Aku Hanyalah Seorang Pembual

Suatu hari Wahyu mengajak Sena ke Mangga Dua dengan menggunakan sepeda motor. Wahyu ingin memperbaiki printer-nya sekaligus mengisi kembali tabung-tabung tinta printer yang sudah habis. Sesampainya di outlet isi ulang tinta printer, Wahyu menyerahkan printer dan tabung-tabung tintanya kepada seorang wanita penjaga outlet tersebut.

Sena hanya menunggu di bawah tangga berjalan sambil memperhatikan penjaga outlet tersebut yang masih berusia muda (sekitar 20 tahun). Tiba-tiba Sena mendekati wahyu yang sedang bercakap-cakap dengan penjaga wanita tersebut sambil menunggu printer dan isi tabung tintanya selesai.

” Sebentar Yu, saya ingin bicara dengan kamu ” pinta Sena.

” Ada apa, Sen ? ” tanya Wahyu.

Kemudian Sena mengajak Wahyu berjalan menjauh. Tampak Sena berbicara serius dengan Wahyu sambil melirik ke arah wanita penjaga outlet. beberapa menit kemudian, keduanya kembali ke outlet. Dengan wajah tersenyum Wahyu memanggil penjaga wanita tersebut.

” Mbak bisa ke sini sebentar ? Panggil Wahyu.

” Ada apa ya Pak ? ” tanya wanita penjaga outlet.

” Begini… tadi teman saya ini bicara dengan saya. Katanya wajah mbak sangat mirip dengan mantan pacar temannya hehehe “

” Ha ha ha ah bisa aja. Bilang aja mau kenalan he he he “

” Kurang aja ya kamu, Yu. Dibilangin jangan cerita malah cerita. Tapi saya serius, mbak mirip dengan mantan pacar teman saya ” ujar Sena dengan wajah malu.

” Trus kalau mirip, emangnya kenapa Mas ? ” tanya wanita penjaga outlet.

” Ya, tidak apa-apa. Cuma kaget aja. Tapi omong-omong nama mbak siapa ya ? “

” Ha ha ha benar khan dugaan saya. Mau kenalan aja mesti muter-muter omongannya. Saya masuk dulu mau cek apakah printernya Pak Wahyu sudah selesai atau belum he he he ? ” wanita penjaga meninggal Sena dan Wahyu dan masuk ke dalam.

Beberapa menit kemudian penjaga wanita tersebut keluar.

” Maaf, Pak Wahyu. Belum selesai pekerjaannya karena hari ini lagi banyak kerjaan. Teknisinya yang satu tidak datang hari ini. Jadi teknisi yang sekarang bekerja sendirian “

” Ahh tidak apa kok asal mbak mau menemani kami ngobrol he he he ” ledek Wahyu.

” Sebetulnya saya mau tapi jangan ama teman bapak ini he he he ” penjaga wanita kembali meledek.

” Ehh kamu jangan begitu dong. Khan saya hanya tanya saja. Siapa tahu nama kamu sama dengan nama mantan pacar teman saya ” sanggah Sena.

” Ya iya maafkan saya “

” Jadi siapa sebenarnya nama kamu ? “

” Hmm… nggak ah he he he “

” Nyebut nama saja susah banget. Saya sebenarnya sudah tahu nama kamu kok. “

” Siapa ??? Sok tahu ahhh “

” Nama kamu Yeni khan ?! Ayo jangan bohong ” tegas Sena.

Penjaga wanita tersebut langsung terdian.

” Pasti Mas tanya-tanya ya ama penjaga toko sebelah ? “

” Nggak, saya dan Pak Wahyu dari tadi tidak kemana-mana. Khan kamu lihat sendiri dari dalam kalau kami duduk-dudk saja. Benar khan nama kamu Yeni ?! “

” Tetap saya nggak percaya. Pasti tanya-tanya ama penjaga sebelah atau orang yang kerja di outlet ini. “

” Terserahlah. Pokoknya dugaan saya benar he he he. Trus kamu tinggal dimana ? “

” Nggak tahu ahh… “

” Tuh khan kalau ditanya jawabannya selalu nggak tahu. Rumah kamu khan dekat mesjid kurang lebih 10 meter. Pagar rumahmu warnanya hijau, ada pohon belimbingnya, dan masuk gang. Benar khan ?! “

