Life is… Driving Safely

YYvLyJ3nSv7rFUwWHsIuLnPOWscaEz3QIwaaMt2fPktl=w1061-h705-no

Dok. Cech

Terlihat seorang pria tua sedang duduk dan menikmati roti coklat di dekat ruangan penitipan barang sebuah mal besar. Sambil memegang troley berisi barang-barang belanjaan, pria tua tersebut kadangkala tersenyum sendiri. Sepertinya ada yang lucu dalam pikirannya.

Aktifitas pria tua tersebut menarik perhatian seorang wanita 20 tahunan. Segeralah wanita tersebut menghampiri pria tua tersebut.

” Sore, Pak ” sapa wanita muda.

” Sore … ” jawab pria tua.

” Boleh saya bertanya ama bapak ? ” tanya wanita muda.

” Oh silakan. Ada apa ya ? Apa yang dapat saya bantu ? ” ujar pria tua.

” Dari tadi saya mengamati bapak duduk tersenyum sambil menikmati roti coklat “

” Hehehehehe perhatian sekali “

” Kalau boleh tahu, apakah bapak menunggu istri atau anak bapak ? “

” Ahhh saya tidak menunggu istri atau anak saya, Tapi saya sedang menunggu kekasih saya “

” Wao, kekasih ? “

” Iya, memang kenapa ? “

Sesekali pria tua tersebut melihat ke kanan dan ke kiri seperti sedang memperhatikan apakah orang yang ditunggunya datang.

” Nah itu kekasih saya datang. “

Tampak seorang wanita tua datang menghampiri kami.

” Apakah ibu ingin menemui bapak ini ? ” tanya wanita muda.

” Hmmmm …. ” guman wanita tua yang terlihat bingung.

” Ya benar dia kekasih saya hehehehe ” ujar pria tua.

” Saya tidak kenal dengan dia ” jawab wanita tua

Makin bingung saja wanita muda dengan situasi yang terjadi.

” Dia memang bukan kekasih saya. Saya hanya bercanda untuk membuat kamu bingung hahahaha “

” Ohhhh bapak, membuat saya bingung dan serba salah hahahaha “

” Wanita tua ini emang sering datang ke mal ini 2 kali dalam seminggu seperti saya. Sama seperti saya duduk di sini untuk istirahat. Tahulah kami ini sudah berumur. baru jalan seputaran saja sudah lelah. ” jelas pria tua sambil menunjuk telinga wanita tua yang ternyata sudah kurang pendengaran (terlihat alat pendengarannya).

” Hanya itu saja pak?! Tapi bapak tadi terlihat tersenyum sendirian. Pasti ada yang lucu. “

” Mau tahu saja kamu anak muda hehehehe “

” Maafkan saya atas pertanyaan konyol tadi “

” Ah tidak apa-apa. (diam sejenak dan mulai terlihat wajah serius). Saya ini tidak mempunyai anak dan istri. Saya belum pernah menikah maka itu kadangkala saya tersenyum sendiri membayangkan perjalanan hidup saya. Dari dulu saya selalu sendiri. Jalan sendiri, masak sendiri, belanja sendiri, sampai sakit sendiri. “

” Apakah bapak tidak pernah berencana untuk menikah sejak muda ? Apakah bapak pernah mengalami patah hati ? ” tanya wanita muda dengan mimik serius.

” Keinginan menikah itu ada tapi mungkin sudah menjadi jalan hidup saya untuk tidak pernah menikah. Dari muda sampai umur 60 tahun hidup saya selalu di jalanan. “

” Maksud bapak ? “

” Profesi saya selama 40 tahun adalah supir truk/trailer. Setiap hari hidup saya di truk selama kurang lebih 400 km mengantar barang dari pabrik ke mal ini atau mal di kota lain. “

” Jadi bapak supir truk barang mal ini ? “

” Oh bukan. Saya punya bisnis antar barang. Setiap saya antar barang ke mal, selalu istirahat  makan di tempat yang saya duduki ini. “

” Ohh gitu, tetapi selama duduk istirahat di tempat ini apakah tidak pernah bertemu seorang wanita yang mungkin membuat bapak suka dan dijadikan istri ? “

” Hahahaha tidak pernah ada wanita yang saya temui di tempat ini sejak sekian lama. Dan baru hari ini saya bertemu wanita yang datang menemui saya dan tidak tanggung-tanggung 2 wanita sekaligus. Kamu dan wanita tua itu hahahaha “

Terlihat rona wajah wanita muda memerah malu.

