Bersenggama

raja-tuah.com
raja-tuah.com

Suatu hari seorang teman sebut saja namanya Tjipoa berkunjung ke rumah. Dalam beberapa topik obrolan kami saat itu ada topik menarik yang disampaikan oleh Tjipoa. Topiknya adalah tentang Kenikmatan.

” Cech, saya sudah menemukan kenikmatan lebih dalam hidup pada saat pagi, sore dan malam. ”

” Alhamdulillah, kalau kamu sudah menemukan kenikmatan tersebut. ” ucap saya.

” Kalau pagi hari, apa kenikmatan yang kamu dapatkan, Cech ? ” tanya Tjipoa.

” Apa ya.. Ohhh ya bangun pagi pada saat buka jendela melihat matahari terbit terus terdengar suara burung bersahutan dengan merdunya. Kalau kamu bagaimana, Wa ? ”

” Kalau saya sih merasakan kenikmatan lebih pada saat di rumah di desa saya yang terletak di tengah pematang sawah. Bangun pagi, kemudian buka jendela terlihat matahari terbit dan sepasang kerbau bersenggama di pematang sawah.”

” Bersenggama ? Seru juga menyaksikannya ” ujar saya.

” Nah kalau sore hari lain lagi kenikmatannya, Cech ”

” Apa itu ? ”

” Saat saya sedang duduk di ruang tamu, terdengar suara ribut sepasang kucing bersenggama dengan asyiknya. ”

” Senggama lagi ?!!! ” teriak saya.

” Ya, Cech. Kalau malam lain lagi dan ini nikmat banget tapi sangat menyakitkan ”

” Nikmat tapi menyakitkan ??? Kok bisa begitu. ”

” Ya, Cech. ”

” Apa itu ??? ”

” Saat malam hampir larut dan mata ini ingin terpejam tiba-tiba terdengar suara gaduh tetangga kost sebelah persis bersenggama dengan lolongan syahdunya ”

” Hahahaha, bersenggama lagi. Terus menyakitkannya dimana, Wa ? ”

” Yang menyakitkannya adalah saat mereka asik dan menikmati bersenggamanya, saya hanya dapat membayangkan alangkah nikmatnya kalau saya tidak jomblo. Nasib…nasib… ”

” Wakakakakak… “

Wanita Mandiri Secara Finansial Lebih Menyukai Pria Tua Yang Menarik

The 'George Clooney effect' is prevalent among well-off women, researchers say Picture: Getty Images

 

Beberapa orang menyebutnya Efek  George Clooney (George Clooney Effect). Para psikolog di Skotlandia telah menemukan bahwa kaum wanita yang  mandiri secara finansial lebih menginginkan pria berusia lebih  tua  dan menarik sebagai pasangannya.

Pada studi sebelumnya telah ditemukan  bahwa para wanita  lebih menekankan pada seorang pria yang dapat mendukung kehidupan pribadinya. Sedangkan pria lebih mementingkan pada wanita dengan penampilan yang baik. Studi baru yang  dipublikasikan dalam edisi online terbaru jurnal Evolutionary Psychology telah menunjukkan  kaum wanita  yang hidupnya lebih mandiri, maka seleranya terhadap pria  benar-benar berubah.

Hasil studi juga  menunjukkan bahwa kemandirian keuangan yang lebih besar membuat wanita mempunyai rasa percaya diri yang lebih besar dalam memilih pasangannya. Preferensi naluriah  seperti  stabilitas secara materi dan keamanan menjadi kurang penting tetapi  justru daya tarik fisik dan usia pasangannya yang lebih tua  menjadi lebih penting, .

Kepala  penelitian  Dr Fhionna Moore dari University of Abertay Dundee mengatakan bahwa penelitian sebelumnya menunjukkan  pria lebih mementingkan daya tarik fisik ketika memilih pasangan, sedangkan wanita lebih fokus pada apakah seorang pria bisa menyediakan sumber daya material. Asumsinya adalah  kaum wanita selalu menginginkan suatu yang  lebih dari pasangannya. Sama halnya dengan pria yang mempunyai  kecenderungan lebih memilih pasangan wanita yang lebih muda dan  menarik dibandingan dengan wanita yang mampu memberikan keturunan dan merawat anak-anak.

