Brunei Darussalam : Masjid Jame Asr’ Hassanil Bolkiah Sebagai Simbol Indahnya Islam

Selepas mengelilingi Kampong Ayer selama 1,5 jam, kami memutuskan kembali ke hotel. Di hotel kami mencari informasi bagaimana caranya kami dapat pergi ke Masjid Jame Asr’ Hassanil Bolkiah, salah satu masjid termegah di Brunei Darussalam. Oleh resepsionis hotel, kami disarankan untuk menggunakan bas nombor 01 di terminal bus utama Bandar Seri Begawan yang letaknya berada di Jalan Cator. Ternyata letaknya terminal bus tepat berada di belakang hotel kami. Tanpa banyak tanya lagi, kami berjalan kaki ke belakang hotel.

2014-05-15 09.09.03

2014-05-14 12.06.10

2014-05-15 10.23.31
Tulisan di jok bas

Kami sempat kaget pada saat melihat terminal bus tersebut. Sangat berbeda sekali dengan terminal bus di Indonesia. Terminal busnya kecil dan terletak di bawah gedung perkantoran tetapi bersih lingkungannya. Mudah sekali menemukan bas nombor 01. Di kaca depan bas tertulis Kiulap. Kiulap  adalah nama jalan sekitar Masjid Jame Asr’ Hassanil Bolkiah. Walaupun berukuran sedang, bas di Brunei dilengkapi dengan AC dan dikenai ongkos 1 Brunei Dollar.  Segeralah kami masuk ke dalam bas dan terlihat seorang supir pria serta satu orang kondektur wanita. Hanya dalam hitungan menit, bas segera jalan.

Waktu tempuh yang dibutuhkan dari terminal bus ke lokasi Masjid Jame Asr’ Hassanil Bolkiah sekitar 15 menit. Memasuki jalan Kiulap sudah terlihat dengan jelas bangunan masjid nan megah dengan kubah emasnya. Ternyata kami masuk dari pintu timur. Dari jalan raya ke masjid berjarak sekitar 200 meter.

2014-05-15 09.54.01
Lambang Kerajaan Brunei Darussalam di pintu gerbang

2014-05-15 09.53.37

2014-05-15 09.53.06

Sisi timur
Sisi timur

Lingkungan sekitar masjid terasa teduh karena dikelilingi oleh pohon-pohon besar yang rindang. Walaupun mendekati pertengahan hari yang terik, Suasana nyaman terasa di hati. Makin mendekati masjid, kami makin dibuat kagum dengan bangunan masjid yang megah, didesain secara detil lengkap dengan tempat penitipan alas kaki, taman, air mancur dan tempat duduk yang membuat hati terasa sejuk dan damai. Beberapa kali kami melihat bas pesiaran yang keluar masuk membawa turis yang datang (terutama turis dari Tiongkok) ke masjid ini. Jepretan foto mengabadikan setiap detil dan sudut yang ada di masjid ini. Sekali lagi tak ada kata terucap kecuali kekaguman.

Perlu diketahui Masjid Jame Asr’ Hassanil Bolkiah dibangun untuk memperingati 25 tahun bertahtanya Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah dan Yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam. Masjid secara resmi pada hari Kamis tanggal 14 Juli 1994. Penduduk lokal menyebut masjid ini dengan nama Masjid Kiarong karena terletak di Kampong Kiarong.

2014-05-15 09.40.00

2014-05-15 09.34.35

2014-05-15 09.35.01

2014-05-15 10.06.56

2014-05-15 09.42.07

2014-05-15 09.51.16

2014-05-15 09.49.10

2014-05-15 10.06.04

Masjid ini juga terbuka untuk umum baik lokal maupun manca negara. Seperti biasanya, tiap pengunjung yang ingin masuk ke dalam masjid dipersilakan untuk melepas kakinya. Untuk pengunjung wanita diwajibkan memakai pakaian tertutup seperti jilbab yang telah disediakan di depan pintu masuk masjid apabila ingin masuk ke masjid.Telepon seluler dan kamera tidak diperkenankan dibawa masuk ke dalam. Setiap pengunjung yang datang akan dipandu oleh seorang pengurus masjid. Waktu berkunjung turis telah diatur sedemikian rupa. Kamis dan Jumat, masjid ini ditutup untuk umum. Dari Minggu sampai Rabu, masjid dibuka pada pukul 08.00-12.00, 14.00-15.00 dan 17.00-18.00. Khusus Sabtu, masjid dibuka kecuali dipakai untuk persiapan dan perayaan acara keagamaan Islam.

2014-05-15 09.51.28

2014-05-15 09.51.36

2014-05-15 09.48.50

Walaupun kami tidak masuk ke dalam tapi sudah dapat merasakan  betapa artistiknya bangunan masjid ini. Sebuah arsitektur yang dibangun dengan cipta rasa karsa tinggi yang melambangkan indahnya Islam. Subhanallah.

Islamku

Aku terlahir sebagai muslim atau beragama Islam. Aku Islam karena ibu bapakku Islam. Bukan hanya itu saja kakek nenek sampai kakek nenek buyutku (3 generasi di atas kedua orang tua ku beragama Islam). Sedangkan kakeknya kakek buyutku beragama Hindu. Mungkin kalau ditelusuri berdasarkan silsilah keluarga baik dari ibu dan bapak ada yang animisme dan dinamisme.

Sebagaimana layaknya anak-anak Indonesia, sewaktu kecil orang tuaku mengharuskan aku dan kakak adikku untuk mengaji. Dipanggillah seorang ustad untuk datang ke rumah mengajari kami tentang Islam. Mulai belajar Juz Amma, menulis huruf Arab, Rukun Islam, Rukun Iman, sampai membaca Qur’an 3 kali seminggu. Terus terang aku lebih banyak “bolos” pada ustad datang ke rumah dengan berbagai alasan sehingga aku sadar pada saat itu aku kurang suka dengan pelajaran yang diberikan ustad. Walaupun demikian bapakku menerapkan disiplin yang tinggi, tiap hari pukul 4.30 pagi selalu membangunkan kami anak-anaknya untuk sholat subuh. Tidak mau bangun pasti dimarahi beliau. Kembali lagi emang dasarnya nakal maka aku punya banyak cara agar tidak dimarahi oleh bapakku. Bangun pagi aku langsung masuk kamar mandi pura-pura wudhu dengan cara membuang-buang air biar terdengar seperti orang sedang berwudhu. Kulakukan dalam waktu cukup lama di kamar mandi sampai bapakku pergi.

