Tetek Dan Menetek

Menetek berasal dari suku kata tetek. Kata tetek sering dipakai oleh sebagian besar orang Indonesia yang lebih dikenal dengan payudara. Mungkin kata payudara dianggap lebih sopan tetapi tetap saja kalau seorang ibu sedang memberikan air susunya maka disebut “menetek”

Bagi banyak orang, menetek bayi merupakan kegiatan yang tidak bisa dilepaskan dari kaum wanita yang sudah memiliki bayi. Walaupun ada ibu yang tidak bisa memberikan air susunya karena alasan tertentu seperti tidak tersedia air susu di payudaranya, tidak normalnya hormon yang memproduksi air susu ibu, menderita sakit, takut payudaranya tidak seksi lagi kalau menetek bayinya dan lain-lain.

Aktivitas menyusuinya banyak memberikan manfaat bagi ibu dan bayinya. Ibu yang memberikan air susunya kepada bayi secara eksklusif setidaknya 6 bulan dapat menurunkan resiko tekanan darah tinggi. Sedangkan bagi bayi, air susu ibunya dapat membantu perkembangan otak, pertumbuhan tubuh dan secara tidak langsung bayi imun terhadap penyakit.

Bagi sang ibu, menetek bayi merupakan sebuah aktifitas yang menarik. Isapan sang bayi terhadap payudara ibunya seringkali menggelikan dan sedikit rasa sakit karena gigitan gigi sang bayi yang terus menerus menghisap puting payudaranya.

Kegeiatan menetek bayi di dalam rumah adalah hal biasa. Bagaimana dengan menetek bayi di tempat umum misalnya di dalam bus? Nah ini menariknya. kadangkala sang bayi sudah tidak sabar untuk segera menghisap tetek ibunya karena lapar, kepanasan, dan lain-lain sehingga bayi terlihat tidak nyaman dan uring-uringan dengan cara menangis sekeras-kerasnya. Di satu sisi ada nilai kepantasan yang harus dijaga oleh sang ibu. Apakah pantas memperlihatkan teteknya di depan umum walaupun sudah berusaha ditutupi dengan apapun atau suatu hal kelaziman bagi seorang wanita untuk buah hatinya.

msnbc.msn.com

Terlihat ada beberapa ibu yang membiarkan bayinya menangis sambil membujuk dengan kata-kata, makanan atau nyanyian. Ada juga yang tidak sungkan-sungkan segera membuka branya dan langsung memberikan teteknya untuk dihisap oleh sang bayi sehingga sang bayi tidak menangis lagi sampai tertidur pulas walaupun sang ibu tahu ada beberapa pria yang malu-malu melihat aktifitas menetek tersebut dimana tersembul tetek yang ranum dengan air susunya.

Go to hell dalam hati beberapa wanita yang tidak malu untuk memberikan air susu kepada bayinya. Paling segelintir saja pria-pria yang mempunyai pikiran ngeres atau macam-macam. Apa para pria tersebut tidak pernah melihat tetek wanita ? Hanya para pria tersebut yang tahu jawabannya.

Tetek dan menetek memang menarik perhatian dan bisa menimbulkan nuansa keanehan bila dilakukan di depan umum. Harusnya mereka sadar kalau menetek tersebut pernah mereka lakukan pada saat masih bayi dulu.

Sumber: D i s i n i

Iklan

2011 : Purwokerto Dan Angka 6

Menjelang akhir tahun biasanya beberapa orang melakukan refleksi dan mengenang kejadian satu tahun yang telah lewat. Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2012. Banyak harapan dan target yang ingin dicapai pada tahun tersebut.

Untuk itu saya akan menuliskan sedikit kilas balik tahun 2011 yang berkaitan dengan   angka 6  dan Purwokerto. Mengapa  angka 6 dan Purwokerto? Sebelum saya jelaskan lebih lanjut, silahkan menikmati dulu hidangan di bawah ini :

1325291737694218234
Sate Kambing Khas Tanjung Losari (dok. Cech)

Kok sate kambing ? Ya, sate kambing khas Tanjung Losari yang sangat terkenal. Setiap saya melakukan perjalanan ke Purwokerto, saya tidak pernah melewatkan sate kambing ini. Selain enak dan nikmat, daging sate kambing ini besar, lembut dan tidak alot. Yang paling saya  sukai dari sate kambing Tanjung, Losari  adalah bumbu kecap dengan porsi bawang merah yang membuat segar di badan dan membuat mata melek kembali sehingga bagi kita yang mengendarai kendaraan menjadi semangat untuk melanjutkan perjalanan.

