Go Up In Smoke

Berjalan lunglai  menapaki ruangan. Tampak pria sedang duduk terdiam. Ditemani sebatang rokok dan secangkir kopi. Yang terlihat hanyalah cermin retak dan kaca jendela dilingkupi langit-langit kaku tak bergerak. Terasa hampa tanpa makna. Sunyi senyap diiringi kehilangan asa. Teringat wajah wanita Lany . Masa lalu yang membuat pria tersebut berpikir untuk memulai yang baru.

Tetapi semuanya tetap sama. Ling yang berdiri seksi walau hujan menerpanya demi anak tunggalnya. Miri menari eksotis untuk mengisi perut adik-adiknya. Ben membuka matanya tiap malam untuk kelahiran anaknya tercinta. Dinamika kehidupan yang statis.

23 September 2009 awal mulanya. Sayang sekali dunia tidak mengenal “time tunnel” yang dapat merubah waktu sesuka hati. Kesusahan, kesedihan dan kelelahan berpikir mengikis sedikit demi sedikit energi penyemangat hidup. Terlalu banyak waktu yang terbuang sementara bumi makin cepat berputar. Rambut hitam mulai memutih, wajah mengerut, pegal mudah terasa, detak jantung melambat. Menunggu malaikat maut menemaninyatidur untuk selama-lamanya.

Pria itu duduk terpaku dan kaku tanpa tanda kehidupan. Tak ada lagi penyemangat hidup, inspirator, penghangat suasana, motivator yang dapat menyembuhkan penyakit hati. Pergi untuk selamanya dengan tetap memegang sebatang rokok yang tetap menyala…

Hanya tangis penyesalan yang jauh terdengar………….

sodahead.com

Ambled up the room. It appears the man was sitting silent. Accompanied by a cigarette and a cup of coffee. There was only a mirror cracked and glass ceiling window covered rigid immobile. It felt empty without meaning. Accompanied by loss of quiet despair. Remembering the woman’s face. The past is what makes man think to start new.

But everything remains the same. Ling who stood sexy despite the rain hit for her son. Miri exotic dancing to fill the stomach with her ​​younger siblings. Ben opened his eyes each night for the birth of her beloved. The dynamics of life that runs static.

Beginning on September 23, 2009. Unfortunately, the world does not know the “time tunnel” that can change the time with as he pleased. Distress, sadness and fatigue thinking eroded little by little encouragement energy of life. Too much time is wasted while the earth rotates faster. Black hair graying, wrinkled face, easy to feel sore, heart rate slowed. Angel of death waiting to accompany him to sleep forever.

He sat transfixed and rigid with no signs of life. No more encouragement of life, inspiration, heated atmosphere, a motivator that can cure heart disease. Gone forever by still holding a cigarette that remained lit …

Only tears of remorse that far sounds ………….

Wanita Mandiri Secara Finansial Lebih Menyukai Pria Tua Yang Menarik

The 'George Clooney effect' is prevalent among well-off women, researchers say Picture: Getty Images

 

Beberapa orang menyebutnya Efek  George Clooney (George Clooney Effect). Para psikolog di Skotlandia telah menemukan bahwa kaum wanita yang  mandiri secara finansial lebih menginginkan pria berusia lebih  tua  dan menarik sebagai pasangannya.

Pada studi sebelumnya telah ditemukan  bahwa para wanita  lebih menekankan pada seorang pria yang dapat mendukung kehidupan pribadinya. Sedangkan pria lebih mementingkan pada wanita dengan penampilan yang baik. Studi baru yang  dipublikasikan dalam edisi online terbaru jurnal Evolutionary Psychology telah menunjukkan  kaum wanita  yang hidupnya lebih mandiri, maka seleranya terhadap pria  benar-benar berubah.

Hasil studi juga  menunjukkan bahwa kemandirian keuangan yang lebih besar membuat wanita mempunyai rasa percaya diri yang lebih besar dalam memilih pasangannya. Preferensi naluriah  seperti  stabilitas secara materi dan keamanan menjadi kurang penting tetapi  justru daya tarik fisik dan usia pasangannya yang lebih tua  menjadi lebih penting, .

