C A N T I K

inner beauty (pbase.com)

Cantik bukanlah rambut

Cantik bukanlah wajah

Cantik bukanlah buah dada

Cantik bukanlah pinggang

Cantik bukanlah pinggul

Cantik bukanlah kaki

Tetapi cantik adalah utuh

Perpaduan alami yang saling mengisi.

Mengisi dalam penderitaan dan kebahagiaan.

Membentuk aliansi yang harmonis

Kekuatan dan kelemahan tampak semu.

Hitam dan putih tidak kasat dalam penilaian yang pasti.

Cantik adalah rasa dan perasaan.

Rasa dalam batin yang suci dalam menemukan keterikatan yang abadi

Perasaan yang  menyadari adanya kerinduan dan keinginan

Menggerakkan akal bekerja dalam logika keilahian

Memicu hati untuk menyatakan hasrat kepedulian

Cantik… apa itu cantik ?

Kutersadar dalam mimpiku. Tak mampu menjawab arti kecantikan. Aku hanya bisa menikmati. Semuanya serba relatif dan kubiarkan nafsu berbicara dengan gencarnya.

Tetapi aku sadar dan mengerti apa batasan cantik. Tolak ukur yang masih dibatasi oleh aturan Rabb. Manusia hanya bisa merasakan dan menjaganya. Bagaikan indah perhiasan yang tiada nilai harganya. Bagaikan kehormatan diri yang pantang untuk direndahkan.

Kau memang cantik. Terima kasih Tuhan kau telah menciptakannya. Membuatku mengerti mengapa Kau menghijabnya. Bagaikan nafsu dan setan bernaung di dalam lingkungan hampa. Tak mampu bergerak kecuali KehendakMu.

Ya Allah, Engkau Maha Baik. Kecantikan itu bagaikan ikatan kuat diantara jiwa dan raga, susah dan senang, sedih dan gembira, miskin dan kaya,  siang dan malam, hidup dan mati. Cantik, kau memang cantik. Maukah dia ?

Apakah Romantisme Bercinta Adalah Sebuah Candu ?

Love Addiction (midliferocksblog.com/2009/06/)

Journal of Neurophysiology edisi bulan Juli 2010  merilis sebuah studi yang pertama kali  memeriksa otak manusia yang baru patah hati dan mengalami kesulitan melepaskan hubungan mereka.

Untuk pria dan wanita patah hati, para peneliti menemukan bahwa  dengan diperlihatkannya foto-foto dari mantan pasangan dapat mengaktifkan daerah otak tertentu yang berhubungan dengan penghargaan, kecanduan cinta , pengendalian emosi, perasaan dan penderitaan fisik.

Hasil memberikan pemahaman tentang mengapa bagi sebagian orang sulit untuk melupakan perpisahannya dengan mantan pasangannya. Dalam beberapa kasus, orang terdorong untuk melakukan perilaku yang ekstrim, seperti mengintai dan membunuh pasangannya setelah kehilangan cinta.

Helen E. Fisher, seorang antropolog biologi di Rutgers University  mengatakan cinta yang romantis adalah candu yang mempunyai efek  ketergantungan yang luar biasa kuatnya.

Sirkuit otak untuk romantisme bercinta  telah berevolusi jutaan tahun lalu, sehingga memungkinkan nenek moyang kita untuk memfokuskan energi mereka untuk nikah hanya pada satu orang dalam  suatu waktu. Sistem otak ini  menjadi aktif untuk membantu manusia merebut kembali cinta pasangannya.

Fisher dan rekan-rekannya melakukan  scan otak terhadap 15 relawan  mahasiswa perguruan tinggi (10 perempuan dan 5  pria) yang baru saja mengalami patah hati, tapi masih mencintai orang yang telah menolaknya. Panjang rata-rata hubungan cinta mereka sekitar 2 tahun dan hubungan cinta mereka baru berakhir  sekitar 2 bulan.

Semua relawan diukur skornya  dengan Passionate Love Scale yang digunakan untuk mengukur intensitas perasaan romantis. Para relawan menghabiskan lebih dari 85 persen dari waktu bangun untuk memikirkan orang-orang yang telak menolak cinta mereka.

Dalam percobaan, subyek diperlihatkan   foto mantan pasangan dan diminta untuk berpikir tentang peristiwa yang terjadi dengannya. Subyek juga diperlihatkan  gambar orang-orang  yang akrab dengan subyek seperti teman sekelas atau teman dari teman. Pada paruh pertama percobaan, peserta  diteliti perasaan romantisnya dengan melakukan permainan  matematika  dan dilihat hasilnya pada saat melihat foto-foto orang yang menolak cintanya dibandingkan dengan melihat foto-foto teman-teman akrabnya.

Hasil temuannya adalah :

* Bagi mereka yang melihat  mantan kekasihnya maka  wilayah otak yang disebut area tegmental perut terangsang untuk bekerja aktif  sehingga memotivasi harapan subyek agar  bisa kembali kepada mantannya tersebut bahkan mencapai tahap tergila-gila.
* Daerah otak yang dikenal sebagai nucleus accumbens dan orbitofrontal / korteks prefrontal turut aktif juga.   Daerah otak ini juga terkait dengan kecanduan kokain  dan kecanduan rokok.
* Ada juga peningkatan aktivitas pada korteks otak dan cingulated anterior, daerah yang terkait dengan rasa sakit fisik dan marabahaya.

Berita baiknya, para peneliti menemukan cara penyembuhan yang efektif yaitu waktu. Semakin banyak waktu yang berlalu sejak perpisahan itu, maka ada pengurangan kegiatan daerah otak yang disebut di atas. Daerah otak yang terlibat dalam regulasi emosi, pengambilan keputusan dan evaluasi juga  turut aktif saat peserta diperlihatkan foto-foto orang yang menolak  mereka. Ini menunjukkan peserta belajar dari pengalaman romantisme masa lalu mereka, mengevaluasi keuntungan dan kerugian serta mencari tahu bagaimana menangani situasi.

Temuan ini menunjukkan adanya manfaat terapeutik bagi orang-orang yang sedang mabuk kepayang.