Tahun 2011 ini mengingatkan saya kepada kampung halaman almarhum bapak yaitu  kota Purwokerto dan angka 6. Almarhum Bapak meninggal pada tanggal 26 September 2006 (hari ke-4 bulan Ramadhan).  Selain itu di kampung halaman beliau pula bersemayam pusara ibu yang berdampingan dengan pusara bapak. Perlu diketahui ibu yang sangat saya cintai meninggal pada tanggal 6 Agustus 2011(hari ke-4 bulan Ramadhan). Sayangnya pada saat ibu wafat, saya tidak berada di sisi beliau karena saya sedang berada di Fiji. Saya tidak bisa pulang karena kendala sulitnya mendapatkan tiket pesawat dari Fiji ke Indonesia pada saat itu. Disamping itu 4 bulan sebelumnya, tepatnya tanggal 6 April 2011 kakek buyut (Uyut) saya meninggal dunia dan dimakamkan di Sumedang.

2 kejadian besar pada tahun 2011 tersebut sungguh membuat saya sedih dan tidak pernah membayangkan sebelumnya akan ditinggalkan oleh 2 sosok yang sangat mempengaruhi kehidupan saya. Tetapi saya tidak akan menyalahkan takdir Allah karena pada saatnya nanti sayapun akan meninggal dunia yang fana ini.

Kesedihan pada tahun 2011, membuka mata saya betapa banyak warisan yang telah ditinggalkan oleh Ibu dan Uyut. Warisan yang ditinggalkan bukan sekedar harta riil tetapi harta yang tak ternilai harganya yaitu kasih sayang, pengetahuan, pengalaman dan ketaatan seorang anak kepada orang tua.  Warisan itulah yang sampai saat ini merupakan amanah bagi saya untuk menjaga, melestarikan dan menumbuh kembangkan untuk generasi berikutnya.

Ada 6 hal yang membuat saya selalu terkenang dengan almarhum ibu  dan berkaitan dengan Purwokerto. Yang pertama adalah Soto Sokaraja. Setiap kami pergi ke Purwokerto, ibu selalu mengajak saya untuk  makan Soto Sokaraja baik dengan daging ayam ataupun daging sapi. Porsinya selalu dobel (sebelum beliau mengalami stroke).

1325296400783106245
Soto Sokarja (dok.cech)

Yang kedua adalah Durian. Beberapa pohon durian yang ada di kebun milik almarhum Bapak ditanam oleh almarhum Ibu. Almarhum ibulah yang mencarikan bibit durian tersebut. Walaupun pada awal penanaman, beberapa bibit durian yang telah ditanam sempat dibongkar dan dicuri oleh tangan-tangan jahil. Sekarang bibit-bibit durian tersebut telah tumbuh besar dan tiap tahunnya menghasil buah durian yang lezatnya tidsk kalah dengan durian impor.

13252948342117045554
Buah Durian dari pohon durian yang ditanam oleh almarhum Ibu (dok.cech)
1325294909767796051
Panen buah durian (dok.cech)

Yang ketiga adalah mangga. Ada beberapa jenis mangga yang ditanam oleh almarhum ibu di kebun Purwokerto. Ada jenis mangga manalagi, mangga inderamayu dan paling banyak adalah mangga harum manis. Mangga harum manis inilah yang sering berbuah sepanjang tahun. Sepertinya tidak ada tahun yang terlewatkan untuk menikmati panenan mangga harum manis.

13252952131985300303
Lebtnya buah mangga harum manis di kebun Purwokerto (dok. cech)
1325295303387179323
Panen mangga harum manis (dok.cech)

Yang keempat adalah manggis. Ada cerita menarik sebelum almarhum ibu memutuskan untuk menanam manggis. Ketertarikan beliau menanam manggis disebabkan oleh cerita mbah saya. Menurut mbah saya, pada jaman Belanda kampung halaman bapak terkenal dengan tanaman manggis dan tumbuh subur. Tetapi entah mengapa seiring perjalanan waktu, masyarakat di kampung tersebut tidak menanam lagi manggis dan menggantikannya dengan tanaman buah lainnya seperti mangga atau rambutan. Karena cerita tersebutlah maka almarhum ibu tertantang untuk menanam manggis dan merasa yakin manggis akan berbuah dengan baik. Ternyata feeling beliau benar dan sekarang anak cucunya bisa menikmati hasil jerih payah beliau.

