Japan Trip : 3 Jam di Kinkakuji Temple, Kyoto

Hari Sabtu, 4 Maret 2017 adalah hari pertama kami di Kyoto. Pukul 09.00 pagi kami sudah siap sedia untuk melakukan perjalanan wisata. Sesuai rencana, ada beberapa tempat wisata di Kyoto. Yang utama adalah Kinkakuji Temple dan Kyoto Imperial Palace.

Kebetulan hotel kami terletak diseberang pool bus kota Kyoto sehingga memudahkan untuk mendapatkan informasi tentang bus umum yang dapat mengantar kami ke Kinkakuji. Perlu diketahui halte bus persis berada di depan dan di seberang hotel. Nama halte bus tersebut adalah Kujoshakomae Bus Stop.

Berdasarkan petugas informasi dari pool bus, kami disarankan membeli tiket bus terusan (one day pass) seharga Yen 500. Nomor bus jurusan ke Kinkakuji adalah 205. Untuk menuju Kinkakuji, kami melewati 25 halte (bus stop) dan membutuhkan waktu kurang lebih satu jam.  Kalau tanpa tiket terusan, dikenakan ongkos bus Yen 230 per penumpang. Setibanya di halte Kinkakujimichi, kami segera turun dari bus. Pada saat itu bus penuh dengan penumpang dan sebagian besar adalah turis asing terutama turis dari Peru.

Sebelum memasuki komplek Kinkakuji Temple, kami sarapan terlebih dahulu di sebuah kafe yang letaknya persis di depan halte bus. Kafe yang dimiliki oleh pasangan suami istri lanjut usia tersebut menyediakan banyak menu makanan. Kami langsung memesan minuman kopi dan coklat. Sedangkan untuk makanan kami memesan roti bakar.

Ada beberapa hal yang menarik dari kafe tersebut, selain dikelola oleh pasangan lanjut usia, pasangan tersebut memiliki koleksi mata uang asing yang diberikan oleh turis asing yang mampir ke kafe mereka. Uniknya sudah ada uang rupiah emisi  tahun 2016 yang dimiliki mereka yaitu 2000 dan 5000. Mereka juga mengkoleksi origami buatan sendiri. Walaupun terbata-bata dalam berbahasa Inggris tetapi pasangan tersebut mengerti maksud ucapan kami dalam berbahasa Inggris.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah sarapan pagi, kami berjalan kaki sekitar 100 meter menuju Komplek Kinkakuji Temple. Sebelum memasuki komplek, tertulis larangan menggunakan drone, merokok dan buang sampah sembarangan. Komplek Kinkakuji Temple dibuka untuk umum pada jam 09.00-17.00 setiap hari dengan biaya masuk Yen 400 per orang.

Beberapa ratus meter dari pintu masuk sudah terlihat bangunan unik khas Jepang berwarna emas. Banyak pengunjung mulai mengabadikan bangunan tersebut dan berselfia ria termasuk kami. Bangunan tersebut adalah Kinkakuji atau Kuil Paviliun Emas ( Temple of Golden Pavillion).  Kinkakuji adalah nama umum untuk Rokuonji (鹿苑寺 Kuil Taman Rusa) merupakan sebuah kuil di Kyoto, Jepang.

DSC_0081
Pintu masuk ke Komplek Kinkakuji Temple (Dok. Cech)
DSC_0083
Prasasti Kinkakuji Temple
DSC_0085
Sejarah Kinkakuji Temple (Dok. Cech)
DSC_0090
Kinkakuji Temple (Temple of Golden Pavillion) (Dok. Cech)
DSC_0095
Hojo, tempat tinggal Kepala Bikhsu (Dok. Cech)

Menurut sejarah, Komplek Kinkakuji adalah sebuah vila dengan nama  Kitayama-dai yang dimiliki oleh seorang tuan tanah  Saionji Kintsune.  Pada tahun 1397, Shogun Ashikaga Yoshimitsu membeli komplek vila tersebut dan memberi nama Komplek Kinkakuji. Ketika Yoshimitsu wafat, oleh anaknya komplek vila tersebut diubah peruntukkannya menjadi bangunan kuil Zen Budha sesuai keinginan ayahnya.