Perlu diketahui lingkungan di kompleks rumah kami, mayoritas Muslim dan kebetulan tetangga depan rumah kami adalah keluarga Katolik yang taat. Tetapi kami hidup rukun dan toleransi selalu terjaga. Pada saat hari Raya Idul Fitri, mereka mengirimkan makanan ke rumah dan mengucapkan selamat. Begitupun sebaliknya saat mereka merayakan natal, kedua orang tua kami datang berkunjung dan pada saat itu damai sekali karena tidak ada perdebatan yang memusingkan kepala antara boleh atau tidak. Intinya adalah kami saling menghormati dan menghargai agama dan keyakinan yang kita anut.

Mulai usia remaja sampai masa kuliah, kemalasanku belajar tentang Islam berubah menjadi keingin tahuan tentang Islam. Ajakan teman-teman tentang beberapa pengajian aku ikuti sampai pernah bersentuhan dengan ajaran NII. Karena aku mempunyai prinsip tak kenal maka tak sayang. Tidak mau berkomentar tentang ajaran tertentu sebelum aku masuk, melihat, mendengar, mengamati dan mempelajari sehingga aku tahu apakah ajaran ini benar atau tidak tetapi semua itu kuanggap sebagai pengalaman hidup dan kusimpan dalam hati tanpa perlu obral cerita bahkan menfitnah macam-macam tentang suatu ajaran walaupun ajaran tersebut sesat.

Terus terang pada saat itu keingintahuanku tentang Islam agamaku sedang tinggi-tingginya. Semua ibadah yang dilakukan bukan hanya Rasulullah SAW tapi nabi-nabi yang lain aku kerjakan. Selain Sholat Wajib 5 waktu maka sholat sunnah aku jalani. Bukan hanya puasa bulan Ramadhan saja tetapi puasa senin kamis, puasa Nabi Daud AS dan puasa-puasa yang lain. Kemudian apa yang kudapatkan dari apa yang sudah dijalankan ? Aku tidak mendapatkan apa-apa dan  merasa makin tidak tahu apa-apa. Ketenangan iya tetapi aku tidak mendapatkan ruh Islam yang hakiki. Kok hanya segitu saja Islamku ini.

Sampai suatu masa, aku bertemu dengan Kakek Buyutku (aku memanggilnya Uyut). Melalui Uyutlah, aku mendapatkan pencerahan tentang apa itu Islam yang dasar sekali. Dan Uyutlah, aku sadar bahwa Islamku selama ini adalah Islam karena orang tuaku Islam bukan Islam karena aku mencari dan meyakini sendiri. Itulah awalnya aku mendekontruksi Islam yang kupeluk. Gila ! Itulah perkataan yang ke luar dari mulut teman-teman dekatku. Ya memang aku sedang gila, gila mencari Islamnya Allah SWT. Kuncinya adalah Keimanan. Belajar tentang keimanan dulu baru belajar Islam sehingga menjadi Ihsan.

Ajaran pertama yang diberikan oleh Uyut adalah Iqra (Membaca). Bukan hanya membaca kitab/buku tetapi membaca alam semesta. Setelah mengerti apa yang dibaca maka istiqomahlah sehingga aku mengerti Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Ajaran tentang keIslaman yang mendasar  pertama kali dan selalu kuingat adalah tentang sajadah.

” Sudahkah kamu sholat “

” Sudah, Yut ? “

” Apa yang kau dapatkan dari sholatmu ? “

” Susah untuk diungkapkan tapi saya merasakan ketenangan batin “

” Hanya itu saja “

” Banyak tapi … “

” Stop stop stopppp saya sudah tahu “

Begitulah pertanyaan pertama kali ketika saya bercerita tentang sholat. Hanya itu saja. Eits !!! Nanti dulu, bagaimana dengan sajadahnya. Sajadah ? Iya sajadah, sudahkah kau genggam sajadah dimana kau berdiri, sujud dan duduk di atasnya. Apa maksudnya ? Carilah jawabannya. Tetapi bagaimana ? Yang penting khan kita telah menjalankannya sesuai dengan rukun dan sunnahnya. Sholat merupakan tiang agama dan sudah menjadi kewajiban bahkan kebutuhan hidup. Tapi yakinkah Sholatnya diterima oleh Allah SWT ? Apa hubungannya dengan sajadah ? Bagaimana dengan amar ma’ruf nahi munkar ?

” Mari kita memulainya dengan sajadah ” ujar uyut

” Oke Yut, saya mendengarkan “

” Jangan hanya mendengar tapi direnungkan. Kalau sudah ketemu harus dilakukan “

” Baik Yut “

” Baik apanya ?! Kau harus menjawab dulu pertanyaan mendasar tentang sebuah sajadah “

” Pertanyaan ? Apa lagi yang ingin Uyut tanyakan “

” Sepele dan mudah. Saya yakin kamu bisa menjawabnya “

” Apa itu Yut ? “

” Pertama, berapa kali dalam seminggu, sebulan atau setahun kamu mencuci sajadahmu ? “

” Ehhh berapa ya. Jarang sekali saya mencucinya bahkan bisa tahunan tidak mencucinya “

” Jadi sampai bulukan sajadahnya sampai-sampai kamu lupa mencucinya “

” Hehehehe iya Yut “

” Okelah, pertanyaan kedua adalah pernahkah kau mengukur panjang dan lebar sajadahmu “

” Iseng amat Yut sampai-sampai saya harus mengukur sajadah. Khan hanya sebuah sajadah. Setelah selesai Sholat dilipat dan diletakkan di tempat yang bersih . Kemudian dipakai lagi kalau ingin sholat “

” hahahaha kasihan sekali kamu “

” Maksudnya ? “

” Bagaimana kau mengerti tentang Tuhanmu. Sementara kau sendiri tidak pernah mau tahu terhadap apa yang kau miliki. Ingat Allah SWT Maha Mengetahui segalanya. “

” Jadi… “

” Ya ukurlah. “

Kemudian saya mengambil meteran dan mengukurnya.

