Hikmah Ramadhannya Adalah Sebuah Laptop

Seorang wanita asal Selandia Baru datang menghampiri seorang pria yang sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya di sebuah taman Hotel.

” Pak, bisa tolong saya bayarkan kamar hotel selama 3 hari. Saya lagi kesulitan cash flow. Transferan uang saya dari Selandia baru masuk 3 hari lagi.”

Teman-teman mengatakan ” Hati-hati mas, jangan ditolong. Lihat fisiknya ! Wajar saja tidak punya uang. Wong wajahnya seperti orang mabuk. Sepertinya dia mau menipu, Mas. “

Tetapi dengan keyakinan dan niat baik, dibantulah wanita tersebut. Pria tersebut langsung membayarkan tagihan kamar hotel yang tertunggak selama 3 hari tersebut.

” Niat saya baik. Tolong teman-teman, kalau seandainya kita jadi dia dalam kondisi tersebut bagaimana ? “

” Terserah kamu. Asal jangan menyesal saja ” ujar salah seorang temannya.

3 hari kemudian,

” Pak, saya punya laptop baru dibeli 3 bulan yang lalu dan belum pernah dipakai. Laptop tersebut akan saya berikan kepada bapak sebagai jaminan. Karena sampai malam ini uang transferan belum masuk. “

” Hmm… “

” Atau bapak beli saja ?! Terus terang saya membelinya seharga NZS $ 1670.”

” Maaf saat ini saya tidak mempunyai uang untuk membeli laptop ibu. “

” Bagaimana kalau belinya dicicil ? “

” Berapa ? “

” Tiap minggu $ 20. “

” Waduh… NZ$ 20 perminggu ? Saya tidak mampu.

” Bukan NZ$ tapi FJ$ 20 tiap minggu dan saya jual FJ $ 1200. Bapak mencicilnya setelah dikurangi hutang saya untuk bayar tagihan hotel. Bagaimana ? Sudah termasuk printer dan modem “

” Hmm… OK, sepakat ” tanpa pikir panjang dan kamipun bersalaman.

Keesokan harinya, diceritakanlah semua kejadian semalam kepada teman-temannya.

” Beruntung sekali, Mas. Laptop itu keluaran terbaru harganya di Indonesia 12,4 jt “

Ternyata Tuhan membalas tunai kebaikan manusia yang selalu berpikiran positif. Toshiba Satellite Core i5-2410M 2,3 Ghz, RAM 6 GB, HD 700 GB. Dan hari ini, lunaslah cicilan laptop tersebut dan tanpa terasa sudah puasa bulan Ramadhan lagi.

13439796601613347100
Inilah laptopnya (dok.cech)

Puasa Dan Potensi Makanan Jajanan Khas Indonesia

Hari ini tepat setengah bulan umat Islam di Indonesia menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Seluruh umat Islam berlomba-lomba meningkatkan kualitas keimanannya dengan mengikuti banyak acara keagamaan yang marak sepanjang bulan ini. Maraknya kegiatan keagamaan tersebut diikuti oleh maraknya makanan jajanan khas Indonesia yang diperdagangkan sebagai makanan pembuka puasa.

Ada beberapa makanan jajanan yang sudah dikenal tetapi ada juga makanan jajanan khas daerah yang selama ini kurang dikenal namanya. Makanan jajanan seperti ini biasanya banyak dicari dan diminati oleh konsumen karena selain memenuhi keingintahuan juga dapat menambah wawasan pengetahuan tentang jenis makanan yang sudah sejak lama ada. Hanya saja selama ini belum banyak dipublikasikan oleh media.

Sayangnya makanan jajanan khas daerah hanya dikenal pada saat bulan puasa saja. Padahal banyak potensi yang dapat dikembangkan oleh bangsa Indonesia dan mendapatkan tempat yang sejajar dengan makanan non Indonesia. Makanan dan minuman seperti kolak, es timun suri, onde-onde, bala-bala, cimplung, Nagasari, Jongkong, ongol, biji salak, bika ambon dan lain-lain.

Berikut saya akan menampilkan beberapa makanan jajanan khas daerah berdasarkan penggunaan bahan baku lokal :

1. Bala-bala, makanan jajanan khas Jawa Barat yang menggunakan 80 % tepung tapioka (singkong) dan dicampur dengan tepung terigu.

bala-bala (hellbellscb175.multiply.com)

2. Cimplung, makanan jajanan khas berbuka puasa di daerah Tulung Agung yang menggunakan 80% Singkong dan dicampur dengan tepung terigu.

cimplung (blogs.unpad.ac.id)

3. Nagasari, makanan jajanan yang menggunakan 70% tepung tapioka (singkong) dan dicampur dengan tepung Maizena (jagung).

nagasari (yusdinar.blogspot.com)

4. Jongkong, makanan jajajan yang menggunakan 50 % tepung tapioka (singkong) dan 50 % berasal dari tepung beras.

jongkong (femina-online.com)

5. Ongol-ongol, makanan jajanan yang menggunakan 65 % tepung tapioka (singkong) dan dicampur dengan tepung terigu.

ongol-ongol (niscayasegera.blogspot.com)

6. Awug, makanan jajanan yang menggunakan 100 % tepung tapioka (singkong).

awug (rinaldimunir.wordpress.com)

7. Biji Salak, makanan jajanan yang menggunakan 100 % tepung tapioka (singkong).

biji salak (ummurifqi.wordpress.com)

8. Bika Ambon, makanan jajanan yang menggunakan 35 % tepung tapioka (singkong) walaupun komponen utamanya adaah tepung sagu.

bika ambon (exhausted08.wordpress.com)

9. Dan masih banyak lagi makanan jajanan khas Indonesia yang sebagian besar bahan bakunya menggunakan tepung tapioka, beras, sagu dan jagung. Seperti onde-onde, combro, colenak dan lain-lain.