Kepala  penelitian  Dr Fhionna Moore dari University of Abertay Dundee mengatakan bahwa penelitian sebelumnya menunjukkan  pria lebih mementingkan daya tarik fisik ketika memilih pasangan, sedangkan wanita lebih fokus pada apakah seorang pria bisa menyediakan sumber daya material. Asumsinya adalah  kaum wanita selalu menginginkan suatu yang  lebih dari pasangannya. Sama halnya dengan pria yang mempunyai  kecenderungan lebih memilih pasangan wanita yang lebih muda dan  menarik dibandingan dengan wanita yang mampu memberikan keturunan dan merawat anak-anak.

Dengan lebih mandiri secara finansial maka sebenarnya  wanita  lebih menyukai pria yang lebih tua. Jadi  hal ini menunjukkan bahwa  kemandirian keuangan yang lebih besar membuat wanita  lebih percaya diri dalam pilihan  pasangannya yaitu pria yang lebih tua dan menarik.

Penelitian dilakukan secara online terhadap 3.770 peserta heteroseksual, dimana  jumlah pria  dan wanita yang menjadi peserta seimbang.  Penelitian meliputi hal-hal yang berkaitan dengan latar belakang,  situasi pribadi, dan tingkat kemandirian keuangan. Para peserta melakukan pemeringkatan beberapa kriteria diantaranya ketertarikan fisik, prospek keuangan dan rasa humor dalam urutan kepentingan. Kemudian hasil peringkat tersebut dibandingan dengan pendapatan  dan kemandirian keuangan para peserta.

Apakah Alasan Seseorang Untuk Mendapatkan Kepuasan Seksual ?

women need (topnews.in)

 

Kepuasan seksual biasanya dilihat berdasarkan berapa kali  orgasme dan berapa lama waktu yang dihabiskan di ranjang. Namun studi baru menemukan bahwa alasan seseorang untuk melakukan seks adalah apakah seks dapat mempengaruhi kepuasan  mereka sesudahnya.

Penelitian yang dipublikasikan secara  online di jurnal Archives of Sexual Behavior edisi 22 Oktober 2010 menemukan bahwa baik pria maupun wanita lebih puas saat berhubungan seks karena  cinta dan komitmen. Sementara bagi yang melakukan seks karena mendapatkan  bayaran tidak banyak mendapatkan kepuasan di ranjang.  Berhubungan seks untuk mendapatkan  barang atau kaya berkaitan erat dengan pengalaman kurang memuaskan.

Peneliti Kyle Stephenson, seorang kandidat Ph.D   di Laboratorium Psikologi Cindy Meston University of Texas, Austin mengatakan bahwa sebagian besar penelitian pada fungsi  dan kepuasan seksual berfokus pada gairah dan orgasme. Tetapi orang-orang berhubungan seks karena berbagai macam alasan dan  bukan hanya untuk kesenangan fisik saja.

Para peneliti melakukan survey terhadap  544 pria berusia sekolah diploma  dan wanita (sebagian besar dari mereka heteroseksual)  untuk mengetahui motivasi seksual dan kepuasan mereka. Pria yang melakukan hubungan seks dengan alasan untuk meningkatkan harga diri  kurang mendapatkan kepuasan seksualnya.Hal ini karena para pria tersebut  melakukan hubungan seks hanya  untuk mendapatkan barang, bantuan atau sumber daya lainnya.

Para peneliti menemukan bahwa para wanita memiliki jangkauan asosiasi yang lebih luas. Hubungan antara cinta / komitmen dan kepuasan kurang kuat bagi wanita dibandingkan dengan pria meskipun itu masih ada hubungannya. Wanita yang melakukan hubungan seks untuk mengekspresikan sesuatu untuk pasangan mereka, seperti terima kasih atau permintaan maaf tampak  lebih puas.