” Hahhhh kok tahu sich Mas “

” Ya tahulah. Rumahmu di daerah Cipinang Muara. Nah kalau yang namanya Abdullah itu siapa ? “

” Ihhhh Mas bikin seram saya aja… Kok tahu sich … “

” Kok tahu kok tahu. Abdullah itu imam mesjid dekat rumah khan  “

” Udahlah Mas jangan diterusin saya jadi takut. Jangan-jangan Mas ini…

” Paranormal !!!  maksud kamu. Saya bukan paranormal cuma mengamati orang normal seperti kamu he he he “

Penjaga wanita tersebut tampak kebingungan dan mulai berubah wajahnya.

” Kenapa mbak ? Takut ya ?! he he he he… YTerus yang namanya Dedi itu siapa ? “

Wanita yang bernama Yeni tersebut langsung menangis tersedu-sedu setelah Sena menanyakan tentang nama Dedi.

” Lho malah menangis “

” Itu Om saya Mas…Adik bapak. Tetapi beliau sudah meninggal dunia sekitar 2 tahun yang lalu. Beliau sangat  sayang sekali ama saya. “

” Ohhh gitu ya. Tapi maaf omong-omong orangnya kayak begini ya ” Tanya Sena sambil menunjukkan wajahnya ke Yuni.

” Hahhhhhh takutttt saya takuttttt. Kok bisa  ya itu benar wajahnya hiks hiks hiks “

Tangisan Yuni makin menjadi-jadi sehingga terdengar oleh rekan-rekan kerjanya di dalam . Bukan hanya itu, tangisan Yuni mengundang penjaga toko di sebelah outletnya menghampiri Yuni untuk mengetahui apa yang menyebabkan Yuni sampai menangis.

” Waduh, bagaimana nich Sena ? Bisa panjang urusannya ” kata Wahyu dengan nada ketakutan.

” Tenang aja, Yu. Yuni hanya sedikit shock aja. Benar nggak Yun ?! “

” Tapi Mas kok bisa wajah mas berubah menjadi wajah Om saya. Baru kali ini saya mengalami hal yang aneh hiks hiks hiks “

” He he he he he masak sich. Coba lihat wajah saya nggak berubah khan “

” Sekarang nggak tapi tadi wajah Om saya . Sekarang saya baru percaya ama Mas “

” Ahhh jangan percaya ama saya. Oh ya kalau Ari itu siapanya kamu ? “

” Tuh khan Mas ini mulai lagi dech jadi tambah takut Mas “

” Pacar kamu ya he he he Sudah berapa lama kamu pacaran ? “

” Mas tolong Mas jangan diterusin “

” Bulan Februari tahun lalu kalian jadian. Jadi sudah setahun ya he he he  Nanti orangnya juga telepon kamu “

” Masak sich ?! “

Baru saja Yuni bicara, tiba-tiba telepon selulernya berbunyi.

” Ya Mas Ari, sebentar lagi mau pulang kok. Ya sudah, saya tunggu di outlet “

” Siapa Yu ? Pacar kamu khan ? . Mau jemput ya  he he  he “

” Iya, Dia lagi di parkiran bawah. Tapi Mas bisa tahu sich. Benar-benar saya dibaca ama Mas “

” Eh omong-omong sudah selesai atau belum printernya Pak Wahyu ? ” tanya Sena untuk mengalihkan pembicaraan.

Dari dalam keluarlah seorang pria dengan membawa printeryang lengkap dengan tabung tinta yang telah terisi penuh.

” Ini Pak sudah selesai. Yun, sudah dibuatkan bonnya “

” Sudah, Tunggu sebentar Pak Wahyu “

” Oke ” jawab Wahyu.

Setelah itu Wahyu membayar ongkos service printer dan pengisian tinta.

” Yun, sudah nggak takut khan lihat saya hehehe Maafkan saya, terima kasih kami pamit dulu Oh ya sebentar lagi pacar kamu datang tuh he he he he ” canda Sena sebelum pergi.