Selama perang Onin (1467-1477, seluruh bangunan dalam komplek tersebut terbakar. Pada tanggal 2 Juli 1950, kuil Paviliun Emas dibakar oleh seorang bikhsu berusia 22 tahun, Hayashi Yoken yang saat itu melakukan percobaan bunuh diri di belakang bangunan tetapi berhasil diselamatkan. Bikhsu tersebut dihukum 7 tahun penjara dan dibebaskan karena menderita gangguan mental (persecution complex dan schizophrenia) pada tanggal 29 September 1955. Pada tahun 1992, Kinkakuji Temple dinyatakan sebagai World Heritage Site oleh Unesco.

Kuil Kinkakuji (Paviliun Emas) terdiri dari 3 lantai. Keseluruhan paviliun kecuali bagian lantai dasar ditutupi dengan lembaran tipis emas murni, menjadikan kuil itu sangat berharga. Pada atap kuil terdapat fenghuang emas atau “burung phoenix”. Di hari yang cerah lembaran emas tersebut akan  memantulkan sinar matahari secara sempurna dan bayangan Kinkakuji terpantul di permukaan air. Kinkakuji Temple hanya dapat dilihat dari pinggir danau dan tidak dapat mendekati area dan ke dalam paviliun tersebut.

Kemudian di samping Kinkakuji Temple, terlihat satu bangunan besar yang dinamakan Hojo. Hojo adalah bangunan tempat tinggal mantan Kepala Bikhsu dimana seluruh pintu gesernya dicat. Sayangnya Hojo tertutup untuk umum.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Selanjutnya kami berjalan sedikit menanjak dan terlihat taman nan indah. Di tengah taman terdapat sebuah kios yang menjual pernak-pernik tradisional khas Jepang (Kinkakuji Gift Shop) seperti gantungan kunci, patung kecil dari kayu, jimat keberuntungan dan lain-lain. Tidak jauh dari kios terdapat sebuah lokasi yang dinamakan Anmintaku Pond dimana ada beberapa patung tak berbentuk dari batu yang penuh dengan koin uang. Jadi siapapun yang berhasil melempar dan masuk ke dalam mangkok yang berada di beberapa patung tersebut maka akan mendapatkan keberuntungan.

Setelah melewati Anmintaku Pond dan taman, kami melihat sebuah tempat yang menyajikan minuman teh hijau yang disebut dengan Sekkatei Teahouse. Dengan membayar Yen 500, pengunjung dapat menikmati matcha tea dan manisan.

Beberapa puluh meter kemudian, kami melihat satu kuil kecil yang dinamakan Fudo Hall. Fudo Hall adalah sebuah kuil untuk menghormati salah satu 5 Raja Kebajikan yang melindungi umat Budha. Banyak pengunjung terutama warga Jepang melakukan ritual dan berharap mendapatkan keberuntungan di kuil tersebut.

Di dekat pintu keluar, ada beberapa kios yang menjual beberapa produk tradisional Jepang. Salah satunya adalah makanan tradisional khas Kinkakuji yaitu Meika Kinkaku (Classic Gold Leaf Cake). Harganya Yen 900 per kotak berisi 6 buah kue. Meika Kinkaku adalah kue khas Kinkaku yang dibuat oleh para pembuat kue di Senbon Tamajuken, distrik Nishijin, Kyoto.

Setelah keluar dari komplek Kinkakuji, awalnya kami akan mengunjungi Ryonji Temple dan Ninnaji Temple yang letaknya masih berdekatan dengan Komplek Kinkakuji. Karena hari sudah siang  maka kami memutuskan untuk melahjutkan perjalanan ke Kyoto Imperial Palace dengan menggunakan bus umum. 3 jam di Komplek Kinkakuji yang sungguh melelahkan.

 

 

Iklan