” 66 cm x 109 cm  Yut “

” Bagus… tapi mengertikah kamu dengan angka-angka dalam ukuran sajadahmu “

” Aduh,  Uyut makin membuat saya pusing saja “

” Itu simbol anakku. Angka-angka tersebut memberikan makna bahwa itulah porsi dan posisimu di dunia. Biar kamu mengerti seberapa besar dirimu yang sebenarnya. Dan segi empat dari sajadahmu adalah format atau matra atau norma atau aturan main yang harus kamu jalani di dunia agar kau tidak menyeleweng dan berbuat semaunya. Ada aturan Allah yang berlaku di dunia maka kamu harus mentaatinya. Itulah arti sebuah ketakwaan diri. Satu hal sajadah itu pula sebagai simbol bagi luasnya tubuh kamu bila kamu mati dan dikubur nantinya.  Ingat kamu harus tahu berapa porsimu dan dimana posisimu “

” Wao, saya selalu ingat. Ini luar biasa sekali “

” Nah kembali lagi ke sajadah. Kalau kamu sudah tahu luasnya sajadah yang kamu miliki maka kamu sudah sewajarnya menjaga dan memeliharanya dengan baik terutama dalam hal kebersihan. “

” Ohh gitu Yut “

” Ya, masa kamu bisa bersih bila pergi ke undangan perkawinan, bertemu pacar, kolega bisnis dan lain-lain tetapi kamu tidak berusaha bersih untuk tempat kamu berdiri, duduk dan sujud  pada saat bertemu dengan PemilikMU “

” Ya ya ya saya mengerti “

” Mengerti apa ??? Masih ada pertanyaan ketiga “

” Aduh apalagi sich Yut “

” Jangan aduh-aduh, jawab saja. Pertanyaannya adalah berapa banyak sajadah yang kamu miliki ? “

” Satu dong Yut hehehe Ini buat pribadi. Punya satu karena hanya sanggup beli satu hehehe “

” Pribdi ? Benar pribadi ? Jujur ya apakah ada orang lain yang memakainya “

” Ada juga Yut. Itu kalau ada tamu atau teman yang datang dan meminjam sajadah buat sholat. “

” Bagus hehehe kamu jujur tapi kurang pas “

” Kurang pasnya ? “

” Tahu khan kamu, kalau kamu ingin bertemu dengan Allah maka kamu harus bersih dari najis baik besar maupun kecil. Intinya harus bersih  “

” Betul Yut. Terus … “

” Yakinkah kamu kalau orang lain yang memakai sajadahmu bersih dari najis “

” Yakinlah Yut khan mereka wudhu dulu “

” Betul tapi yakinkah setelah wudhu mereka tidak menginjak najis misalnya mengerikan kaki di keset kamar mandi. “

” Hahhhh benar juga ya “

” Nah maka itu kamu harus perhatikan dan jaga sajadahmu. Ibarat rumah sendiri yang tidak boleh sembarangan orang masuk dan mengotori  isi rumah “

” Benar Yut. Terus apa yang harus saya lakukan ? “

” Mudah kamu harus mempunyai sajadah lebih dari satu. Satu untuk pribadi, satu untuk tamu atau kalau perlu satu sajadah dipakai dalam perjalanan alias bisa dibawa-bawa kemanapun kamu pergi. “

” Ribet sekali Yut “

” Ya tidaklah. Katanya kamu ingin sholat kamu diterima secara haqqul yaqin  oleh Allah SWT. Bagaimana haqqul yaqin diterima oleh Allah SWT kalau kamu sendiri tidak yakin atas diri dan segala yang kamu miliki “

” Luar biasa. Apalagi Yut “

” Tidak ada, hanya itu saja. Ingat ! GENGGAM ERAT-ERAT SAJADAHMU

” Ini saja Yut “

” Iyaaaaa. Yang lainnya nanti kalau Uyut lagi happy dan berbunga-bunga hatinya hehehehe “

Sampaikan Walau Hanya 30 Juz

Tulisan ini dibuat dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an dan menyambut 10 hari terakhir umat Islam berpuasa. Banyak peristiwa atau kejadian yang menyertai kita dalam beberapa hari puasa Ramadhan ini. Ada yang menyejukkan tapi banyak pula yang membuat kita mengurut dada (miris) melihat dan mendengar. Lihat saja banyaknya alim ulama “dadakan” sejajar dengan para selebritas, “pelacur alim ulama” (membelokkan ayat karena uang), alim ulama yang tidak ngalemi (bukan menyejukkan umat malah manas-manasi) dan sebagainya.

Sudah terlalu sering kita mendengar kalimat “Sampaikan walau hanya 1 ayat”. Kalimat tersebut mengandung kebersahajaan Islam karena dengan satu ayat saja maka mempunyai makna/nilai hakiki yang luar biasa. Sayangnya kalimat tersebut diucapkan hanya sebagai “bumbu penyedap” agar dianggap keislaman kita tanpa dikaji dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi tidak salah kalau mulai saat ini jangan tanggung-tanggung untuk mulai mengkampanyekan “Sampaikan walau hanya 30 Juz”. 30 Juz? Artinya satu Qur’an yang utuh? Ya, benar sekali karena tiap-tiap ayat dalam Qur’an bersinerji, berkesinambungan dan komprehensif (utuh yang mutlak) sehingga tidak sepotong-potong memahami dan melaksanakannya.

Dahulu waktu masih kecil, mbah saya pernah mengatakan ” Qur’an mengandung 3 hal yaitu Rubudiyah, Mulkiyah dan Uluhiyah ” Pada saat itu saya belum mengerti maksud si mbah. Lama-kelamaan barulah saya paham bahwa dalam Qur’an bercerita tentang Sang Pencipta, Tempat PenciptaanNya dan Yang DiciptakanNya.  3 hal tersebut terkmaktub jelas dalam surat Al Fatihah sebagai surat pembuka dimana banyak yang mengatakan Al Fatihah adalah Induknya Qur’an.

Dan menariknya Qur’an diakhiri oleh Surat An Nas (Manusia) yang bercerita tentang Manusia Rasa Manusia bukan rasa setan atau jin atau makhluk lain ciptaan Allah.  Jelas sekali kalau kita ingin dianggap Manusia Seutuhnya maka pahami Qur’an secara utuh pula dan tidak sepotong-potong sehingga laku lampah kita seiring sejalan dengan 6666 ayat atau 30 Juz dalam Qur’an. Benar-benar Rahmatan Lil Alamin dan Lillahi Ta’ala.

30 Juz belumlah cukup karena masih banyak sekali ayat-ayat Allah yang terhampar di alam semesta ini. Itulah mengapa manusia diberi akal oleh Allah agar kita berpikir karena disitulah ditunjukkan sejauh mana tingkat keimanan manusia  kepada Allah SWT.  Ingin mendapatkan tingkat keimanan yang tinggi ? ” Sampaikan walau hanya 30 Juz ” 🙂

Apa Itu Mesjid Menurut Media Amerika Serikat ?

The Sultanahmet Mosque, also known as the Blue Mosque, is in Istanbul, Turkey. It was built during the early 17th century. Credit: Steve Allen | Dreamstime

Berita-berita tentang Islam dan umatnya kembali marak di Amerika Serikat. Mulai dari perkembangan mesjid-mesjid di Amerika, ditayangkannya khotbah-khotbah  secara online pada bulan Ramadhan sampai berita pendirian  “Ground Zero Mosque” (Pusat Budaya dan Sejarah Islam ke-13 dan tempat ibadah yang dijadwalkan dibangun dekat lokasi serangan 11 September di New York).

