Curahan Hati Dalam Hitungan Waktu

ekofurryanto.wordpress.com

dang ding dung dang ding dung dang ding dung

tak tik tuk tok tak tik tuk tok tak tik tuk tok

terdengar suara ketidak nyamanan

lama terpendam tapi tak mampu untuk diungkapkan

 

saatnyakah ? tak tahu harus mengatakan apa

wajah kebingungan dalam menetukan sikap

sikap dan sifat dasar yang masih mentah

tak mampu dan tak sanggup menentukan

 

banyak rasa yang akan bersinggungan

lecet dan sakit untuk dirasakan

luka lama yang dipaksa disimpan

dalam relung hati yang masih terkenang-kenang

 

kapankah ini akan berakhir

mengakhiri kisah lama yang indah dan menyedihkan

tangis kering yang tak dapat dikeluarkan

karena terlalu pedih dan sedih untuk diingat

 

memori dan romantisme yang membahana dulu

hanya dalam kenangan semu

gelap dan sedikit sekali sinar

makin membuat perasaan tertutup rapat

 

lihat dan lihat surya telah datang

tapi oh tapi itu hanya sesaat

memanaskan suasana tanpa mendinginkan

menyegarkan tapi melelahkan

 

tapi ehhhhmmmmm ketahuilah

harapan akan datang

mimpi lama mulai tersembul

memberikan semangat untuk bangkit

 

menyeruak sudah semuanya

bergerak dan segera bergerak

merebut apa yang telah lama hilang

inilah saatnya untuk berteriak

 

lontarkan suara keras

menggema kemana-mana

membangunkan yang sedang tidur

kehadiran cinta suci dalam cahaya ketenangan

 

kenyamanan dan keamanan telah menyeliputi

rasa dan perasaan untuk diperhatikan

jelas nyata butuh pertautan

mengikat hati yang sama-sama luka

 

buah hati dalam kebersamaan yang melekat

dalam kukungan kasih dan sayang

mendeklarasikan apa yang sudah menjadi satu

satu tujuan dalam menatap masa depan cinta dan kasih sayang

Bismillahirohmannirrohim, Saya Batalkan Kepergian

Saya merasakan sekali adanya kegundahan dalam diri ibu. Beberapa hari ini terlihat uring-uringan. Saya menyadari adanya sesuatu yang mengganjal. Mulai dari bulan Mei sampai Agustus ini telah terjadi beberapa kali penundaan keberangkatan. Ada apakah gerangan yang terjadi ? Sepertinya Allah SWT ingin mengatakan sesuatu kepada saya tentang nilai kasih sayang, nilai tanggung jawab, nilai sebuah amanah dan nilai keimanan,

Saya teringat dengan kondisi pada saat Bapak masih hidup dulu. Beliau selalu mengingatkan dan berpesan kepada ibu, apabial suatu saat nanti beliau sudah tidak ada lagi di dunia maka segala keperluan ibu menjadi tanggung jawab saya. Walaupun anak ibu-bapak bukan hanya saya saja tetapi itu menjadi bentuk kepercayaan yang tinggi kepada saya.

Selama 4 tahun, saya selalu menemani ibu dalam kondisi suka dan duka. Ternyata setelah saya merenungkan semuanya, ada rasa tidak ikhlas dalam dir. Kebersamaan saya dengan ibu seperti menjadi beban berat yang harus diakhiri dengan cara meninggalkan ibu jauh-jauh. Semuanya atas nama materi. Padahal materi yang sebenarnya ada di ibu. Materi yang tidak ternilai harganya, yaitu restu seorang ibu. Bisa saja ibu tidak ingin menyinggung perasaan saya tapi jauh di lubuk hatinya berharap agar saya selalu menemani sampai saatnya tiba.

Ibu pernah mengatakan ” Makan atau tidak makan, kita kumpul. Apakah kamu tidak punya uang ? Juallah apa yang saya miliki ” Sungguh perkataan yang menusuk hati atau batin saya. Ternyata sungguh besar kasih sayang ibu kepada anaknya. Sementara saya hanya bisa mengeluh tentang mengapa harus saya bukannya saudara-saudara kandung yang lain ? Mungkin inilah jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT. Perjalanan hidup di dunia yang harus disyukuri dan bukan disesali.

Berat ? Memang berat dan sampai saat ini saya merasa gelap melihat kehidupan yang akan datang. Apalagi kalau ibu kembali lagi sakit. Tetapi semuanya harus dihadapi dengan optimis. Dan semuanya bukan hanya masalah uang tetapi masalah keyakinan diri kepada Allah SWTyang selalu mengabulkan doa anak yang soleh kepada orang tuanya terutama ibu, ibu dan ibu.

Suatu hari teman sempat terkejut ketika saya hanya makan seadanya. Saya mengatakan kalau saya melakukan ini hanya untuk ibu. Biarlah ibu makan makanan yang disukai dan enak. Saya masih bisa berpuasa asalkan ibu bisa makan.  Ingatkah ? Sewaktu kecil dulu, ibu rela tidak makan asalkan anaknya bisa makan. Segala-galanya dilakukan demi anak. Jadi suatu hal yang wajar kalau saya yang sudah dewasa dan berbadan sehat berbuat hal yang sama terhadap ibu yang usianya sudah uzur dan sakit-sakitan.

Terus terang saya tidak ingin mendapatkan pujian. Semua ini dilakukan atas nama Kasih Sayang. Kasih sayang anak kepada orang tuanya. Saya juga tidak mengharapkan dikatakan anak soleh , karena kesolehan seorang anak dilihat dari perbuatan sehari-harinyakepada orang tua. Masihkah kita merasa hebat ? merasa kaya ? merasa kuat ? merasa ilmu tinggi ? merasa mampu ? sehingga kita merendahkan, menghardik, meremehkan, mengecilkan, menggurui dan menyalahkan orang tua kita yang sudah uzur.