Seperti pria, wanita yang melakukan hubungan seks untuk memperoleh harga diri atau meningkatkan materi yang dimiliki  kurang mendapatkan kepuasan seksual. Berhubungan seks dengan alasan ingin  memiliki pengalaman baru  juga dikaitkan dengan kurang mendapatkan kepuasan.

Para peneliti tidak yakin mengapa lebih banyak dipengaruhi faktor-faktor kepuasan wanita dibandingkan dengan pria . Stephenson mengatakan bahwa hal ini mungkin karena  wanita memainkan peran sebagai “penjaga pintu” seksual dalam banyak hubungan sehingga motivasi  seksnya lebih mungkin untuk menghasilkan seks yang sebenarnya.

Langkah selanjutnya Stephenson ingin  melihat bagaimana motif seks pada  masyarakat yang menderita disfungsi seksual. Misalnya seseorang yang melakukan seks dengan alasan cinta mungkin kurang khawatir jika mereka tidak orgasme secara teratur bila dibandingkan dengan yang melakukan  seks untuk kenikmatan fisik. Para peneliti juga berharap dapat memperluas penelitian di luar mahasiswa dan  dalam populasi yang lebih luas.

 

10 Hal Yang Harus Diketahui Wanita Tentang Otak Pria

Pengertian paling populer tentang otak pria  berdasarkan penelitian terhadap para pria berusia 18 sampai 22 tahun dan lulusan diploma. Tulisan ini merupakan terjemahan dari rangkuman Robin Nixon, staf penulis Livescience tentang 10 hal yang perlu diketahui para wanita tentang otak pria.

Lebih emosional

Credit: Dreamstime

Sementara ini wanita biasanya dianggap sebagai gender yang lebih emosional padahal bayi laki-laki   lebih emosional reaktif dan ekspresif dibandingkan  bayi perempuan. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan.

Sebuah penelitian tahun 2008  yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal of Psychology yang memonitor ekspresi wajah menyatakan bahwa pria dewasa memiliki reaksi emosional sedikit lebih kuat tetapi hanya sebelum menyadari perasaan mereka.  Setelah emosi mencapai kesadaran maka  pria menunjukkan wajah tak berperasaan.

Para ilmuwan Universitas Lund,  Swedia dalam penelitian tahun 20o8 berteori bahwa ketika muda  anak laki-laki mungkin belajar untuk menyembunyikan emosi  supaya dianggap  “jantan.” Tapi menurunkan emosi bisa menjadi cambuk  bagi tubuh dengan respon “melawan atau lari”. Reaksi keras seorang pria dan penindasan berikutnya membuat pria siap menghadapi  ancaman.

Lebih rentan terhadap kesepian

Credit: stockxpert

Dr Louann Brizendine, seorang Profesor Psikologi Klinis di University of California, San Francisco  dan penulis “The Male Brain” (Broadway, Maret 2010) mengatakan bahwa  kesepian dapat mengganggu kesehatan dan otak semua orang.  Pria  yang lebih tua tampak sangat rentan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hidup dengan wanita  mungkin akan sangat membantu. Pria dalam hubungan stabil cenderung lebih sehat, hidup lebih lama dan memiliki tingkat hormon yang dapat mengindikasikan penurunan kecemasan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Biology of Reproduction pada tahun 2009 menemukan bahwa wanita  juga baik untuk organ reproduksi pria. Tikus jantan yang hidup dengan betina mempunyai kesuburan yang lebih panjang daripada  tikus pejantan yang terisolasi dari betina.

Fokus pada solusi

Credit: stock exchng

 

Meskipun banyak penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih empatik dari pria, Dr Brizendine menekankan hal ini tidak sepenuhnya benar. Sistem empati dari otak laki-laki tidak merespon ketika seseorang sedang stres atau mengungkapkan masalah.  Sebagai hasilnya, pria cenderung lebih peduli dengan menyelesaikan  masalah daripada menunjukkan solidaritas dalam perasaan.

