Surat Untuk Calon Istriku

 

wendygardner.co.uk

 

 

“Hidup berdua saja sudah berat apalagi hidup sendiri “

Itulah barisan kata-kata yang keluar dari mulut seorang teman. Dan uniknya kalimat tersebut juga meluncur dari ibuku. Apakah sebuah kebetulan ? Ahhh kupikir tidak. Mereka adalah orang-orang yang sudah mengalami getirnya kehidupan perkawinan dimana suami-isteri tetap kuat dan sabar dalam menanggung beban hidup yang makin lama makin berat. Jadi tidaklah salah kalau pada akhirnya harus berhenti pada satu titik yang namanya pernikahan.

Prolog yang aneh. Apa maksudnya ? Memang beberapa hari ini aku berulangkali merubah, merubah dan merubah kalimat-kalimat dalam surat yang ingin kukirimkan kepadamu. Aku selalu merasa surat yang akan kutulis ini kurang berkenan, hambar dan biasa-biasa saja. Benar dan itu benar sekali. Karena aku menyadari kalau diriku tidak seromantis kebanyakn pria yang sedang kasmaran dan bermasyuk ria dengan kekasih atau calon istrinya. Tetapi itulah aku. Aku ingin menunjukkan inilah aku yang apa adanya tanpa ada embel-embel kehebatan atau kemampuan luar biasa selain hanya bisa menyayangimu dengan segenap hati.

Sebelumnya aku ingin mengucapkan puji syukur kepada Tuhan karena telah mempertemukanmu dalam situasi dan kondisi yang menurut ukuranku unik dan aneh serta penuh misteri. 3 tahun yang lalu aku hanya mengenalmu selewatan tanpa ada perasaan apa-apa. Kadang kala aku tertawa sendiri kalau mengingat itu semua. Tapi apa mau dikata toh memang tangan Tuhan telah bekerja dengan segala kemisteriannya. Laksana mukjizat yang diturunkan kepada utusanMu.

Sayangku, berulangkali aku merenung dan berpikir bagaimana ini bisa terjadi. Jodohkah ? Kalau kau menanyakannya maka aku ingin mengatakan bahwa kau memang jodohku. Mengapa? Aku merasakan adanya energi kuat yang menambah dan mendorong diriku untuk menjadi lebih baik. Walaupun aku masih harus merangkak untuk dapat mengerti apa yang kau inginkan. Tetapi aku terus berusaha untuk menjadi yang terbaik di matamu.

Sayangku, memang belum lama kita bertemu dan intens berkomunikasi. Tetapi aku sangat mengerti bahwa engkaulah pantas untuk mengisi kekurangan yang ada di diriku dengan kelebihan yang kau miliki. Sebaliknya aku akan berusah mengisi kekuranganmu dengan kelebihan yang aku miliki. Walaupun kita masih memerlukan waktu agar secara otomatis proses itu bekerja.

Sayangku, ingatkah malam itu ? Ya malam itu. Malam itu menyadarkan diriku kalau aku masih perlu banyak belajar untuk memahami siapa dirimu walaupun keegoan dan kecemburuan yang ada di dalam diri masih menguasaiku. Maafkan aku karena aku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali diam dan  berdoa agar engkau selamat dan sehat dunia akhirat sampai akhir jaman. Tetapi dari semua itu aku mendapatkan hikmah yaitu makin kuatnya diri kita untuk saling terbuka dan terus menjalin komunikasi yang baik.

Sayangku, engkau memang sumber inspirasiku. Betapa tinggi harapan yang kau inginkan. Ingatkan dengan rumah idaman itu hehehe… Sebenarnya aku cukup terkejut ketika kau mengungkapkannya di hadapanku yaitu sebuah rumnah idaman untuk keluarga kita kelak. Rumah asri nan alami yang engkau persiapkan dengan konsep yang telah kau tuangkan dalam coretan-coretan penuh makna. Dari situlah aku mulai berpikir untuk bangkit dan mulai merancang hidup agar impian rumah idaman itu bisa menjadi kenyataan. Walaupun saat ini hanya sekedar bualan tetapi bagaimanapun caranya, aku akan berusaha untuk mewujudkannya demi kamu dan si kecil.

Sayangku, aku ingin terus memanjakanmu setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun sampai Tuhan mempunyai kehendak yang lain. Kemanjaanmu itulah membuatku makin paham mengenai arti kasih sayang. Bukan cinta yang dirasuki oleh nafsu syahwat tanpa batas. Kasih sayang yang aku berikan kepada manusia yang memang menjadi pilihan yang dikirimkan oleh Tuhan agar aku mempunyai kewajiban untuk melindungimu dan keluarga kita kelak.