Maka itu, inilah saat yang tepat bagi saya untuk mengambil sikap. Saya akan mengurus, menjaga, menemani dan memenuhi amanah almarhum bapak agar ibu mempunyai rasa dicintai, disayangi dan dimiliki oleh anaknya. Bismillahirohmannirrohim, saya membatalkan kepergian saya ke negeri nun jauh di sana. Saya bangga menjadi anakmu. Dan lebaran tahun ini bukan hanya sekedar pesta lebaran tetapi melebarkan hati dan pikiran tentang makna KASIH SAYANG.

QS Al-Hasyir ayat 22 – 24

22 – هُوَ اللَّهُ الَّذي لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ عالِمُ الْغَيْبِ وَ الشَّهادَةِ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحيم
“Dialah Allah, Yang tiada tuhan selain Dia; Yang Maha Menge­tahui yang ghaib dan yang nyata. Dia adateh Maha Murah, Maha Penyayang.

23 – هُوَ اللَّهُ الَّذي لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُ

Dialah Allah, yang tiada Tuhan selain Dia !  Maha Raja ,Maha Suci, Maha Sejahtera,Yang Mengurniakan Keamanan , Maha Memelihara , Maha Perkasa, Maha Gagah , Yang Membesarkan Diri;Maha Sucilah Allah dari apa pun yang mereka persekutukan. “

24 – هُوَ اللَّهُ الْخالِقُ الْبارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْماءُ الْحُسْنى‏ يُسَبِّحُ لَهُ ما فِي السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ وَ هُوَ الْعَزيزُ الْحَكيمُ
“Dialah Allah, Maha Pencipta , Yang Mengadakan , Yang Membentuk rupa , BagiNyalah nama-nama yang baik. Bertasbih kepadaNya apa pun yang ada pada sekalian langit dan bumi , Dan Dia adalah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”


“Aku Suka Karena Kejujuranmu”

reniazah.blogspot.com/2009

” Pagi….. Mas Tjiploek “

” Pagi… ini siapa ya “

” Saya Dara Mas “

” Ehhh kamu Dara apa kabar ? “

” Baik, Mas. Oh ya kemarin bapak cerita katanya Mas Tjiploek mau saya ajak makan-makan “

” Hehehe siapa sih yang menolah kalau diajak makan apalagi berduaan dengan cewek secantik kamu “

” Ihhhh mas Tjiploek genit jangan bikin ge er Dara dong. Jadi malu nih hehehe “

” Ya udah. Mau makan dimana kita ? “

” Dimana ya ?! Mas Tjiploek aja dech yang pilih tapi tempatnya bersih dan makanannya enak lho “

” Oke, bagaimana kalau nasi uduk di Rawa Belong. Enak tuh makanannya dan suasananya nggak formil dan ngga perlu pakai sepatu hahahaha “

” Hahahaha oke dech. Besok ya Mas setelah Dara ketemu Dosen Pembimbing Skripsi. Sorean ya Mas “

” janjian di parkiran kampus kamu aja ya “

” Baiklah. Besok saya tunggu Mas “

Tjiploek mendapatkan undangan makan dari Dara, anaknya Pak Umar sebagai tanda ucapan terima kasih atas disetujuinya judul skripsi Dara karena bantuan Tjiploek menemui dosen pembimbing skripsinya yang ternyata masih teman kuliah Tjiploek waktu kuliah di Magister Manajemen dulu.

Keesokan harinya setelah sholat Ashar, Tjiploek meluncur ke kampus Dara di sekitaran Grogol. Sesuai dengan janji, Tjiploek menunggu di parkiran kampus. Dengan wajah lugu dan kagum melihat wara wiri mahasiswa-mahasiswi di kampus tersebut, Tjiploek sesekali memperhatikan orang yang mendekatinya siapa tahu Dara yang datang. Tidak lama kemudian Dara memanggil nama Tjiploek. Tampak Tjiploek gembira melihat kedatangan Dara.

” Bagaimana Mas ? sudah lama menunggu “

” Lumayan sich tapi tidak apa-apa malah senang kok abisnya banyak yang dilihat hehehehe “

” hihihihi Mas Tjiploek. Yuk ke mobil saya “

” Yang mana ? “

” Tuh mobil honda jazz warna merah “

Tjiploek dan Dara berjalan mendekati mobil tersebut. Tiba-tiba Dara menyerahkan kunci mobilnya ke Tjiploek.

” Apa nich ? “

” Mas Tjiploek yang bawa ya “

” Aduh, maaf nih Dara. Terus terang saya tidak bisa mengendarai mobil “

” Ah masa sich. Atau ini hanya pura-pura lagi “

” Benar kok serius nih. Saya tidak bisa menyetir mobil hehehe “

” Ya sudah saya yang bawa. “

Kemudian Dara mengambil alih kemudi mobilnya dan Tjiploek duduk di sebelahnya. Mobil langsung bergerak ke daerah Rawa Belong dimana warung makan khas nasi uduk berada. Sesampainya di warung tersebut sudah banyak orang yang antri tapi tidak makan di tempat hanya dibungkus. Kemudian keduanya makan berduaan. Tanpa terasa acara makan-makan berlangsung hampir 2 jam lamanya. Selama itu Dara dibuat tertawa renyah dengan cerita-cerita humor dari Tjiploek. Banyak hal yang ditanyakan oleh Dara mengenai siapa Tjiploek tapi Tjiploek selalu saja pintar mengalihkan pembicaraan dan ujung-ujungnya selalu membuat tertawa Dara.

Setelah acara makan-makan selesai Dara mempunyai rencana untuk mengantar pulang Tjiploek di daerah Kebon Jeruk tapi ditolak oleh Tjiploek. Tjiploek menyarankan Dara untuk langsung saja pulang. Lagipula rumah Tjiploek tidak terlalu jauh dari lokasi warung makan tersebut.

