Jambore Forescom Rasa Bandung

Pembicaraan tentang Jambore Forescom 2 Yogyakarta-Magelang pada tanggal 21-23 April 2017 sudah dibicarakan jauh-jauh hari. Baru menjelang hari H tercatat ada 13 anggota Forescom chapter Bandung berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Malam hari sebelum hari H, tuntas sudah disepakati bahwa tim Bandung akan berangkat pada tanggal 21 April 2017 jam 04.30 dengan titik kumpul di sekitaran Kahatex. Saya dan om Banyu tidak dapat ikut dalam rombongan karena seperti om Banyu baru dapat berangkat setelah sholat Jumat. Sedangkan saya baru berangkat jam 7 pagi setelah mengantar istri ke kantor di bilangan Setiabudhi.

Tepat jam 7 pagi, mulai dari kantor istri, mobil Ford Ecosport bergerak secara meyakinkan. Dengan selisih waktu sekitar 3 jam, saya merasa yakin dapat menyusul rombongan Chapter Bandung. Pada saat mengisi BBM di Shell, saya mendapat kabar bahwa rombongan masih berada di Nagrek karena menunggu om Panggih.

Bensin terisi penuh, lagu ” Good Life” milik G-Eazy & Kehlani memberikan semangat berkendara  layaknya Dominic Toreto dalam film  The Fate of The Furious 8. Tanpa terasa pintu tol Cileunyi terlewati sejak keluar dari Pasteur. Sudah lama saya tidak melewati jalur selatan walaupun demikian masih hafal dengan seluk beluk atau titik-titik rawannya. Beberapa kali saya mendapat informasi dari WAG kalau rombongan akan berhenti di daerah Gentong tetapi dibatalkan. Selanjutnya saya kehilangan informasi tentang tempat istirahat rombongan. Saya memaklumi hal tersebut karena itulah Bandung Kahiji hehehe.

Terlintas dalam pikiran mungkin rombongan akan berhenti di Sidareja karena selain banyak warung makan, dekat pula dengan mesjid besar Sidareja. Ternyata apa yang terjadi ? Tidak ada sama sekali bau-baunya rombongan sehingga saya memutuskan untuk balik ke arah perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Dilalah ketemu juga dengan rombongan yang katanya baru 5 menit tiba di Restoran Pringsewu yang jaraknya 2 kilometeran dari perbatasan propinsi. Artinya selama di perjalanan kecepatan mobil Ecos saya berapa km/jam ya? Hanya Allah SWT dan hamba Allah ini yang mengetahui.

DSC_0001
Rumah Makan Pringsewu (dok. Cech)
20170421_150336
Buka Tutup karena banyaknya perbaikan jalan (dok. Cech)

Karena hari jumat, beberapa anggota tim melaksanakan sholat Jumat terlebih dahulu. Setelah itu dilanjutkan makan siang. 2 jam sudah kami berada di restoran tersebut. Tepat pukul 14.15 keduabelas mobil Ecos bergerak beriringan menuju kota Yogyakarta. Kondisi jalan yang kurang baik membuat rombongan berjalan dengan kecepatan tidak lebih dari 60 km/jam. Lebih dari itu sudah merupakan mukjizat hahahaha.

Perbaikan jalan yang kelihatannya sedang dikebut untuk lebaran dilakukan mulai dari Majenang sampai Buntu. Buka-tutup pun dilakukan sehingga menghambat perjalanan kami. Tetapi kami menikmati itu semua.

Menjelang jam 6 sore, rombongan kami berhenti di sebuah SPBU di Kebasen. Setelah rehat sejenak dan ditentukan titik pemberhentian berikutnya, kami melanjutkan perjalanan. Memasuki kota Kebumen, hujan datang mengundang sehingga makin membuat perjalanan bergerak melambat. Selepas Purworejo, rombongan berhenti untuk makan malam di Rumah Makan Rejeki. 1,5 jam di rumah makan tersebut, selanjutnya rombongan dengan formasi seperti semula bergerak ke Yogyakarta. Hanya saja memasuki kota Yogya, rombongan terpisah menjadi 3 karena terhalang beberapa kendaraan. Tetapi akhirnya seluruh anggota rombongan tiba di Hotel Sahid Jaya dengan selamat pada pukul 00.00.

Sesampainya di hotel, kami pikir dapat segera istirahat ternyata banyak masalah dengan pelayanan hotel terhadap rombongan kami. Seperti kamar yang ingin ditempati belum dibersihkan, kamar mandi yang bocor, kamar mandi yang bau busuk, telpon yang tidak berfungsi, akses internet yang tidak terkoneksi dan lain-lain. Tetapi semuanya dapat diselesaikan dengan hati lapang walaupun masih bersungut-sungut hahahaha…

Pukul 03.00 saya keluar hotel untuk menjemput istri di Stasiun Tugu. Istri berangkat dari Bandung pada pukul 19.30 dengan kereta api Argo Turangga jurusan Bandung-Surabaya. Pukul 03.45 istri keluar dari pintu keluar dan langsung kami menuju hotel untuk rehat sejenak. Ya sekitar 2-3 jam cukuplah untuk istirahat karena pukul 07.00 acara Amazing Race segera dimulai.

