10 Cara Agar Pikiran Manusia Tetap Tajam

Seiring dengan bertambahnya usia maka manusia mengalami penurunan kemampuan sendi dan paru-paru secara perlahan-lahan. Tetapi tidak bagi otak manusia.  Berikut adalah beberapa tips agar pikiran manusia tetap tajam yang ditulis oleh Robin Nixon,  Staff Writer LiveScience dan diterjemahkan secara bebas dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan tentang kesehatan tubuh kita.

Lakukan sesuatu!

running exercise (livescience)


Para ilmuwan mulai berpikir bahwa olahraga aerobik yang teratur merupakan hal terpenting yang dapat dilakukan untuk kesehatan otak  dalam jangka panjang. Sementara jantung dan paru-paru merespon keras pada saat kita melakukan sprint di atas treadmill maka otak  semakin bugar juga pada  setiap langkahnya.Untuk kebugaran mental, dibutuhkan  aktivitas fisik  sedikitnya 30 menit setiap hari.

Makan, makan dan makan

Buah-buahan dan Sayur-sayuran (livescience.com)


Terlalu banyak atau  sedikit  energi memberikan kompleksitas pada mesin otak yang halus. Diet glikemik rendah – serat tinggi dengan jumlah  lemak dan protein yang moderat  lebih lambat dipecah  dalam tubuh dibandingkan dengan makanan glisemik tinggi seperti permen dan pati putih. Sebuah kecepatan tetap pencernaan dalam usus memberikan aliran  energi ke otak yang lebih handal sehingga  mengoptimalkan kesehatan organ dan kinerja jangka panjang.

Perhatikan Pola Makan

Diet Yang Teratur (livescience.com)


Pola makan yang tidak teratur  dapat membuat otak lesu dan mengakibatkan kerusakan otak pada jangka panjang. Selain itu  terlalu sedikit kalori juga dapat merusak fungsi otak. Diet yang  ekstrim dapat menyebabkan perasaan yang mungkin mendasari kecanduan anoreksia tetapi banyak penelitian juga mengaitkan  diet dengan  kebingungan dan gangguan memori.

Merawat Tubuh

Merawat Tubuh (livescience.com)


Sebagian besar penyakit seperti diabetes tipe II,  obesitas, dan hipertensi  dapat mempengaruhi otak manusia juga. Sistem kesehatan yang terpadu berhubungan erat  dengan peningkatan risiko penurunan kognitif dan gangguan memori. Dengan menjaga sistem peredaran darah  dalam mekanisme kerja tubuh dengan  menghindari rokok dan lemak jenuh maka dapat mengurangi serangan kerusakan otak yang berkaitan dengan usia.

Tidur Yang Nyenyak

Tidur Nyenyak (livescience.com)


Ketika kita beristirahat dan mimpi, memori dalam otak mengalami proses penyaringan yaitu  beberapa dibuang, yang lain konsolidasi dan disimpan.  Sebuah studi baru menemukan bahwa bila kita tidak tidur maka protein terbentuk  pada sinapsis sehingga  membuat sulit untuk berpikir dan belajar hal yang  baru. Selanjutnya, kronis tidur buruk (berbeda dengan tidak cukup) terkait dengan penurunan kognitif pada usia lanjut walaupun mungkin hubungannya tidak kausal.

Menikmati Kopi

Menikmati Kopi (livescience)


Beberapa bukti menunjukkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi  kafein dapat melindungi otak. Menurut studi longitudinal besar, dua sampai empat cangkir  sehari dapat mencegah penurunan kognitif normal dan menurunkan kejadian Alzheimer sekitar  30-60 persen. Tidak jelas apakah manfaat  tersebut datang dari kafein atau antioksidan yang ditemukan dalam kopi dan teh, tetapi latte dapat meningkatkan kognisi pada sore hari dan beberapa dekade dari sekarang.

Makan ikan

Daging Tuna (livescience)


Beberapa  teori pengenalan manfaat  ikan bagi diet manusiayang berkaitan  evolusi dari kecakapan luar biasa kognitif manusia. Asam lemak esensial (Omega 3) sangat penting untuk fungsi otak dan terbukti bermanfaat untuk mengobati penyakit melemahnya kemampuan otak (depresi). Tetapi beberapa penelitian tentang kemanjuran suplemen Omega 3 memiliki hasil yang beragam tergantung asal dan dosis dari sumber makanan seperti biji rami, lemak ikan dan hewan diberi makan rumput.