” Tetapi tenang saja saya yakin kamu tidak mau jadi istri saya hahahaha… “

” Hahahaha… maaf pak, apakah bapak bahagia dengan hidup bapak ? “

” Bahagia sekali karena bagi saya hidup itu sama dengan mengemudi kendaraan. “

” Maksud bapak ? “

” Life is…. driving safely. Selama driving safely, tidak hanya saya yang selamat tetapi orang lain juga ikut selamat. Selamat sampai tujuan dan tidak ada yang merasa kehilangan hehehe ” terang pria tua sambil membawa troleynya dan meninggalkan wanita muda duduk berdua dengan wanita tua,

Perkenalkan Nama Saya Wakhidin

Wakhidin No Fully Name (dok.cech)

Wakhidin No Fully Name (dok.cech)

Hari ini tanggal 28 Maret 2015, saya kembali melaut bersama kapal tercinta kami Lu Shung 282 berbendera Tiongkok. Baru kemarin hari saya merasakan hidup bergairah kembali setelah sebulan lebih saya merasakan hidup ini tidak adil untuk saya dan keluarga. Sepertinya Tuhan sedang memberikan ujian hidup yang sangat berat kepada saya dan keluarga. Mengapa hal ini dapat terjadi ? Sebelum saya cerita lebih jauh maka saya akan memperkenalkan diri saya.

Perkenalkan nama saya Wakhidin. Ya hanya Wakhidin, singkat, padat dan berisi seperti tubuh saya. Walaupun saya kadang bingung mengapa di form pengiriman dari Western Union, nama saya tertulis Wakhidin No Full Name. Tidak tahu mengapa tertulis demikian. Rupanya hanya menjelaskan kalau saya hanya punya nama Wakhidin dan tidak ada nama kedua di belakang Wakhidin. Itulah pemberian orang tua saya, seorang petani yang tangguh di sebuah kampung di Indramayu. Maklumi ya saya tidak bersekolah terlalu tinggi seperti orang-orang di kota besar. Jadi saya kurang mengerti bahasa Inggris.

Oh ya, saya memiliki satu istri, namanya Casiroh Binti Kalis dan satu anak perempuan. Untuk menghidupi keluarga maka saya memberanikan diri untuk pergi berlayar menjadi seorang anak buah kapal (ABK). 2 tahun saya jalani sebagai ABK di Taiwan. Dengan pengalaman 2 tahun tersebut maka saya mengerti sedikit bahasa Taiwan. Kemudian saya mendapat tawaran untuk melaut ke Fiji. Pengalaman melaut ke Fiji inilah yang membuat hidup saya berubah dari harapan menjadi bencana. Kok bisa ? Begini ceritanya.

Sekitar 20 bulan yang lalu, saya berangkat melaut ke Fiji dari pelabuhan Hongkong. Ternyata kapal kami tidak langsung menuju ke Fiji tapi keliling dunia bahkan sampai ke Perancis. Di perairan Perancis inilah, kapal kami dicegat oleh Polisi Laut Perancis yang dipimpin oleh seorang Kapten Wanita yang cantik. Kami sempat merasa kuatir kalau kapal dan kami ditahan di Perancis. Ternyata polisi Perancis hanya mencari satu jenis ikan langka yang dilindungi oleh pemerintah Perancis apakah kami telah menangkapnya. Ternyata yang dicari adalah ikan Hiu Manta (orang Indonesia menyebutnya). Setelah tidak ditemukan jenis ikan tersebut, kamipun dibebaskan berlayar kembali. 2 jam yang mencekam bagi kami.

19 bulan berlalu cepat dan sampailah kami di pelabuhan King Wharf, Suva Harbour, Fiji. Selama itulah saya tidak pernah kontak dengan istri dan keluarga saya. Inilah saat yang tepat untuk menelpon istri karena kapal akan ngedock selama sebulan di Fiji. Saya pikir akan sangat menyenangkan dapat memberi kabar tentang saya kepada istri dan keluarga. Tetapi yang saya dapatkan bukanlah hal yang menyenangkan. Setelah istri saya mengatakan belum menerima gaji selama 19 bulan. Sudah lebih setahun perusahaan yang mengirim saya melaut di Pemalang dinyatakan bangkrut dan kantornya sudah tutup serta pemilik menghilang entah kemana.

