Peringkat Environmental Performance Index (EPI) Indonesia di Dunia

Pada tanggal 28 Januari 2010, Universitas Yale dan Universitas Columbia mengeluarkan pemeringkatan terhadap 163 negara di dunia yang memperhatikan lingkungan hidupnya. Peringkat ini didasarkan pada sebuah indeks yang bernama Environmental Performance Index (EPI). EPI adalah sebuah metode untuk mengukur dan melakukan perbandingan kinerja lingkungan atas kebijakan suatu negara.

Global Environmental Performance Index 2010 (www.gisintersect.com)

Sejak tahun 2002, peringkat EPI pada 163 negara di dunia dikeluarkan dalam rangka mendukung program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang pembangunan berwawasan lingkungan yang dikenal dengan nama Millennium Development Goals. EPI ini dikeluarkan secara rutin tiap 2 tahun sekali.

Pada tahun 2010 ini pemeringkatan EPI berdasarkan pada 25 indikator kinerja terhadap 10 kebijakan pembangunan sebuah negara dalam kaitannya dengan perlindungan lingkungan seperti tingkat polusi udara, undang-undang perlindungan laut, kualitas air dan tingkat penanaman pohon baru (reboisasi). Apa saja indikator-indikator tersebut ?. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat EPI INDICATORS.

Berikut adalah 30 negara-negara di dunia yang mempunyai nilai EPI terbaik tahun 2010 :

1. Islandia 93,5

2. Swiss 89,1

3. Kosta Rica 86,4

4. Swedia 86,0

5. Norwegia 81,1

6. Mauritius 80,6

7. Perancis 78,2

8. Austria 78,1

9. Kuba 78,1

10. Kolombia 76,8

11. Malta 76,3

12. Finlandia 74,7

13. Slovakia 74,5

14. Inggris 74,2

15. Selandia Baru 73,4

16. Chile 73,3

17. Jerman 73,2

18. Italia 73,1

19. Portugal 73,0

20. Jepang 72,5

21. Latvia 72,5

22. Republik Ceko 71,6

23. Albania 71,4

24. Panama 71,4

25. Spanyol 70,6

26. Belize 69,9

27. Antigua and Barbuda 69,8

28. Singapore 69,6

29. Serbia 69,4

30. Ekuador 69,3

Sebagai perbandingan dengan peringkat EPI tahun 2008 dapat dilihat disini.

http://www.labs.timesonline.co.uk

Bagaimana dengan Indonesia ? Pada tahun 2010 Indonesia berada pada peringkat ke-134 dengan nilai EPI 44,6 (GDP per capita: $3,335 dan Population: 225,630,000). Untuk lebih detailnya dapat dilihat pada Indonesian’s EPI Scores.

Bila dibandingkan dengan EPI tahun 2008 , Indonesia mengalami penurunan nilai EPI dan peringkat EPI. Artinya pemerintah Indonesia harus lebih konsisten dan serius dalam memperhatikan, mendukung, dan melaksanakan pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan. Penurunan EPI selama 2 tahun ini sangat signifikan bila melihat makin meluasnya bencana yang disebabkan oleh perusakan lingkungan seperti banjir, kebakaran hutan, tanah longsor, kelaparan, penyakit menular dan sebagainya.

http://geospasial.bnpb.go.id

Penurunan peringkat EPI tidak hanya dialami oleh Indonesia, ada beberapa negara yang secara signifikan mengalami penurunan. Salah satunya adalah negara adidaya Amerika Serikat. Memang sangat mengejutkan.

Pada tahun 2008 Amerika Serikat menduduki peringkat ke-39 dengan skor EPI 81,0 tetapi pada tahun 2010 hanya menduduki peringkat ke-61 dengan skor EPI 63,5. Menurut Marc Levy, wakil direktur Columbia University Center for International, penurunan peringkat EPI disebabkan oleh ketidakpercayaan sebagian besar masyarakat Amerika Serikat terhadap isu perubahan iklim sehingga diperlukan kampanye besar-besaran tentang isu perubahan iklim agar masyakat Amerika Serikat dapat lebih mudah memahami apa itu perubahan iklim terutama yang terjadi di sekitar lingkungan mereka. Selain itu kampanye tersebut dapat menyadarkan masyarakat Amerika Serikat tentang jauh tertinggalnya Amerika Serikat di belakang negara-negara Eropa dalam pengendalian emisi gas rumah kaca, polusi udara dan perubahan iklim selama 20 tahun terakhir.