Sejak acara makan-makan tersebut, Dara dan Tjiploek makin sering melakukan komunikasi lewat telepon dan ini diketahui oleh Pak Umar. Tampaknya Pak Umar tidak terlalu mempersalahkan hal tersebut bahkan senang melihat Dara selalu berkonsultasi dengan Tjiploek terutama masalah skripsinya. Kedekatan keduanya tanpa terasa menimbulkan benih-benih cinta tapi Tjiploek selalu berusaha menjaga jarak karena melihat posisi Pak Umar yang sangat dihormatinya.

Tanpa terasa waktu berjalan sampai 3 bulan lamanya, hubungan Tjiploek dan Dara makin mesra tapi kembali lagi Tjiploek selalu menutupinya perasaannya dan berusaha untuk menjaga jarak dengan alasan perbedaan status keduanya. Sampai pada suatu waktu Dara menelpon Tjiploek dan ingin bertemu di sebuah tempat. Tapi Tjiploek selalu menghubungi Pak Umar apabila ingin bertemu Dara dimanapun dan kapanpun. Aneh bukan ? Tapi itulah Tjiploek dengan prilakunya yang selalu menghormati orang yang mempercayainya.

” Assalamualaikum Mas Tjiploek “

” Wa alaikumussalam Dara “

” Mas, bisa nggak siang ini kita ketemuan “

” Hmm siang ya ? dimana ? “

” Sebuah Kafe di Pondok Indah Mall “

” Jam berapa Ra ? “

” Jam 2-an. Bisa ya Mas Tjiploek. Saya mohon sekali Mas Tjiploek untuk datang. “

” Memangnya ada apa Ra ? “

” Penting. Mas harus datang. Ditunggu ya “

” Baiklah “

Tjiploek terlihat bingung dengan telepon yang diterimanya tersebut. Ada apa ya ? pikirnya. Jantungnya dag dig dug dan pikirannya melayang-layang memikirkan apa yang akan terjadi.Tepat jam 2 siang Tjiploek tiba di lobi Pondok Indah Mall. Tiba-tiba telepon selulernya berbunyi. Rupanya dari Dara yang mengabarkannya kalau dia sudah ada di Kafe di lantai 4 dan menyuruh Tjiploek langsung saja menuju ke kafe tersebut. Benar saja Dara sedang duduk di sudut kafe sambil memainkan tuts telepon selulernya.

” Assalamualaikum Ra “

” Eh Mas Tjiploek, Wa alaikumussalam “

Tjiploek langsung duduk berhadapan dengan Dara. Matanya selalu memperhatikan gerak gerik Dara yang dari tadi sibuk sms-an dengan seseorang.

” Maaf ya Mas, mau pesan apa ? “

” Terserah kamu aja Ra “

” Capucinno ya “

” Oke “

” Terima kasih Mas Tjiploek mau datang ke sini. Maaf sekali lagi kalau ini agak maksa Mas. Ini penting sekali dan ada hubungannya dengan Mas Tjiploek. “

” Dengan saya ??? Memangnya ada apa ya ? “

” Mas Tjiploek pasti tahu. Bapak selalu menanyakan masalah ini “

” Sebenarnya ada sih Ra ? Kok sampai Pak Umar ikut menanyakan juga “

” Ini masalah kita berdua Mas. “

” Kita berdua ? Lantas… “

” Ihhhh mas Tjiploek bloon amat sih. Atau ini hanya pura-pura saja “

” Sungguh saya tidak mengerti maksudnya. “

” Mas Tjiploek, kita ini sudah kenal hampir 4 bulan. Selama ini bapak menganggap kita berdua ada hubungan spesial. Terus terang saya tidak bisa menjawab saat ditanya bapak mengenai hubungan saya dengan Mas Tjiploek “

” Ohhhh itu hahahahaha…. ” Tjiploek tertawa sambil menutupi perasaannya.

” Malah tertawa. Mas serius nggak sih “

” Nah tuh minumannya sudah datang. KIta minum-minum dulu ” Tjiploek mengalihkan pembicaraan.

” Terus bagaimana Mas ? “

” Terus apanya ? “

” Ihhhh Mas Tjiploek bercanda melulu “

” Hehehehe Ok. Saya tidak akan banyak bicara dalam kondisi seperti saat ini. Saya butuh waktu untuk mengungkapkannya. Bagaimana Ra ? “

” Kapan Mas ? “

” Besok malam di rumah kamu. Biar bapak kamu tahu dan lebih jelas “

” Benar lho Mas “

” Percaya sama saya Ra “

Tampak wajah Dara berubah gembira setelah mendapatkan jawaban Tjiploek. Kemudian keduanya berpisah. Sepanjang malam Tjiploek tidak bisa tidur dan gelisah memikirkan pertemuan besok malam. Rupanya ini tidak hanya terjadi dengan Tjiploek, Darapun mengalami hal yang sama.

Keesokan malamnya Tjiploek pergi ke rumah Dara di bilangan LebakBulus. Tepat bada Isya Tjiploek tiba di rumah Dara. Tampak Dara sedang duduk di ruang tamu dan kelihatannya Dara sudah menunggu dari tadi.

” Assalamualaikum “

” Wa alaikumussalam “

” Maaf tadi jalanan macet. Tahu sendirilah bagaimana jalan di Jakarta pada jam-jam segini. “

” Tidak apa-apa Mas. “

” Pak Umar sudah pulang “

” Tuh di dalam lagi menonton televisi “

” Oh ya sampai lupa nyuruh Mas Tjiploek duduk. Dusuk Mas hehehe “

” Terima kasih “

Beberapa saat kemudian Pak Umar keluar dari dalam rumahnya.