13252957441858016338
Buah manggis yang sebentar lagi matang di pohon (dok.cech)
13252958281998185450
inilah buah manggis tersebut (dok.cech)
1325295911310889027
Beberapa buah manggis hasil panen (dok.cech)

Yang kelima adalah tempe mendoan. Makanan khas Purwokerto ini tidak akan pernah lepas dari santapan almarhum ibu dan keluarga. Hampir tiap hari di Purwokerto sebelum stroke, ibu membelinya dan menjadikan tempe mendoan sebagai oleh-oleh buat keluarga dan tetangga sebelum pulang ke Jakarta baik dalam bentuk mentah maupun matang.

13252962901014255035
Tempe mendoan sedang digoreng (dok.cech)

Yang terakhir adalah keripik tempe. Keripik tempe sudah menjadi panganan khas Purwokerto. Seperti kurang afdol kalau tidak membawa keripik tempe sebagai oleh-oleh untuk tetangga, teman dan keluarga di Jakarta. Almarhum Ibu selalu membeli keripik tempe ini. Beliau sangat menyukai keripik tempe khas Purwokerto ini.

Itulah beberapa hal penting bagi saya  pada tahun 2011 ini. Apakah ini hanya sebuah kebetulan? Angka tetaplah angka tetapi dari angkalah kita bisa melakukan perenungan dan menyikapinya dengan hal-hal yang positif karena sebenarnya Sang Pencipta sedang memberikan ilmu kepada yang diciptakanNya.

Yakin Kepada Yang Maha Kuasa

Yakin Kepada Diri Sendiri

Dan Ingat Pesan Orang Tua

(Uyut Ohan Wijaya Kusumah)

” Kamu Tidak Bisa Menulis. Berhentilah Menulis “

teacherseducation.wordpress.com

Sejak ibu mengetahui rencana keberangkatan ke Fiji, beliau selalu murung dan menyendiri walaupun menutupinya dengan menonton sinetron. Dari kursi rodanya beliau diam saja sambil sesekali memperhatikan segala tingkah laku saya.

Memang beliau pernah bertanya apakah sudah bulat tekad saya untuk pergi ? Dalam beberapa kesempatan beliau sempat mengeluarkan air matanya tetapi berusaha untuk ditutupinya dengan mengatakan kalau sudah tidak ada lagi orang yang akan menemaninya dan bingung dengan mempertanyakan dimanakah beliau akan tinggal.

Berulang kali saya menetramkan hatinya dengan mengatakan kalau beliau tidak akan kesepiaan sepeninggal saya. Dengan mengangguk terpaksa tetap saja beliau mengeluarkan perkataan yang membujuk saya untuk membatalkan keberangkatan saya.

Sampai pada awal puasa rupanya sekuatnya beliau menahan diri  tetap saja beliau tidak mampu sehingga beberapa kali uring-uringan dan mulailah timbul keluhan di beberapa organ tubuhnya mulai dari sakit kepala, perut, jantung dan lain-lain. Melihat gejala itu semua akhirnya saya menyadari kalau beliau tidak menyetujui keberangkatan saya.  Akhirnya  saya memutuskan untuk membatalkan kontrak kerja dengan segala konsekuensinya.

Dua hari ini saya selalu menemani beliau untuk berbicara banyak hal. Rupanya selama ini banyak sekali ganjalan di hatinya yang belum sempat diungkapkan. Ada beberapa hal yang membuat saya terkejut dengan uneg-uneg beliau terutama keseharian saya yang diisi dengan mengutak-atik kertas dengan beberapa coretan. Sampai pada satu waktu beliau bertanya kepada saya,

” Selama ini saya perhatikan kamu sibuk sekali dengan HP mu atau IPhone milik Anti (keponakan. memangnya kamu utak atik apa sih ? “

” Ohhh ini saya sedang cek tulisan di internet “

” Tulisan ? Tulisan apa ? “

” Tulisan saya di beberapa blog “

” Blog ? Tulisan ? Ahhh saya kurang mengerti “

” Iya sudah kalau nggak mengerti. Nich contohnya ” saya menunjukkannya ke ibu.