Tenang Dan Santai

Yoga Exercise (livescience.com)


Stres mempercepat  kerja  otak untuk  mencuci bahan kimia berbahaya pada  hippocampus dan daerah otak lainnya yang terlibat dalam memori. Beberapa ilmuwan menduga bahwa hidup gaya hidup seimbang dan  kegiatan santai seperti yoga, sosialisasi dan kerajinan dapat menunda gangguan memori dengan mengurangi stres.

Hindari Suplemen

generic pills tablets (livescience.com)

Baru-baru ini suplemen memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Bahkan mengkonsumsi multivitamin dianggap membuang-buang uang saja.Pil otak, seperti ginkgo dan melatonin dianggap “tempat sampah” juga. Meskipun asal-usul mereka dikatakan alami tetapi tetap memberikan  potensi efek samping, seperti tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, masalah kesuburan dan depresi. Dan di antara orang yang sehat, ginkgo tidak menawarkan manfaat bagi  otak dibandingkan dengan  plasebo. (Dalam beberapa kasus, plasebo bekerja lebih baik.)

Mengasah Otak

livescience.com


Apakah teka-teki silang, sudokus dan permainan asah otak lainnya dapat  menjaga ketajaman pikiran manusia ? Jawabannya adalah belum tentu. Namun kurangnya pendidikan merupakan prediktor kuat penurunan kognitif. Semakin manusia berusaha untuk belajar maka  semakin baik  ketajaman  pikiran manusia sampai usia tua nanti. Kuncinya adalah  menangani sesuatu yang baru karena  mencari tantangan yang baru  lebih menguntungkan  bagi ketajaman pikiran  daripada mengerjakan  teka-teki yang sama berulang kali.

Iklan

10 Hal Yang Harus Diketahui Wanita Tentang Otak Pria

Pengertian paling populer tentang otak pria  berdasarkan penelitian terhadap para pria berusia 18 sampai 22 tahun dan lulusan diploma. Tulisan ini merupakan terjemahan dari rangkuman Robin Nixon, staf penulis Livescience tentang 10 hal yang perlu diketahui para wanita tentang otak pria.

Lebih emosional

Credit: Dreamstime

Sementara ini wanita biasanya dianggap sebagai gender yang lebih emosional padahal bayi laki-laki   lebih emosional reaktif dan ekspresif dibandingkan  bayi perempuan. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan.

Sebuah penelitian tahun 2008  yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal of Psychology yang memonitor ekspresi wajah menyatakan bahwa pria dewasa memiliki reaksi emosional sedikit lebih kuat tetapi hanya sebelum menyadari perasaan mereka.  Setelah emosi mencapai kesadaran maka  pria menunjukkan wajah tak berperasaan.

Para ilmuwan Universitas Lund,  Swedia dalam penelitian tahun 20o8 berteori bahwa ketika muda  anak laki-laki mungkin belajar untuk menyembunyikan emosi  supaya dianggap  “jantan.” Tapi menurunkan emosi bisa menjadi cambuk  bagi tubuh dengan respon “melawan atau lari”. Reaksi keras seorang pria dan penindasan berikutnya membuat pria siap menghadapi  ancaman.

Lebih rentan terhadap kesepian

Credit: stockxpert

Dr Louann Brizendine, seorang Profesor Psikologi Klinis di University of California, San Francisco  dan penulis “The Male Brain” (Broadway, Maret 2010) mengatakan bahwa  kesepian dapat mengganggu kesehatan dan otak semua orang.  Pria  yang lebih tua tampak sangat rentan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hidup dengan wanita  mungkin akan sangat membantu. Pria dalam hubungan stabil cenderung lebih sehat, hidup lebih lama dan memiliki tingkat hormon yang dapat mengindikasikan penurunan kecemasan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Biology of Reproduction pada tahun 2009 menemukan bahwa wanita  juga baik untuk organ reproduksi pria. Tikus jantan yang hidup dengan betina mempunyai kesuburan yang lebih panjang daripada  tikus pejantan yang terisolasi dari betina.

Fokus pada solusi

Credit: stock exchng

 

Meskipun banyak penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih empatik dari pria, Dr Brizendine menekankan hal ini tidak sepenuhnya benar. Sistem empati dari otak laki-laki tidak merespon ketika seseorang sedang stres atau mengungkapkan masalah.  Sebagai hasilnya, pria cenderung lebih peduli dengan menyelesaikan  masalah daripada menunjukkan solidaritas dalam perasaan.