” Assalamualaikum Mas Tjiploek “

” Wa alaikumussalam Pak Umar. Bagaimana kabarnya Bapak dan Ibu “

” Alhamdulillah kami berdua sehat. Oh ya tadi Dara cerita kalau Mas Tjiploek ingin bicara sesuatu dan mengharapkan saya mendengarnya. Ada apa ya Mas ? “

” Hehehehe iya Pak. Kemarin saya bilang ama Dara kalau saya akan datang ke sini dan menginginkan bapak jadi saksi “

” Saksi apa nih “

Tiba-tiba pembantu rumah Pak Umar datang membawakan minuman dan makanan kecil.

” Diminum Mas “

” Oh ya “

” bagaimana Mas Tjiploek “

” Begini Pak Umar. Terus terang saya merasa segan dan malu untuk mengatakannya. “

” Kenapa mesti segan dan malu “

” Pak Umar saya anggap sebagai orang tua yang sangat saya hormati. Bukan karena kekayaannya tetapi kebaikan Pak Umar yang diberikan kepada saya selama ini. “

” Mas Tjiploek kalo omong muter-muter. Katanya mau terus terang ” Dara menyela pembicaraan.

” Adh Maafkan Dara ya. Tuh anak tidak ada sopan santunnya “

” Ah Tidak apa-apa Pak. Namanya juga orang tidak sabaran hehehe “

” hayo bilang lagi orang nggak sabaran ” ambek Dara.

” Sstt diam kamu Dara ” Pak Umar mengingatkan.

” Terus terang Pak, saya mengerti dan menyadari kalau saya dan Dara selama ini memang dekat. Pak Umar pasti tahu dan saya harus bicara semuanya di hadapan Bapak karena awalnya dari Bapak maka saya harus mengatakan harus disaksikan bapak. “

” hahahaha Mas Tjiploek omong apa sich ? “

” Maaf ya Pak saya buka pria yang baik. Apalagi untuk puteri Bapak “

” Lantas… “

” Sekali lagi maaf ya Pak. Saya bukan pria romantis maka itu saya hanya bisa bilang kalau saya mencintai anak Bapak, Dara. Ini saya ungkapkan dari hati yang paling dalam “

” Hahahahaahahahahahahaaha Tjiploek Tjiploek hahahahaahahahaha kamu membuat saya tertawa “

” Ya udah kalau begitu saya mau pamit pulang ” Tjiploek menjadi salah tingkah. Sementara Dara terdiam mendengar ucapan Tjiploektapi sesekali melirik Tjiploek.

” Lho kok pamit pulang. Kamu grogi ya Ploek “

” Ya Pak saya grogi maka itu saya merasa malu “

” Bagaimana Dara? Mas Tjiploek sudah mengungkapkan perasaannya tuh. Mumpung Tjiplok masih disini, cepetan kamu bicara. Nanti kamu malah menyesal hehehe ” ujar Pak Umar sambil tersenyum menahan tawa.

” Ihhh Bapak ngomongnya begitu sich. Dara malu nich “

” Ya udah kamu bicara sekarang. Mas Tjiploek sudah dengan jujurnya bicara kalau dia cinta sama kamu. Bagaimana dengan kamu ? Jujur ya dan jangan main-main “

Dara hanya terdiam malu dan mengangguk tanda setuju.

” Lho kok hanya mengangguk sich. Ayo bicara “

” Saya juga cinta ama Mas Tjiploek “

” Kok bisa cinta sama Tjiploek ? ” tanya Pak Umar dengan wajah menahan tawa.

” Mas Tjiploek orangnya jujur banget Pak dan polos kadang nyebelin dengan tingkah polosnya itu “

” Tapi kamu suka khan. Nah tuh Ploek, kamu sudah tahu sendiri khan kalau puteri saya ternyata suka dan cinta dengan kamu “

” Ya Pak tapi … “

” Tapi apa lagi….. “

” Pak Umar menyetujui atau tidak ??? tanya Tjiploek

” Hahahahahahahahahahahahahahahaha Tjiploek Tjiploek jawab aja sendiri. Ungkapan cinta yang aneh malam ini. Sudah ya saya mau nonton televisi lagi. Saya tinggal berdua ya hahahahahahaha “

Tjiploek dengan wajah polosnya terheran-heran melihat kelakuan Pak Umar. Sementara di hadapannya ada seorang wanita cantik dengan malu-malunya memberikan tanda ungkapan cinta. Malam yang aneh dan lucu dalam sebuah kehidupan manusia untuk mengungkapkan rasa dan perasaan cintanya.

Dosakah Aku ?

irmasenja.blogspot.com

Terus terang saya kurang mengikuti perkembangan musik Indonesia. Banyaknya penyanyi dan band-band baru membuat saya kurang antusias mendengarkan musik-musik mereka. Alasannya adalah hampir semuanya sama genre musiknya dan temanya juga sama yaitu tentang cinta. Ada beberapa bank musik yang saya anggap mempunyai karakter tersendiri yaitu Padi, Dewa19 dan yang terakhir adalah Nidji.

Nah yang terakhir ini menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini. Kemarin saat saya sedang menonton film di SCTV, ditengah-tengah film ada iklan yang isinya promosi penyanyi dan grup band. Kebetulan sekali saya melihat dan mendengar lagu Nidji ini. Setelah saya dengar berulang kali dari iklannya maka saya jadi teringat dengan 2 tulisan saya yang mungkin berhubungan dengan tema musik ini yaitu manusia tidak lepas dari dosa tapi apakah dosa yang diperbuat tidak akan pernah diampuni oleh Yang Maha Kuasa ? Kembali lagi tangan Allah bermain dan menggerakkan hati manusia untuk melihat sebuah nilai kebaikan yang memang dimiliki oleh setiap manusia. Kalau kita bicara kesalahan manusia maka tidak akan habis-habisnya.  Kembali lagi semuanya terjadi karena kata Ce I En Te A. Ya Cinta.

Cinta bisa menimbulkan dampak  baik dan buruk tergantung kepada manusianya untuk mengolah cinta tersebut menjadi sebuah kasih sayang atau Rahman Rahim yang merupakan sifat Allah menyatu di dalam diri manusia yang beriman.

