Sampaikan Walau Hanya 30 Juz

Tulisan ini dibuat dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an dan menyambut 10 hari terakhir umat Islam berpuasa. Banyak peristiwa atau kejadian yang menyertai kita dalam beberapa hari puasa Ramadhan ini. Ada yang menyejukkan tapi banyak pula yang membuat kita mengurut dada (miris) melihat dan mendengar. Lihat saja banyaknya alim ulama “dadakan” sejajar dengan para selebritas, “pelacur alim ulama” (membelokkan ayat karena uang), alim ulama yang tidak ngalemi (bukan menyejukkan umat malah manas-manasi) dan sebagainya.

Sudah terlalu sering kita mendengar kalimat “Sampaikan walau hanya 1 ayat”. Kalimat tersebut mengandung kebersahajaan Islam karena dengan satu ayat saja maka mempunyai makna/nilai hakiki yang luar biasa. Sayangnya kalimat tersebut diucapkan hanya sebagai “bumbu penyedap” agar dianggap keislaman kita tanpa dikaji dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi tidak salah kalau mulai saat ini jangan tanggung-tanggung untuk mulai mengkampanyekan “Sampaikan walau hanya 30 Juz”. 30 Juz? Artinya satu Qur’an yang utuh? Ya, benar sekali karena tiap-tiap ayat dalam Qur’an bersinerji, berkesinambungan dan komprehensif (utuh yang mutlak) sehingga tidak sepotong-potong memahami dan melaksanakannya.

Dahulu waktu masih kecil, mbah saya pernah mengatakan ” Qur’an mengandung 3 hal yaitu Rubudiyah, Mulkiyah dan Uluhiyah ” Pada saat itu saya belum mengerti maksud si mbah. Lama-kelamaan barulah saya paham bahwa dalam Qur’an bercerita tentang Sang Pencipta, Tempat PenciptaanNya dan Yang DiciptakanNya.  3 hal tersebut terkmaktub jelas dalam surat Al Fatihah sebagai surat pembuka dimana banyak yang mengatakan Al Fatihah adalah Induknya Qur’an.

Dan menariknya Qur’an diakhiri oleh Surat An Nas (Manusia) yang bercerita tentang Manusia Rasa Manusia bukan rasa setan atau jin atau makhluk lain ciptaan Allah.  Jelas sekali kalau kita ingin dianggap Manusia Seutuhnya maka pahami Qur’an secara utuh pula dan tidak sepotong-potong sehingga laku lampah kita seiring sejalan dengan 6666 ayat atau 30 Juz dalam Qur’an. Benar-benar Rahmatan Lil Alamin dan Lillahi Ta’ala.

30 Juz belumlah cukup karena masih banyak sekali ayat-ayat Allah yang terhampar di alam semesta ini. Itulah mengapa manusia diberi akal oleh Allah agar kita berpikir karena disitulah ditunjukkan sejauh mana tingkat keimanan manusia  kepada Allah SWT.  Ingin mendapatkan tingkat keimanan yang tinggi ? ” Sampaikan walau hanya 30 Juz ” 🙂