Matra  untuk memeriksa wanita

livescience.com

Pranjal Mehta, seorang Psikolog Sosial di Universitas Columbia di New York menyatakan bahwa selain  sering dikaitkan dengan agresi dan permusuhan, testosteron juga merupakan hormon libido. Dan para pria  memiliki enam kali jumlah gelombang melalui pembuluh darahnya yang berarti sama dengan  wanita.

Mehta dan koleganya menemukan bahwa testosteron merusak kawasan impuls-kontrol dari otak. Meskipun masih harus dipelajari, ini mungkin menjelaskan mengapa pria suka mengerling kepada wanita secara otomatis. Mereka sering lupa tentang wanita  setelah keluar dari lapangan visual mereka.

Harus membela kaumnya

Credit: Brandywine River Museum.

Brizendine mengatakan bahwa bagian dari pekerjaan laki-laki secara  evolusi  adalah untuk mempertahankan kaumnya. Penelitian lebih lanjut diperlukan pada manusia tetapi pada mamalia jantan, area otak  “membela kaumnya” lebih besar daripada rekan-rekan betina mereka.

Sementara wanita memiliki sifat posesif maka  pria jauh lebih menggunakan  kekerasan ketika dihadapkan dengan ancaman terhadap kehidupan cinta  atau wilayah mereka.

Siapa yang menjadi  bos?

livescience.com

Brizendine mengatakan bahwa sebuah hierarki yang tidak stabil dapat menyebabkan cukup  kecemasan pada pria. Tetapi dalam hierarki   perintah yang mapan seperti yang dilakukan oleh militer dan beberapa  tempat kerja  dapat menurunkan  hormon testosteron dan menahan agresi seorang pria.

Otak pria dewasa

Credit: stockxpert

Mehta mengatakan bahwa selama evolusi manusia membutuhkan persaingan terhadap  status dan pasangan saat muda. Ketika dewasa lebih  menekankan pada  ikatan dan kerjasama.

Studi psikologis telah menunjukkan bahwa kepandaian mengambil keuntungan dari  lawan kurang memiliki daya tarik  bagi pria yang lebih tua. Sebaliknya mereka lebih memperhatikan hubungan dan memperbaiki masyarakat.

Perubahan ini mungkin dibantu oleh penurunan alami testosteron  sebagai pria yang telah berusia. Mehta dan koleganya menemukan bahwa pria dengan kadar testosteron tinggi cenderung lebih baik pada kompetisi, one by one. Sementara mereka dengan tingkat yang lebih rendah unggul dalam kompetisi yang membutuhkan kerjasama tim. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Hormones and Behavior pada tahun 2009.

Menjadi Seorang Ayah

Credit: Dreamstime

Sebuah studi 2000 yang dipublikasikan oleh Evolution and Human Behavior menemukan bahwa otak pria  menjadi sangat prima untuk bekerja sama pada bulan-bulan sebelum menjadi seorang ayah. Menjadi seorang ayah berarti ada perubahan hormon yaitu prolaktin yang meningkat dan testosteron yang menurun sehingga mendorong perilaku layaknya seorang  ayah.

Sebuah penelitian di tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal Hormones and Behavior menemukan bahwa Feromon seorang wanita hamil dapat mempengaruhi pasangannya untuk memacu perubahan ini.  Bahkan sebelum wanita  hamil, feromon pria  menyebabkan  neuron ibu baik  untuk tumbuh di dalam otak wanita.

Daddy-play

Credit: stockxpert

Penelitian telah menunjukkan bahwa pengertian tentang seorang ayah adalah secara spesifik bermain dengan anak-anak mereka, lebih kerasan tinggal di rumah, lebih spontanitas ,  lebih  menggoda,  dapat membantu anak belajar lebih baik,  mempunyai kepercayaan lebih, dan mempersiapkan anak untuk dunia nyata. Peran ayah  dapat mengurangi resiko perilaku seksual anak-anak.