Berikut adalah dua tulisan saya yang mengisahkan perjalanan manusia dalam mengarungi samudera cinta. Banyak tantangan, cobaan dan hinaan yang menghadang bagi kedua insan berlainan jenis dalam mencapai rasa kasih sayang. Tulisan tersebut adalah Cuma Dicoblos, Tidak Perawan???? dan Marah.

Dua tulisan tersebut menceritakan tentang 2 sisi yang berbeda dalam menyikapi perbuatan terlarang. Di satu sisi menceritakan bagaimana sebuah perbuatan terlarang dihadapai dengan perasaan ikhlas, pasrah dan mengakui kesalahannya selama ini sehingga kedepannya diperoleh hasil yang baik. Di sisi lain pembiaran hasil perbuatan terlarang tersebut sehingga hancur berantakan kehidupan masa depannya.

Terus terang saya sempat merenung dan menitikkan air mata saat mendengar lagunnya Nidji ini. Walaupun saya belum mengalaminya sendiri tapi betapa mulianya manusia dihadapan Allah SWT dan sudah saatnya juga kita menilai manusia bukan dari luarnya saja karena tiap manusia mempunyai nilai kebaikan yang hakiki.

NB : Tulisan kupersembahkan buat anak angkatku Almarhum  Satria Pratama  (2008-2010) yang telah damai dan tenang di sisi ALLAH SWT. Semoga kau bahagia dan tidak disia-siakan lagi oleh manusia-manusia yang melahirkanmu

With Or Without You

andrewdbarker.deviantart.com

Ramadhan sedang mendengarkan lagu With or Without You-nya U2 di walkmannya, tiba-tiba bahunya ditepuk oleh seseorang. Ternyata yang menepuknya adalah Inne dari belakang. Dengan muka tersenyum Inne menyapa Ramadhan sambil memberikan isyarat agar Ramadhan melepaskan headphonenya.

” Hai Ne apa kabar ? “

” Baik, Dan “

” Baru selesai kuliah ? “

” Ya, Dan. Boleh saya duduk ? “

” Oh ya. SIlahkan duduk ” Ramadhan menggeserkan posisi duduknya di bangku taman kampus.

” Sedang apa kamu disini, Dan “

” Saya sedang santai saja setelah dari perpustakaan tadi. “

” Kamu dengarkan lagu apa sich. Kelihatannya kamu meresapi sekali “

” Nich, dengarkan saja sendiri “

” Ohooo U2 ya. Keren banget nich lagu Dan “

” Ya, Ne. Saya suka sekali lagu ini hehehe ” Inne melepaskan headphone milik Ramadhan.

” Dan, saya dari kemarin mencari-cari kamu. Kemana saja kamu ? “

” Ahhh tidak kemana-mana kok Ne. Memang saya lagi sibuk mengurus skripsi. Tinggal revisi saja “

” Wahhh kamu sebentar lagi selesai kuliah nich “

” Bagaimana dengan kamu, Ne ? “

” Saya baru mau daftar KKN “

” Ada apa, Ne mencari saya “

” Sebetulnya saya ingin bicara banyak dengan kamu. Tetapi jangan disini karena pribadi banget “

” Ohhh gitu. Kelihatannya masalahnya serius sekali “

” Iya, Dan ” Raut wajah Inne berubah murung.

” Jadi bagaimana ? Apa yang bisa saya bantu ? “

” Bisakah kamu datang ke rumah nanti malam sekitar jam 7-an “

” Hmmm kelihatannya saya tidak acara. Bolehlah kalau begitu Ne “

Setelah berbincang-bincang sebentar, Inne mohon pamit dan meninggalkan Ramadhan duduk sendirian di taman kampus. Ramadhan hanya bisa menduga-duga ada apakah gerangan dengan Inne.

Tepat jam 7 malam, Ramadhan berangkat dari tempat kosnya menuju rumah Inne. Sekitar 30 menit Ramadhan sampai juga di depan rumah Inne. Baru saja Ramadhan ingin mengetuk pintu rumah tiba-tiba datang sebuah mobil sedan yang ingin masuk ke dalam rumah Inne. Rupanya yang datang itu adalah Inne yang baru saja pulang dari kursus bahasa Perancis.

” Ayo Dan ! masuk ke dalam “

” Iya, terima kasih. “

Ramadhan berjalan menuju tempat duduk yang ada di beranda rumah Inne. Sementara Inne masih di dalam dan beberapa menit kemudian Inne keluar sambil membawa nampan berisi es jeruk dan beberapa cemilan.

” Lama kamu menunggu Dan ? “

” Tidak Ne. Baru saja saya sampai ehh kamu datang “

” Syukur dech kamu tidak perlu menunggu lama “

” Kamu baru pulang kursus ya “

” Ya, Dan. Kursus Bahasa Perancis. hehehe “

” Diminum Dan. Sekalian cemilannya “

” Ya… “

” kamu tidak ada acara sama sekali khan “

” Tidak, Ne. Sebetulnya ada apa nich kamu mengundang saya ? “

” Masih ingat nggak kamu dengan Jodi “

” Ya, ingatlah. Itu khan… “

” Ya, dia dulu pacar saya “

” Dulu ??? Memangnya kamu sudah putus “

” Ehemm kami putus 2 minggu yang lama “

” Memangnya kenapa ? “

” Maka itu saya ingin bicara dengan kamu, Dan “

” Ohhh … “

” Tambah lagi Dan es jeruknya “

Ramadhan menolak tawaran Inne dengan alasan perutnya masih kenyang.