Yuni hanya bisa erbengong-bengong karena bersama Wahyu dan Sena pergi, sang pacar datang dan bertanya siapa yang membuat Yuni menangis.

Dalam perjalanan pulang, Wahyu tertegun dan merasa aneh dengan apa yang terjadi barusan.

” Sen, aku nggak pernah menyangka. Hebat kamu euy. Saya kirain apa yang orang-orang ceritakan tentang kamu hanyalah bual semata “

“Emang bual saja, Yu. Kamu aja nggak pernah percaya. Padahal kamu sendiri pernah mengalami bualan saya. Sewaktu saya memberitahukan kalau isteri kamu selingkuh dengan orang lain dan ternyata benar he he he he he. Jadi selama ini kamu kemana aja Yu ha  ha ha ha ha ha baru tahu kalau saya suka membual  “

ranter (videos.onepakistan.com/pktube/tnpan/)

With Or Without You

andrewdbarker.deviantart.com

Ramadhan sedang mendengarkan lagu With or Without You-nya U2 di walkmannya, tiba-tiba bahunya ditepuk oleh seseorang. Ternyata yang menepuknya adalah Inne dari belakang. Dengan muka tersenyum Inne menyapa Ramadhan sambil memberikan isyarat agar Ramadhan melepaskan headphonenya.

” Hai Ne apa kabar ? “

” Baik, Dan “

” Baru selesai kuliah ? “

” Ya, Dan. Boleh saya duduk ? “

” Oh ya. SIlahkan duduk ” Ramadhan menggeserkan posisi duduknya di bangku taman kampus.

” Sedang apa kamu disini, Dan “

” Saya sedang santai saja setelah dari perpustakaan tadi. “

” Kamu dengarkan lagu apa sich. Kelihatannya kamu meresapi sekali “

” Nich, dengarkan saja sendiri “

” Ohooo U2 ya. Keren banget nich lagu Dan “

” Ya, Ne. Saya suka sekali lagu ini hehehe ” Inne melepaskan headphone milik Ramadhan.

” Dan, saya dari kemarin mencari-cari kamu. Kemana saja kamu ? “

” Ahhh tidak kemana-mana kok Ne. Memang saya lagi sibuk mengurus skripsi. Tinggal revisi saja “

” Wahhh kamu sebentar lagi selesai kuliah nich “

” Bagaimana dengan kamu, Ne ? “

” Saya baru mau daftar KKN “

” Ada apa, Ne mencari saya “

” Sebetulnya saya ingin bicara banyak dengan kamu. Tetapi jangan disini karena pribadi banget “

” Ohhh gitu. Kelihatannya masalahnya serius sekali “

” Iya, Dan ” Raut wajah Inne berubah murung.

” Jadi bagaimana ? Apa yang bisa saya bantu ? “

” Bisakah kamu datang ke rumah nanti malam sekitar jam 7-an “

” Hmmm kelihatannya saya tidak acara. Bolehlah kalau begitu Ne “

Setelah berbincang-bincang sebentar, Inne mohon pamit dan meninggalkan Ramadhan duduk sendirian di taman kampus. Ramadhan hanya bisa menduga-duga ada apakah gerangan dengan Inne.

Tepat jam 7 malam, Ramadhan berangkat dari tempat kosnya menuju rumah Inne. Sekitar 30 menit Ramadhan sampai juga di depan rumah Inne. Baru saja Ramadhan ingin mengetuk pintu rumah tiba-tiba datang sebuah mobil sedan yang ingin masuk ke dalam rumah Inne. Rupanya yang datang itu adalah Inne yang baru saja pulang dari kursus bahasa Perancis.

” Ayo Dan ! masuk ke dalam “

” Iya, terima kasih. “

Ramadhan berjalan menuju tempat duduk yang ada di beranda rumah Inne. Sementara Inne masih di dalam dan beberapa menit kemudian Inne keluar sambil membawa nampan berisi es jeruk dan beberapa cemilan.