Matra  untuk memeriksa wanita

livescience.com

Pranjal Mehta, seorang Psikolog Sosial di Universitas Columbia di New York menyatakan bahwa selain  sering dikaitkan dengan agresi dan permusuhan, testosteron juga merupakan hormon libido. Dan para pria  memiliki enam kali jumlah gelombang melalui pembuluh darahnya yang berarti sama dengan  wanita.

Mehta dan koleganya menemukan bahwa testosteron merusak kawasan impuls-kontrol dari otak. Meskipun masih harus dipelajari, ini mungkin menjelaskan mengapa pria suka mengerling kepada wanita secara otomatis. Mereka sering lupa tentang wanita  setelah keluar dari lapangan visual mereka.

Harus membela kaumnya

Credit: Brandywine River Museum.

Brizendine mengatakan bahwa bagian dari pekerjaan laki-laki secara  evolusi  adalah untuk mempertahankan kaumnya. Penelitian lebih lanjut diperlukan pada manusia tetapi pada mamalia jantan, area otak  “membela kaumnya” lebih besar daripada rekan-rekan betina mereka.

Sementara wanita memiliki sifat posesif maka  pria jauh lebih menggunakan  kekerasan ketika dihadapkan dengan ancaman terhadap kehidupan cinta  atau wilayah mereka.

Siapa yang menjadi  bos?

livescience.com

Brizendine mengatakan bahwa sebuah hierarki yang tidak stabil dapat menyebabkan cukup  kecemasan pada pria. Tetapi dalam hierarki   perintah yang mapan seperti yang dilakukan oleh militer dan beberapa  tempat kerja  dapat menurunkan  hormon testosteron dan menahan agresi seorang pria.

Otak pria dewasa

Credit: stockxpert

Mehta mengatakan bahwa selama evolusi manusia membutuhkan persaingan terhadap  status dan pasangan saat muda. Ketika dewasa lebih  menekankan pada  ikatan dan kerjasama.

Studi psikologis telah menunjukkan bahwa kepandaian mengambil keuntungan dari  lawan kurang memiliki daya tarik  bagi pria yang lebih tua. Sebaliknya mereka lebih memperhatikan hubungan dan memperbaiki masyarakat.

Perubahan ini mungkin dibantu oleh penurunan alami testosteron  sebagai pria yang telah berusia. Mehta dan koleganya menemukan bahwa pria dengan kadar testosteron tinggi cenderung lebih baik pada kompetisi, one by one. Sementara mereka dengan tingkat yang lebih rendah unggul dalam kompetisi yang membutuhkan kerjasama tim. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Hormones and Behavior pada tahun 2009.

Menjadi Seorang Ayah

Credit: Dreamstime

Sebuah studi 2000 yang dipublikasikan oleh Evolution and Human Behavior menemukan bahwa otak pria  menjadi sangat prima untuk bekerja sama pada bulan-bulan sebelum menjadi seorang ayah. Menjadi seorang ayah berarti ada perubahan hormon yaitu prolaktin yang meningkat dan testosteron yang menurun sehingga mendorong perilaku layaknya seorang  ayah.

Sebuah penelitian di tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal Hormones and Behavior menemukan bahwa Feromon seorang wanita hamil dapat mempengaruhi pasangannya untuk memacu perubahan ini.  Bahkan sebelum wanita  hamil, feromon pria  menyebabkan  neuron ibu baik  untuk tumbuh di dalam otak wanita.

Daddy-play

Credit: stockxpert

Penelitian telah menunjukkan bahwa pengertian tentang seorang ayah adalah secara spesifik bermain dengan anak-anak mereka, lebih kerasan tinggal di rumah, lebih spontanitas ,  lebih  menggoda,  dapat membantu anak belajar lebih baik,  mempunyai kepercayaan lebih, dan mempersiapkan anak untuk dunia nyata. Peran ayah  dapat mengurangi resiko perilaku seksual anak-anak.

Ayah sekaligus sebagai orang tua cenderung memiliki kadar testosteron yang lebih rendah berdasarkan  laporan beberapa penelitian  lintas-budaya. Meskipun tidak diketahui apakah kadar hormon dapat menyebabkan  perubahan perilaku atau sebaliknya. Peneliti berteori bahwa evolusi telah mengakibat seorang  ayah untuk terlibat. Anak-anak adalah salah satu anugrah yang paling dibutuhkan oleh manusia dan ayah yang baik selalu mengoptimalkan kesempatan bahwa keturunan  dan gen mereka  dapat bertahan.