Menurut Pew Forum on Religion & Public Life, pada tahun 2009 ada  sekitar 2,5 juta  Muslim tinggal di Amerika Serikat (dari total 1,57 Miliar Muslim di dunia). Menurut National Public Radio, setidaknya ada  100 masjid di New York City (2 mesjid  berada di dekat Ground Zero) dan ada sekitar 1.000 mesjid  di seluruh Amerika Serikat. Namun belum banyak masyarakat Amerika Serikat yang mengetahui apa saja yang terdapat di lingkungan mesjid-mesjid tersebut.

Pew Forum on Religion & Public Life

Untuk menjawab pertanyaan itu,  Salman Syed, anggota Islamic Circle of North America (sebuah organisasi pendidikan dan kerjasama Muslim) diundang oleh sekelompok media untuk mengunjungi beberapa mesjid di Amerika dengan tujuan memberikan informasi yang lengkap  tentang  apa itu mesjid.

Sebelum memasuki masjid, setiap orang diwajibkan untuk lepaskan alas kakinya  dan menempatkannya pada rak di depan pintu. Hal ini dilakukan sebagai  rasa hormat dan menghindari  lantai tempat shalat kotor. Di dalam mesjid, pada  ruang doa tidak memiliki kursi atau bangku, hanya baris demi baris karpet selaras dengan wajah kota suci Islam dari Mekah di Arab Saudi.

Syed menjelaskan bahwa tujuan utama dari masjid adalah untuk mengatur  dan melakukan  sholat baik wajib lima salat atau sunah  secara berjamaah. Masjid ini biasanya dibuka satu jam sebelum sholat   dan melakukan doa meskipun masjid besar yang terbuka sepanjang hari.

Menurut Syed, laki-laki (tapi tidak perempuan) harus menghadiri Sholat Wajib lima kali sehari yaitu  sebelum matahari terbit (disebut Subuh), siang (Dzuhur), tengah hari (Ashar), setelah matahari terbenam (Maghrib) dan setelah senja (Isha’a). Satu sholat wajib lainnya adalah  shalat Jumat (Juma’a). Jumat adalah hari suci mingguan dalam Islam.

Quran tidak melarang perempuan memasuki masjid, tetapi ada aturan-aturan tertentu yang mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan. Lokasi ibadah perempuan berada dalam ruang yang terpisah dan biasanya dari tempatnya, mereka juga bisa melihat imam (pemimpin salat Jumat) meskipun beberapa masjid menunjukkan imam melalui televisi sebagai gantinya. Syed mengatakan dalam beberapa interpretasi, perempuan lebih suka beribadah di rumah daripada datang ke masjid.

Sebelum sholat, setiap muslim harus  melakukan ritual pembersihan (disebut wudhu) yaitu cuci telinga, wajah, tangan, lengan (sampai dengan siku) dan kaki. Banyak masjid yang mempunyai tempat wudhu dan  toilet yang lebih dengan pusat air mancur besar dikelilingi oleh bangku-bangku kecil; wudu juga dapat dilakukan di kolam  atau air mancur di luar. Dalam kedua kasus, fasilitas tersebut  biasanya terletak di halaman. Laki-laki dan perempuan melaksanakan wudu secara terpisah.

Setiap Muslim diingatkan sebelum  memasuki mesjid harus  melangkah dengan kaki kanan yang pertama dan berkata, “Ya Allah, buka pintu rahmat bagi saya. Begitu masuk, seorang muslim  melakukan sholat sunah dua raka’at dengan sebuah salam masjid (yang disebut Tahiyatul Masjid).

Dekat bagian depan ruang ibadah ada tempat yang  disebut mimbar, Dimimbar itulah  Imam memberikan khotbah pada shalat Jumat. Di dekat mimbar berdiri sebuah ceruk beratap disebut Mihrab. Sudut ini menunjukkan arah Kabah, bangunan berbentuk kubus di Mekah yang merupakan tempat paling suci dalam Islam. Semua masjid yang dibangun menghadap Kabah, dan umat Islam harus selalu mengarahkan wajahnya ke arah ini saat shalat.

Di dalam mesjid, di dindingnya  tertulis kalimat-kalimat yang berasal dari Kitab Suci Al Quran yang merupakan firman Allah SWT yang  diwahyukan kepada Nabi Muhammad pada abad ke-7.  Di dalam mesjid tidak ditemukan adanya gambar atau patung mirip makhluk hidup karena dilarang oleh Nabi Muhammad dan bisa dianggap sebagai penyembahan berhala.

Rak berjajar dengan buku-buku tentang filsafat Islam, teologi dan hukum, bersama dengan koleksi ucapan-ucapan dan tradisi Nabi Muhammad adalah fitur-fitur umum setiap masjid. Kitab Suci Al Quran  diletakkan padat empat kayu (rihal / tawla) dan sengaja disediakan  bagi jamaah untuk memudahkan membacanya dan  menghindari penempatan Al  Quran di bawah tanah.

Setiap masjid memiliki tempat untuk zakat, atau amal, di mana umat Islam dapat menyumbangkan uang untuk membantu orang miskin atau untuk mendukung masjid.

Selain ibadah shalat,  mesjid sering dijadikan tempat  pertemuan  atau tuan rumah untuk kebangkitan rohani dan pendidikan orang dewasa (halaqa). Banyak mesjid mendirikan  sekolah atau madrasah di mana anak-anak dapat mempelajari tradisi, hukum, kitab suci dan kisah para nabi, dan bahasa Arab.

18 % Rakyat Amerika Serikat Meyakini Obama Seorang Muslim

Ada banyak rumor yang menyatakan bahwa Presiden Obama  antikristus. Tetapi rumor yang paling  heboh adalah Presiden Obama  beragama Islam. Sebuah jajak pendapat baru dari Pew Forum on Religion and Public Life menyatakan   18 persen rakyat  Amerika yang disurvei percaya bahwa Obama beragama  Islam berarti telah terjadi peningkatan keyakinan rakyat Amerika tentang agama yang dianut Obama  tersebut sebesar 7 persen sejak Maret 2009.

Obama’s Religious Beliefs (pewforum.org)

Bagi mereka yang mengerti tentang Islam merasa yakin kalau Presiden Obama bukanlah seorang muslim. Alasannya adalah  beberapa petunjuk berikut ini :

Presiden Obama (pewforum.org)

Pertama, Obama membantah dirinya seorang Muslim.  Pernyataan ini  dengan sendirinya telah melanggar ajaran Islam dimana mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai pengakuan keimanannya sebagai muslim   (“Tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad adalah Utusan Allah SWT “). Obama juga tidak pernah terlihat melakukan shalat wajib lima kali sehari  dan menunaikan ibadah haji di Mekah.  Sesuatu yang tidak pernah diperlihatkan oleh Obama selama hampir 600 hari  berkantor di Gedung Putih. Selain itu selama bertahun-tahun Obama selalu menghadiri  Trinity United Church of Christ. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh seorang Muslim yang taat.