US Enviromental Protection Agency sedang melakukan penurunan pelepasan limbah berbahaya selama produksi industri dengan menetapkan National Waste Minimization Goal. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dan industri melakukan kerjasama dalam mengurangi penggunaan dan pelepasan 4 juta pon bahan kimia berbahaya yang ditemukan pada proses manufaktur di Amerika Serikat pada tahun 2011.

Pelajaran yang didapat dari pemeringkatan EPI ini adalah sudah saatnya masyarakat Indonesia menggunakan bahan-bahan produksi yang mudah didaur ulang dan mengubah perilaku masyarakat untuk memanfaatkan sampah organik dan mengolahnya menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi kesuburan tanaman. Selain itu dituntut partisipasi masyarakat Indonesia yang tinggi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

7 Jenis Barang di Rumah Yang Berasal dari Minyak Bumi

Minyak bumi tidak hanya menyediakan bahan bakar untuk mobil bensin dan pesawat jet saja. Produk-produk sampingan minyak bumi banyak yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di seluruh dunia. Miliaran pon plastik polietilen dimanfaatkan menjadi kantong plastik, makanan kontainer, hula hup, dan produk konsumen lainnya. Tetapi ada beberapa barang yang merupakan produk turunan dari minyak bumi yang ditemukan di sekitar rumah dan mungkin akan mengejutkan Anda

Lipstik

Credit: Valentina Jori. (tijmen)

Manusia telah menerapkan kosmetik alami pada bibir mereka, mata dan wajah selama berabad-abad tetapi sekarang ini sebagian besar lipstik dan eye liner memperoleh tampilan yang menarik karena menggunakan produk minyak bumi atau produk sampingan seperti crylates, belangkin colorant, dan propylene glycol. Yang sedikit mengejutkan adalah banyak wanita telah beralih ke produk minyak bumi yang dikenal dengan nama Vaseline (petroleum jelly) sebagai eyeliner remover sederhana atau dasar untuk lipstik.

Panel Surya

Credit: Department of Energy/National Renewable Energy Laboratory

Panel surya dapat membantu pemilik rumah dan industri dengan memanfaatkan energi terbaharukan yang berasal dari kekuatan cahaya matahari. Tetapi sebagian besar panel surya masih mengandalkan panel berbasis petroleum resin dan komponen plastik dalam sel fotovoltaik. Saat ini banyak perusahaan telah mulai menggunakan bioresin dan bioplastics dalam pembuatan komponennya untuk menggantikan minyak bumi

Pakaian tahan kusut

Credit: Dreamstime

Kapas sudah lama dimanfaatkan oleh kita untuk memproduksi kain. Tapi kandungan poliester pada celana, kemeja dan lainnya telah memberikan manfaat anti kerut, keawetan dan mengangkat noda dari bahu pakaian. Beberapa produk sampingan minyak bumi diciptakan untuk membentuk material sintetik pakaian yang dapat membantu jutaan orang. Tetapi itu tidak semuanya buruk, karena daur ulang polyester dapat menghasilkan serat poliester berkualitas tinggi

Gum

Credit: Dreamstime


Banyak orang menikmati gigitan tekstur permen karet dan mengunyahnya dalam waktu lama. Semua ini berkat minyak bumi yang diturunkan dari polimer. Karet basa dapat terdiri dari lateks alami dan produk-produk minyak bumi seperti polietilen dan parafin lilin, yang merupakan produk non-biodegradable. Tapi permen karet pertama kali mengandalkan lateks alam yang dikenal sebagai chikle.

Krayon

Credit: Stock Xchange

Minyak bumi telah banyak membantu kenangan masa kecil kita pada saat menggambar di dalam kelas atau rumah. Masing-masing krayon dalam sebuah kotak krayon anak terdiri dari parafin lilin (lilin padat yang terbuat dari minyak bumi). Parafin juga dipakai untuk membuat lilin dan memberikan efek mengkilat pada sebuah apel atau kilauan cokelat.

