Japan Trip : Ke Kyoto Dengan N700 Series

Setelah makan siang, kami segera menuju ke Asakusa Station yang letaknya tidak jauh dari tempat kami makan. Kami langsung membeli tiket via mesin penjualan tiket untuk jurusan Tokyo Station. Harga tiket yang harus dibayar sebesar Yen 200 per orang (Ginza Line). Dengan Ginza Line (G) membutuhkan waktu 15 menit dengan 9 stasiun perhentian ke Kyobashi Station. Setibanya di Kyobashi Station, kami berjalan kaki selama 6 menit ke Tokyo Station.

IMG-20170303-WA0012
Tokyo Station (Dok. Cech)
IMG-20170303-WA0010
Suasana Peron 19 di Tokyo Station (Dok. Cech)
IMG-20170303-WA0017
Tiket Kereta Super Cepat Shinkansen Tokyo-Shin Osaka (Dok.Cech)

Di Tokyo Station, kami membeli tiket kereta Super Cepat Shinkansen N700 series jenis Nozomi (seatable atau dapat nomor tempat duduk) dengan harga sebesar Yen 13.910. Kereta Super Cepat Shinkansen nomor 285 adalah kereta jurusan Tokyo-Shin Osaka yang hanya berhenti di Nagoya dan Kyoto Station.

Ada 2-3 jenis keberangkatan Shinkansen sesuai dengan waktu tempuh dan banyaknya perhentian. Namanya berbeda-beda tergantung operator dan kecepatannya ada yang dinamakan  Super Express, Express, dan All-Stop (setiap statiun berhenti). Di Jepang, Shinkansen dioperasikan oleh beberapa perusahaan yang berbeda tergantung jalurnya, lima yang paling utama.

Pertama,  Tokaido Shinkansen (Tokyo-Shin Osaka) yang dioperasikan oleh JR Central, untuk jenis Super Express dinamakan Nozomi (seatable) Di bawahnya adalah jenis Hikari (unseatable) dan yang terakhir berhenti di semua stasiun adalah jenis Kodama (unseatable). Ketiga jenis tersebut menggunakan seri kereta 700 series. Untuk jenis Nozomi, kita  mendapatkan tipe Shinkansen yang paling baru, yaitu N700 series.Shinkansen ini dapat mencapai top speed 270-300km/jam, sedangkan Kodama  hanya sekitar 200km/jam karena  berhenti di setiap stasiun.

Kedua, Hokuriku Shinkansen  (Tokyo-Nagano-Kanazawa) dibedakan Kagayaki (paling cepat) dan Hakutaka. Keduanya menggunakan seri kereta  E7 series. Jalur ini sejak 2015 baru menyambung ke Kanazawa dan sangat populer untuk turis yang ingin menjelajah Murodo Dam, Alpine Route, dan Shirakawa-Go village.

Ketiga, Sanyo Shinkansen, sambungan dari Osaka ke Fukuoka (meliputi Kobe dan Hiroshima), dioperasikan oleh JR West.

Keempat, Tohoku Shinkansen, jalur Tokyo ke Utara hingga paling ujung pulau, dioperasikan JR East.

Kelima, Hokkaido Shinkansen, ini sambungan dari Tohoku Shinkansen, dibuka Maret 2016 yang menghubungkan Shin-Aomori dan Hakodate Hokuto melewati Seikan Tunnel bawah laut dengan kereta Shinkansen Hayabusa yang membuat jalur kereta ke Pulau Hokkaido semakin ringkas. Rencananya jalur shinkansen ini akan disambung hingga kota Sapporo.

IMG-20170303-WA0011
Shinkansen N700 series (Dok. Cech)
IMG-20170303-WA0036
Shinkansen sedang dibersihkan (Dok. Cech)
IMG-20170303-WA0020
Sinkansen jurusan Shin Osaka sedang dibersihkan oleh petugas (Dok. Cech)
DSC_0050
Keterangan di meja lipat tentang beberapa gerbang misalnya gerbong untuk perokok (Dok. Cech)
IMG-20170303-WA0024
Gerbong Shinkansen Nozomi dengan tempat dudul 2-3 (Dok. Cech)
DSC_0077
Pemandangan di luar Shinkansen (Dok. Cech)

10 menit sebelum Shinkansen berangkat (13.23 waktu Tokyo), kami diperbolehkan masuk  ke dalam gerbong 11 dengan nomor tempat duduk 11D dan 11E. Tipe tempat duduknya adalah 2-3. Kondisi gerbong bersih sekali dan sebagian penumpang adalah profesional yang bekerja atau bertempat tinggal di Nagoya, Kyoto dan Osaka.

Selama perjalanan, kami menikmati pemandangan di luar kereta walaupun agak sulit untuk mengabadikannya dengan kamera karena cepatnya kereta bergerak.  Terasa seperti berada di dalam pesawat terbang. Gelas atau botol minuman yang kami letakkan di atas meja tidak tergoncang sama sekali. Dibutuhkan waktu perjalanan ke Kyoto selama 2 jam 15 menit dan tepat waktu sesuai tertera di tiket.

Selanjutnya dari Kyoto Station ke Green Rich Hotel , kami berjalan kaki selama 20 menit (jaraknya sekitar 750 meter). Sepanjang jalan kami mengamati suasana perumahan dan daerah Minami-ku. Sore itu jalanan sepi, bersih, tenang dan aman. Sesampainya di hotel, kami disambut dengan ramah oleh resepsionis hotel. Kami diberitahu bahwa kedua koper yang dikirim dari Tokyo via Ta-Q-Bin telah berada di kamar.

Setelah rehat sejenak, malam hari dengan suhu 5 derajat Celcius kami memaksakan diri keluar untuk mencari restoran dekat hotel. Ternyata restoran Yoshinoya dekat dengan hotel dan malam itu kami makan menu khas Jepang dengan nikmatnya.

IMG-20170303-WA0031
Kyoto Station (Dok. Cech)
IMG-20170303-WA0013
Jalan menuju hotel nan sepi, bersih tapi aman (Dok. Cech)
Y346842131
Depan Green Rich Hotel
IMG-20170303-WA0039
Menu makan malam pertama di Kyoto (Dok. Cech)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s