Obama juga tidak melakukan puasa di  bulan Ramadhan (bulan kesembilan dan  suci  dalam kalender Islam).  Setiap hari di bulan  Ramadhan mulai dari matahari terbit sampai matahari terbenam, seorang Muslim diwajibkan berpuasa. Tetapi sejak awal puasa (11 Agustus 2010),  Obama terlihat makan pada siang hari. Hal ini  menandakan kalau Obama bukanlah seorang Muslim.

Kemudian ada fakta bahwa Obama tidak pernah menjalankan ibadah haji  ke Mekah sebagaimana diwajibkan oleh Islam (meskipun hanya perlu dilakukan sekali dalam seumur hidup). Secara keseluruhan, Obama tidak menunjukkan perilaku dirinya sebagai muslim.

Jadi mengingat kurangnya bukti bahwa Obama adalah muslim, mengapa begitu banyak orang yang salah informasi tentang hal yang mendasar ini ? Yosua DuBois, Direktur White House Office of Faith-Based and Neighborhood Partnerships menyalahkan  kampanye informasi yang salah dan “upaya oleh beberapa orang untuk secara teratur memfitnah dan mendistorsi keimanan Obama”.

Unsur yang lain  adalah media berita yang menyebarkan  informasi salah  kepada pemirsanya. Diantara mereka yang percaya bahwa Obama seorang muslim adalah  60 persen orang Amerika yang belajar tentang agama dari media. Walaupun setiap hari Obama berdoa dan bertemu dengan penasehat spiritual Kristen, tapi Obama telah memilih untuk menutupi keimanannya sebagai hal yang sangat  pribadi.

” Istighfarlah, Ketika Kamu Memberikan Nasehat “

abihafiz.wordpress.com/2010

Kok Istighfar ? Menurut saya, apa yang dikatakan Eyang ada benarnya karena saya sering mengalami kejadian yang kurang mengenakkan setelah saya memberikan nasehat kepada orang lain ibarat pantulan diri pada saat bercermin.

Istighfar dalam perkataan Arabnya astaghfirullah, bermakna “Saya meminta keampunan Allah“. Jadi mengandung makna maaf dan doa permohonan ampun  kepada Allah. Perkataan Istighfar seringkali diucapkan pada kehidupan sehari-hari  terutama dalam pergaulan sesama manusia.

Apa hubungannya dengan nasehat ? Nah ini yang disampaikan oleh Eyang kepada saya. Kadang kala kita merasa mendapatkan penghormatan ketika ada banyak orang yang mempercayai diri kita sebagai tempat meminta saran,  nasehat, curhat atau apapun namanya terhadap masalah yang mereka hadapi. Pada saat kita menyampaikan saran atau nasehat, tanpa disadari kita telah melakukan perbuatan riya (sombong atau pamer diri).

Karena sebetulnya pada saat kita memberikan nasehat maka setan telah masuk ke dalam diri dan menghasut dengan riang gembira. Setan secara terus menerus menggoda diri dengan perkataan, ” Ayo teruskan nasehatmu. Kamu memang orang hebat, pintar dan hebat. Buktinya orang-orang membutuhkanmu, mendengarkan dengan seksama, mengagumi, mempercayai dan menghormati kamu layaknya  seorang alim. “

Hal itulah yang sering saya alami dan menariknya seperti ada pantulan ke diri sendiri. Seolah-olah Allah SWT dengan Rahman RahimNya mengingatkan diri lewat kejadian yang sama persis dengan masalah yang dihadapi oleh orang yang telah meminta nasehat kepada saya. Jadi sepertinya Allah SWT (Astaghfirullah al adzim) ingin mengetahui kemampuan diri apakah sanggup menghadapi dan menyelesaikan masalah yang sama  dengan orang yang telah meminta nasehat kepada saya.

Jadi tidaklah salah, ketika Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha memberikan  kesaksiannya sebagai berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ

Aisyah radhiyallahu’anha berkata: ”Nabi shollallahu ’alaih wa sallam senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan.” (HR Bukhary 558)

Kesimpulannya adalah seringlah kita mengucapkan Istighfar kepada Allah SWT setiap saat atau setiap detik karena tanpa disadari kita sering melakukan perbuatan yang dapat merusak hati terutama  pada  saat kita berpuasa di Bulan Ramadhan dimana aura kesucian bulan tersebut menjadikan diri berusaha menjadi orang baik. Menurut Eyang, Istighfarlah yang akan membawa diri manusia bisa selamat dunia akherat sampai akhir jaman.

Marhaban ya Ramadhan

Kesederhanaan Diri

Hari itu Tjiploek sibuk sekali dengan pekerjaannya yaitu membantu usaha percetakan Pak Hendarmin tetangganya. Dengan terampilnya Tjiploek menyusun halaman demi halaman yang nantinya akan dijilid menjadi sebuah buku. Tanpa terasa hari sudah siang mendekati jam 3 siang. Tiba-tiba Pak Hendarmin memanggilnya untuk datang ke kantornya. Tjiploek segera meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke kantor Pak Hendarmin. Di dalam kantor ternyata tidak hanya ada Pak Hendarmin saja tapi ada juga seorang pria berumur sekitar 50 tahun dengan gaya parlente dan kelihatannya orang kaya yang sedang duduk di sofa.

” Masuk, Ploek. “

” Ya, Pak “

” Oh ya perkenalkan teman saya, Pak Umar “

” Nama saya Tjiploek “

” Pak Umar… “

” Silakan duduk Ploek. “

” Baik Pak. Ada apa Pak Hendarmin ? “

” Begini Ploek. Pak Umar ini teman lama saya. Tadi saya sudah banyak cerita tentang kamu dan beliau tertarik saja dengan kamu. Maka itu Pak Umar ingin berkenalan dengan kamu “

Tjiploek merasa heran dan bertanya-tanya dalam hati mengenai apa saja yang dibicarakan Pak Hendarmin dan Pak Umar tentang dirinya.

” Sudahlah Ploek ga usah dipikirkan. Saya cerita baik-baik kok tentang kamu hehehe “

” Bukan begitu Pak Hendarmin. Saya merasa tersanjung sampai-sampai saya dibicarakan oleh bapak-bapak hehehe “

Beberapa menit kemudian datanglah anak buah Pak Hendarmin membawakan 3 bungkus nasi padang dan minumannya.

” Ayo Ploek, makan dulu. Kamu belum makan khan dari tadi pagi. Lupakan pekerjaan kamu, si Mamat yang akan menyelesaikan pekerjaan penjilidan yang belum rampung “

” Aduh terima kasih Pak “

Di dalam ruangan tersebut Tjiploek, Pak Hendarmin dan Pak Umar makan bersama dengan menu nasi padang.