Aspirin

Credit: Steve Knight (stevekrh19)

Aspirin telah membuktikan sebagai salah satu obat yang paling aman dan sangat diandalkan dalam dunia farmasi selama puluhan tahun. Orang menelan miliaran tablet per tahun untuk sakit kepala, demam dan sebagai pencegahan terhadap penyakit jantung atau stroke. Asam asetyl salisilat dalam aspirin berasal dari zat kimia salisin pada kulit pohon willow. Namun sebagian besar produsen aspirin menggunakan zat benzena, suatu hidrokarbon yang biasanya berasal dari produk minyak bumi.

Pantyhose

Credit: Dreamstime

Sebut mereka dengan celana ketat, kaus kaki ketat, atau apa pun yang serba ketat. Jutaan wanita modern telah memakai stoking nilon untuk kenyamanan dan mode. Sama seperti wanita jaman dulu, stoking nilon sudah sangat populer selama Perang Dunia kedua. Nilon mewakili termoplastik yang diturunkan dari minyak bumi yang diciptakan pada tahun 1935 oleh Wallace Carothers, seorang ahli kimia yang bekerja di perusahaan DuPont. Hari ini, nilon membantu dalam pembuatan produk scrubber untuk parasut.

Sumber bacaan Livescience

Medali Olimpiade Terbuat Dari Limbah Elektronik (E-Waste)

3 Jenis Medali Olimpiade Musim Dingin yang terbuat logam daur ulang limbah elektronik (E-Waste) (Credit: © VANOC/COVAN)

Mother Jones melaporkan bahwa 3 jenis medali Olimpiade Musim Dingin 2010 di Vancouver, Kanada terbuat dari hasil pengolahan limbah elektronik atau disebut dengan E-Waste. Komite Olimpiade Vancouver (VANOC) menjelaskan bahwa medali-medali tersebut akan diberikan kepada para pemenang dari cabang-cabang olahraga yang diperlombakan seperti Ski Jumping, Ice Skating, Bobsled (papan peluncur) dan lain-lain.

E-Waste (limbah elektronik) mencakup seluruh barang elektronik mulai dari televisi sampai iPod. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal Sciene tahun lalu menemukan bahwa e-waste telah menjadi komponen limbah padat yang paling cepat pertumbuhannya di Amerika Serikat . Lebih dari 1,36 juta metrik ton limbah elektronik yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Limbah elekronik yang dibuang kebanyakan adalah ponsel, mp3 player dan barang elektronik lainnya.

VANOC memutuskan untuk menggunakan logam daur ulang dari e-waste dalam pembuatan medali olimpiade. Hal ini diharapkan dapat membantu permainan atlet dalam memenuhi salah satu dari tiga pilar Olimpiade yaitu keberlanjutan.

Menurut laporan Mother Jones dikatakan Teck Resources, perusahaan yang akan melakukan ekstraksi E-Waste berencana untuk memproses 15.000 ton limbah elektronik pada tahun ini.

VANOC juga berencana untuk mengandalkan sumber-sumber energi bersih dan telah membangun struktur Olimpiade sesuai dengan standar bangunan hijau.

Kualitas Produksi Dilihat dari Toiletnya

Keep Your Environtment (addinie.files.wordpress.com)

Jum’at pagi yang cerah setelah diguyur hujan semalaman membuat pikiran ini melayang-layang dan tanpa dinyana teringat masa kecil saya dulu. Waktu saya masih kecil seringkali saya diajak Almarhum Bapak jalan-jalan ke pabrik-pabrik Corrugated Box (Kertas Karton Gelombang), Pulp and Paper di Jabotabek. Setiap kali saya diajak pasti ada perasaan sebal dan kesal kepada beliau karena pasti akan lama berada di pabrik yang luas dan panas.

Beliau terkenal ahli dalam ilmu perkartonan dan selalu dipanggil untuk memberikan kursus/tutorial oleh pabrik-pabrik karton atau kertas karton gelombang. Bahkan beliau sering dijadikan konsultan dalam urusan manajemen, lay out sampai mesin-mesin yang layak dipakai oleh sebuah pabrik karton. Teman-teman beliau menyebutnya “Dukun Karton” karena memang ahli/mumpuni dalam dunia perkartonan. Tanpa perlu mengukur dengan melihatnya saja, sebuah barang/benda bisa diperoleh ukuran yang pas buat mengemasnya.