IMG-20170422-WA0011
Foto dulu sebelum Amazing Race (dok. Forescom Bandung)

Pukul 07.00 beberapa anggota rombongan Bandung sudah berkumpul di sebuah meja bundar sambil menikmati sarapan pagi. Saya sudah menduga jam keberangkatan akan mundur lagi karena masih menunggu anggota yang belum keluar dari kamarnya dan sarapan pagi dulu. Setelah semua anggota sarapan pagi  maka kami melakukan evaluasi ulang rencana perjalanan hari itu. Pertimbangannya adalah hari itu adalah hari Sabtu alias weekend dimana kondisi lalu lintas di Yogyakarta akan padat merayap bahkan mendekati macet cet tak bergerak. Untuk mengatasi kejadian tersebut, om Yusuf meminta temannya yang tinggal di Yogyakarta untuk menjadi Tour Guide rombongan kami. Pukul 09.30 sang teman datang dengan sepeda motornya. Setelah memarkirkan motornya, rombongan bergerak menuju objek wisata pertama yaitu Pantai Depok.

Untuk menuju Pantai Depok, rombongan sempat mengalami lalu lintas padat merayap sehingga baru tiba di Pantai Depok pada pukul 11.25. Sesampainya di Pantai Depok, kami segera melakukan pengambilan foto bersama dan foto masing-masing anggota di pantai Depok dengan terik matahari yang menyengat. Saya dan istri tidak ingin lama berada di pantai tersebut dan langsung keluar gerbang sambil menunggu anggota rombongan lain.

IMG-20170422-WA0033
Foto rombongan chapter Bandung di Pantai Depok (dok. Forescom Bandung)
IMG-20170422-WA0104
Foto rombongan chapter Bandung di Hutan Pinus Mangunan (dok. Forescom Bandung)
IMG-20170422-WA0150
Foto om Panggih yang menjadi Juara 1 Lomba Foto Jambore Forescom (Dok. Panggih Raharjo)
IMG-20170422-WA0067
Hutan Pinus Mangunan (Dok. Cech)
IMG-20170422-WA0055
Foto rombongan chapter Bandung di Jurang Tembelan (Dok. Cech)

Karena waktunya makan siang maka kami berhenti terlebih dahulu di restoran Pringsewu. Nah di restoran ini, kami mengubah rute perjalanan. Awalnya kami ingin ke Dinding Breksi. Setelah mendengar penjelasan teman om Yusuf maka setelah makan siang rombongan akan menuju ke Hutan Pinus Mangunan dan Jurang Tembelan yang jauhnya hanya 14 km atau 20 menit dari restoran Pringsewu.

Pukul 14.30 rombongan melanjutkan perjalanan ke Hutan Pinus Mangunan dari restoran Pringsewu. Alhamdulillah perjalanan kami lancar dan tidak lebih dari 1 jam sudah sampai di Hutan Pinus Mangunan nan rindang dan menyejukkan. Nah di hutan pinus inilah om Panggih berhasil mengabadikan foto yang akhirnya menjadi juara 1 perlombaan foto yang diselenggaran oleh panitia Jambore.

Karena waktu yang sudah mepet, tidak lama di hutan pinus Mangunan, rombongan meneruskan perjalanan ke jurang Tembelan (bukan tambal ban ya hehehe). Tempatnya menarik dan banyak anggota rombongan mengambil foto. Tetapi baru setengah jam di tempat tersebut tiba-tiba datang hujan deras. Segeralah kami meninggalkan tempat dan menyepakati untuk kembali ke hotel.

Sementara rombongan kembali ke hotel, saya mohon ijin untuk berpisah karena ingin menikmati Mi Jowo Mbah Gito, . Dengan bantuan Google Map, kami berhasil menemukan lokasinya. Parkiran penuh dengan kendaraan, sekilas saya melihat pengunjung mengantri pesan makanan. Saya sempat berpikir untuk membatalkan makan di tempat tersebut. Tetapi istri kenal dengan beberapa pelayan sehingga kami mendapatkan tempat. Saya langsung memesan 2 mie Jowo, minuman uwuh, teh poci untuk kami berdua. Mie Jowo Mbah Gito memang jos tenan. Apalagi wedang Uwuhnya mengembalikan stamina saya setelah lelah sekali melakukan perjalanan selama 2 hari ini.

