Pemerintah AS Menggunakan Kenarcisan FB Dalam Mengungkap Pemalsuan Pernikahan

shrink4men.wordpress.com

 

Pada saat ini Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (U.S. Department of Homeland Security) menggunakan situs jaringan sosial seperti Facebook untuk melakukan pengintaian terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam pemalsuan pernikahan untuk memperoleh kewarganegaraan.

Pada tanggal 13  Oktober 2010 Electronic Frontier Foundation membuat laporan yang  berisi link dalam bentuk  memo yang ditulis oleh U.S. Citizenship and Immigration Services (CIS). Dalam memo tersebut CIS merinci bagaimana cara mendeteksi penipuan dan agen Keamanan Nasional membuat profil online untuk “melihat kehidupan sehari-hari  pemohon yang diduga melakukan aktivitas penipuan. ” CIS adalah sebuah institusi kepanjangan tangan Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Laporan ini menjelaskan bahwa pada umumnya, orang-orang di beberapa situs berbicara dengan jujur dalam jaringan mereka karena semua teman dan keluarga mereka berinteraksi  melalui (Instant Messages) IM’s, Blog (Weblog jurnal) dan lain-lain. Jejaring sosial memberikan kesempatan Fraud Detection and National Security (FDNS) untuk   mengungkapkan penipuan dengan melakukan browsing situs-situs tersebut dan melihat apakah pemohon dan penerima berada dalam hubungan yang valid atau mencoba menipu CIS tentang hubungan mereka. Laporan ini tidak memberitahu petugas imigrasi untuk mengungkapkan identitas mereka atau afiliasi pemerintah ketika bergabung dengan jaringan sosial seseorang.

Memo berisi enam langkah untuk membimbing agen tentang cara membuat profil dan bergabung ke dalam jaringan sosial seseorang serta memanfaatkan  link Wikipedia untuk melihat daftar lengkap dari situs- situs tersebut.

Langkah-langkah tersebut  menunjukkan kepada agen bagaimana cara untuk mendaftar dan membuat profil, jaringan-jaringan mana saja yang memperbolehkan agen bisa bergabung seperti  jaringan  perguruan tinggi, pekerjaan, kampung halaman dan bagaimana secara efektif “mengumpulkan daftar besar dari teman” dengan bergabung  pada jaringan lebih banyak serta mengirimkan berbagai permintaan teman.

Karakteristik Pengguna Internet Di Amerika Serikat

http://www.pewinternet.org

Pew Internet dan American Life Project melakukan sebuah survey tentang karakteristik pengguna internet di Amerika Serika. Survey tersebut menemukan hampir 70 % orang Amerika menggunakan Internet untuk menonton satu atau lebih hal berikut: video klip, acara TV, film dan video pendidikan. Survey juga menemukan bahwa orang dewasa berumur 18-29 tahun terus menjadi konsumen terberat video online.

Melalui wawancara telepon terhadap 700 pengguna Internet di Amerika jSerikat ternyata terjadi kenaikan pemirsa video internet sejak tahun 2007. Rating permisa video lucu meningkat dari 31 % menjadi 50 % pada pengguna internet dewasa. Demikian pula, pemirsa video pendidikan meningkat 16 %; film, acara TV pemirsa meningkat dua kali lipat menjadi 32 %, dan pemirsa video politik juga dua kali lipat menjadi 30 %.

Penyebaran broadband, peningkatan penggunaan situs jaringan sosial dan memperbarui statusnya seperti Facebook dan Twitter, popularitas situs video-sharing seperti YouTube, dan fitur video dengan jumlah tak terhitung dari situs web, memberikan kontribusi besar terhadap meningkatnya jumlah orang menonton video online,

Studi ini menemukan bahwa 8 % dari pengamat video online telah terhubung komputer mereka ke televisi mereka untuk menonton video online, dan 10 % dari pengamat video online telah membayar untuk menonton atau mendownload video.

Di sisi lain, banyak orang yang meng-upload konten mereka sendiri juga. Pew menemukan bahwa 14 % pengguna internet telah meng-upload video ke YouTube atau situs serupa. Itu hampir dua kali lipat jumlah pengunduh video pada tahun 2007.

Menariknya, survei ini juga mengungkapkan bahwa orang-orang jauh lebih tertarik pada streaming film dan acara TV dari situs atau layanan seperti Netflix daripada mengunduh video file ke komputer mereka untuk dimainkan kemudian. Lebih dari 60 % dari pengguna Internet menonton acara TV dan film dari situs streaming. Hanya 23 % saja yang mengunduh video.