” Oh tulisan toh. Emang ini tulisan siapa ? “

” Tulisan saya “

” Tulisan kamu ??? yang benar ??? Apa kamu bisa menulis ?

” Ini buktinya. “

” Saya tidak percaya kalau ini tulisan kamu. Kamu khan dari dulu tidak suka menulis. Sudahlah jangan bohongi saya… Kamu berhenti saja menulis. Mana ada yang membaca tulisan kamu. “

” Ibu bagaimana sih ? Ini buktinya masih juga nggak percaya, Nih lihat. “

” Mana ??? Ini khan bukan kamu yang menulis. Tuh lihat yang menulis namanya bukan kamu. “

” Ini tulisan saya… “

” Ahh nggak percaya disitu tertulis nama cechgentong bukan nama kamu.  “

” Cechgengtong itu …

” Ahhh … Saya lebih tahu kalau kamu tidak bisa menulis. Sudahlah berhenti saja. Punya orang kok diaku-aku. Ngabisin duit saja kamu tiap hari buka internet di HP. Pokoknya stop “

” Hmmm … baik bu !!! “

Bismillahirohmannirrohim, Saya Batalkan Kepergian

Saya merasakan sekali adanya kegundahan dalam diri ibu. Beberapa hari ini terlihat uring-uringan. Saya menyadari adanya sesuatu yang mengganjal. Mulai dari bulan Mei sampai Agustus ini telah terjadi beberapa kali penundaan keberangkatan. Ada apakah gerangan yang terjadi ? Sepertinya Allah SWT ingin mengatakan sesuatu kepada saya tentang nilai kasih sayang, nilai tanggung jawab, nilai sebuah amanah dan nilai keimanan,

Saya teringat dengan kondisi pada saat Bapak masih hidup dulu. Beliau selalu mengingatkan dan berpesan kepada ibu, apabial suatu saat nanti beliau sudah tidak ada lagi di dunia maka segala keperluan ibu menjadi tanggung jawab saya. Walaupun anak ibu-bapak bukan hanya saya saja tetapi itu menjadi bentuk kepercayaan yang tinggi kepada saya.

Selama 4 tahun, saya selalu menemani ibu dalam kondisi suka dan duka. Ternyata setelah saya merenungkan semuanya, ada rasa tidak ikhlas dalam dir. Kebersamaan saya dengan ibu seperti menjadi beban berat yang harus diakhiri dengan cara meninggalkan ibu jauh-jauh. Semuanya atas nama materi. Padahal materi yang sebenarnya ada di ibu. Materi yang tidak ternilai harganya, yaitu restu seorang ibu. Bisa saja ibu tidak ingin menyinggung perasaan saya tapi jauh di lubuk hatinya berharap agar saya selalu menemani sampai saatnya tiba.

Ibu pernah mengatakan ” Makan atau tidak makan, kita kumpul. Apakah kamu tidak punya uang ? Juallah apa yang saya miliki ” Sungguh perkataan yang menusuk hati atau batin saya. Ternyata sungguh besar kasih sayang ibu kepada anaknya. Sementara saya hanya bisa mengeluh tentang mengapa harus saya bukannya saudara-saudara kandung yang lain ? Mungkin inilah jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT. Perjalanan hidup di dunia yang harus disyukuri dan bukan disesali.

Berat ? Memang berat dan sampai saat ini saya merasa gelap melihat kehidupan yang akan datang. Apalagi kalau ibu kembali lagi sakit. Tetapi semuanya harus dihadapi dengan optimis. Dan semuanya bukan hanya masalah uang tetapi masalah keyakinan diri kepada Allah SWTyang selalu mengabulkan doa anak yang soleh kepada orang tuanya terutama ibu, ibu dan ibu.

Suatu hari teman sempat terkejut ketika saya hanya makan seadanya. Saya mengatakan kalau saya melakukan ini hanya untuk ibu. Biarlah ibu makan makanan yang disukai dan enak. Saya masih bisa berpuasa asalkan ibu bisa makan.  Ingatkah ? Sewaktu kecil dulu, ibu rela tidak makan asalkan anaknya bisa makan. Segala-galanya dilakukan demi anak. Jadi suatu hal yang wajar kalau saya yang sudah dewasa dan berbadan sehat berbuat hal yang sama terhadap ibu yang usianya sudah uzur dan sakit-sakitan.