” Makan siang sudah, sekarang kita ngobrol-ngobrol ” ujar Pak Hendarmin. Tetapi Tjiploek masih bertanya-tanya ada apa gerangan dengan makan siang ini karena tidak biasanya Pak Hendarmin mengajaknya makan bersama.

” Memang asyik kalau sudah makan, ngerokok sambil ngobrol-ngobrol Pak Hendarmin. Ploek, rokok ? “

” Oh ya terima kasih Pak Umar. “

” Ploek, sebetulnya Pak Umar ingin bicara empat mata dengan kamu. Sepertinya beliau punya masalah tapi beliau bilang ingin bicara bertiga saja “

” Ohhh gitu Pak Hendarmin. Memangnya ada masalah apa Pak ? Apa yang bisa saya bantu ? Terus terang saya tidak bisa apa-apa dan tidak mengerti apa-apa “

” Ahhh kamu ini merendah saja Ploek “

” Benar kok Pak Umar. Terus apa masalahnya ? “

” Begini Ploek, saya dengar dari Pak Hendarmin kalau kamu bisa menyembuhkan orang sakit. Katanya kamu biasa membantu orang-orang yang sedang kesusahan “

” Hahahahah aduh Pak Umar Pak Umar. Mau saja percaya dengan Pak Hendarmin. Saya ini bukan dokter, tabib apalagi paranormal hehehe “

” Merendah lagi dech kamu. Saya serius Ploek. Saya ingin minta bantuan kamu untuk menyembuhkan penyakit isteri saya. “

” Sakit apa Pak Umar ? “

” Isteri saya sakit maag  akut. Sudah hampir 10 tahun dan  saat ini sedang sakit di rumah. Saya sudah bawa kemana-mana sampai ke Singapura  tapi tidak sembuh-sembuh juga. Nah saat saya mendengar cerita Pak Hendarmin yang katanya kamu pernah menyembuhkan orang sakit maka itu saya minta tolong sama kamu. Saya percaya karena yang mengatakan Pak Hendarmin. “

” Ayolah Ploek, jangan merendah melulu. Bantu Pak Umar. Kasihan khan beliau ini. “

” Hmmm bolehlah kalau begitu. Terus sekarang isteri di rumah atau di rumah sakit ? “

” Di rumah Ploek. Apakah kamu bersedia ke rumah saya sekarang ? “

” Aduhhh bagaimana ya ” ujar Tjiploek ragu sambil melirik ke Pak Hendarmin.

” Berangkatlah, Ploek. Saya ijinkan ” Pak Hendarmin meyakinkan Tjiploek.

” Bagaimana Ploek ? “

” Oke lah. Saya beres-beres dulu ya Pak “

” Alhamdulillah ” jawab Pak Umar.

Setelah membereskan barang-barang pribadinya di workshop, Tjiploek ikut Pak Umar pergi ke rumahnya. Betapa kagetnya Tjiploek ketika melihat mobil Pak Umar yang sedang parkir di depan kantor. Sebuah mobil mewah berwarna hitam yang biasa dipakai oleh kalangan atas alias orang kaya. Di dalam perjalanan Pak Umar banyak cerita tentang diri dan keluarganya. Ternyata Pak Umar adalah seorang President Director perusahaan Konsultan Pertambangan yang biasa berhubungan dengan perusahaan-perusahaan tambang multi nasional. Beliau memiliki 2 orang anak, anak sulungnya perempuan berumur 20 tahun yang masih kuliah dan anak bungsunya laki-laki masih sekolah di SMA. Sebuah keluarga harmonis dan bahagia. Pak Umar juga seorang yang santun tutur katanya, pintar, dan berpengalaman.

Dalam waktu 1 jam, kami sampai di rumah Pak Umar di Perumahan elit di daerah Karang Tengah, Lebak Bulus. Tjiploek sampai terkagum-kagum melihatnya. Kemudian Pak Umar mengajak masuk ke dalam rumah. Tanpa banyak waktu, Pak Umar membawa Tjiploek ke dalam kamarnya. Di kamar tersebut tampak seorang wanita yang sedang berbaring sakit. Pak Umar langsung memperkenalkan Tjiploek dengan isterinya.

” Bagimana Ploek ? ” tanya Pak Umar.

” Boleh tahu dimana tempat wudhu ? “

Pak Umar menunjukkan tempat wudhu kepada Tjiploek. Kemudian Tjiploek ambil air wudhu dan segera melakukan sholat Maghrib dan dilanjutkan dengan sholat hajat. Setelah berdoa, Tjiploek kembali ke ruang tamu dimana Pak Umar sedang duduk menunggu.

” Begini Pak Umar, terus terang saya tidak bisa apa-apa. Saya hanya perantara Allah. Bila Allah berkehendak dengan kuasaNya, mudah-mudahan isteri Pak Umar dapat sembuh seperti sedia kala. “

” Terus apa yang harus saya lakukan ? Atau adakah syarat khusus ? “

” Ahhh tidak pakai syarat-syaratan, hanya saja Bapak harus membantu saya dengan doa. “

” Okelah Ploek. “

” Besok saya akan datang ke sini lagi karena saya harus mempersiapkan ramuan obat untuk isteri Pak Umar. Bagaimana Pak ? “

” Baiklah. Karena besok saya masih ada acara sampai siang di kantor, bagaimana kalau setelah makan siang kamu datang ke kantor saya. Biar kita bareng-bareng ke sini. “

” Tapi saya tidak merepotkan bapak khan ? “

” Tidak Ploek malah saya yang merepotkan kamu. Oh ya nanti saya telpon Pak Hendarmin  kalau kamu saya [injam satu hari lagi hehehehe “

” Okelah, kalau begitu saya pulang dulu. Sampai ketemu besok siang Pak “

Kemudian Pak Umar memerintahkan supirnya untuk mengantarkan Tjiploek pulang ke rumahnya di bilangan Kebon Jeruk.

Keesokan harinya Tjiploek datang ke kantor Pak Umur den gan membawa dua botol yang berisi air ramuan obat. Setelah menunggu beberapa saat, Pak Umar langsung mengajak pergi ke rumahnya kemarin. Sesampainya di sana, Tjiploek langsung memberikan setengah gelas air ramuannya kepada istri Pak Umar. Ramuan tersebut diminum 3 kali sehari. Setelah itu Tjiploek segera pamit pulang. Pak Umar sempat memberikan imbalan berupa uang tetapi ditolak Tjiploek dengan alasan niat ingin menolong bukan untuk komersil.

