Oh Nindy

Percumbuan rasa bukanlah satu cara untuk mempersatukan ikatan

Ikatan yang terbentuk dari pengertian adanya kekurangan dan kelebihan

Mengerti dan dimengerti bukanlah ungkapan yang mudah dilaksanakan

Kebesaran jiwa untuk melupakan masa lalu dan menatap masa depan

 

Takdir penyatuan tlah hadir

Sorotan mata kehidupan harus dipertegas

Bukan hanya fatamorgana yang menggiurkan

Kepuasaan kasat mata tanpa rekayasa meyakinkan sikap

 

Satu titik yang tak tergoyahkan

Tujuan kepastian untuk merentangkan keinginan

Niat penyatuan yang tulus

Mengakui kesamaan rasa dan diri untuk saling bersinergi

 

” Dasar penulis !!! Apa yang dilihat dan dirasakan bisa menjadi inspirasi sebuah tulisan. ”

Begitulah umpatan dengan nada bercanda dari beberapa teman. Tetapi itulah fakta yang selalu ditunjukkan oleh beberapa penulis termasuk saya. Semua perasaan tertuang dalam sebuah tulisan yang terkadang ingin diungkapkan secara utuh. Romantiskah ? Kasmarankah ? Melankoliskah ? Hanya pembaca yang dapat menilainya.

Sebagai penulis, saya hanya ingin menyampaikan apa yang  ada dalam pikiran dan hati  sehingga  terciptalah sebuah tulisan sebagai bentuk cipta, rasa dan karsa seorang insan ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Apapun kejadiannya apabila menyentuh perasaan maka secara otomatis bergeraklah jari-jari tangan merangkai kata-kata menjadi kalimat yang indah dan penuh makna.

Mungkin itulah kelemahan saya sebagai penulis  yang mudah peka terhadap hal-hal yang menyentuh hati. Ya itulah hakekatnya seorang penulis yang hanya bisa menuangkan dalam kesedehanaan bahasa kalbu. Apalagi kalau didukung oleh suasana tenang dan diiringi oleh nada-nada dalam lagu bertemakan cinta dan kasih sayang. Wow makin panjanglah rangkaian kalimat yang terbentuk dan tanpa terasa semua yang ada di hati keluar dengan sendirinya.

Contohnya adalah pada saat sedang mendengarkan sebuah lagu cinta yang menyentuh hati seperti lagu “Mandy” nya Barry Manilow maka makin besarlah gejolak hati untuk ingin selalu dekat dengan Sang Kekasih walaupun sadar itu tidak mungkin terjadi karena jarak yang memisahkan. Dan pada akhirnya tumpahan gejolah hati yang makin menggelora tertampung dalam sebuah rangkaian kata puitis dengan sedikit mengubah nama Mandy menjadi Nindy. Maafkan daku Om Barry karena telah mengubah nama Mandy dan saya yakin Om Barry memakluminya.

 

I remember all my life

Raining down as cold as ice

Shadows of a man

A face through a window

Crying in the night

The night goes into

 

Morning, just another day

Happy people pass my way

Looking in their eyes

I see a memory

I never realized

How happy you made me oh Nindy

 

Well you came and you gave without taking

But I sent you away, oh Nindy

Well you kissed me and stopped me from shaking

And I need you today, oh Nindy

 

I’m standing on the edge of time

I Walked away when love was mine

Caught up in a world of uphill climbing

The tears are on my mind

And nothing is rhyming, oh Nindy

 

Yesterday’s a dream I face the morning

Crying on the breeze

The pain is calling, oh Nindy

 

Oh Nindy won’t you listen to what I’ve got to say

Oh Nindy don’t you let me throw it all away

Oh Nindy won’t you listen to what I’ve got to say

And I need you today, oh Nindy

B U T A

 

socialpsychologyeye.wordpress.com

 

Perkataan-perkataan yang keluar dari mulut-mulut binal merangsang diri untuk saling mendekat…

Nafsu bergentayangan di kepala manusia yang sedang berkecamuk dengan khayalan yang menggoda…

Tak tahan untuk menolak dan membiarkannya menjadi liar sehingga menggairahkan untuk saling bercengkerama…

Arghhhh kekuatan godaan makin menjadi-jadi, tak mampu untuk menahan diri…

Membiarkannya dalam imajinasi, fantasi dan sensasi kepolosan, seolah-olah tidak terjadi apa-apa…

==========

 

” Tataplah masa depan dan lupakanlah masa lalu. Aku ikhlas menerimamu apa adanya. Itulah wujud rasa kasih sayangku ” ujar Rasta.