Selain itu ada beberapa jenis makanan yang biasa disajikan pada saat Lebaran seperti dodol, wajik, kue kering dan sebagainya. Hal ini menandakan betapa besar potensi dan kayanya jenis makanan khas bangsa Indonesia yang perlu dipikirkan bagaimana mengembangkan, memperkenalkan dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Beberapa kali saya mengadakan pertemuan (kopdar) dengan beberapa komunitas blogging di beberapa kafe, kantin atau food court tetapi sangat jarang disajikan makanan khas indonesia yang bisa disajikan sebagai makanan menemani obrolan seperti gorengan tahu, pisang, bala-bala, bakwan udang, onde-onde, kue putu atau makanan yang mudah dan siap saji. Kebanyakan makanan yang berasal dari luar modifikasi lokal seperti donat, kentang goreng, hamburger dan sebagainya dimana sebagian besar bahan bakunya menggunakan bahan baku impor terutama tepung terigu.

Dari puasa bulan Ramadhan ini, sudah saatnya makanan jajanan tersebut bukan hanya sekedar tempelan atau latah-latahan setahun sekali yang disajikan sebagai makanan pembuka pada bulan Ramadhan saja tetapi terus dimanfaatkan dan dinikmati sepanjang tahun dan bukan makanan setahun sekali. Dan semua ini menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya tugas ahli kuliner, gizi, departemen terkait. Mari mulai saat ini kita harus bangga mengkonsumsi makanan jajanan khas Indonesia karena secara tidak langsung membantu peningkatan penggunaan bahan baku lokal seperti singkong, sagu, jagung, ubi jalar dan jagung.

” Istighfarlah, Ketika Kamu Memberikan Nasehat “

abihafiz.wordpress.com/2010

Kok Istighfar ? Menurut saya, apa yang dikatakan Eyang ada benarnya karena saya sering mengalami kejadian yang kurang mengenakkan setelah saya memberikan nasehat kepada orang lain ibarat pantulan diri pada saat bercermin.

Istighfar dalam perkataan Arabnya astaghfirullah, bermakna “Saya meminta keampunan Allah“. Jadi mengandung makna maaf dan doa permohonan ampun  kepada Allah. Perkataan Istighfar seringkali diucapkan pada kehidupan sehari-hari  terutama dalam pergaulan sesama manusia.

Apa hubungannya dengan nasehat ? Nah ini yang disampaikan oleh Eyang kepada saya. Kadang kala kita merasa mendapatkan penghormatan ketika ada banyak orang yang mempercayai diri kita sebagai tempat meminta saran,  nasehat, curhat atau apapun namanya terhadap masalah yang mereka hadapi. Pada saat kita menyampaikan saran atau nasehat, tanpa disadari kita telah melakukan perbuatan riya (sombong atau pamer diri).

Karena sebetulnya pada saat kita memberikan nasehat maka setan telah masuk ke dalam diri dan menghasut dengan riang gembira. Setan secara terus menerus menggoda diri dengan perkataan, ” Ayo teruskan nasehatmu. Kamu memang orang hebat, pintar dan hebat. Buktinya orang-orang membutuhkanmu, mendengarkan dengan seksama, mengagumi, mempercayai dan menghormati kamu layaknya  seorang alim. “

Hal itulah yang sering saya alami dan menariknya seperti ada pantulan ke diri sendiri. Seolah-olah Allah SWT dengan Rahman RahimNya mengingatkan diri lewat kejadian yang sama persis dengan masalah yang dihadapi oleh orang yang telah meminta nasehat kepada saya. Jadi sepertinya Allah SWT (Astaghfirullah al adzim) ingin mengetahui kemampuan diri apakah sanggup menghadapi dan menyelesaikan masalah yang sama  dengan orang yang telah meminta nasehat kepada saya.

Jadi tidaklah salah, ketika Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha memberikan  kesaksiannya sebagai berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ

Aisyah radhiyallahu’anha berkata: ”Nabi shollallahu ’alaih wa sallam senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan.” (HR Bukhary 558)

Kesimpulannya adalah seringlah kita mengucapkan Istighfar kepada Allah SWT setiap saat atau setiap detik karena tanpa disadari kita sering melakukan perbuatan yang dapat merusak hati terutama  pada  saat kita berpuasa di Bulan Ramadhan dimana aura kesucian bulan tersebut menjadikan diri berusaha menjadi orang baik. Menurut Eyang, Istighfarlah yang akan membawa diri manusia bisa selamat dunia akherat sampai akhir jaman.

Marhaban ya Ramadhan