Bagai tersambar geledek di siang hari, badan saya langsung lemas dan hidup ini terasa hampa. Untuk apa saya bekerja selama itu kalau tidak menghasilkan sama sekali. Apalagi tahu, istri saya sampai pinjam uang rente untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari. Laki-laki macam apa saya ini sampai membiarkan istri dan keluarga hidup terlunta-lunta.

Setelah 2 hari tidak ada lagi semangat hidup, tiba-tiba seorang teman menyarankan untuk menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Fiji untuk konsultasi dan meminta bantuan serta menanyakan kepada agen pemilik kapal yang berkedudukan di Suva, Fiji. Akhirnya saya mengikuti saran tersebut walaupun saya tidak berharap sekali.

Keesokan harinya saya mendatangi kantor KBRI. Saya bertemu dengan seorang pejabat konsuler. Kemudian saya, pejabat konsuler dan satu bapak gendut mendatangi kantor agen pemilik kapal di King Wharf, Suva. Kedatangan pertama kami tersebut tidak ada hasil sama sekali karena agen pemilik kapal harus menghubungi agen di Taiwan yang merupakan mitra perusahaan yang mengirimkan saya untuk mengetahui tentang nasib gaji saya selama 19 bulan ini.

Hari demi hari saya lalui tanpa harapan karena tidak ada kabar sama sekali dari Taiwan  tentang nasib gaji saya. Berulang kali saya menelpon KBRI dan bapak gendut untuk menanyakan perkembangan gaji saya. Terasa sekali saya sudah tidak bersemangat lagi untuk berlayar dan sempat meminta pulang kepada KBRI dan bapak gendut tersebut. Tapi kalau saya pulang tanpa bawa uang, bagaimana saya harus menghadapi istri dan keluarga. Pada pertemuan dua sempat saya ungkapkan untuk minta pulang tapi bapak gendut menyarankan untuk bersabar sambil menunggu berita dari Taiwan.

Pada pertemuan ketiga barulah terungkap bahwa pemilik kapal telah mengirimkan gaji saya kepada agen Taiwan dan agen Taiwan juga telah mengirimkan uang kepada perusahaan saya di Pemalang. Dari situlah terungkap pula mengapa gaji saya tidak sampai ke istri. Rupanya istri saya telah salah memberikan nomor rekening bank. Bukan nomor rekening yang diberikan tetapi nomor seri buku tabungannya. Kok bisa ? Banyak orang bertanya seperti itu. Istri saya memang wanita lugu dan tidak sekolah sehingga tidak mengerti mana yang nomor rekening dan nomor seri buku. Ya sudah, lengkaplah penderitaan dan beratnya perjuangan saya untuk mendapatkan kembali gaji saya.

Ada 2 opsi yang ditawarkan oleh agen pemilik kapal yaitu membelikan tiket pulang ke Indonesia plus uang bonus 200 FJD dengan harapan saya sendiri yang mengejar keberadaan pemilik perusahaan di Pemalang atau meneruskan sisa waktu kontrak kerja saya selama 4 bulan dengan gaji diberikan langsung di atas kapal sambil menunggu kabar keberadaan pemilik perusahaan di Pemalang. Saya bingung sekali sampai mengeluarkan air mata, awalnya saya menerima untuk meneruskan berlayar tapi saya takut karena beratnya cobaan ini membuat saya tidak konsentrasi bekerja dan dapat membahayakan hidup saya di laut. Kemudian saya memutuskan untuk pulang ke Indonesia dengan membawa uang sedikit sekali. Terus buat apa saya bekerja selama 19 bulan ini. Benar-benar kalut pikiran saya. Akhirnya bapak gendut menyarankan saya menunda keputusan dan kembali bekerja di kapal yang sedang ngedok atau perbaikan mesin sampai kapal akan berlayar kembali.