Ayah sekaligus sebagai orang tua cenderung memiliki kadar testosteron yang lebih rendah berdasarkan  laporan beberapa penelitian  lintas-budaya. Meskipun tidak diketahui apakah kadar hormon dapat menyebabkan  perubahan perilaku atau sebaliknya. Peneliti berteori bahwa evolusi telah mengakibat seorang  ayah untuk terlibat. Anak-anak adalah salah satu anugrah yang paling dibutuhkan oleh manusia dan ayah yang baik selalu mengoptimalkan kesempatan bahwa keturunan  dan gen mereka  dapat bertahan.

Menginginkan  lonceng pernikahan

Credit: Dreamstime

Wanita ingin  tetap lajang dan pria  ingin selalu bereksperimen dengan fantasi seks mereka selamanya.  Tetapi ini mungkin menjadi salah satu kesalahpahaman terbesar yang berasal dari kecenderungan Amerika S erikat selalau menggunakan lulusan sarjana  sebagai subyek penelitian.

Sebuah  studi terhadap para pria di Bolivia  yang diterbitkan dalam Proceedings of Royal Society pada tahun 2007 menemukan bahwa perselingkuhan yang paling mungkin terjadi pada pria sebelum umur 30 tahun, menemukan Setelah itu, para pria mulai fokus pada keluarga mereka.

Menurut penelitian tahun  2008  yang diterbitkan oleh  Proceedings of the National Academy of Science menyatakan  beberapa orang memiliki waktu yang lama untuk dapat berkomitmen dengan orang lain. Komitmen adalah  suatu masalah genetik.  Pria tanpa “promiscuity gene”  yang diperkirakan sekitar  60 persen dari populasi lebih cenderung untuk menikah. Tapi itu tidak semua. Baik para pria dan istrinya  cenderung relatif  untuk melaporkan kebahagiaan perkawinan mereka.

” Tidak Artinya Tidak “. Mengapa Beberapa Pria Masih Tidak Mengerti ?

sexual aggression (unitednationsmoveon.blogspot.com)

 

Tidak artinya tidak. Tetapi tidak semua pria menerima pesan tersebut, menurut sebuah studi baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria yang mempunyai  agresif secara seksual lebih buruk dalam  mengingat isyarat ketidaktertarikan dari wanita daripada laki-laki dengan pola pikir yang lebih santai tentang seks.

Menurut laporan tahun 2000 oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, 17,6 persen wanita Amerika telah menjadi  korban atau percobaan pemerkosaan dalam hidupnya. Peneliti Teresa Treat, seorang psikolog University of Iowa mengatakan agresi seksual terkait dengan masalah pemrosesan isyarat wanita  yang tidak beralasan. Tetapi jika kita dapat lebih memahami bagaimana isyarat perempuan telah disalahartikan maka kita akan lebih mampu mengatasi kesulitan beberapa orang muda yang dapat mengakibatkan konsekuensi negatif.

Treat  dan koleganya meminta 232 orang  pria usia kuliah untuk melihat foto-foto seluruh tubuh perempuan yang bervariasi dalam daya tarik, pakaian dan bahasa tubuh. Beberapa wanita menunjukkan   ekspresi menggoda,  merengut atau tidak menarik.

Setelah istirahat, para pria kembali diperlihatkan  foto-foto yang sama.  Tetapi  kali ini dicampur dengan foto-foto baru dari wanita yang sama mengenakan ekspresi yang berlawanan. Misalnya senyum ramah menjadi tampilan cemberut. Para pria  diminta untuk memilih foto -foto yang  mereka lihat sebelumnya (diamati ekspresinya). Kemudian mereka mengisi survei tentang sejarah hubungan mereka dan sikap seksual.

Ternyata secara umum para pria  cukup baik  dalam  mengingat gadis-gadis yang sudah menunjukkan minat, terutama jika mereka berpakaian cantik dan provokatif. Namun tidak semua pria mempunyai kemampuan   mengingat bahasa tubuh wanita. Mereka yang sudah dalam hubungan serius lebih baik dalam mengingat ekspresi asli wanita. Dalam survey terungkap bahwa   mereka yang secara seksual agresif mempunyai daya ingat yang  buruk.