Menginginkan  lonceng pernikahan

Credit: Dreamstime

Wanita ingin  tetap lajang dan pria  ingin selalu bereksperimen dengan fantasi seks mereka selamanya.  Tetapi ini mungkin menjadi salah satu kesalahpahaman terbesar yang berasal dari kecenderungan Amerika S erikat selalau menggunakan lulusan sarjana  sebagai subyek penelitian.

Sebuah  studi terhadap para pria di Bolivia  yang diterbitkan dalam Proceedings of Royal Society pada tahun 2007 menemukan bahwa perselingkuhan yang paling mungkin terjadi pada pria sebelum umur 30 tahun, menemukan Setelah itu, para pria mulai fokus pada keluarga mereka.

Menurut penelitian tahun  2008  yang diterbitkan oleh  Proceedings of the National Academy of Science menyatakan  beberapa orang memiliki waktu yang lama untuk dapat berkomitmen dengan orang lain. Komitmen adalah  suatu masalah genetik.  Pria tanpa “promiscuity gene”  yang diperkirakan sekitar  60 persen dari populasi lebih cenderung untuk menikah. Tapi itu tidak semua. Baik para pria dan istrinya  cenderung relatif  untuk melaporkan kebahagiaan perkawinan mereka.

Mind-Reading Scanner Dapat Merekam Dan Menganalisa Mimpi

The researchers have developed a way to record higher brain activity (BBC)

Jika anda  pernah mengalami kesulitan mengingat impian, ternyata anda tidak sendirian. Mimpi adalah  suatu mekanisme  yang sukar dipahami, dan hanya sedikit yang dipahami sepenuhnya. Tapi Dr Moran Cerf ingin mengembangkan suatu sistem yang mampu membaca dan merekam impian  secara elektronik. Hasil penelitian Dr Moran Cerf  dkk. ini telah dipublikasikan pada Jurnal Nature edisi 27 Oktober 2010.

Cerf percaya bahwa hal ini mungkin dapat membuat sebuah sistem yang akan memungkinkan psikolog untuk membandingkan ingatan pasien terhadap impiannya dengan visualisasi elektronik dari aktivitas di otak mereka. Cerf mengambil langkah pertama dengan melakukan sebuah studi yang mengasosiasi tertentu antara individu neuron dengan benda-benda tertentu atau ide.

Dengan membangun database asosiasi setiap pasien, Cerf dan rekan-rekannya bisa mencari tahu apa yang pasien sedang pikir  tanpa harus berkata. Dengan database yang cukup besar,  pihak ketiga bisa “membaca pikiran” dengan melihat di mana neuron menyala selama mimpi dan menciptakan catatan elektronik dari kata mimpi.

Hal ini adalah sebuah lompatan yang mampu mengidentifikasi neuron yang berhubungan dengan pikiran  atau konsep tertentu  dan mampu menterjemahkan kanvas kaya mimpi menjadi sebuah visualisasi elektronik. Bahkan lebih dari satu orang di bidang psikologi dan neurologi tampaknya sedang memikirkan sebuah  ide lanjutan.

Matching Neurons to Specific Concepts Researchers are building databases linking specific thoughts to specific neurons in the brain in hopes of creating an electronic system that can record dreams. MethoxyRoxy via Wikimedia

 

Tapi ide di balik penelitian Cerf adalah menggiurkan dan bisa mengakibatkan pemahaman yang lebih baik dari fungsi otak  bukan sekedar  perekam  mimpi. Otak yang baik adalah mesin interface yang menjanjikan bagi mereka yang berusaha untuk mengembangkan sistem yang memungkinkan orang  tdk suka bergaul dgn orang lain seperti mereka yang terkunci dalam sindrom untuk berkomunikasi lagi. Dan sebagai teknologi sensor otak memberikan resolusi yang lebih tinggi dan menjadi kurang invasif yaitu sebuah sistem yang dapat mengidentifikasi dan merespon konsep-konsep abstrak pada tingkat syaraf yang menjadi dasar untuk mesin pengendali pikiran di masa depan.