” Tapi… tapi bagaimana dengan yang ada di perutku ini ? ” tanya Mega dengan mimik ragu.

” Sst… dia tetap kuanggap sebagai jagoanku kelak ” jawab Rasta penuh dengan keyakinan.

” Kau memang pria yang baik, Rasta ” bisik Mega dengan lembutnya.

Keduanya saling berpandangan. Selanjutnya dengan rasa haru yang mendalam Rasta memeluk Mega, seorang wanita merasa dirinya hina karena telah berbuat khilaf dengan pacarnya dulu sehingga terbentuklah calon bayi yang tidak akan pernah dianggap sebagai anak oleh ayah kandungnya sendiri.

SMS Seorang Wanita

Beberapa kali sms masuk ke telepon selulerku.

” kata-katanya kalau bisa sedikit dipoles lebih oke… “

” dipoles lebih romantis… “

” perasaan saat membaca intonasi jadi naik turun … “

” kok paragraf akhir dengan alur cerita awal tidak nyambung… “

” diatur irama ceritanya sehingga yang baca dapat menikmati tulisan mas… “

” mau menulis apa hari ini ??? “

” etc. “

Aku hanya bisa menjawab “ya”, “terima kasih” dan lain-lain. Tetapi aku bersyukur karena saat ini ada yang mau memberikan saran dan kritik terhadap tulisan-tulisanku. Selama ini aku bebas mengekspresikan diri dalam banyak tulisan tanpa mau tahu apakah ada peningkatan kualitas.

Pada awalnya aku hanya berpikir pokoknya menulis, menulis dan menulis. Tetapi setelah sms yang datang bertubi-tubi membuatku berpikir dan sempat kaget serta timbul keegoan untuk mengatakan apa sih yang kau bisa. Ternyata sms-sms nya membangkitkan semangat untuk menulis yang baik dan bermutu.

Apanya yang bermutu ? Mulai berpikir dan mempertimbangkan banyak hal terutama dalam merangkai kata-kata untuk menghasilkan kalimat yang runtun, mengalir dan enak dibaca. Jadi aku bersyukur karena sms-nya. Aku mengucapkan terima kasih karena engkaulah penyemangat diriku untuk terus menulis. Nulis lagi yukkkksssss…

Tentang Beliau

Banyak  tulisan yang telah saya buat tapi saya belum pernah menulisnya. Saya pikir inilah saat yang tepat untuk membuat tulisan tentang beliau. Siapa sebenarnya beliau tersebut ? Silahkan baca tulisan ini.

Beliau Bergaya Di depan Mobil Anaknya Di Seattle, WA (dok.cech)

Saat ini beliau berumur 70 tahun. Walaupun sudah berumur dan sakit stroke tapi beliau masih mempunyai semangat hidup dan ingin melihat anak cucunya sukses dalam kehidupan di dunia. Selama 4 tahun ini saya selalu menemaninya secara penuh dalam suka maupun duka. Sebelumnya saya lebih banyak meninggalkan beliau dan tidak pernah mau tahu apa saja yang telah dialaminya. Tapi sejak bapak saya meninggal dunia, sebagai anak yang diamanahkan oleh almarhum maka mau tidak mau harus menjaga, merawat dan menemani beliau dalam segala situasi dan kondisi.

Beliau ini memang luar biasa fisiknya. Dokter Spesialis jantungnya sampai geleng-geleng kepala karena masih punya keinginan hidup walaupun sudah 8 kali mengalami koma. Sayapun secara pribadi juga merasa heran. Ternyata Allah SWT memang Maha Segalanya dan dengan Qudrat-Iradat-Nya beliau masih hidup sampai saat ini.

Kata orang, manusia akan kembali seperti anak-anak dengan sifat kekanak-kanakannya apabila telah berumur uzur. Nah itulah yang dialami beliau pada saat ini. Tetapi saya menganggapnya sebagai cermin bagi diri agar kekuatan kasih sayang antara orang tua dan anak tetap langgeng. Kadang-kadang saya merasa kesal dan sebal dengan segala tingkah lakunya. Saya memakluminya karena penyakit stroke-nya itulah yang menjadi salah satu penyebab sifatnya seperti anak-anak yang meminta perhatian. Bagaimanapun juga saya tetap menyayanginya lahir batin.