Setelah itu Tjiploek tidak pernah mendengar lagi berita tentang kesembuhan istri Pak Umar. Tjiploek hanya pasrah saja kepada Allah. Apabila dijinkan sembuh maka isteri Pak Umar akan sembuh. Tanpa terasa sudah 3 bulan waktu berlalu, Tjiploek masih tetap bekerja di perusahaannya Pak Hendarmin. Selama itu Tjiploek tidak mempunyai firasat apapun sampai suatu hari Tjiploek mendapatkan telpon dari seorang wanita di kantor Pak Hendarmin.

” Halo, apa benar ini Mas Tjiploek ? “

” Benar sekali. Kalau boleh saya tahu, Mbak ini siapa ya ? “

” Saya Dara, anaknya Pak Umar “

” Ohhhh anaknya Pak Umar. Bagaimana kabarnya bapak dan ibu ? “

” Hmm bagaimana ya … begini aja Mas Tjiploek saya tadi disuruh bapak supaya menelpon Pak Umar. Sabtu besok Mas Tjiploek ditunggu Bapak di Hotel Mandarin. Tepatnya restoran Mandarin. Nanti tanya saja dengan orang hotel dimana letaknya “

” Oke, jam berapa ya Mbak Dara ? “

” Malam, Mas. Jam 7 malam. Mas Tjiploek tidak ada acara khan ? “

” Kebetulan tidak ada. Saya akan hadir “

” Baguslah kalau begitu. Oh ya Bapak tadi pesan kalau Mas Tjiploek pakai pakaian yang rapi. Terus pakai sepatu hehehehe. Satu lagi berangkatnya naik taksi saja Mas biar cepat. Nanti bapak yang bayar “

” Aduh Pak Umar bercanda aja. Ya sudah salam buat beliau. Saya akan datang “

Pukul 5 sore, Tjiploek sudah siap berangkat sambil menenteng sepatunya. Memang Tjiploek tidak terbiasa pakai sepatu dan selalu berpakaian sederhana. Banyak orang yang kenal Tjiploek di jalan merasa heran dengan perubahan berpakaian Tjiploek. Ada juga yang meledek penampilannya. Tapi Tjiploek tetap tidak menghiraukan. Beberapa saat kemudian Tjiploek memberhentikan taxi dan memerintahkan supir taxi pergi ke hotel Mandarin. Sesampainya di lobi hotel ternyata sudah ada supir pribadi Pak Umar yang sudah lama menunggunya. Tanpa menunggu waktu, sang supir langsung membayar ongkos taxi. Kemuadia Supir pribadi Pak Umar membawa Tjiploek ke restoran dimana Pak Umar berada.

Betapa kagetnya Tjiploek ketika di dalam restoran, ternyata Pak Umar, istri dan kedua anaknya telah berkumpul di sebuah meja besar. Di meja besar tersebut telah terhidangkan beberapa makanan siap santap.

” Assalamualaikum Mas Tjiploek ” tegur bu Umar.

” Wa alaikumussalam Bu. Bagaimana kabar ibu ? “

” Baik. Ini berkat Mas Tjiploek. “

” Bukan Bu ini berkat kuasa Allah SWT “

” Tapi lewat perantara Mas Tjiploek khan hehehe “

” Sudah-sudah nanti saja ngobrolnya. Sekarang kita makan ” sanggah Pak Umar

” Sebetulnya ada apa sebenarnya ya Pak “

” Sudah nanti saja saya jelaskan. Sekarang kita makan bersama-sama “

Setelah menyantap berbagai makanan yang nampaknya mahal harganya, Tjiploek diajak ngobrol dan bukan hanya oleh Pak Umar tapi seluruh keluarga ikut nimbrung. Rupanya undangan makan ini sebagai perayaan atas sembuhnya isteri Pak Umar. Konon sembuhnya penmyakit istri Pak Umar karena ramuan obat yang diberikan Tjiploek.

” Terima kasih ya Ploek. Kamu telah menolong isteri saya. Lihat Ploek, wajah isteri saya ceria  dan bahagia sekali. “

” Benar sekali Pak. Alhamdulillah Allah telah memberikan kesembuhan kepada isteri Bapak “

” Oh ya Ploek, saya ingin tanya, sudah berapa lama kamu kerja di tempatnya Pak Hendarmin “

” Saya bukan kerja Pak. Saya hanya bantu-bantu saja. Kebetulan Pak Hendarmin sedang kekurangan orang. Jadi saya ikut kerja. Lagipila saya tidak digaji Pak “

” Tidak digaji ? “

” Ya Pak. Memang itu yang saya minta karena Pak Hendarmin orang baik dan sudah sewajarnya saya membantu. Lagi pula Pak Hendarmin memberi makan siang dan bebrapa uang jalan kok. “

” Kamu baik sekali Ploek. Saya mau tanya lagi, kamu ini lulusan apa ya Ploek “

” Hahahaha bapak tanya-tanya ada apa sebetulnya “

” Ah tidak saya hanya ingin tahu saja. Mudah-mudahan kamu bisa bekerja di tempat saya “

” Di tempat Bapak ??? Waduh saya ini hanya lulusan SMA. Sementara pekerjaan di perusahaan Bapak memerlukan lulusan Sarjana. Apa yang bisa saya lakukan di sana hehehe “

” Jangan begitu Ploek. Kamu merendah saja. Saya kurang percaya kalau kamu lulusan SMA “

” Kok kurang percaya Pak ? “

” Ya dari kamu bicara, bahasa tubuh kamu sampai saya mendengar jawaban kamu saat bicara banyak hal tadi. Kelihatannya kamu menguasai banyak ilmu hehehe “

” Aduhhh bapak ini memuji saya terus. Benar Pak saya hanya lulusan SMA. Maaf ya Pak saya merasa tidak pantas bekerja di tempat bapak. Takut mengecewakan Pak Umar nantinya. “

” Ya sudah. Saya tidak memaksa. Nah itu makan penutupnya datang. Ayo Pleok dihabisin “

Kemudian Tjiploek menyantap makanan penutup. Setelah itu Tjiploek meminta undur diri dan mengucapkan banyak terima kasih atas undangan makannya. Sebelum pulang Pak Umar memaksa Tjiploek untuk menerima hadiah darinya walaupun Tjiploek menolak tapi Pak Umar tetap memaksa sehingga Tjiploek mau menerimanya.

================

Sebulan kemudian, ketika sedang di rumah Tjiploek dipanggil oleh bibi pembantu rumahnya. Rupanya ada telepon masuk untuk dirinya.