Untuk saat ini, Cerf terus membangun database neuron-pemikiran.  Langkah berikutnya adalah memantau aktivitas otak pasien relawannya yang sudah ditanamkan elektroda ke dalam otaknya sebagai  kejang otak. Kejang Otak ini ditujukan untuk melihat apakah para relawan dapat  menguraikan mimpi mereka pada saat tidur. Dengan membandingkan bagaimana otak yang berbeda berkaitan dengan  pemikiran yang berbeda dan konsep untuk neuron yang berbeda, Cerf bisa belajar sedikit banyak tentang kenangan dan bagaimana otak mengatur informasi yang dikumpulkan.

Penemuan ini juga telah dirilis oleh BBC.

Apakah Cinta Itu Dari Hati Atau Otak ?

de.fotolia.com

 

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa jatuh cinta datangnya dari hati dan otak. Stephanie Ortigue dan rekan-rekannya dari Syracuse University   meninjau dan melakukan  analisis statistik pada penelitian otak terakhir untuk mendapatkan pengertian tentang cinta dan menemukan 12 area otak manusia yang bekerja secara bersamaan  pada saat  seseorang menemukan pujaan hatinya.

Ortigue mengatakan hasil  analisis tersebut secara  rinci dapat dilihat pada edisi terbaru Journal of Sexual Medicine dan selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan sebuah penelitian yang menunjukkan  bahwa dibutuhkan sekitar seperlima detik untuk jatuh cinta. Penelitian tersebut telah disampaikan ke jurnal ilmiah dan diharapkan akan segera dirilis.

Ortigue juga mengatakan bahwa banyak orang yang kurang memahami apa itu cinta. Padahal cinta adalah salah satu konsep yang terpenting dalam hidup, Sebagai ilmuwan, Ortigue  ingin membawa rasionalitas beberapa irasional dan ingin melihat apakah cinta memang ada di otak manusia.

Tim peneliti  menemukan bahwa ketika seseorang jatuh cinta, area yang berbeda dari  kimia otak menimbulkan  euforia seperti dopamin, oxytocin (sering disebut hormon cinta), adrenalin dan vasopresin (dikenal dari studi hewan dapat menyebabkan agresi dan perilaku teritorial) .

Studi lain telah menyatakan kadar faktor pertumbuhan saraf (Nerve Growth Factor (NGF)) mengalami peningkatan. NGF adalah  sebuah protein yang memainkan peran dalam kelangsungan hidup dan pemeliharaan sel-sel otak. Level tersebut ditemukan secara signifikan lebih tinggi pada pasangan yang baru saja jatuh cinta. Ortigue mengatakan molekul ini juga memainkan peran penting dalam kimia sosial antara manusia atau fenomena cinta pada pandangan pertama. Hasil ini memberikan konfirmasi bahwa cinta memiliki dasar ilmiah.

Tidak semua cinta diciptakan sama. Analisis ini menemukan berbagai bagian otak yang aktif untuk berbagai jenis cinta. Sebagai contoh, dalam studi otak pertama tentang romantisme cinta, peneliti merekrut 17 relawan yang “benar-benar sedang  jatuh cinta” dengan pasangannya.

Ketika menatap orang lain yang secara signifikan menarik bagi  mereka, para peserta menunjukkan aktivitas otak dalam sistem  subkortikal dopaminergik terbukti aktif pada orang yang berada di bawah pengaruh euforia  seperti  terpengaruh rangsangan dalam  pemakaian kokain. Ortigue menyarankan  lebih baik memotivasi seseorang untuk mengejar  bunga cintanya daripada  menggunakan obat perangsang seperti kokain karena dampaknya sama.   Selain itu, tampaknya gairah cinta  mengaktifkan wilayah otak yang berhubungan dengan perilaku emosional, seperti gairah seksual. Temuan itu mendukung riset yang  menunjukkan adanya keterkaitan antara kepuasan seksual pasangan dan perasaan cinta.

Dalam sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam jurnal Neuroimage, peneliti melakukan penelitian mengenai cinta seorang  ibu yang melibatkan 20 orang ibu. Aktivitas otak seorang ibu dimonitor pada saat melihat foto anak mereka sendiri,  anak orang lain yang sudah dikenalnya pada usia yang sama, sahabat terbaik, dan kenalan lain.