Banyak hal menarik yang dimiliki oleh beliau dan saya mensyukurinya karena setidaknya istiqomah saya tetap terjaga. Berikut adalah beberapa hal unik dalam diri beliau :

Kemarin saya mendapat kabar dari bibi, pembantu di rumah kalau seharian beliau merasa gelisah. Kegelisahan beliau sempat membuat saya kuatir. Jangan-jangan penyakitnya kambuh lagi atau ada hal pelik yang dipikirkannya. Apakah tentang saya bersama adik dan kakak saya atau tentang cucunya yang mungkin minta sesuatu kepada beliau. Sesampainya di rumah, beliau sedang duduk di kursi rodanya sambil menonton acara televisi. Saya menanyakan ada apa gerangan yang membuat beliau merasa gelisah seharian ini. Tahukah ? Apa yang membuat beliau gelisah ? Ternyata oh ternyata beliau gelisah karena banyak pikiran. Apa sich yang dipikirkan oleh beliau. Beliau menjawab kalau seharian ini kepikiran tentan nasib KAMILA. Jiaaaah ternyata beliau gelisah karena memikirkan tokoh dalam sinetron di sebuah stasiun televisi swasta hahahahaha…

Waduh !!! Rupanya benar-benar kena virus sinetron. Saya bertanya mengapa harus capek-capek memikirkan KAMILA . Wong bukan saudara apalagi teman sampai begitu sekali gelisahnya hehehe. Dengan santainya beliau mengatakan KAMILA lah yang selalu menemaninya di tempat tidur sampai beliau tertidur. Beliau bertanya kepada saya, apakah saya mau secara intens menemaninya sampai beliau tertidur. Pertanyaan yang sangat menusuk hati saya dan mengingatkan saya tentang arti sebuah perhatian yang tulus.

Keunikan lainnya adalah beliau punya kebiasaan kalau ketemu adik kakak saya selalu meminta uang. Dengan gayanya seperti preman, beliau minta setoran hahahaha. Hal sepele tapi mengandung arti yang mendalam. Kadang-kadang hal seperti ini membuat jengkel terutama pada saat kami tidak punya uang. Tanpa sadar kami bersaudara kurang menyadari dan mengatakan sebetulnya uang tersebut diperuntukkan untuk apa dan siapa. Paling-paling untuk cucu-cucunya. Padahal beliau pernah bicara dengan saya kalau bukan masalah besaran nilai uang tapi kembali lagi masalah perhatian anak kepada orang tua. Kata beliau diberi uang seadanyapun, beliau senang menerimanya. Setidaknya merasakan uang dari hasil jerih payah anak-anaknya. Waduh kena dech hati kami semua.

Beliau dengan tanaman peliharaannya (dok.cech)

Kemudian sering kali saya merasa heran karena beberapa kali saya ditagih oleh tukang sayur yang biasa mangkal di depan rumah. Rupanya beliau sering membeli sayur mayur, daging dan lain-lain tapi tidak pernah bayar. Memang tidak terlalu sering tapi cukup menyebalkan dan merepotkan juga. Iya kalau saya lagi punya uang, coba kalau tidak punya uang maka muka mau ditaruh dimana hahahaha. Mau tidak mau akhirnya saya bayar juga. Hal ini sering saya ingatkan kalau tidak punya uang jangan ngebon ke tukang sayur. Memalukan saja. Tetapi dengan entengnya beliau menjawab, kalau beliau melakukan itu karena saya. Kok saya sich ? Ya, emangnya pada saat teman-teman saya sedang berkumpul dan makan-makan di rumah, makanannya datang dari langit hehehehe. Ohhhh rupanya beliau selalu memperhatikan saya baik lewat telpon maupun informasi keponakan kalau teman-teman saya akan datang pada suatu hari. Luar biasa, perhatian sekali beliau kepada saya.

Masih banyak hal yang bisa diceritakan tentang beliau. Mungkin tangan saya bisa capek menulisnya. Tapi ada satu pelajaran yang didapat yaitu “Kasih Orang Tua Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Galah

Sayang

Laksana langit runtuh menimpaku

Laksana angin puyuh menghempasku

Laksana badai menerjangku

Laksana kilat menyambarku

Tak tahu harus berkata apa

Sungguh manis senyummu

Menentramkan semua makhluk di sekitar

Dalam kenikmatan abadi

Wajahmu telah mengatakan

Sebuah keindahan alam semesta

Layak untuk disyukuri

Dalam kebesaran ilahi

Dik, kau memang cantik

Bagaikan Dewi dari kahyangan

Lemah lembut sikapmu

Arjuna pun kagum dan menunggumu