Dengan lebih mandiri secara finansial maka sebenarnya  wanita  lebih menyukai pria yang lebih tua. Jadi  hal ini menunjukkan bahwa  kemandirian keuangan yang lebih besar membuat wanita  lebih percaya diri dalam pilihan  pasangannya yaitu pria yang lebih tua dan menarik.

Penelitian dilakukan secara online terhadap 3.770 peserta heteroseksual, dimana  jumlah pria  dan wanita yang menjadi peserta seimbang.  Penelitian meliputi hal-hal yang berkaitan dengan latar belakang,  situasi pribadi, dan tingkat kemandirian keuangan. Para peserta melakukan pemeringkatan beberapa kriteria diantaranya ketertarikan fisik, prospek keuangan dan rasa humor dalam urutan kepentingan. Kemudian hasil peringkat tersebut dibandingan dengan pendapatan  dan kemandirian keuangan para peserta.

Apakah Alasan Seseorang Untuk Mendapatkan Kepuasan Seksual ?

women need (topnews.in)

 

Kepuasan seksual biasanya dilihat berdasarkan berapa kali  orgasme dan berapa lama waktu yang dihabiskan di ranjang. Namun studi baru menemukan bahwa alasan seseorang untuk melakukan seks adalah apakah seks dapat mempengaruhi kepuasan  mereka sesudahnya.

Penelitian yang dipublikasikan secara  online di jurnal Archives of Sexual Behavior edisi 22 Oktober 2010 menemukan bahwa baik pria maupun wanita lebih puas saat berhubungan seks karena  cinta dan komitmen. Sementara bagi yang melakukan seks karena mendapatkan  bayaran tidak banyak mendapatkan kepuasan di ranjang.  Berhubungan seks untuk mendapatkan  barang atau kaya berkaitan erat dengan pengalaman kurang memuaskan.

Peneliti Kyle Stephenson, seorang kandidat Ph.D   di Laboratorium Psikologi Cindy Meston University of Texas, Austin mengatakan bahwa sebagian besar penelitian pada fungsi  dan kepuasan seksual berfokus pada gairah dan orgasme. Tetapi orang-orang berhubungan seks karena berbagai macam alasan dan  bukan hanya untuk kesenangan fisik saja.

Para peneliti melakukan survey terhadap  544 pria berusia sekolah diploma  dan wanita (sebagian besar dari mereka heteroseksual)  untuk mengetahui motivasi seksual dan kepuasan mereka. Pria yang melakukan hubungan seks dengan alasan untuk meningkatkan harga diri  kurang mendapatkan kepuasan seksualnya.Hal ini karena para pria tersebut  melakukan hubungan seks hanya  untuk mendapatkan barang, bantuan atau sumber daya lainnya.

Para peneliti menemukan bahwa para wanita memiliki jangkauan asosiasi yang lebih luas. Hubungan antara cinta / komitmen dan kepuasan kurang kuat bagi wanita dibandingkan dengan pria meskipun itu masih ada hubungannya. Wanita yang melakukan hubungan seks untuk mengekspresikan sesuatu untuk pasangan mereka, seperti terima kasih atau permintaan maaf tampak  lebih puas.

Seperti pria, wanita yang melakukan hubungan seks untuk memperoleh harga diri atau meningkatkan materi yang dimiliki  kurang mendapatkan kepuasan seksual. Berhubungan seks dengan alasan ingin  memiliki pengalaman baru  juga dikaitkan dengan kurang mendapatkan kepuasan.

Para peneliti tidak yakin mengapa lebih banyak dipengaruhi faktor-faktor kepuasan wanita dibandingkan dengan pria . Stephenson mengatakan bahwa hal ini mungkin karena  wanita memainkan peran sebagai “penjaga pintu” seksual dalam banyak hubungan sehingga motivasi  seksnya lebih mungkin untuk menghasilkan seks yang sebenarnya.