Dibandingkan dengan aktivitas otak gairah-cinta yang telah diukur dalam sebuah penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa  cinta seorang  ibu bukan jenis romantis dan  muncul di daerah otak tengah bagian dalam  yang disebut periaqueductal gray matter (PAG)  (suatu daerah yang berisi reseptor untuk ikatan ibu-anak).

animals.howstuffworks.com

 

Dalam sebuah penelitian tahun  2009  mengenai cinta tanpa syarat, Mario Beauregard dari University of Montreal dan rekan melibatkan 17 peserta untuk melihat gambar yang menunjukkan anak-anak dan orang dewasa penyandang cacat. Kemudian, peserta melihat gambar-gambar yang sama, tapi kali ini mereka harus menghasilkan perasaan cinta tanpa syarat terhadap gambar. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan aktivitas otak secara signifikan antara  beberapa sistem kerja otak (juga terkait dengan gairah cinta dan cinta ibu-anak)  dengan wilayah PAG dalam kaitannya dengan cinta seorang  ibu. Para peneliti dalam artikel jurnal menunjukkan adanya  fakta yang kuat  bahwa cinta lebih dari sekedar emosi  tapi cinta juga melibatkan kognisi.

Studi lanjutan  Ortigue tentang kecepatan cinta dalam otak manusia, menunjukkan bahwa ketika seseorang melihat pasangan yang potensial, maka daerah otak akan segera  bekerja otomatis meninjau pengalaman masa lalu.  Kedua temuan tersebut  dapat membantu para ilmuwan memahami apa artinya jatuh cinta dan mengapa seseorang  menjadi begitu patah hati setelah putus cinta.

Mengungkap Otak Orang Introvert

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa otak ekstrovert lebih memperhatikan wajah manusia daripada introvert. Bahkan otak introvert sepertinya tidak dapat membedakan antara benda mati dan wajah manusia. Studi ini disajikan dalam sesi poster pada hari Jumat, 13 Agustus 2010 di Konvensi Tahunan  American Psychological Association ke 118.

Mungkin sebagian temuan  dapat menjelaskan mengapa ekstrovert lebih termotivasi untuk mencari dan mudah bergaul dengan sekelompok teman. Dibandingkan dengan orang yang mempunyai sifat  pemalu lebih suka bergaul dengan buku. Penelitian ini juga menambahkan ide lain bahwa perbedaan mendasar pada saraf otak manusia berkontribusi terhadap kepribadian mereka.

Inna Fishman and Rowena Ng place electrodes on the scalp of an individual with Williams syndrome (www.salk.edu/news)

Peneliti studi  Inna Fishman, dari Salk Institute for Biological Sciences di La Jolla, California mengatakan bahwa ini hanyalah  salah satu bukti untuk mendukung pernyataan bahwa kepribadian bukan hanya konsep psikologi. Ada beberapa landasan yang lebih luas bagi perilaku yang kita lihat  dan  berimplikasi pada dasar saraf untuk tipe kepribadian yang berbeda.

Ada banyak cara untuk menggambarkan karakter seseorang  mulai dari banyak bicara, sabar, pekerja keras dan terorganisir. Para psikolog telah menemukan dan mengelompokkan sifat-sifat manusia dalam lima kategori  secara umum yaitu ekstroversion (ekstroversi), neurotism (neurotisisme), agreeableness (ramah tamah), conscientiousness (kesadaran) dan openness (keterbukaan/ intelek).

Ekstroversi berkaitan dengan cara orang berinteraksi dengan orang lain. Ekstrovert suka berada di dekat orang lain dan secara umum menikmati situasi sosial. Sebaliknya dengan introvert. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang-orang yang terbuka cenderung lebih tegas, mengalami perasaan yang lebih positif dan mendapatkan lebih banyak dari imbal balik  pada umumnya.

Untuk mengetahui apakah ekstrovert lebih sensitif terhadap rangsangan khusus berkaitan dengan situasi sosial seperti wajah maka  Fishman dan rekan-rekannya melibatkan 28 peserta berusia 18-40 tahun. Kemudian  membaginya  dalam 3 jenis kepribadian  yaitu  tertutup,  agak terbuka, sangat ekstrover. Elektroda ditempatkan pada kulit kepala subyek untuk mencatat aktivitas listrik di otak mereka. Teknik ini dikenal sebagai electroencephalography (EEG).

Para peneliti mempelajari perubahan tertentu dalam aktivitas elektrik otak yang dikenal sebagai P300. Perubahan yang muncul sebagai defleksi pada EEG seseorang  yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas  tertentu atau oleh perubahan lingkungan seperti ketika ruangan dalam kondisi sangat tenang, tiba-tiba terdengar suara orang bersin dengan kerasnya. Reaksi otak ‘terjadi dalam waktu  300 milidetik, sebelum orang menyadari perubahan itu.