Selain itu beliau terkenal dengan workaholicnya (gila kerja). Kerja, kerja dan kerja. Ya itulah beliau tapi tetap beliau selalu perhatian kepada anak-anaknya. Salah satu cara beliau untuk selalu dekat dengan anaknya yaitu pas liburan atau pulang sekolah selalu diajak jalan-jalan ke pabrik-pabrik. Aneh ya liburan kok jalan-jalan ke pabrik heheheehe. Itulah beliau yang selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk selalu aktif, jangan menganggur, apa yang bisa dikerjakan maka kerjakanlah segera.

Pada saat itu, beliau dipercaya oleh salah satu konglomerat keturunan yang menurut saya sangat perhatian kepada keluarga kami sebagai Direktur Utama di salah satu perusahaannya yang memproduksi kertas karton gelombang (KKG) dan kotak karton (KK). Beliau sangat disegani oleh anak buahnya. Bukan karena kedekatan dengan pemilik tapi beliau selalu turun ke bawah memperhatikan hal-hal yang paling kecil dan sepele sehingga jarang sekali beliau ada di ruangannya. Kalau dibandingkan dengan ruangan direktur jaman sekarang pasti akan berbeda jauh sekali. Ruangan kerja beliau memang besar, ber AC tetapi isinya sangat mengagetkan karena di dalamnya terpampang papan white board yang panjang sekali hampir menutupi tembok ruangan. Perkiraan saya ukuran papan tersebut 1,5 m x 8 m. Disamping itu ada meja panjang yang di atasnya banyak buku, kertas catatan yang berisi laporan dari masing-masing unit kerja yang tersusun rapi dan disesuaikan berdasarkan unit kerjanya.

Tahu tidak apa yang tertulis di papan white board, kegiatan produksi harian lengkap dengan progres tiap waktunya, perencanaan harian dan bulanan, dan masih banyak lagi (saya lupa hehehe). Saya yang masih kecil saat itu berpikir apakah benar ini ruangan direktur utama. Ruangan direktur utama kok kayak kapal pecah hahahaha.

Nah ada peristiwa yang mungkin ini selalu saya ingat sampai kapanpun. Pagi-pagi saya diajak pergi kerja oleh beliau ke kantornya yang sekaligus juga pabrik KKG dan KK. Sesampainya di kantor, persis di depan pintu masuk langsung saja Satpam Perusahaan ditanya sedang produksi apa hari ini. Kalau tidak bisa jawab pasti kena marah tapi marahnya beliau tidak seperti orang marah. Kenapa Satpam ditanya tentang produksi ? Karena sebagai satu kesatuan kerja, setiap karyawan mempunyai tanggung jawab yang sama dalam keberhasilan dan kesuksesan sebuah perusahaan. Jadi tidak boleh egois dan hanya memikirkan unitnya saja. Lagi pula satpam khan ujung tombak sebuah perusahaan dalam memberikan image yang baik.

Selanjutnya beliau tidak langsung ke ruangannya tapi pergi ke unit produksi. Tetapi yang pertama kali dilihat oleh beliau adalah toilet yang ada di unit produksi. Kalau toiletnya kotor, bau pesing dan jorok maka beliau alan menegur pimpinan produksi bukan anak buahnya. Kata beliau, bagaimana produksi akan baik kualitasnya kalau toiletnya jorok dan bau. Artinya orang-orang yang bernaung dibawah unit tersebut jorok, bau, tidak perhatian terhadap lingkungan sekitar dan dapat dipastikan kerjanya asal-asalan. Mengurus toilet saja tidak bisa apalagi mengurus unit yang lebih besar. Toilet bukan hanya tugas bagian kebersihan tapi pimpinan unit dan karyawan dibawahnya juga harus menjaga dan mempunyai tanggung jawab atas kebersihan toilet yang berarti ikut menjaga kebersihan lingkungan pabrik secara keseluruhan. Kata beliau lagi jangan hanya bisa menyuruh atau memerintah bila wc kotor dan bisa membersihkan sendiri maka segeralah berbuat tanpa harus menunggu bagian kebersihan (Self Cleaning).

Ini baru masalah WC masih banyak faktor yang mempengaruhi kualitas produksi yang harus diperhatikan tapi kalau dari hal sepele saja kita bisa bersih, tertib dan bertanggungjawab maka keberhasilan menjaga kualitas produksi bisa tercapai. Dan ini juga berlaku untuk unit-unit kerja yang lain.