” Lama kamu menunggu Dan ? “

” Tidak Ne. Baru saja saya sampai ehh kamu datang “

” Syukur dech kamu tidak perlu menunggu lama “

” Kamu baru pulang kursus ya “

” Ya, Dan. Kursus Bahasa Perancis. hehehe “

” Diminum Dan. Sekalian cemilannya “

” Ya… “

” kamu tidak ada acara sama sekali khan “

” Tidak, Ne. Sebetulnya ada apa nich kamu mengundang saya ? “

” Masih ingat nggak kamu dengan Jodi “

” Ya, ingatlah. Itu khan… “

” Ya, dia dulu pacar saya “

” Dulu ??? Memangnya kamu sudah putus “

” Ehemm kami putus 2 minggu yang lama “

” Memangnya kenapa ? “

” Maka itu saya ingin bicara dengan kamu, Dan “

” Ohhh … “

” Tambah lagi Dan es jeruknya “

Ramadhan menolak tawaran Inne dengan alasan perutnya masih kenyang.

” Terus bagaiman Ne ? “

” Ternyata benar apa yang kamu katakan dulu Dan “

” Yang mana Ne ? “

” Dulu waktu awal-awal saya berpacaran dengan Jodi. Waktu itu kamu mengingatkan saya untuk berpikir dulu sebelum memutuskan berpacaran dengan Jodi “

” Ya ya saya ingat. Lantas hubungannya ? “

” Jodi benar-benar laki-laki kurang ajar ” suara Inne makin tinggi

” Nanti dulu, kok kamu emosi sekali. Memangnya kenapa dengan Jodi ? “

” Jodi mencampakkan saya dan selingkuh dengan cewek lain, Dan “

” Hah bisa-bisanya dia mencampakkan kamu. Sabar ya Ne sabar… “

” Sabar bagaimana Dan. Dia telah… “

” Sudahlah, mungkin ini sudah jalan hidup kamu yang diberikan oleh Tuhan. kamu pasti mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Jodi “

” Tapi Dan… ” Inne pun menangis tersedu-sedu sambil memeluk Ramadhan. Ramadhan makin bingung melihat Inne menangis di pelukannya dan tak tahu berbuat apa-apa.

” Tabahkan hatimu Ne. Saya prihatin mendengarnya “

Inne makin erat memeluk Ramadhan dan tangisannya makin kencang.

” Maafkan saya Dan. Selama ini saya tidak mendengar nasehat kamu mengenai Jodi “

” Sudahlah Ne. Nasi sudah jadi bubur “

” Inilah yang menjadi penyesalan saya. Saya hamil Dan “

Ramadhan terkesiap mendengar perkataan Inne.

” Apaaa Ne ? Hamil ??? Jodikah yang melakukannya ? “

Inne hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.

” Sudahkah kamu bicara dengannya ? “

” Sudah Dan sekitar 3 minggu yang lalu. Tapi dia tidak mengakuinya “

” Kurang ajar !!! “

” Jodi memang keterlaluan. Sejak saya menceritakan kehamilan ini tiba-tiba dia menghilang. Baru seminggu kemudian saya menemukannya di kafe pelangi bersama cewek lain. “

” Tanggapan Jodi waktu itu “

” Dia tetap menolak dan tidak mengakui bahwa kehamilan saya bukan perbuatan dia. Kamu tahu sendiri Dan. Selama ini saya hanya punya pacar Jodi seorang. Tetapi Jodi malah menuduh saya selingkuh dengan cowok lain “

” Ahhh alasan saja… Terus menurut kamu apa yang harus saya lakukan ? Gugurkan kandungan ini “

” Astaghfirullah al azhim, ingat ne dosaaaaa “

” Saya tahu itu perbuatan dosa. Terus bagaimana caranya menutupi aib ini “

Ramadhanpun terdiam dan tak tahu apa yang harus dilakukan. Ramadhan langsung teringat pada peristiwa 1 tahun yang lalu. Sebenarnya Ramadhan sangat mencintai Inne, wanita yang dikenalnya sejak SMA (adik kelas) dulu. Pernah satu kesempatan Ramadhan mengungkapkan perasaannya tapi Inne menganggap Ramadhan sedang bercanda. Lagipula Ramadhan bukan pula tipe cowok pilihannya. Tipe cowok yang disukai Inne adalah pria bertubuh langsing, tegap, kulit putih, tampan dan kaya seperti Jodi.