Untuk membangkitkan P300, Fishman menggunakan metode yang dikenal sebagai “oddball task” di mana subjek melihat serangkaian gambar yang sangat mirip seperti sekelompok mobil biru tetapi kemudian tiba-tiba sebuah gambar yang sedikit berbeda muncul seperti merah mobil.  Pada percobaan Fishman, subyek melihat serangkaian wajah laki-laki dan sesekali muncul wajah perempuan. Para subyek juga ditunjukkan gambar-gambar bunga ungu yang diselingi dengan gambar-gambar yang berwarna kuning.

Subyek  mencetak nilai tertinggi pada tes untuk ekstroversi dan respon P300 tertinggi  adalah wajah manusia. Dengan kata lain, ekstrovert lebih memperhatikan wajah manusia.  P300 dapat dilihat sebagai indikator dari perhatian manusia atau seberapa cepat otak mereka menyadari bahwa sesuatu telah berubah. Terlihat tidak adanya  hubungan antara nilai pada ektroversi dan respon  P300 terhadap  bunga.

Para introvert memiliki respon   P300 yang sama baik untuk wajah manusia dan bunga. Ini berarti introvert tidak menempatkan bobot lebih pada rangsangan sosial dibandingkan pada rangsangan yang lain (bunga sebagai salah satu contoh). Ini membuktikan bahwa otak para introvert mungkin tidak peduli terhadap orang. Mereka dapat dekat  atau meninggalkan orang yang sedang berbicara. Otak introvert  memperlakukan  interaksi yang sama baik terhadap  orang atau  benda-benda mati.

Hasil penelitian ini secara signifikan  menunjukkan bahwa wajah manusia atau sosok orang pada umumnya lebih penting dan lebih bermakna bagi ekstrovert.

Deep Brain Stimulator Dapat Meningkatkan Memori Penderita Alzheimer

Alzheimer's Disease (buckeyepsych.wordpress.com/2009)

Penyisipan sebuah alat  Deep Brain Stimulator (DBS)  dapat meningkatkan memori dan fungsi untuk pasien dengan penyakit Alzheimer. Deep Brain Simulator adalah sebuah perangkat serupa dengan alat pacu jantung untuk otak. Penelitian terbaru yang dirilis oleh jurnal  Annals of Neurology edisi bulan Agustus 2010 menunjukkan bahwa setelah menanamkan DBS terhadap enam pasien pengidap penyakit Alzheimer maka  setengah dari pasien mulai  membaik memorinya atau mengalami tingkat penurunan lebih lambat.

Menurut Dr Andres Lozano dan rekan-rekannya (Rumah Sakit Toronto Barat) yang melakukan penelitian, dari waktu ke waktu  adanya manfaat berupa  peningkatan  kualitas hidup dan kualitas waktu bagi  seseorang penderita  Alzheimer. Menurut Alzheimer’s Organization (AO), penyakit Alzheimer (AD) adalah bentuk paling umum dari demensia diantara orang berusia lanjut dan mempengaruhi lebih dari lima juta orang Amerika.

Deep Brain Stimulation (www.webmd.com)

Lozano juga mengatakan bahwa penyakit Alzheimer (AD) ditandai oleh penurunan fungsional dalam elemen-elemen dasar sirkuit saraf dan fungsi kognitif dan memori.  Pada awalnya orang terkena masalah memori ringan dan seiring dengan perjalanan waktu sampai orang tersebut  membutuhkan perawatan total. Gejala berikutnya  mencakup kecemasan, pengembaraan, dan agresif. Tidak ada yang bisa menghentikan pengobatan penyakit tersebut. Namun  beberapa obat  bisa menunda perkembangan penyakit  termasuk antipsikotik yang  dapat membantu mengobati gejala tertentu untuk waktu yang terbatas.

Lozano dan timnya meneliti teori bahwa struktur stimulasi listrik dalam  otak termasuk hipotalamus mungkin dapat  memperbaiki gejala terhadap   enam peserta  yang mempunya gejala  awal Alzheimer. Setiap pasien meninggalkan rumah sakit dalam waktu tiga hari  setelah  dilakukan penelitian  dan melanjutkan terapi standar medis mereka untuk penyakit Alzheimer serta stimulasi terus-menerus dari perangkat yang ditanam dalam otak mereka selama satu tahun.

