputi Ueno Station ke Asakusa Station dengan 4 station pemberhentian. Total waktu perjalanan sekitar 40 menit.

IMG-20170326-WA0101
Ubi Jepang diantara panganan modern di Jepang (Dok. Cech)
DSC_0042
Asakusa Don Quijote (Dok. Cech)
DSC_0044
Pintu Gerbang Sensoji Temple (Dok. Cech)
DSC_0036
Restoran Jepang yang masih buka di tengah malam (Dok. Cech)
DSC_0038
Toko yang menjual barang-barang tradisional Jepang di Asakusa (Do. Cech)

Ternyata Asakusa Station letaknya dekat sekali dengan Richmond International Premier Hotel (sekitar 20 meter), hotel tempat kami menginap. Sebelum ke hotel kami membeli ubi bakar yang dijual dipinggir jalan. Uniknya rasa ubinya mirip dengan ubi Cilembu dengan lelehan madu yang keluar saat dimakan. Lumayanlah untuk mengisi perut yang sudah terasa lapar sekali.

Selanjutnya kami menuju ke hotel. Setelah meletakkan kedua ransel dan rehat sejenak sekitar 1 jam, kami memutuskan untuk jalan-jalan di sekitaran hotel karena sepertinya banyak pemandangan yang layak untuk dilihat. Walaupun sudah pukul 22.30 suasana Asakusa masih ramai orang bahkan banyak sekali wisatawan asing yang sibuk dengan kameranya untuk mengabadikan suasana unik Asakusa. Ada satu toko besar yang terkenal dengan harga miringnya masih buka dan ramai dikunjungi orang. Ternyata toko tersebut buka 24 jam. Nama toko tersebut adalah Don Quijote. Saya tidak terlalu tertarik untuk masuk ke dalam toko dan memutuskan untuk menunggu di Pos Polisi yang letaknya di depan toko. Sementara istri sibuk belanja di dalam toko.

Suhu di luar sekitar  5-6 derajat Celcius tetapi tidak menyurutkan pengunjung baik lokal maupun asing untuk jalan-jalan mengitari wilayah Asakusa yang lumayan luas. Sayapun tertarik untuk mengikuti aktifitas mereka terutama mengambil beberapa foto di lingkungan Asakusa yang menarik tersebut.

DSC_0028
Suasana lingkungan di Asakusa pada tengah malam (Dok. Cech)
DSC_0030
Foto sejenak di tengah malam di Asakusa (Dok. Cech)
DSC_0043
Asakusa Station tidak jauh dari jalanan ini (Dok. Cech)

Setelah puas menikmati lingkungan Asakusa, saya menghampiri istri di Don Quijote dan kembali ke hotel. Kami harus segera istirahat karena besok pagi jam 09.00 pagi harus meninggalkan hotel dan perjalanan kami akan berlanjut ke Kyoto. 24 jam di Tokyo yang melelahkan dan butuh waktu yang lebih lama untuk mengunjungi beberapa objek wisata di sekitaran Tokyo. Mungkin di perjalanan ke Jepang berikutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s