Sejak itulah Ramadhan memutuskan untuk menjaga jarak dan selalu menghindar bila melihat Inne. Tetapi tetap saja Ramadhan tidak bisa lepas dari Inne karena Ramadhan kuliah dalam satu fakultas walau berbeda jurusan. Acap kali Inne datang ke tempat kos Ramadhan bila tidak bisa menemuinya di kampus atau sedang mempunyai masalah. Inilah yang dilakukan Inne pada saat ingin memutuskan berpacaran dengan Jodi dulu yaitu meminta saran Ramadhan. Kadang hati Ramadhan pedih dan tidak mampu menahan perasaan cintanya pada saat berduaan dengan Inne. Untuk melupakan itu semua maka Ramadhan seringkali menyendiri di taman kampus dan berdoa kepada Tuhan agar dirinya ikhlas dan diberikan yang terbaik bagi hidupnya. Tiba-tiba..,

” Dan…Dan malah melamun “

” Oh ya… ” Ramadhan tersadar dari lamunannya.

” kamu melamun apa sich “

” Ah tidak, saya sedang memikirkan solusi yang terbaik buat permasalahan kamu ini. Oh ya, apakah orang tua kamu sudah tahu kalau kamu hamil “

” Belum, mereka akan sangat marah kalau tahu ini semua. Bahkan saya bisa diusir oleh Papa. Maka itu Dan, saya minta tolong. Saya mohon sekali Dan “

” Terus terang saya belum menemukan solusinya dan masih bingung harus berbuat apa “

” Dan, saya mohon sekali lagi. Hanya kamulah orang yang mengerti saya. Terus terang saya berharap sekali dari kamu “

” Baiklah, beri saya waktu untuk berpikir. Kalau bisa kamu menemui Jodi lagi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “

” Baiklah. Terima kasih ya Dan “

Selama seminggu Ramadhan tidak bisa tidur dan konsentrasi skripsinya terganggu oleh permasalahan Inne tersebut. Sampai pada satu waktu Inne kembali menemuinya di kampus dengan wajah memerah seperti orang baru menangis.

” Mengapa kamu menangis Ne ? “

” Tadi pagi saya bertemu Jodi dan memintanya untuk bertanggung jawab. Bukan omong baik-baik malah saya dihinanya dengan perkataan yang tidak sopan dan mengusir saya. Kemudian semalam Papa secara tidak sengaja menemukan alat untuk tes kehamilan di kamar mandi. Papa marah besar setelah tahu kalau saya hamil dan dari malam Papa tidak mau bicara dengan saya Dan “

” Malang sekali nasibmu Ne ” timbul rasa iba di dalam diri Ramadhan.

” Bagaimana menurut kamu, Dan ? “

Ramadhan berpikir sejenak. Setelah itu Ramadhan memeluk Inne dengan eratnya. Inne merasa kaget dengan apa yang dilakukan Ramadhan.

” Ne, seminggu ini saya berdoa dan memohon kepada Tuhan. Saya memohon untuk diberikan petunjuk jalan yang terbaik bagi permasalahan kamu. Saya telah menemukan solusi yang terbaik bagi kamu “

” Apa itu Dan “

Kemudian Ramadhan mendekati kembali Inne dan berbicara pelan di telinga Inne.

See the stone set in your eyes
See the thorn twist in your side
I wait for you

Sleight of hand and twist of fate
On a bed of nails she makes me wait
And I wait without you

With or without you
With or without you

Through the storm we reach the shore
You give it all but I want more
And I’m waiting for you

With or without you
With or without you
I can’t live
With or without you

And you give yourself away
And you give yourself away
And you give
And you give
And you give yourself away

My hands are tied
My body bruised, she’s got me with
Nothing to win and
Nothing left to lose

And you give yourself away
And you give yourself away
And you give
And you give
And you give yourself away

With or without you
With or without you
I can’t live
With or without you

With or without you
With or without you
I can’t live
With or without you
With or without you

Ku Terkena Peletnya

Namaku Mirah Subarjo. Umurku 23 tahun. Statusku telah menikah kurang lebih 2 tahun. Suamiku bernama Darto Cemerlang, seorang pria yang dulunya adalah mantan pacarku sewaktu SMA dan saat ini bekerja sebagai Satpam di sebuah perusahaan swasta. Sementara ini kami belum diberikan seorang anakpun. Oh ya aku bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) alat-alat kecantikan di sebuah Mall di Jakarta Selatan.