Selama waktu itu, para peserta  dinilai dalam beberapa cara termasuk tes kognitif, pemetaan otak, dan pencitraan. Fungsi kognitif mereka dievaluasi dengan berbagai jenis skala pengukuran. Positive Emission Tomography (PET) scan, tipe scan otak yang mengukur aktivitas metabolik yang digunakan untuk menilai cara kerja perangkat DBS merubah metabolisme glukosa dalam otak. (Penyakit Alzheimer dapat mengubah bagaimana glukosa digunakan di dalam otak.)

Dalam waktu 6-12 bulan, setengah dari pasien  mengalami peningkatan  fungsi kognitif  atau penurunan  pada tingkat kelambatan  dari yang diharapkan. Evaluasi Alzheimer’s Disease Assessment Scale Penilaian subskala  kognitif dan Mini Mental State Examination menduga adanya peningkatan atau perlambatan dalam tingkat penurunan kognitif selama 6-12 bulan pada beberapa pasien. Selain itu PET Scan menunjukkan bahwa metabolisme glukosa abnormal biasanya terlihat pada pasien dengan penyakit Alzheimer yang mulai membaik  setelah penyisipan perangkat DPS dan perbaikan terus berlanjut sepanjang tahun. Tidak ditemukan adanya efek samping yang serius pada pasien yang ditanam otaknya dengan alat tersebut selama setahun.

Walaupun studi Lozano adalah kecil tapi hasilnya menggembirakan. Pada masa yang akan datang, penelitian yang lebih besar dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang terapi potensial efektif untuk mengobati penyakit Alzheimer atau memperlambat penurunan yang bisa melengkapi terapi tambahan.

Scan Otak Dan Pilihan Karir

Menurut sebuah penelitian baru,  scan otak dapat memandu seseorang untuk mengoptimalkan karirnya. Hasilnya menunjukkan kekuatan dan kelemahan   kognitif  seseorang  yang terkait dengan perbedaan volume zat abu-abu di bagian-bagian tertentu dari otak.

Richard Haier dari Sekolah Kedokteran (Emeritus)  Universitas California, menyatakan bahwa kemungkinan pada masa yang akan datang scan otak dapat digunakan  untuk mengembangkan profil dari materi abu-abu seseorang di berbagai wilayah di otak. Dan profil ini dapat digunakan untuk membantu orang memutuskan jenis panggilan  yang baik bagi mereka sesuai dengan  skor tes yang  digunakan

Haier dan rekan-rekannya menganalisa data dari 40 orang berusia antara 18-35 tahun, dan menggunakan delapan  tes bakat O’Connor Johnson Research Foundation (JOCRF) untuk bimbingan karier. Mereka juga telah melakukan scan otak struktural, yang menunjukkan volume materi abu-abu untuk berjuta-juta  unit 3-dimensi gambar  otak yang disebut voxels.
Tes meliputi dua jenis memori (verbal dan nomor), dua jenis kemampuan numerik, kecepatan penalaran, dan dua jenis kecerdasan spasial.

Hasil penelitian menunjukkan jika kita melihat skor general memory test maka kita akan kehilangan bagian dari gambar. Jika seseorang baik maka dikatakan memori verbal dan tidak begitu banyak dalam numerik. Pola materi abu-abu akan membedakan   tinggi memori seseorang secara keseluruhan tapi termasuk jenis verbal  rendah.

Scan otak dapat digunakan untuk melengkapi tes bakat yang dapat memberikan gambaran yang lebih dapat diandalkan bagi  karir ideal seseorang. Hubungan antara pekerjaan dan otak sangatlah masuk akal.  Ini bukan sebuah lompatan raksasa untuk mempercayai ada hubungannya  otak  dengan kekuatan dan kelemahan mental  yang harus dilakukan dengan panggilan seseorang.

Sebagai contoh, sebagian besar orang dapat belajar mengemudi mobil tapi  tidak semua orang bisa menjadi pengemudi mobil balap profesional. Apakah  lambatnya waktu reaksi atau kelemahan di wilayah penalaran spasial. Ada beberapa jenis kognisi khusus yang terlibat dalam berkendara dengan kecepatan tinggi. Secara teori, ada sesuatu tentang otak  para pembalap yang memungkinkan mereka dapat unggul dalam menjalani profesi ini.