Sayangku, aku bingung dan tak tahu lagi apa yang ingin kutuliskan kepadamu. Sebuah Surat yang menurutku  hanya sekedar curhatan tanpa makna. Tetapi sekali lagi aku bukanlah pria yang pandai berbicara ataupun bisa membuat asmaramu bergejolak. Aku hanya bisa berharap kau merasa nyaman dan bahagia lahir batin bersamaku. Aku ingin kita berdua bersatu dalam ikatan suci. Ikatan keilahian yang akan membawa kita pada satu titik yaitu surgaNya.

Sayangku, … Kutunggu 2 huruf darimu

 

Malam terang benderang

Diiringi bulan purnama memancarkan kebahagiaan

Euforia bintang-bintang bersorak sorai

Mengiringi jiwa suka cita

Nada-nada mesra mengalun

Menggelitik telinga insani

Menusuk hati yang merindu

Memancarkan aura cinta suci

Sosok cinta telah datang

Kasih sayang terbawa angin

Mendesirkan kerinduan dalam diri

Menyelimuti raga rindu meradang

Kutahu kedatanganmu

Menghampiri diriku

Menghapus sepi selaksa

Membalas kerinduan mendalam

Hai kekasih hati

Lama sudah ku menanti

Sabar diri terbalaskan

Karena ku tahu kau milikku

Terima kasih Tuhan


SMS Seorang Wanita

Beberapa kali sms masuk ke telepon selulerku.

” kata-katanya kalau bisa sedikit dipoles lebih oke… “

” dipoles lebih romantis… “

” perasaan saat membaca intonasi jadi naik turun … “

” kok paragraf akhir dengan alur cerita awal tidak nyambung… “

” diatur irama ceritanya sehingga yang baca dapat menikmati tulisan mas… “

” mau menulis apa hari ini ??? “

” etc. “

Aku hanya bisa menjawab “ya”, “terima kasih” dan lain-lain. Tetapi aku bersyukur karena saat ini ada yang mau memberikan saran dan kritik terhadap tulisan-tulisanku. Selama ini aku bebas mengekspresikan diri dalam banyak tulisan tanpa mau tahu apakah ada peningkatan kualitas.

Pada awalnya aku hanya berpikir pokoknya menulis, menulis dan menulis. Tetapi setelah sms yang datang bertubi-tubi membuatku berpikir dan sempat kaget serta timbul keegoan untuk mengatakan apa sih yang kau bisa. Ternyata sms-sms nya membangkitkan semangat untuk menulis yang baik dan bermutu.

Apanya yang bermutu ? Mulai berpikir dan mempertimbangkan banyak hal terutama dalam merangkai kata-kata untuk menghasilkan kalimat yang runtun, mengalir dan enak dibaca. Jadi aku bersyukur karena sms-nya. Aku mengucapkan terima kasih karena engkaulah penyemangat diriku untuk terus menulis. Nulis lagi yukkkksssss…

C A N T I K

inner beauty (pbase.com)

Cantik bukanlah rambut

Cantik bukanlah wajah

Cantik bukanlah buah dada

Cantik bukanlah pinggang

Cantik bukanlah pinggul

Cantik bukanlah kaki

Tetapi cantik adalah utuh

Perpaduan alami yang saling mengisi.

Mengisi dalam penderitaan dan kebahagiaan.

Membentuk aliansi yang harmonis

Kekuatan dan kelemahan tampak semu.

Hitam dan putih tidak kasat dalam penilaian yang pasti.

Cantik adalah rasa dan perasaan.

Rasa dalam batin yang suci dalam menemukan keterikatan yang abadi

Perasaan yang  menyadari adanya kerinduan dan keinginan

Menggerakkan akal bekerja dalam logika keilahian

Memicu hati untuk menyatakan hasrat kepedulian

Cantik… apa itu cantik ?

Kutersadar dalam mimpiku. Tak mampu menjawab arti kecantikan. Aku hanya bisa menikmati. Semuanya serba relatif dan kubiarkan nafsu berbicara dengan gencarnya.

Tetapi aku sadar dan mengerti apa batasan cantik. Tolak ukur yang masih dibatasi oleh aturan Rabb. Manusia hanya bisa merasakan dan menjaganya. Bagaikan indah perhiasan yang tiada nilai harganya. Bagaikan kehormatan diri yang pantang untuk direndahkan.

Kau memang cantik. Terima kasih Tuhan kau telah menciptakannya. Membuatku mengerti mengapa Kau menghijabnya. Bagaikan nafsu dan setan bernaung di dalam lingkungan hampa. Tak mampu bergerak kecuali KehendakMu.

Ya Allah, Engkau Maha Baik. Kecantikan itu bagaikan ikatan kuat diantara jiwa dan raga, susah dan senang, sedih dan gembira, miskin dan kaya,  siang dan malam, hidup dan mati. Cantik, kau memang cantik. Maukah dia ?