Treat mengatakan bahwa melacak dan mengingat emosi pasangan mungkin memainkan peran dalam inisiasi dan pemeliharaan hubungan romantis yang serius. Demikian juga, tingkat ketidakmampuan mengingat wanita secara  seksual bisa mendorong beberapa pria  untuk melakukan tindakan  seksual yang tidak diinginkan dan menjadi frustrasi ketika seorang wanita tidak merespon seperti yang diharapkan.

Sementara penelitian menunjukkan hubungan antara kemampuan untuk mengingat kepentingan wanita dan pengalaman seksual namun  para  peneliti belum yakin bagaimana hubungan  keduanya. Apakah agresi seksual mungkin menggelapkan memori pria  dari apa yang inginkan oleh wanita atau ketidakmampuan untuk benar membaca apa yang diinginkan wanita   menyebabkan agresi seksual.

Treat mengatakan bahwa dalam studi ini  informasi yang diperoleh oleh para pria muda itu tentang para wanita hanya terbatas pada  foto. Dalam dunia nyata, mereka akan bisa melihat bagaimana wanita merespon.  Kita harus melihat apakah pola serupa muncul ketika orang menerima informasi lebih lanjut tentang wanita, mungkin melalui video,  audio atau dalam interaksi yang terstruktur.

Ternyata Puncak Reaksi Seorang Pria Pada Umur 39 Tahun

Setelah membaca informasi berikut ini maka  langsung saya teringat dengan tulisan lama saya yang berjudul  Life Begins At Fourty, Kenapa Bukan 39 ?. Apakah ini ada hubungannya ?

17seconds.co.uk

 

Para peneliti  memberikan pertanyaan terhadap  72 laki-laki mulai  dari usia 23-80 tahun. Kemudian mereka diperintahkan untuk  melakukan tepuk tangan sebanyak  dan secepat mungkin  selama 10 detik.  Para peneliti juga melakukan scan otak  untuk mengukur  jumlah myelin dalam setiap subyek.  Myelin adalah   sarung lemak isolasi yang melapisi saraf akson dan  memberikan  sinyal ledakan dalam otak kita. Ternyata baik kecepatan menepuk  dan jumlah myelin mengalami  penurunan   setelah usia 39 tahun. Secara rinci hasil penelitian ini dapat dilihat dalam Jurnal Neurobiology of Aging .

Kepala penelitian George Bartzokis, Profesor Psikiatri di UCLA mengatakan bahwa hasil penelitian ini cukup mengejutkan dan mungkin itulah mengapa  selain sakit dan radang sendi, para pensiunan atlet  dan orang tua mulai  bergerak lebih lambat  dibandingankan ketika mereka masih muda dulu. Myelinasi dari sirkuit otak dikenal memuncak pada usia pertengahan. Bartzokis dan kawan-kawan  telah lama berpendapat bahwa penuaan otak  terkait dengan kerusakan myelin. Dengan lebih banyak mempelajari  tentang  adanya penurunan keterampilan  dan kecepatan motorik maka  memberikan  beberapa harapan untuk mengobati penuaan otak.

Bartzokis juga menjelaskan bahwa dengan  mulai diketahuinya kerusakan mielin otak sehat di usia pertengahan maka  dalam jangka panjang  intervensi terapeutik bisa mengubah jalannya penuaan otak dan  penundaan usia dimana mulai terjadinya  gangguan otak degeneratif seperti Alzheimer.

Pada Masa Subur Wanita Lebih Tertarik Kepada Pria Bukan Pasangannya

celebguru.org

Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa wanita heteroseksual yang pasangannya memiliki wajah  kurang maskulin  lebih tertarik kepada pria lain selama ovulasi. Wanita dengan mitra maskulin, umumnya kurang tertarik dengan pria lain. Mungkin hal ini disebabkan oleh  sifat wanita cenderung mencari suatu yang berbau seksi  ketika mereka sedang dalam kondisi suburnya dan itu didapatkan dari pasangannya yang maskulin. Uniknya walaupun para wanita tersebut tidak mencari pria  lain tetapi mereka  tidak lebih  tertarik kepada pasangannya sendiri. Alasannya adalah selama masa subur, wanita lebih menginginkan seks daripada nafsu. Penelitian  ini dilaporkan dalam jurnal Evolution and Human Behavior edisi November 2010

Salah satu penulis studi Steven Gangestad, seorang Psikolog Evolusi dari University of New Mexico mengatakan pria berwajah baby face disukai oleh para wanita tetapi hanya sebagai pasangan jangka pendek dan bukan pasangan seumur hidup.