” Assalamualaikum Mas Tjiploek ? “

” Wa alaikumussalam. Ini siapa ya ? “

” masak Mas Tjiploek lupa dengan saya. Saya Dara “

” Ohhh Dara. Ya ya ya anaknya Pak Umar Khan ? “

” Nah itu ingat. “

” Ada apa nich ? “

” Saya mau minta tolong Mas “

” Minta tolong apa nich ? “

” Saya punya masalah Mas. Gawat sekali maka itu saya telpon Mas. “

” Gawat bagaimana ? Apa Pak Umar tahu masalahnya. “

” Bapak tidak tahu. Saya mohon jangan beritahu Bapak “

” Masalahnya apa kok sampai Pak Umar tidak boleh tahu. “

” Begini aja Mas. Besok jam 9 bisa ketemu saya di kampus. Nanti saya akan ceritakan semuanya. Ada acara nggak Mas Tjiploek ? “

” Besok ya. Pagi khan ?! Okelah. “

” Saya tunggu di parkiran Barat ya Mas “

” Oke “

Besok pagi tepat jam 9, Tjiploek sudah sampai di parkiran barat. Beberapa menit kemudian Dara datang dan mengajak Tjiploek bicara di kantin.

” Ada apa sebenarnya, Ra ? “

” Itulah Mas, ini gawat dan urgen. “

” Urgentnya dimana ? Ayo bicara terus terang. Jangan buat orang kuatir saja terutama orang tua kamu. “

” Begini mas. Saat ini Dara sedang membuat skripsi tetapi sudah beberapa judul skripsi yang Dara sampaikan ke dosen pembimbing selalu saja ditolak. Dara stress Mas Tjiploek. Ini sudah hampir setahun dan tidak ada perkembangan sama sekali. Sementara bapak tanya melulu tentang perkembangan skripsi saya. “

” Maaf saya potong sebentar. Kamu ambil jurusan apa sich ? “

” Akutansi, Mas “

” Waduh berat juga ya “

” Ya Mas tapi kok Mas Tjiploek tahu sich kalau berat “

” Menduga-duga saja hehehe “

” Nah sekarang ini hari terakhir Dara harus mengajukan judul skripsi. Kalau tidak Dara harus mengambil tema yang lain. Sementara tema skripsi yang ini sangat Dara sukai karena datanya lengkap dan sudah sedia. “

” Terus apa yang bisa saya bantu ? “

” Begini Mas, saya ingin Mas Tjiploek menemani Dara untuk menemui dosen pembimbing Dara. Mudah-mudahan saja dengan adanya Mas Tjiploek dosen pembimbing Dara langsung takluk dan memberikan persetujuan dengan judul skripsi Dara ini “

” Hahahaha Dara Dara emangnya saya dukun bisa menundukkan hati orang. “

” Kok tertwa sich. Tuh buktinya ibu saja bisa Mas Tjiploek sembuhkan penyakitnya “

” hahahaha itu lain persoalan Dara. Dan tangan Allah yang bermain dalam kasus ibumu hehehe “

” Pokoknya Dara minta tolong dan bagaimana caranya tangan Allah bisa bermain dan memudahkan jalannya skripsi Dara ini. Jadi tanpa banyak tanya dosen pembimbinglangsung ACC “

” Hehehehe Memangnya siapa sich nama dosen pembimbing kamu ? “

” Namanya Pak Supriyanto “

” Ruangannya dimana ? “

” Emangnya Mas Tjiploek mau menemuinya. Nanti Dara antar “

” Tidak usah. Biar saya sendiri. Dimana ruangannya ? “

” Di lantai dua ruangan no 10 “

” Ya udah saya akan ke ruangannya “

” Tapi Mas…. aduh Mas benar mau menemuinya. Nanti kalau ketemu Mas Tjiploek mau ngapain. Khan tidak kenal “

” Ya silaturahim aja hehehehe. Sudahlah jangan banyak bicara. Mana proposal skripsi kamu. Mudah-mudahan saja Allah membukakan pikiran Pak Supriyanto dan proposal skripsi diterima olehnya hehehe. Kamu tunggu saja di sini.”

Tjiploek langsung mengambil satu bendel proposal skripsi Dara dan pergi menemui Pak Supriyanto di ruangannya. Sementara itu Dara hanya bisa terbengong-bengong saja. Dasar orang nekat dalam hatinya.

Setelah menunggu hampir 1,5 jam, tiba-tiba Tjiploek datang menemui Dara yang menunggunya di kantin. Tjiploek dengan wajah berbinar-binar membawa selembar surat.

” Bagaimana Mas Tjiploek ? “

” Alhamdulillah semuanya selesai. Dosen kamu baik kok. Orangnya senang ngobrol sampai 1 jam lebih saya menemani berbicara hehhe. Oh ya ini ada surat dari Pak Supriyanto untuk kamu. “

Dara masih bingung dan gelisah apalagi menerima surat dari Pak Supriyanto, dosen pembimbingnya.

” Apaaaa …. ACC Mas Tjiploek. Kok bisa …. “

” Ya sudah. sekarang kamu menemuinya. Sudah ditunggu oleh dosenmu. Hanya itu yang bisa saya bantu “

” Sekarang Mas ? “

” Iya sekarang. Cepat sana ke ruangannya “

” Terima kasih ya Mas ” Dara teriak kegirangan dan memeluk Tjiploek

” Eit eits jangan ah malu dilihat banyak orang hehehe. Saya pulang dulu ya “

” Pulang ? Ya ya ya saya akan segera menemuinya. Nanti saya telpon lagi Mas Tjiploek. Terima kasih ya “

Tjiploek segera meninggalkan kampus Dara dan pulang ke rumahnya. Malam harinya Tjiploek mendapatkan telepon dari Pak Umar.

” Waduhhh kamu telah membohongi saya ya Ploek “

” Ada apa Pak. Saya tidak membohongi Bapak Kok “

” Tadi Dara telah menceritakan semuanya. Dia bilang kamu kenal dekat dengan dosen pembimbingnya. Ternyata kamu teman sekolahnya Pak Supriyanto dulu waktu di Magister Manajemen dulu ya “

” Pak Supriyanto itu suka bercanda Pak. Mana mungkin…. “

” Sudahlah Ploek. Dara banyak mendapatkan informasi tentang kamu dari dosennya tersebut. Kamu ini senang sekali ya merendah. Mengaku sama saya kalau kamu lulusan SMA ternyata kamu lulusan MM hehehe “

” MM itu khan hanya gelar. Buat apa punya gelar hebat kalau saya tidak bisa memanfaatkan ilmunya untuk diri dan banyak orang Pak hehehe “

” Okelah kalau begitu. Tuh Dara senang sekali karena dibantu Mas Tjiploek. Sepertinya dia mau mengundang kamu makan berdua. “

” Makan ? Berdua ? Boleh saja Pak tapi jangan suruh saya pakai sepatu ya Pak hehehehe “

“Hahahahaahhahahaha “

Sepanjang malam itu Pak Umar dan Tjiploek tak henti-hentinya bersenda gurau di dalam telepon. Sementara lagu Where The Streets Have No Name bergema di dalam kamar Tjiploek.