Kehidupan pernikahan kami selama ini baik-baik saja. Tetapi beberapa minggu ini aku mengalami sebuah penyakit yang aneh. Telingaku seperti dimasuki sesuatu. Setiap saat di telingaku selalu terdengar suara-suara yang sangat mengganggu seperti orang yang berteriak atau berbisi-bisik. Sudah kucoba untuk diperiksa oleh dokter THT tapi dokter mengatakan telingku baik-baik saja. Tetapi tetap saja suara-suara itu menggangu pendengaranku dan akibatnya aku malas makan. Setiap aku melihat makanan maka tubuhku berasa mual dan ingin sekali muntah. Padahal tidak sedang hamil. Disamping itu kehidupan seks kami menjadi kacau balau dan ada rasa penyesalan dalam diri ini. Suamiku mulai menjauh dariku. Apakah sebenarnya yang terjadi dengan diriku ini ?

Suatu hari seorang teman mengajakku ke rumah pamannya setelah pulang kerja. Kebetulan hari masih siang maka aku mau mengikutinya. Sesampainya di rumah paman temanku yang bernama Pak  Daud. Akupun diperkenalkan dengan pamannya tersebut. Seorang pria berumur kurang lebih 65 tahun. Pria yang bersahaja, alim dan tidak banyak bicara.  Selain itu isterinya yang juga bibi temanku ini ternyata seorang wanita yang cantik dan keibuan. Pasangan yang serasi dalam hatiku.

Setelah beberapa saat bicara denganku, Pak Daud masuk ke kamarnya. Memang sejak bertemu tadi, Pak Daud selalu memperhatikanku dengan tatapan yang agak lain. Ada apakah gerangan ? Apakah tingkah laku kurang sopan ? Ahhh ku tak tahu karena perasaan ini mengatakan aku biasa-biasa saja.

Beberapa saat kemudian, aku dibisiki oleh teman untuk menemui pamannya di ruang makan. Kuturuti keinginannya. Akupun masih bertanya-tanya mengapa aku harus menemuinya di ruang makan. Memang saat itu di ruang tamu banyak sekali keluarga teman yang datang. Ternyata di ruang makan Pak Daud dan isteri telah duduk dan langsung mempersilahkan aku duduk. Tanpa banyak basa bas, Pak Daud langsung berkata,

” Mirah, bolehkah saya menanyakan sesuatu ? “

” Boleh saja Pak. Tetapi ada apa gerangan ? “

” Kamu tenang saja dan tidak apa-apa. Cuma saya ingin kamu bicara jujur saja kepada kami “

” Baiklah “

” Begini, dari awal bertemu kamu, saya merasakan ada sesuatu yang aneh dan selalu membebani kamu. Apakah kamu mempunyai masalah seperti penyakit ? “

Aku langsung terdiam dan merasa kaget juga dengan pernyataan Pak Daud.

” Benar sekali. Tapi bagaimana Pak Daud tahu “

” Kamu jujur saja. Apa yang kamu rasakan selama ini “

” Memang beberapa hari ini saya kurang makan terutama saat telingaku terdengar suara-suara yang menakutkan. Saya tidak tahu kenapa ada suara-suara tersebut. Berat badan saya menjadi turun drastis “

” Ohhh begitu. Nah itu yang sebetulnya ingin saya tanyakan. Tetapi jangan kaget kalau saya mengatakan sesuatu kepada kamu, Mirah “

” Ya Pak Daud, tapi sebenarnya apa yang terjadi dengan saya ? “

” Kamu telah dipelet orang. Laki-laki. “

” Dipelet ? Bagaimana bisa ? “

” Ya dipelet dan saya menginginkan kamu untuk berkata jujur. Karena kamu sangat mengenal laki-laki ini “

” Siapa laki-laki itu, Pak Daud ? “

” Coba kamu ingat-ingat dan berkata jujur. Namanya Bambang, seorang pria berkeluarga dengan 4 orang anak. Ingatkah ? “

” Hmmm… “

” Jujur saja Mirah. Kamu telah dipelet olehnya “

Aku langsung mengeluarkan air mata dan menangis tersedu-sedu.