” Terus bagaiman Ne ? “

” Ternyata benar apa yang kamu katakan dulu Dan “

” Yang mana Ne ? “

” Dulu waktu awal-awal saya berpacaran dengan Jodi. Waktu itu kamu mengingatkan saya untuk berpikir dulu sebelum memutuskan berpacaran dengan Jodi “

” Ya ya saya ingat. Lantas hubungannya ? “

” Jodi benar-benar laki-laki kurang ajar ” suara Inne makin tinggi

” Nanti dulu, kok kamu emosi sekali. Memangnya kenapa dengan Jodi ? “

” Jodi mencampakkan saya dan selingkuh dengan cewek lain, Dan “

” Hah bisa-bisanya dia mencampakkan kamu. Sabar ya Ne sabar… “

” Sabar bagaimana Dan. Dia telah… “

” Sudahlah, mungkin ini sudah jalan hidup kamu yang diberikan oleh Tuhan. kamu pasti mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Jodi “

” Tapi Dan… ” Inne pun menangis tersedu-sedu sambil memeluk Ramadhan. Ramadhan makin bingung melihat Inne menangis di pelukannya dan tak tahu berbuat apa-apa.

” Tabahkan hatimu Ne. Saya prihatin mendengarnya “

Inne makin erat memeluk Ramadhan dan tangisannya makin kencang.

” Maafkan saya Dan. Selama ini saya tidak mendengar nasehat kamu mengenai Jodi “

” Sudahlah Ne. Nasi sudah jadi bubur “

” Inilah yang menjadi penyesalan saya. Saya hamil Dan “

Ramadhan terkesiap mendengar perkataan Inne.

” Apaaa Ne ? Hamil ??? Jodikah yang melakukannya ? “

Inne hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.

” Sudahkah kamu bicara dengannya ? “

” Sudah Dan sekitar 3 minggu yang lalu. Tapi dia tidak mengakuinya “

” Kurang ajar !!! “

” Jodi memang keterlaluan. Sejak saya menceritakan kehamilan ini tiba-tiba dia menghilang. Baru seminggu kemudian saya menemukannya di kafe pelangi bersama cewek lain. “

” Tanggapan Jodi waktu itu “

” Dia tetap menolak dan tidak mengakui bahwa kehamilan saya bukan perbuatan dia. Kamu tahu sendiri Dan. Selama ini saya hanya punya pacar Jodi seorang. Tetapi Jodi malah menuduh saya selingkuh dengan cowok lain “

” Ahhh alasan saja… Terus menurut kamu apa yang harus saya lakukan ? Gugurkan kandungan ini “

” Astaghfirullah al azhim, ingat ne dosaaaaa “

” Saya tahu itu perbuatan dosa. Terus bagaimana caranya menutupi aib ini “

Ramadhanpun terdiam dan tak tahu apa yang harus dilakukan. Ramadhan langsung teringat pada peristiwa 1 tahun yang lalu. Sebenarnya Ramadhan sangat mencintai Inne, wanita yang dikenalnya sejak SMA (adik kelas) dulu. Pernah satu kesempatan Ramadhan mengungkapkan perasaannya tapi Inne menganggap Ramadhan sedang bercanda. Lagipula Ramadhan bukan pula tipe cowok pilihannya. Tipe cowok yang disukai Inne adalah pria bertubuh langsing, tegap, kulit putih, tampan dan kaya seperti Jodi.

Sejak itulah Ramadhan memutuskan untuk menjaga jarak dan selalu menghindar bila melihat Inne. Tetapi tetap saja Ramadhan tidak bisa lepas dari Inne karena Ramadhan kuliah dalam satu fakultas walau berbeda jurusan. Acap kali Inne datang ke tempat kos Ramadhan bila tidak bisa menemuinya di kampus atau sedang mempunyai masalah. Inilah yang dilakukan Inne pada saat ingin memutuskan berpacaran dengan Jodi dulu yaitu meminta saran Ramadhan. Kadang hati Ramadhan pedih dan tidak mampu menahan perasaan cintanya pada saat berduaan dengan Inne. Untuk melupakan itu semua maka Ramadhan seringkali menyendiri di taman kampus dan berdoa kepada Tuhan agar dirinya ikhlas dan diberikan yang terbaik bagi hidupnya. Tiba-tiba..,

” Dan…Dan malah melamun “

” Oh ya… ” Ramadhan tersadar dari lamunannya.

” kamu melamun apa sich “

” Ah tidak, saya sedang memikirkan solusi yang terbaik buat permasalahan kamu ini. Oh ya, apakah orang tua kamu sudah tahu kalau kamu hamil “

” Belum, mereka akan sangat marah kalau tahu ini semua. Bahkan saya bisa diusir oleh Papa. Maka itu Dan, saya minta tolong. Saya mohon sekali Dan “

” Terus terang saya belum menemukan solusinya dan masih bingung harus berbuat apa “

” Dan, saya mohon sekali lagi. Hanya kamulah orang yang mengerti saya. Terus terang saya berharap sekali dari kamu “

” Baiklah, beri saya waktu untuk berpikir. Kalau bisa kamu menemui Jodi lagi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “

” Baiklah. Terima kasih ya Dan “

Selama seminggu Ramadhan tidak bisa tidur dan konsentrasi skripsinya terganggu oleh permasalahan Inne tersebut. Sampai pada satu waktu Inne kembali menemuinya di kampus dengan wajah memerah seperti orang baru menangis.

” Mengapa kamu menangis Ne ? “

” Tadi pagi saya bertemu Jodi dan memintanya untuk bertanggung jawab. Bukan omong baik-baik malah saya dihinanya dengan perkataan yang tidak sopan dan mengusir saya. Kemudian semalam Papa secara tidak sengaja menemukan alat untuk tes kehamilan di kamar mandi. Papa marah besar setelah tahu kalau saya hamil dan dari malam Papa tidak mau bicara dengan saya Dan “

” Malang sekali nasibmu Ne ” timbul rasa iba di dalam diri Ramadhan.

” Bagaimana menurut kamu, Dan ? “

Ramadhan berpikir sejenak. Setelah itu Ramadhan memeluk Inne dengan eratnya. Inne merasa kaget dengan apa yang dilakukan Ramadhan.