Langkah selanjutnya Stephenson ingin  melihat bagaimana motif seks pada  masyarakat yang menderita disfungsi seksual. Misalnya seseorang yang melakukan seks dengan alasan cinta mungkin kurang khawatir jika mereka tidak orgasme secara teratur bila dibandingkan dengan yang melakukan  seks untuk kenikmatan fisik. Para peneliti juga berharap dapat memperluas penelitian di luar mahasiswa dan  dalam populasi yang lebih luas.

 

10 Hal Yang Harus Diketahui Wanita Tentang Otak Pria

Pengertian paling populer tentang otak pria  berdasarkan penelitian terhadap para pria berusia 18 sampai 22 tahun dan lulusan diploma. Tulisan ini merupakan terjemahan dari rangkuman Robin Nixon, staf penulis Livescience tentang 10 hal yang perlu diketahui para wanita tentang otak pria.

Lebih emosional

Credit: Dreamstime

Sementara ini wanita biasanya dianggap sebagai gender yang lebih emosional padahal bayi laki-laki   lebih emosional reaktif dan ekspresif dibandingkan  bayi perempuan. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan.

Sebuah penelitian tahun 2008  yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal of Psychology yang memonitor ekspresi wajah menyatakan bahwa pria dewasa memiliki reaksi emosional sedikit lebih kuat tetapi hanya sebelum menyadari perasaan mereka.  Setelah emosi mencapai kesadaran maka  pria menunjukkan wajah tak berperasaan.

Para ilmuwan Universitas Lund,  Swedia dalam penelitian tahun 20o8 berteori bahwa ketika muda  anak laki-laki mungkin belajar untuk menyembunyikan emosi  supaya dianggap  “jantan.” Tapi menurunkan emosi bisa menjadi cambuk  bagi tubuh dengan respon “melawan atau lari”. Reaksi keras seorang pria dan penindasan berikutnya membuat pria siap menghadapi  ancaman.

Lebih rentan terhadap kesepian

Credit: stockxpert

Dr Louann Brizendine, seorang Profesor Psikologi Klinis di University of California, San Francisco  dan penulis “The Male Brain” (Broadway, Maret 2010) mengatakan bahwa  kesepian dapat mengganggu kesehatan dan otak semua orang.  Pria  yang lebih tua tampak sangat rentan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hidup dengan wanita  mungkin akan sangat membantu. Pria dalam hubungan stabil cenderung lebih sehat, hidup lebih lama dan memiliki tingkat hormon yang dapat mengindikasikan penurunan kecemasan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Biology of Reproduction pada tahun 2009 menemukan bahwa wanita  juga baik untuk organ reproduksi pria. Tikus jantan yang hidup dengan betina mempunyai kesuburan yang lebih panjang daripada  tikus pejantan yang terisolasi dari betina.

Fokus pada solusi

Credit: stock exchng

 

Meskipun banyak penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih empatik dari pria, Dr Brizendine menekankan hal ini tidak sepenuhnya benar. Sistem empati dari otak laki-laki tidak merespon ketika seseorang sedang stres atau mengungkapkan masalah.  Sebagai hasilnya, pria cenderung lebih peduli dengan menyelesaikan  masalah daripada menunjukkan solidaritas dalam perasaan.

Matra  untuk memeriksa wanita

livescience.com

Pranjal Mehta, seorang Psikolog Sosial di Universitas Columbia di New York menyatakan bahwa selain  sering dikaitkan dengan agresi dan permusuhan, testosteron juga merupakan hormon libido. Dan para pria  memiliki enam kali jumlah gelombang melalui pembuluh darahnya yang berarti sama dengan  wanita.

Mehta dan koleganya menemukan bahwa testosteron merusak kawasan impuls-kontrol dari otak. Meskipun masih harus dipelajari, ini mungkin menjelaskan mengapa pria suka mengerling kepada wanita secara otomatis. Mereka sering lupa tentang wanita  setelah keluar dari lapangan visual mereka.

Harus membela kaumnya

Credit: Brandywine River Museum.