” Sudahlah Mirah, katakan saja dengan jujur karena laki-laki ini sangat nakal dan suka main tabrak saja bila keinginannya tidak terpenuhi “

” Hiks benar Pak Daud. Saya mengenal Bambang ini. “

” Bagaimana ceritanya “

” Saya mengenal Bambang sekitar 2 bulan yang lalu di konter dimana saya biasa menjaga. Awalnya tidak terjadi apa-apa. Perasaan saya hanya interaksi antara pembeli dan penjual saja. Saat itu Bambang membeli beberapa alat-alat kecantikan yang katanya untuk hadiah ulang tahun isterinya. “

” Terus bagaimana kamu bisa dekat lebih dalam dengannya ? “

” Setelah pertama bertemu tadi, Bambang seringkali datang ke konter saya dan selalu bercanda. Bahkan sering mengajak saya makan siang bareng. Bambang mengaku kalau kantornya berada di Mall dimana saya bekerja. “

” Kamu mau begitu saja menerima undangan makan siang ? “

” Ya Pak Daud. Karena saat itu saya hanya berpikir lumayanlah buat mengurangi biaya makan siang dan juga dapat menghemat gaji saya yang tidak besar, “

” Tapi lama kelamaan kamu menjadi dekat dan jatuh cinta dengan dia khan “

” Iya Pak. Benar sekali lama kelamaan saya merasa jatuh cinta walaupun dia telah mengaku telah berkeluarga. Karena saya merasa nyaman dan ada kesamaan dengannya. “

” Aduhhh Mirah… Mirah… Kamu telah terkena peletnya “

” Nah itulah Pak Daud, beberpa minggu ini ada rasa penyesalan dan bersalah terhadap diri dan suami saya karena saya telah berbuat selingkuh. Maka itu saya selalu menghindar dari Bambang beberapa hari ini. “

” Itulah yang menjadi penyebab kamu mengalami gangguan di telinga. Iya khan “

” Benar juga Pak Daud “

” Kamu jelas-jelas terkena peletnya. Dia telah mengerjaimu dengan cara yang jahat yaitu menggunakan jasa dukun “

” Dukun ??? “

” Ya dukun “

” Terus apa yang harus saya lakukan “

” Hanya satu “

” Apa itu Pak Daud “

” Apakah kamu mau berusaha melupakan laki-laki tersebut “

” Hmm… “

” Jelas sekali kamu sangat mencintainya “

” Tapi Pak Daud “

” Sudahlah tidak usah pakai tapi-tapi “

” Bagaimana saya harus melupakannya, dia laki-laki  terbaik yang pernah saya kenal “

Pak Daud terdiam sepertinya sedang memikirkan sesuatu untuk mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi Mirah.

(bersambung)

NB: Apa yang akan dilakukan oleh Pak Daud ? Apakah Mirah sanggup melupakan Bambang ? Tunggu sambungannya ya itupun kalau ingat untuk menulis lagi hehehe

Maukah Kamu Menikah Denganku…

“Mas, cukur dong jenggotmu”

“Ya”

“Mas, potong dong rambutmu”

“Ya”

“Mas, berpakaian rapi dong”

“Ya”

“Mas, jangan sering begadang ya”

“Ya”

“Mas, kurangi merokoknya”

“Ya”

“Mas. kerja yang rajin ya”

“Ya”

“Nah, ini baru cowokku”

“Sudah segitu aja permintaanmu”

“Ya, wajar khan, aku cewekmu”

“OK, sekarang giliran permintaanku boleh?”

“Boleh dong, yang. Apa permintaanmu?”

“Ehemm maukah kamu menikah denganku?”

Akupun memohon sambil jongkok dihadapan kekasihku layaknya di film-film hollywood. Ternyata hanya mimpi.