” Ne, seminggu ini saya berdoa dan memohon kepada Tuhan. Saya memohon untuk diberikan petunjuk jalan yang terbaik bagi permasalahan kamu. Saya telah menemukan solusi yang terbaik bagi kamu “

” Apa itu Dan “

Kemudian Ramadhan mendekati kembali Inne dan berbicara pelan di telinga Inne.

See the stone set in your eyes
See the thorn twist in your side
I wait for you

Sleight of hand and twist of fate
On a bed of nails she makes me wait
And I wait without you

With or without you
With or without you

Through the storm we reach the shore
You give it all but I want more
And I’m waiting for you

With or without you
With or without you
I can’t live
With or without you

And you give yourself away
And you give yourself away
And you give
And you give
And you give yourself away

My hands are tied
My body bruised, she’s got me with
Nothing to win and
Nothing left to lose

And you give yourself away
And you give yourself away
And you give
And you give
And you give yourself away

With or without you
With or without you
I can’t live
With or without you

With or without you
With or without you
I can’t live
With or without you
With or without you

M A R A H

Marah (http://www.freewebs.com/tyranus009/)

” Marah ? “

” Ya, memang saya marah “

” Tapi kamu biasa-biasa saja ekspresimu “

” Biasa ? Ya biasa-biasa saja karena saya marah dalam diam “

” Apa yang membuat kamu marah ? “

” Saya marah bukan karena perbuatan mereka “

” Lantas ? “

” Saya marah karena telah menyerahkannya kepada mereka “

” Memang kenapa dengan mereka “

” Tidak usah dibicarakan karena akan menambah marahku makin menjadi-jadi “

” Tapi apa yang kamu serahkan “

” Seandainya waktu itu saya tidak serahkan kepada mereka, mungkin “

” Mungkin apa ? “

” Mungkin dia tidak akan bernasib seperti ini “

” Tapi mereka khan memang punya hak “

” Ya dan benar sekali, mereka punya hak. Karena mereka adalah orang-orang yang telah melahirkannya. Tapi …. “

” Tapi apa ? :

” Dari sejak lahir sayalah yang merawatnya dengan harapan dia bisa tumbuh besar sebagai insan yang sehat akal dan hati sehingga dapat berguna bagi diri, mereka yang melahirkan dan sebagainya. “

” Ohhhhhhh gitu, terus apa yang terjadi “

” Lihat…lihat kawan, dia sudah tidak seperti manusia lagi. Badan kurus kerempeng, tulang belulang yang tampak di hampir seluruh tubuhnya, diam tanpa ekspresi, menangis kesakitan akibat tidak diberi makan, kulitnya kering kerontang tanpa pelembab, wajahnya sudah mendekati wajah tengkorak. Ya seperti yang ada di negeri-negeri Afrika dalam kondisi kelaparan yang endemik. “

” Saya menangis melihatnya. Apakah benar itu dia ? Dia yang dulu sehat dengan tawa cerianya, merangkak ke sana kemari, menggemaskan dan selalu membuat rindu seisi rumah. “

” Ya itulah dia. Saya sudah tidak sanggup lagi untuk berkata-kata dan air mata ini sudah tidak bisa terbendung lagi “

” Ohhhh, sungguh sayang dirimu kepada dia “

” Saya sayang bukan karena dia dekat dengan saya tapi dia adalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Kok bisa-bisanya mereka yang melahirkan sampai masa bodo dan berbuat tega terhadap dia. “

” Dimanakah mereka sekarang “

” Saya tidak tahu dan tidak mau tahu. Yang kutahu salah satu dari mereka telah meninggal karena stres dan tidak mau makan disebabkan oleh percecokan sesama mereka.Yang membuat saya kaget adalah kok mau mati saja harus mengajak dia yang tidak berdosa “

” Berapa lama tidak makan “

” Hampir 2 minggu tapi Alhamdulillah dia selamat dan segera mendapatkan perawatan di rumah sakit. “

” Tragis “

” Ya tragis, semua itu terjadi karena mengatas namakan cinta padahal itu hanyanlah nafsu syahwat yang menyelimuti mereka saat sedang kasmaran “

” Dimana sekarang salah satu dari mereka ? “

” Saya tidak tahu. Kudengar sibuk main futsal “

” Bagaimana dengan dia ? “

” Tidak ada secuilpun dipikirkan oleh salah satu dari mereka tersebut. “

” Kurang ajar, keterlaluan, bangsat …… dst “

” Lho kok malah sekarang kamu yang marah “

” Bagaimana tidak marah, melihat kelakuannya. Akan saya pukul nanti kalau dia pulang “

” Hahahahaaha marah telah menghasutmu. “

” Tapi kamu marah juga khan “

” Ya tapi saya marah karena seharusnya saya rawat dia dan menolak menyerahkan kepada mereka yang tidak punya hati dan idiot “

” Ahhhhhh berarti sama khan marah-marah juga “

” Hahahaahahahahahaahaha marah dalam kegembiraan “

NB: Saya persembahkan tulisan ini kepada seluruh anak di Indonesia yang nasibnya kurang beruntung karena disia-siakan orang tuanya. Khususnya anak-anak yang menderita busung lapar, terkena virus HIV, dan penyakit berbahaya lainnya.

Keindahan Cinta di Malam Hari

Ilustrasi (http://abstract.desktopnexus.com...r/61490/)

Tulisan ini merupakan sambungan cerita dari Pengkhianatan Membuatnya Bahagia

Betapa kagetnya Leny setelah Tjiploek mengetahui namanya.