NB: Marahnya beliau berbeda dengan pada umumnya orang marah. Beliau pasti akan memanggil orang yang bersalah/khilaf dengan memberikan sebuah catatan tertulis. Di catatan tersebut tertulis apa saja kesalahannya dan bagaimana cara dan solusinya untuk memperbaiki sebuah kesalahan. Kata beliau, kalau bicara saja maka orang akan cepat lupa dan hilang tanpa bekas tapi dengan tulisan atau catatan maka orang akan selalu ingat dan membaca kembali tulisan/catatan tersebut apabila lupa mengingatnya.

Tulisan ini kupersempahkan untuk Almarhum Bapak yang telah 4 tahun meninggalkan kami. Ya Allah berikanlah tempat yang terbaik di sisiMU dan terimalah segala amal ibadah beliau. Ampunilah segala kesalahan dan kekhilafan beliau di dunia

British Airways Akan Membuat Bahan Bakar Dari Sampah Makanan

British Airways (telegraph.co.uk)

British Airways (BA) telah mengumumkan rencananya untuk mendirikan pabrik biomassa di Inggris yang akan menggunakan biomassa termasuk sampah makanan untuk akhirnya menghasilkan juta ton bahan bakar jet hijau setahun.

British Airways mengatakan fasilitas pengolahan akan mengubah hingga 500.000 ton limbah biomassa per tahun menjadi 16 juta galon bahan bakar karbon rendah untuk digunakan dalam armadanya. Namun bahan bakar tersebut akan diproduksi mulai tahun 2014. Itupun membutuhkan beberapa tahun untuk mencapai kapasitas penuh.

Pabrik akan dibangun oleh perusahaan AS, Solena Group di London (lokasinya belum dapat dikonfirmasi). BA mengatakan telah menandatangani letter of intent untuk membeli semua bahan bakar yang diproduksi.

“BBM baru akan berasal dari limbah biomassa dan diproduksi di negara yang mempunyai fasilitas yang dapat mengkonversi berbagai bahan limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk menjadi bahan bakar pesawat”, ujar seorang juru bicara British Airways kepada FoodProductionDaily.com.

Tetapi perusahaan telah dikonfirmasi bahwa bahan bakar hijau yang diproduksi di suatu tempat itu belum diberi persetujuan oleh otoritas Inggris. Namun pejabat Amerika telah memberikan lampu hijau untuk yang 50 persen campuran biofuel. BA mengatakan persetujuan itu hanya diperlukan dari salah satu campuran dan yakin kalau izin untuk campuran 100 persen limbah akan diberikan di masa yang akan datang.

Maskapai mengatakan kemungkinan limbah makanan akan menjadi salah satu komponen penting dari biomassa. Pilihan pada sumber bahan baku mentah masih dieksplorasi walaupun juru bicara perusahaan mengatakan peran otoritas lokal dan pabrik makanan dapat dipertimbangkan jika jumlah limbahnya memadai.

co2cycle (jgi.doe.gov)

Karbon Netral

Pembangunan pabrik ini akan dimulai pada akhir 2011 dan selesai dua tahun kemudian. BA mengatakan pabrik tersebut tidak akan segera berjalan pada kapasitas penuh dan tidak ada target waktu untuk menghasilkan bahan bakar hingga 16 juta galon per tahun.

Bionaphtha digunakan sebagai komponen campuran bensin dan juga sebagai bahan baku bagi industri petrokimia. Prosesnya menerapkan daur ulang rumah kaca yang dapat menghasilkan cadangan gas hingga 95 persen bila dibandingkan dengan bahan bakar dari fosil (kerosene jet).

Besarnya volume bahan bakar yang dihasilkan lebih dari dua kali jumlah yang dibutuhkan untuk membuat karbon netral di seluruh penerbangan BA dari London City Airport. Pengurangan emisi karbon akan setara dengan pengurangan 48.000 mobil dari jalan raya per tahun. Skema ini juga menghasilkan listrik 20 Mega Watt per tahun sehingga dapat membuka 1.200 lapangan pekerjaan.

Dr Robert Do, CEO Solena Group mengatakan: “Proyek The Solena-British Airways BioJetFuel secara efisien akan merubah biomassa menjadi bahan bakar terbaharukan yang bersih, listrik dan karbon netral. Pabrik pengolahan ini akan menjadi contoh fasilitas manufaktur bahan bakar yang terbaharukan dan berbeda dengan insinerator standar yang merubah sampah menjadi fasilitas energi . Ini tidak akan menghasilkan emisi polusi apapun atau produk yang tidak diinginkan. “