Brizendine mengatakan bahwa bagian dari pekerjaan laki-laki secara  evolusi  adalah untuk mempertahankan kaumnya. Penelitian lebih lanjut diperlukan pada manusia tetapi pada mamalia jantan, area otak  “membela kaumnya” lebih besar daripada rekan-rekan betina mereka.

Sementara wanita memiliki sifat posesif maka  pria jauh lebih menggunakan  kekerasan ketika dihadapkan dengan ancaman terhadap kehidupan cinta  atau wilayah mereka.

Siapa yang menjadi  bos?

livescience.com

Brizendine mengatakan bahwa sebuah hierarki yang tidak stabil dapat menyebabkan cukup  kecemasan pada pria. Tetapi dalam hierarki   perintah yang mapan seperti yang dilakukan oleh militer dan beberapa  tempat kerja  dapat menurunkan  hormon testosteron dan menahan agresi seorang pria.

Otak pria dewasa

Credit: stockxpert

Mehta mengatakan bahwa selama evolusi manusia membutuhkan persaingan terhadap  status dan pasangan saat muda. Ketika dewasa lebih  menekankan pada  ikatan dan kerjasama.

Studi psikologis telah menunjukkan bahwa kepandaian mengambil keuntungan dari  lawan kurang memiliki daya tarik  bagi pria yang lebih tua. Sebaliknya mereka lebih memperhatikan hubungan dan memperbaiki masyarakat.

Perubahan ini mungkin dibantu oleh penurunan alami testosteron  sebagai pria yang telah berusia. Mehta dan koleganya menemukan bahwa pria dengan kadar testosteron tinggi cenderung lebih baik pada kompetisi, one by one. Sementara mereka dengan tingkat yang lebih rendah unggul dalam kompetisi yang membutuhkan kerjasama tim. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Hormones and Behavior pada tahun 2009.

Menjadi Seorang Ayah

Credit: Dreamstime

Sebuah studi 2000 yang dipublikasikan oleh Evolution and Human Behavior menemukan bahwa otak pria  menjadi sangat prima untuk bekerja sama pada bulan-bulan sebelum menjadi seorang ayah. Menjadi seorang ayah berarti ada perubahan hormon yaitu prolaktin yang meningkat dan testosteron yang menurun sehingga mendorong perilaku layaknya seorang  ayah.

Sebuah penelitian di tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal Hormones and Behavior menemukan bahwa Feromon seorang wanita hamil dapat mempengaruhi pasangannya untuk memacu perubahan ini.  Bahkan sebelum wanita  hamil, feromon pria  menyebabkan  neuron ibu baik  untuk tumbuh di dalam otak wanita.

Daddy-play

Credit: stockxpert

Penelitian telah menunjukkan bahwa pengertian tentang seorang ayah adalah secara spesifik bermain dengan anak-anak mereka, lebih kerasan tinggal di rumah, lebih spontanitas ,  lebih  menggoda,  dapat membantu anak belajar lebih baik,  mempunyai kepercayaan lebih, dan mempersiapkan anak untuk dunia nyata. Peran ayah  dapat mengurangi resiko perilaku seksual anak-anak.

Ayah sekaligus sebagai orang tua cenderung memiliki kadar testosteron yang lebih rendah berdasarkan  laporan beberapa penelitian  lintas-budaya. Meskipun tidak diketahui apakah kadar hormon dapat menyebabkan  perubahan perilaku atau sebaliknya. Peneliti berteori bahwa evolusi telah mengakibat seorang  ayah untuk terlibat. Anak-anak adalah salah satu anugrah yang paling dibutuhkan oleh manusia dan ayah yang baik selalu mengoptimalkan kesempatan bahwa keturunan  dan gen mereka  dapat bertahan.

Menginginkan  lonceng pernikahan

Credit: Dreamstime

Wanita ingin  tetap lajang dan pria  ingin selalu bereksperimen dengan fantasi seks mereka selamanya.  Tetapi ini mungkin menjadi salah satu kesalahpahaman terbesar yang berasal dari kecenderungan Amerika S erikat selalau menggunakan lulusan sarjana  sebagai subyek penelitian.