NB: Bagaimana dengan Indonesia ??? Seharusnya Kementerian Komunikasi dan Informasi melakukan survey serupa agar kita bisa tahu karakteristik pengguna internet di Indonesia

Fakta Kehidupan Seks Remaja Amerika Serikat

Teenager (condomelite.com)

Sebuah study National Survey of Family Growth di Amerika Serikat menemukan beberapa fakta baru tentang kehidupan seks remaja-remaja di sana. Walaupun hasilnya tidak signifikan dibandingkan dengan hasil survey tahun 2002. Uniknya, kebanyakan orang tua tidak pernah menyangka kalau anak-anak mereka telah melakukan hubungan seks. Berikut ini adalah beberapa fakta tentang kehidupan seks remaja di Amerika Serikat :

1. 4 dari 10 remaja Amerika Serikat (15-19 tahun) dan belum menikah telah melakukan hubungan seksual setidaknya sekali.

2. Remaja belum menikah berumur 18 dan 19 tahun telah berhubungan seks sekitar dua kali lipat dibandingkan dengan remaja berumur 15-17 tahun. Perempuan berusia antara 15-17 tahun, sekitar 28 persen mengatakan mereka pernah berhubungan seks dibandingkan dengan 60 persen untuk wanita berusia 18 dan 19 tahun. Untuk laki-laki, 29 persen dari mereka berusia 15-17 tahun mengatakan pernah berhubungan seks dibandingkan dengan 65 persen bagi mereka yang berusia 18 dan 19 tahun.

3. Di antara remaja yang belum menikah, hampir 8 dari 10 perempuan (79 %) dan hampir 9 dari 10 laki-laki (87 %) menggunakan beberapa bentuk kontrasepsi saat melakukan hubungan seksual pertama mereka. Untuk sebagian besar, remaja yang menggunakan kontrasepsi telah berubah sedikit sejak tahun 2002. Kondom tetap metode yang paling umum digunakan.

4. Pada 2006-2008, 52 % dari remaja perempuan belum menikah dan 71 % dari remaja laki-laki yang pernah menikah seks dalam empat minggu sebelum wawancara menggunakan kondom setiap kali mereka berhubungan seks.

5. Kurang dari separuh remaja laki-laki belum menikah (47 %) melaporkan mereka akan “sangat sedih” jika mereka punya pasangan hamil, sementara 58 % remaja perempuan belum menikah mengatakan mereka akan sangat kecewa jika mereka hamil.

6. 22 % gadis remaja seksual berpengalaman dan 24 % remaja laki-laki berpengalaman seksual mengatakan mereka akan “sedikit senang” atau “sangat senang” jika mereka untuk hamil (atau mendapatkan pasangan hamil).

7. Sekitar 71 % perempuan dan 64 % laki-laki menyatakan “setuju” atau “sangat setuju” bahwa “tidak apa-apa untuk seorang perempuan yang belum menikah untuk memiliki anak” Persentase untuk laki-laki telah meningkat tajam sejak tahun 2002 yaitu hampir 50 %. Mereka setuju atau sangat setuju dengan pertanyaan ini. Persentase untuk wanita masih tetap sama selama periode waktu.

Capsaicin VS Kegemukan

Salah satu komponen pada cabe, capsaicin ternyata dapat menyebabkan penurunan berat badan dan melawan penumpukan lemak dengan memicu perubahan protein tertentu yang menguntungkan tubuh. Sebuah studi baru yang dilakukan pada tikus, capsaicin dapat membantu menghasilkan pengobatan untuk obesitas manusia.

Capsaina (http://en.wikipedia.org/wiki/File:Kapsaicyna.svg)


Jong Won Yun dan rekan-rekannya, para peneliti dari Universitas Daegu di Korea menunjukkan bahwa obesitas merupakan ancaman dunia kesehatan masyarakat yang utama dan berkaitan erat dengan diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya. Laboratorium penelitian telah mengindikasikan bahwa capsaicin dapat membantu melawan obesitas dengan mengurangi asupan kalori, penyusutan jaringan lemak, dan menurunkan kadar lemak dalam darah. Bagaimana capsaicin dapat memicu efek yang menguntungkan tersebut ?

Dalam upaya untuk mencari tahu, para ilmuwan memberikan diet tinggi lemak dengan atau tanpa capsaicin ke tikus laboratorium yang digunakan untuk mempelajari obesitas. Tikus-tikus diperlakukan dengan capsaicin telah kehilangan 8 persen dari berat badan mereka dan menunjukkan perubahan paling sedikit 20 protein kunci yang ditemukan di lemak. Protein yang diubah bekerja untuk memecah lemak.

Temuan ini secara rinci dapat dibaca dalam jurnal American Chemical Society of Proteome Research