Seminggu kemudian saya mendapat telepon dari pejabat KBRI untuk datang ke kantor agen pemilik kapal. Sesampainya di sana, sudah menunggu pejabat KBRI dan bapak gendut di dalam kantor. Setelah menunggu hampir 30 menit, datanglah seorang pria berwajah sipit dengan logat khas Taiwan. Rupanya pemilik kapal yang datang bersama seorang temannya. Pemilik kapal menjelaskan bahwa gaji saya selama 19 bulan dinyatakan raib dibawa kabur oleh pemilik perusahaan di Pemalang. Hal ini tidak seratus persen ulah mereka tetapi ada andil saya dalam memberikan informasi rekening bank yang salah sehingga ketika uang dikirimkan tidak sampai ke istri dan kembali ke rekening perusahaan. Prosedurnya adalah pemilik kapal di Tiongkok mengirimkan uang ke Taiwan. Taiwan mengirimkan ke Pemalang dan Pemalang mengirimkan ke Indramayu. Karena rekening saya salah maka uang kembali ke Pemalang dan sampai sekarang dinyatakan raib.

Duarrrr !!! Hancur sudah hidup saya. Bagaimana saya harus menjelaskan kepada istri. Lemas sekali badan ini. Sempat menangis saya dihadapan bapak-bapak di dalam ruangan tersebut. Saya sudah sempat meninggalkan ruangan tersebut, tapi tangan saya dipegang oleh bapak gendut.

Kemudian pemilik kapal meminta saya untuk meneruskan kerja dan menyelesaikan kontrak dengan syarat gaji saya selama 19 bulan akan ditanggung dan dibayarkan oleh pemilik kapal dan gaji saya selama sisa waktu kontrak akan dibayarkan di atas kapal.

Hah !!! Betapa kagetnya saya mendengar penjelasan dari pemilik kapal. Jadi gaji saya selama 19 bulan akan dibayar ?! Berulang kali saya bertanya kepadanya, apakah benar itu ? Ternyata benar adanya. Rupanya pemilik kapal sangat mulia hatinya. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh pemilik kapal bahwa hal ini sering terjadi. Tega benar ada orang membawa kabur hasil keringat orang lain yang berjuang mati-matian di tengah ganasnya laut. Ini semata-mata dilakukan karena kemanusiaan. Terima kasih Tuhan telah mengirimkan pemilik kapal yang baik hati. Walaupun demikian pemilik kapal sempat protes kepada saya karena 2 minggu ini saya tidak mau kerja dan hanya bermalas-malasan saja. Bagaimana mau semangat kerja kalau belum ada kejelasan nasib gaji saya.

2 hari sebelum kapal berlayar kembali, disaksikan oleh bapak gendut gaji saya selama 19 bulan diberikan oleh pemilik kapal. Langsung saya menghubungi istri tentang kabar gembira ini. Hari itu juga saya meminta bapak gendut untuk menemani ke Western Union agar uang tersebut segera dikirim ke istri di Indramayu. Alhamdulillah uang telah diterima dengan aman dan meminta ke istri agar segera melunasi hutang rente sebelum menjerat leher kami. Sungguh sabar bapak gendut menemani saya sampai waktu menjelang maghrib. Ucapan terima kasih berulang kali saya sampaikan kepada bapak gendut dan pejabat KBRI. Sebagai bentuk terima kasih, saya mengajak bapak gendut untuk makan-makan di restoran Malaysia. Baru kali saya merasa lapar sekali setelah sebulan lebih saya sudah tidak merasakan yang namanya lapar dan kenyang. Lahap sekali saya menyantap makanan sampai bapak gendut tertawa melihat mulut saya belepotan hehehehe…

Akhirnya seusai makan, bapak gendut mengantar saya kembali ke King Wharf. Sambil menunggu boat yang sering mengantar saya ke kapal, kami berdua menikmati indahnya pemandangan laut dengan awan gelap yang menunjukkan sebentar lagi malam akan tiba. Saya peluk erat bapak gendut sambil mengucap terima kasih sekali lagi dan berharap di lain waktu dapat bertemu kembali. Air mata kami berdua terurai, satu lagi saya mendapatkan saudara di negeri orang lain. Terus saja saya melambaikan tangan perpisahan kepada bapak gendut sampai tidak terlihat lagi oleh gelapnya malam.