Terus terang saya tidak ingin mendapatkan pujian. Semua ini dilakukan atas nama Kasih Sayang. Kasih sayang anak kepada orang tuanya. Saya juga tidak mengharapkan dikatakan anak soleh , karena kesolehan seorang anak dilihat dari perbuatan sehari-harinyakepada orang tua. Masihkah kita merasa hebat ? merasa kaya ? merasa kuat ? merasa ilmu tinggi ? merasa mampu ? sehingga kita merendahkan, menghardik, meremehkan, mengecilkan, menggurui dan menyalahkan orang tua kita yang sudah uzur.

Maka itu, inilah saat yang tepat bagi saya untuk mengambil sikap. Saya akan mengurus, menjaga, menemani dan memenuhi amanah almarhum bapak agar ibu mempunyai rasa dicintai, disayangi dan dimiliki oleh anaknya. Bismillahirohmannirrohim, saya membatalkan kepergian saya ke negeri nun jauh di sana. Saya bangga menjadi anakmu. Dan lebaran tahun ini bukan hanya sekedar pesta lebaran tetapi melebarkan hati dan pikiran tentang makna KASIH SAYANG.

QS Al-Hasyir ayat 22 – 24

22 – هُوَ اللَّهُ الَّذي لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ عالِمُ الْغَيْبِ وَ الشَّهادَةِ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحيم
“Dialah Allah, Yang tiada tuhan selain Dia; Yang Maha Menge­tahui yang ghaib dan yang nyata. Dia adateh Maha Murah, Maha Penyayang.

23 – هُوَ اللَّهُ الَّذي لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُ

Dialah Allah, yang tiada Tuhan selain Dia !  Maha Raja ,Maha Suci, Maha Sejahtera,Yang Mengurniakan Keamanan , Maha Memelihara , Maha Perkasa, Maha Gagah , Yang Membesarkan Diri;Maha Sucilah Allah dari apa pun yang mereka persekutukan. “

24 – هُوَ اللَّهُ الْخالِقُ الْبارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْماءُ الْحُسْنى‏ يُسَبِّحُ لَهُ ما فِي السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ وَ هُوَ الْعَزيزُ الْحَكيمُ
“Dialah Allah, Maha Pencipta , Yang Mengadakan , Yang Membentuk rupa , BagiNyalah nama-nama yang baik. Bertasbih kepadaNya apa pun yang ada pada sekalian langit dan bumi , Dan Dia adalah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”


Tentang Beliau

Banyak  tulisan yang telah saya buat tapi saya belum pernah menulisnya. Saya pikir inilah saat yang tepat untuk membuat tulisan tentang beliau. Siapa sebenarnya beliau tersebut ? Silahkan baca tulisan ini.

Beliau Bergaya Di depan Mobil Anaknya Di Seattle, WA (dok.cech)

Saat ini beliau berumur 70 tahun. Walaupun sudah berumur dan sakit stroke tapi beliau masih mempunyai semangat hidup dan ingin melihat anak cucunya sukses dalam kehidupan di dunia. Selama 4 tahun ini saya selalu menemaninya secara penuh dalam suka maupun duka. Sebelumnya saya lebih banyak meninggalkan beliau dan tidak pernah mau tahu apa saja yang telah dialaminya. Tapi sejak bapak saya meninggal dunia, sebagai anak yang diamanahkan oleh almarhum maka mau tidak mau harus menjaga, merawat dan menemani beliau dalam segala situasi dan kondisi.

Beliau ini memang luar biasa fisiknya. Dokter Spesialis jantungnya sampai geleng-geleng kepala karena masih punya keinginan hidup walaupun sudah 8 kali mengalami koma. Sayapun secara pribadi juga merasa heran. Ternyata Allah SWT memang Maha Segalanya dan dengan Qudrat-Iradat-Nya beliau masih hidup sampai saat ini.

Kata orang, manusia akan kembali seperti anak-anak dengan sifat kekanak-kanakannya apabila telah berumur uzur. Nah itulah yang dialami beliau pada saat ini. Tetapi saya menganggapnya sebagai cermin bagi diri agar kekuatan kasih sayang antara orang tua dan anak tetap langgeng. Kadang-kadang saya merasa kesal dan sebal dengan segala tingkah lakunya. Saya memakluminya karena penyakit stroke-nya itulah yang menjadi salah satu penyebab sifatnya seperti anak-anak yang meminta perhatian. Bagaimanapun juga saya tetap menyayanginya lahir batin.