WhatsApp Image 2017-02-18 at 17.34.34
Warung Bakmi Jowo Mbah Gito (Dok. Cech)
IMG-20170422-WA0090
Wedang Uwuh yang menyegarkan (Dok. Cech)

Setelah dari Mie Jowo Mbah Gito, kami menuju Bakpia Pathuk  Kurnia daerah Puwodiningratan. Bakpia Pathuk ini adalah langganan saya apabila ingin membeli bakpia khan Yogya sebagai oleh-oleh. Rasanya mengalahkan semua bakpia yang ada dan murah pula hahahaa… Setelah membeli beberapa dus bakpia, kami kembali ke hotel. Tanpa terasa jam menunjukkan pukul 23.10. Saatnya istirahat untuk kegiatan berikutnya keesokan harinya.

Tanggal 23 April 2017 pukul 04.30, saya sudah berada di lobi hotel. Beberapa anggota rombongan telah duduk di meja bundar dan langsung sarapan pagi seadanya. Sesuai kegiatan panitia hari itu adalah sesi foto bersama seluruh kendaraan Ford Ecosport peserta Jambore di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta maka persiapan dilakukan pada pagi hari sekali. Hal ini disebabkan butuh waktu untuk membentuk formasi kendaraan Ford Ecos dengan 3 pesawat latih milik TNI AU. Sesi foto ini merupakan kerjasama antara Forescom dengan Pangkalan TNI AU Lanud Adi Sucipto sekaligus menyambut Jogja Air Show yang akan berlangsung pada tanggal 25-30 April 2017.

Sesampainya di lapangan Jupiter Lanud Adi Sucipto, dibentuklah formasi apik gabungan antara 105 kendaraan Ford Ecosport, 1 Ford Focus, 1 Ford Everest dengan 3 pesawat latih milik TNI AU. Pengambilan foto dan video dipimpin oleh om Eko Sumartopo dari Jawa Timur. Tidaklah mudah mengatur dan membentuk formasi karena butuh kesadaran dan kesabaran peserta untuk mengikuti aba-aba pengatur formasi. Satu jam lebih waktu dibutuhkan untuk membentuk formasi yang diinginkan dan sesi foto  serta pengambilan video berlangsung lancar.

20170423_075012
Formasi kendaraan Ecos (Dok. Cech)
20170423_075133
3 pesawat latih dikeluarkan dari hanggar (Dok. Cech)
IMG-20170426-WA0002
Formasi yang terbentuk (Dok. Forescom Indonesia)
IMG-20170423-WA0134
Forescom Bandung di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta (Dok. Cech)

Setelah sesi foto di Lanud Adi Sucipto, rombongan peserta Jambore kembali ke Hotel Sahid Jaya. Selanjutnya kami check out dan melanjutkan perjalanan ke Hotel Grand Artos, Magelang. Tetapi sebagian besar peserta Jambore selepas check out melanjutkan acara Lava Tour di daerah Gunung Merapi.

Dalam perjalanan ke Magelang, saya hanya ditemani oleh om Jasman dan keluarga. Tetapi sebelumnya kami membeli oleh-oleh khas Yogyakarta dan melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur karena anak-anak om Jasman ingin sekali ke Candi Borobudur. Sedangkan saya dan istri berfungsi sebagai tour guide saja. Pukul 17.30, kami sudah keluar dari parkiran Candi Borobudur menuju hotel Grand Artos dengan diiringi oleh hujan yang sangat deras sekali.

Sesampainya di hotel kami segera persiapan untuk menghadiri acara Gala Dinner. Ternyata Gala Dinner diundur satu jam karena masih banyak peserta Jambore yang belum tiba di hotel sepulang dari Lava Tour. Tepat pukul 20.00 acara dimulai. Suasana gala dinner terasa sekali karena makanan yang disediakan dapat dinikmati oleh seluruh peserta. Dalam acara Gala Dinner tersebut diselingi oleh pemberian beberapa Door Prize kepada pesera Jambore yang beruntung. Selain itu diumumkan pemenang lomba foto yang ternyata juara 1 berasal dari kota Bandung. Selamat untuk Om Panggih. Sedangkan video Amazing Race ditunda pengumuman pemenangnya karena baru 3 chapter yang mengirimkan videonya. Secara keseluruhan baik acara Gala Dinner dan kegiatan yang diselenggarakan oleh panitia berjalan dengan baik dan sukses. Bagi chapter Bandung, Jambore Forescom ini makin mengukuhkan kekompakan anggota sehingga ke depannya chapter Bandung dapat menjadi contoh bahkan leader bagi Forescom Indonesia. Forescom Bandung Memang Juara… Hidup Forescom Bandung Kahiji…