Indahnya pemandangan laut menjelang senja di King Wharf, Suva, 27 Maret 2015 (dok.cech)

Indahnya pemandangan laut menjelang senja di King Wharf, Suva, 27 Maret 2015 (dok.cech)

Bersenggama

raja-tuah.com

raja-tuah.com

Suatu hari seorang teman sebut saja namanya Tjipoa berkunjung ke rumah. Dalam beberapa topik obrolan kami saat itu ada topik menarik yang disampaikan oleh Tjipoa. Topiknya adalah tentang Kenikmatan.

” Cech, saya sudah menemukan kenikmatan lebih dalam hidup pada saat pagi, sore dan malam. ”

” Alhamdulillah, kalau kamu sudah menemukan kenikmatan tersebut. ” ucap saya.

” Kalau pagi hari, apa kenikmatan yang kamu dapatkan, Cech ? ” tanya Tjipoa.

” Apa ya.. Ohhh ya bangun pagi pada saat buka jendela melihat matahari terbit terus terdengar suara burung bersahutan dengan merdunya. Kalau kamu bagaimana, Wa ? ”

” Kalau saya sih merasakan kenikmatan lebih pada saat di rumah di desa saya yang terletak di tengah pematang sawah. Bangun pagi, kemudian buka jendela terlihat matahari terbit dan sepasang kerbau bersenggama di pematang sawah.”

” Bersenggama ? Seru juga menyaksikannya ” ujar saya.

” Nah kalau sore hari lain lagi kenikmatannya, Cech ”

” Apa itu ? ”

” Saat saya sedang duduk di ruang tamu, terdengar suara ribut sepasang kucing bersenggama dengan asyiknya. ”

” Senggama lagi ?!!! ” teriak saya.

” Ya, Cech. Kalau malam lain lagi dan ini nikmat banget tapi sangat menyakitkan ”

” Nikmat tapi menyakitkan ??? Kok bisa begitu. ”

” Ya, Cech. ”

” Apa itu ??? ”

” Saat malam hampir larut dan mata ini ingin terpejam tiba-tiba terdengar suara gaduh tetangga kost sebelah persis bersenggama dengan lolongan syahdunya ”

” Hahahaha, bersenggama lagi. Terus menyakitkannya dimana, Wa ? ”

” Yang menyakitkannya adalah saat mereka asik dan menikmati bersenggamanya, saya hanya dapat membayangkan alangkah nikmatnya kalau saya tidak jomblo. Nasib…nasib… ”

” Wakakakakak… “

Japanese Culture Exhibition 2015 Di Fiji Dalam Gambar

Memulai tahun 2015, diawali dengan tetirah  pada sebuah kegiatan menarik yang diselenggarakan oleh Kedubes Jepang di Suva, Fiji yaitu Japanese Culture Exhibition 2015. Kegiatan yang dipusatkan di Japan-Pacific Center ITC, University of South Pacific cukup diminati oleh masyarakat baik Fiji maupun non Fiji.

Tanpa membual kata maka cukup dengan beberapa foto dapat menggambarkan bagaimana kegiatan menarik ini berlangsung.

Japan-Pacific Center ITC di USP nan megah

Japan-Pacific Center ITC di USP nan megah

DSC_0069

Aksi 2 karateka asal Fiji

Aksi 2 karateka asal Fiji

Mengisi harapan tahun 2015

Mengisi harapan tahun 2015

Harapan yang tertulis dengan rapi

Harapan yang tertulis dengan rapi

Berfoto dengan kimono

Berfoto dengan kimono

Ruang Kaligrafi

Ruang Kaligrafi

Antrian cukup panjang

Antrian cukup panjang

Menyebutkan nama dan diperolehlah arti sebuah nama dalam bentuk kaligrafi

Menyebutkan nama dan diperolehlah arti sebuah nama dalam bentuk kaligrafi

DSC_0064

Inilah arti nama saya...

Inilah arti nama saya…

Tinggal pilih santapan pembuka yang berjalan mengelilingi kita

Tinggal pilih santapan pembuka yang berjalan mengelilingi kita

DSC_0086

DSC_0084

DSC_0078

DSC_0089

Bungkus ahhh

Bungkus ahhh

Antara Sugi Dan Susi

Matahari mulai menunjukkan sinarnya. Seperti biasa Tjiploek duduk santai di depan teras kamarnya ditemani kopi tubruk dan rokok Djie Sam Soe. Dengan telanjang dada sambil memegang perutnya, Tjiploek tampak menikmati hari menjelang siang tersebut. Tiba-tiba terdengar suara salam dari seorang yang sangat dikenalnya.