Banyak hal menarik yang dimiliki oleh beliau dan saya mensyukurinya karena setidaknya istiqomah saya tetap terjaga. Berikut adalah beberapa hal unik dalam diri beliau :

Kemarin saya mendapat kabar dari bibi, pembantu di rumah kalau seharian beliau merasa gelisah. Kegelisahan beliau sempat membuat saya kuatir. Jangan-jangan penyakitnya kambuh lagi atau ada hal pelik yang dipikirkannya. Apakah tentang saya bersama adik dan kakak saya atau tentang cucunya yang mungkin minta sesuatu kepada beliau. Sesampainya di rumah, beliau sedang duduk di kursi rodanya sambil menonton acara televisi. Saya menanyakan ada apa gerangan yang membuat beliau merasa gelisah seharian ini. Tahukah ? Apa yang membuat beliau gelisah ? Ternyata oh ternyata beliau gelisah karena banyak pikiran. Apa sich yang dipikirkan oleh beliau. Beliau menjawab kalau seharian ini kepikiran tentan nasib KAMILA. Jiaaaah ternyata beliau gelisah karena memikirkan tokoh dalam sinetron di sebuah stasiun televisi swasta hahahahaha…

Waduh !!! Rupanya benar-benar kena virus sinetron. Saya bertanya mengapa harus capek-capek memikirkan KAMILA . Wong bukan saudara apalagi teman sampai begitu sekali gelisahnya hehehe. Dengan santainya beliau mengatakan KAMILA lah yang selalu menemaninya di tempat tidur sampai beliau tertidur. Beliau bertanya kepada saya, apakah saya mau secara intens menemaninya sampai beliau tertidur. Pertanyaan yang sangat menusuk hati saya dan mengingatkan saya tentang arti sebuah perhatian yang tulus.

Keunikan lainnya adalah beliau punya kebiasaan kalau ketemu adik kakak saya selalu meminta uang. Dengan gayanya seperti preman, beliau minta setoran hahahaha. Hal sepele tapi mengandung arti yang mendalam. Kadang-kadang hal seperti ini membuat jengkel terutama pada saat kami tidak punya uang. Tanpa sadar kami bersaudara kurang menyadari dan mengatakan sebetulnya uang tersebut diperuntukkan untuk apa dan siapa. Paling-paling untuk cucu-cucunya. Padahal beliau pernah bicara dengan saya kalau bukan masalah besaran nilai uang tapi kembali lagi masalah perhatian anak kepada orang tua. Kata beliau diberi uang seadanyapun, beliau senang menerimanya. Setidaknya merasakan uang dari hasil jerih payah anak-anaknya. Waduh kena dech hati kami semua.

Beliau dengan tanaman peliharaannya (dok.cech)

Kemudian sering kali saya merasa heran karena beberapa kali saya ditagih oleh tukang sayur yang biasa mangkal di depan rumah. Rupanya beliau sering membeli sayur mayur, daging dan lain-lain tapi tidak pernah bayar. Memang tidak terlalu sering tapi cukup menyebalkan dan merepotkan juga. Iya kalau saya lagi punya uang, coba kalau tidak punya uang maka muka mau ditaruh dimana hahahaha. Mau tidak mau akhirnya saya bayar juga. Hal ini sering saya ingatkan kalau tidak punya uang jangan ngebon ke tukang sayur. Memalukan saja. Tetapi dengan entengnya beliau menjawab, kalau beliau melakukan itu karena saya. Kok saya sich ? Ya, emangnya pada saat teman-teman saya sedang berkumpul dan makan-makan di rumah, makanannya datang dari langit hehehehe. Ohhhh rupanya beliau selalu memperhatikan saya baik lewat telpon maupun informasi keponakan kalau teman-teman saya akan datang pada suatu hari. Luar biasa, perhatian sekali beliau kepada saya.

Masih banyak hal yang bisa diceritakan tentang beliau. Mungkin tangan saya bisa capek menulisnya. Tapi ada satu pelajaran yang didapat yaitu “Kasih Orang Tua Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Galah