Para peneliti merekrut 66 pasangan heteroseksual monogami. Para wanita melakukan tes hormon untuk menentukan fase mereka dalam siklus menstruasi. Selanjutnya 3 kali  selama sebulan, para wanita datang ke lab untuk menjawab kuesioner tentang atraksi  dan fantasi seksual mereka . Salah satu sesi dijadwalkan pada masa subur setiap wanita, sementara dua lainnya adalah selama luteal (fase non-subur) dan  fase siklus menstruasi.

Kemudian para pria yang akan dijadikan pasangan bagi para wanita melakukan ujian layaknya masuk perguruan tinggi dan  tes pola pencarian untuk mengukur kecerdasan mereka. Foto-foto para pria  dinilai berdasarkan daya tarik dan maskulinitas.

Selama bertahun-tahun para peneliti percaya bahwa para wanita Homo sapiens  telah berevolusi untuk menyembunyikan masa subur mereka, tidak seperti primata lainnya yang menunjukkan pembengkakan  alat kelaminnya  sebagai sinyal kesuburan kepada  pejantannya. Namun dekade terakhir, beberapa penelitian menunjukkan bahwa  wanita tidak menyembunyikan masa kesuburannya. Selain itu beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa  selama masa subur dari siklus haid,  bau dan penampilan wanita   lebih menarik bagi pria. Tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa adanya perubahan cara berjalan para wanita pada saat ovulasi dan mereka lebih memperhatikan dandanan dan pakaiannya.

Gangestad mengatakan bahwa wanita yang mempunyai pasangan dengan wajah yang kurang maskulin lebih tertarik kepada pria lain yang berwajah maskulin pada masa kesuburan. Para wanita tersebut  lebih cenderung memiliki fantasi seksual kepada pria yang bukan pasangannya. Penemuan ini sesuai dengan teori yang mengatakan pria  yang lebih maskulin akan menghasilkan keturunan yang bugar  sejak  hormon-hormon reproduksi pertama kali berevolusi.

Secara statistik daya tarik wajah bukanlah  faktor signifikan  bagi wanita untuk bernafsu kepada pria lain  meskipun wanita dengan pasangan lebih menarik (terlepas dari apakah mereka memiliki wajah maskulin atau feminin) cenderung mendapatkan dorongan minat seksual bagi mereka pada masa subur. Ternyata pria maskulin  tidak memprovokasi peningkatan minat seksual pasangan mereka. Mungkin para wanita  menginginkan seks untuk  sebuah keintiman di  luar periode subur tetapi pada periode  subur,  mereka termotivasi oleh penampilan.

Di sisi lain kecerdasan seorang pria tidak menjamin seorang wanita untuk tertarik. Temuan ini sungguh  mengejutkan karena dalam teori  psikologi evolusi dikatakan wanita menginginkan keturunannya memiliki gen kecerdasan.

Martie Haselton, Psikolog dari University of California, Los Angeles yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan hipotesis yang menyatakan manusia setidaknya sebagian didorong oleh kekuatan evolusi membuat banyak orang merasa tidak nyaman. Studi lain oleh Gangestad dalam  jurnal  Evolution and Human Behavior pada edisi yang sama menemukan wanita yang disurvei selama masa subur menyatakan  nafsu mereka  lebih didasarkan pada ketertarikan fisik dan kemauan lebih untuk berhubungan dengan orang asing yang menarik. Hal inilah yang dapat menyebabkan ketegangan diantara beberapa pasangan.