” Assalamualaikum, Ploek “

” Wa alaikumussalam… ehh elu gi ” jawab Tjiploek.

Ternyata yang datang adalah Sugi. Sugi adalah nama panggilannya. Nama sebenarnya adalah Sugiarto. Sudah lama sekali Tjiploek mengenal Sugi. Setiap ada masalah pasti Sugi akan datang ke rumah Tjiploek untuk meminta solusi atau pendapat. Biasanya Tjiploek selalu menemukan cara penyelesaian setiap masalah Sugi.

Tetapi hari itu tidak seperti biasanya Sugi datang dengan wajah ceria dan sepertinya baru saja dapat rejeki, Benar saja, sebagai sales motor hari itu Sugi baru saja berhasil menjual 2 unit motor. Lumayanlah hari itu Sugi bisa tenang selama seminggu karena dari hasil penjualan tersebut, kebutuhan keluarga tertutupi.

” Gila lu Ploek, udah jam 10.37 masih belum mandi. “

” Emang kenapa, gi ? ” tanya Tjiploek dengan santainya.

” Orang-orang seperti gue dari pagi sudah keluar rumah, Nah lu masih di rumah. Kayaknya lu baru bangun ya “

” Hehehehe tau juga lu, gi “

” Gimana mo dapat rejeki kalau bangun sesiang ini. Kata orang tua dulu, kalo nggak bangun pagi maka rejekinya dah dipatok ayam “

” hahahaha “

” Lah malah tertawa “

” Ya iyalah gue tertawa. Gue sih santai aja masalah rejeki karena nggak bakalan dipatok ayam. “

” Kok bisa “

” Bisalah. Khan ayamnya udah gue potong duluan pagi-pagi jadi aman deh rejeki gue hahahaha “

” Bisa aja lu Ploek “

Kemudian Tjiploek pergi ke dapur membuatkan kopi untuk Sugi. Beberepa menit kemudian merek berdua sudah duduk di teras kamar sambil bersenda gurau. Tetapi hari itu memang Sugi sedikit berbeda dan terkesan menggurui Tjiploek.

” Ploek, gue mo omong serius ma lu “

” Boleh, emang ada apa ? “

” Gue tahu lu orang baik. Lu banyak bantu gw kalau ada masalah. Tetapi sebagai teman, gue agak prihatin melihat lu “

” Prihatin bagaimana ? “

” Ya, prihatinlah. Lu khan sarjana. S-2 pula. Tapi gue melihat lu luntang lantung pengangguran yang nggak jelas kerjaannya. “

” Hahahahaha gue emang pengangguran dan gue nikmatin hidup seperti ini. Tapi gue ga pernah ngerepoti atau meminta pertolongan orang lain. “

” Iya tapi lu khan lulusan Master. Sayang khan. Ngapain sekolah tinggi-tinggi kalau hanya seperti ini, SMA aja cukup kayak gue. Lihat tuh tukang sate dekat alfa mart hanyan lulusan SD tapi punya warung sate sampai 4 tempat. “

Tjiploek pun terdiam seraya menghisap dalam rokoknya.

” Gue pikir benar juga omongan lu, Gi, Kenapa juga gue sekolah tinggi-tinggi. Tapi ada yang lebih mengganjal pikiran gue tentang hal ini. “

” Apa Ploek ? “

” Ngapain juga gue yang keliatan pengangguran ini bantu biaya kuliah anak lu tiap semesternya ya Gi.hehehe ” seloroh Tjiploek meninggalkan Sugi yang tampak terkesima mendengarnya dan pergi mandi.

===CG==

” karena sistem pendidikan kita memang seperti mencetak produk dalam pabrik. semua orang dibikin sama. distandarkan ” ujar Pak Rhenald Kasali.

” ahh saya tidak ingin menyalahkan sistem pendidikan. saya pikir orang berhasil dari pendidikan juga banyak. cuma untuk saya saat itu bukan suatu yang pas (tidak tepat). bukan ini yang saya cari. bukan ini yang saya inginkan… tetapi saya ingin anak saya dapat sekolah tinggi melebihi ibunya asal mereka mendapatkan kemerdekaan dalam hidupnya dan bertanggung jawab atas kehidupan mereka ” pendapat Susi Pudjiastuti (sekarang Menteri Kelautan dan Perikanan) saat diwawancarai dalam acara Kewirausahaan beberapa waktu yang lalu.