” Mas curang, pasti Pak Dahlan supir travel yang memberitahu nama saya “

” Ga kok saya tahu sendiri dan Pak Dahlan tidak memberitahu nama kamu Len. “

” Terus kok tahu namaku ? “

” Awalnya Pak Dahlan menolak memberitahukan namamu tapi dengan siasat 1 batang rokok akhirnya dia menyerahkan daftar nama-nama penumpang Travel “Lestari”. Nah dari situlah saya mengetahui nama dan alamatmu hehehehehe “

” Ahhhh tetap saja curang hehehehehe. Oh ya diminum es siropnya. Sekarang Mas sudah tahu nama saya terus mau apa “

” Ya tidak mau apa-apa, hanya ingin kenalan saja sama cewek manis dan cantik seperti kamu “

” Bohong ! Pasti ada maunya hehehehehe. “

” Benar kok benar swer saya memang ingin kenalan saja “

” Terus kalau sudah kenalan ….. “

” Terserah Leny maunya apa hahahhaaahahahaha “

” Tunggu tunggu ini tidak adil “

” Tidak adilnya ? “

” Mas tahu nama saya tapi saya tidak tahu nama mas “

” Hehehehehe ingat aja kirain dicuekin, benar mau tahu “

” Ya dong emangnya kenapa ? Jelek namanya “

” Masak ganteng begini namanya jelek “

” Sudah ahhh siapa namanya Mas “

” Nama Tjiploek “

” Apaaaaaa, Tjiploek ga salah hahahahaha becanda aja Mas ini “

” Saya ga bercanda kok… itu nama saya …. orang tuaku memanggilku Tjiploek “

” Kalau nama panggilan bolehlah tapi yang saya tanya nama sebenarnya “

” Perlu nich nama sebenarnya disebut “

” Iiiiiihhhhh mas ngeles melulu ayo sebutkan atau saya usir “

” Ya ya ya nama saya sebenarnya Rudy Hartanto tapi panggil saja Tjiploek. Kalau kamu Len nama lengkapnya ? “

” Saya juga harus sebutkan nama lengkapnya hihihihihihihi “

” Waaaaah balas dendam yaaa “

” Ga kok nama lengkap saya Leny Listiyanti, orang tuaku biasa memanggilku Mbak Leny atau Enny “

” Nama yang indah dan cantik ga beda dengan wajahnya ” (Tjiploek tertegun sesaat)

” Woooi bengong atau ngerayu “

” Dua-duanya “

” Hahahahahahahahaha dasar “

Sejak kunjungan Tjiploek ke rumah orang tua Leny, rupanya mulai ada tumbuh benih-benih cinta diantara keduanya. Selain Tjiploek dan Leny sama-sama mahasiswa/i dari Universitas terkenal di Yogya walaupun berbeda fakultas tapi kampus mereka berhadapan. Jadi saat pulang kuliah keduanya sering bertemu dan kebetulan Tjiploek mempunyai motor maka sering mengantar pulang Leny ke tempat kosnya yang letaknya masih dalam lingkungan universitas tersebut atau rumah dinas dosen yang dijadikan kos-kosan.

Tanpa terasa 3 bulan berlalu dan keakraban Tjiploek dan Leny makin menjadi-jadi dan selalu lengket satu sama lain. Sebetulnya keduanya sudah sama-sama merasakan adanya rasa suka atau bisa dikatakan cinta. Tetapi masing-masing menikmati kondisi dan status mereka selama ini samapai pada suatu hari Leny memberanikan diri untuk bertanya kepada Tjiploek.

” Mas, boleh saya bertanya tapi jujur ya dan jangan marah “

” Ada apa Len, kok serius sekali “

” Sudah ah saya serius nich Mas. Mas harus jujur dan jangan marah ya “

” Ya dech saya jujur dan ga akan marah wong saya ga tahu apa yang mau ditanya hehehehe “

” Begini Mas, kemarin orang tua saya terutama ibu mengajukan pertanyaan kepada saya “

” Tanya apa ibu “

” Ya ibu tanya tentang kita Mas “

” Maksudnya ? “

” Ibu khan selalu memperhatikan pergaulan kita berdua dan beliau bertanya bagaimana hubungan kita. Karena beliau melihat saya dan Mas sudah bukan lagi sekedar teman biasa… lebih dari itu “

” Terus kamu jawab apa ? “

” Saya diam saja …. Kalau menurut Mas ? “

” Kok saya sich “

” Massss serius dong. Saya khan ga mungkin jawab sembarangan. Jujur ya Mas. Menurut Mas hubungan kita ini apa sich “

” Jadi beneran kamu ingin tahu jawaban saya “

” Kok tanya balik sich Massss “

” Sebetulnya kamu sudah tahu kok, bagaimana perasaan saya kepada kamu dan sampai sejauh mana hubungan kita berdua Len “

” Terus “

” Ya itulah Len “

” Masssss kok gitu sich, ya udah saya masuk kamar kalau begitu “

” Len…Len kok marah sich “

” ya marah dong abis ga serius “

” Jujur saya katakan sejak pertama kali ketemu dengan kamu, saya jatuh hati sama kamu Len. Dan bukan itu saja saya merasakan telah bertemu dengan wanita yang selama ini kucari. Saya cinta kamu Len “

Leny tampak terdiam dan wajah memerah tersipu-sipu.

” Apa yang membuat Mas cinta kepada saya “

” Kok tanya begitu , sudah jelas dan tidak perlu dijelaskan lagi. Ini hati Len yang berbicara. Jujur dan tulus kalau saya cinta sama kamu “

” Apa karena wajah saya atau…… “

” Stop, saya cinta sama kamu “

Suasana menjadi hening dan Leny hanya terdiam

” Kalau kamu bagaimana Len….. “

Leny terdiam dan tidak menjawab. Tampak Leny tertunduk dan keluarlah air mata di pipinya.

” Len…len kenapa kamu diam Len. Apa salahku sehingga kamu menangis “

Langsung Leny memeluk Tjiploek dan menangis tersedu-sedu dibahu Tjiploek.

” Saya juga cinta sama Mas ………. ” (bisik Leny di telinga Tjiploek)

Tanpa terasa malam makin hening dan tampak sinar bulan purnama yang menyoroti kedua insan yang sedang jatuh cinta. Ohhhhh sungguh malam yang indah penuh dengan kehangatan cinta.