Brunei Darussalam : Lapangan Terbang Antarbangsa Brunei

Tanggal 16 Mei 2014 adalah hari keempat atau hari terakhir kami berada di Brunei Darussalam. Sementara urusan koper yang hilang belum ada kejelasan maka itu hari terakhir yang bertepatan dengan hari Jumat  kami berangkat pagi hari sekitar jam 11 pagi karena kami ingin segera mendaparkan kejelasan tentang koper dari Air Asia.

2014-05-16 11.20.02

Dengan diantar Pak Azman, supir taksi langganan kami check out dari hotel dan menuju ke Bandara International Brunei (BIA). Dalam waktu 15 menit tibalah kami di BIA. Tetapi sebelum kami masuk ke tempat keberangkatan, Pak Azman mengingatkan bahwa hari Jumat adalah hari libur nasional Brunei Darussalam. Pak Azman menyarankan kami untuk membeli makanan di toko-toko yang ada di BIA karena jam 12.00-14.00 waktu Brunei toko-toko akan tutup karena semua karyawannya istirahat sekaligus melaksanakan sholat Jumat khususnya kaum pria. Padahal waktu keberangkatan kami selanjutnya yaitu Kota Kinabalu pada pukul 16.45 sehingga kami pasti akan menunggu lama.

Segeralah saya pergi ke kantor Air Asia. Ternyata hasilnya kurang menyenangkan karena koper kami belum juga ada kejelasan keberadaannya. Demikian dituturkan oleh Azmi, supervisor Air Asia Brunei Darussalam. Mengecewakan sekali karena kami berharap koper ditemukan dan dapat kami bawa langsung ke Kota Kinabalu tetapi itulah yang terjadi dan kami dituntut untuk lebih bersabar lagi.

2014-05-16 11.06.54

2014-05-16 11.07.40

2014-05-16 11.24.16

2014-05-16 11.25.15

Setelah mendapatkan informasi yang kurang menyenangkan dari Air Asia, segeralah kami mencari makanan yang dijual di BIA sebagai teman menunggu di BIA selama 4 jam lebih. Ternyata kami menemukan semua toko sudah tutup bersamaan terdengar suara azan di mesjid yang letaknya tidak jauh dari BIA. Apa yang dikatakan Pak Azman benar adanya. BIA langsung sepi tanpa aktifitas sama sekali.

Walaupun tidak ada yang menjual makanan, kami beruntung karena salah satu tas kecil masih tersedia beberapa kudapan yang cukup mengganjal perut selama 2 jam. Selain itu lamanya waktu menunggu kami manfaatkan untuk mengambil foto sekilas tentang BIA pada saat semua aktifitas terhenti pada hari Jumat tersebut.

2014-05-16 11.22.39

2014-05-16 11.16.38

2014-05-16 11.17.48

2014-05-16 12.24.13

Perlu diketahui BIA masih dalam proses pembangunan. Sejak 2008 telah dibuat Master Plan BIA sehingga menjadikan BIA sebagai lapangan terbang berkelas Internasional dan dimulailah pembangunan besar-besaran. Pada tahun 2005 kapasitas BIA baru dapat menampung 1,3 juta orang. Tetapi pada saat ini fase 1 telah mengalami peningkatan kapasitas penumpang dan terminal kargo (direncanakan rampung akhir 2014). Pada tanggal 1 Oktober 2013, fase 1A telah selesai yaitu dibukanya hall kedatangan yang baru dan diharapkan terjadinya peningkatan jumlah penumpang mencapai 2 juta orang pada akhir tahun 2014. Sedangkan fase 2 baru akan terwujud pada tahun 2020 yaitu pembangunan terminal baru yang direncanakan dapat menampung 8 juta orang. Semoga kelak suatu hari kami dapat berkunjung lagi ke Brunei Darussalam dengan kondisi BIA yang lain dan lebih baik dari sekarang. Selamat Tinggal Brunei, Selamat Datang Kota Kinabalu.

2014-05-16 15.08.41

2014-05-16 15.35.58

(bersambung)