Sebuah  studi terhadap para pria di Bolivia  yang diterbitkan dalam Proceedings of Royal Society pada tahun 2007 menemukan bahwa perselingkuhan yang paling mungkin terjadi pada pria sebelum umur 30 tahun, menemukan Setelah itu, para pria mulai fokus pada keluarga mereka.

Menurut penelitian tahun  2008  yang diterbitkan oleh  Proceedings of the National Academy of Science menyatakan  beberapa orang memiliki waktu yang lama untuk dapat berkomitmen dengan orang lain. Komitmen adalah  suatu masalah genetik.  Pria tanpa “promiscuity gene”  yang diperkirakan sekitar  60 persen dari populasi lebih cenderung untuk menikah. Tapi itu tidak semua. Baik para pria dan istrinya  cenderung relatif  untuk melaporkan kebahagiaan perkawinan mereka.

Perjalanan Sejarah Pornografi

 

dokujunkies.org

 

 

Saat ini pornografi sering diidentikkan sebagai salah satu penyakit masyarakat. Bukti dari kerusakan moral jaman  modern ini  bisa berasal dari kamera video dan akses internet yang dimiliki oleh kita.

Ternyata pornografi merupakan ekses lanjutan dari masa lampau. Pornografi sudah ada jauh sebelum fotografi video ditemukan. Banyak peneliti  berpikir bahwa evolusi manusia cenderung kepada  rangsangan visual ( gen manusia lebih mudah bergejolak  jika melihat manusia lainnya  telanjang di depan kita). Apapun cara manusia menyikapinya, keragaman bahan pornografi sepanjang sejarah telah  menunjukkan bahwa manusia selalu tertarik pada gambar seks.

Seth Prosterman, seksolog klinis dan terapis berlisensi di San Francisco mengatakan seks selalu memainkan peranan penting bagi kehidupan manusia dan hubungan antar  manusia. Ada rasa ingin tahu dari seorang manusia apabila mendengar kata seks.

Definisi “pornografi” masih bersifat subyektif.  Namun secara umum para peneliti mendefinisikannya  sebagai sesuatu  yang dirancang hanya semata-mata untuk membangkitkan gairah seksual tanpa bernilai seni.

Dengan standar itu, representasi erotis pertama yang  dikenal manusia  tidaklah porno sama sekali dalam arti tradisional. Pada awal 30.000 tahun yang lalu, orang Paleolitik membuat  ukiran payudara dengan ukuran besar dan patung-patung ibu hamil sedang telanjang dari batu dan kayu. Maka itu para arkeolog menyatakan keraguannya kalau  “Patung-patung Venus” ditujukan hanya semata  untuk membangkitkan  gairah seksual. Lebih mungkin kalau patung-patung itu dianggap sebagai ikon agama atau simbol kesuburan.

Siring perjalan waktu, bangsa Yunani kuno dan Romawi menciptakan patung-patung publik dan lukisan dinding yang  menggambarkan homoseksualitas, threesomes, fellatio dan cunnilingus. Pada abad kedua di India ditemukan buku pegangan atau manual yang berkaitan denga seksulaitas yaitu Kama Sutra. Bangsa Moche di Peru kuno melukis adegan seksual pada tembikar keramik. Sedangkan pada abad ke-16 aristokrasi di Jepang  gemar mencetak woodblock erotis .

Joseph Slade, seorang Profesor Seni Media di Universitas Ohio mengatakan bahwa di Barat, politik menjadi bahan perbincangan yang lebih eksplisit bila dibandingkan dengan  pornografi. Revolusioner Perancis menyebabkan  berkembangnya   satir aristokrasi dengan membuat  pamflet seksual. Bahkan karya Marquis de Sade yang terkenal dengan brutal dan erotisnya dianggap  bagian dari  filosofis.

Pada 1800-an, gagasan porno  mulai menyebar. Novel Erotis telah dicetak setidaknya sejak pertengahan tahun 1600-an-di Perancis (meskipun ada penulis satu masuk penjara karena karya-karyanya). Tetapi  Novel panjang berbau porno dalam bahasa Inggris dengan judul  “Memoirs of a Woman of Pleasure”, yang  juga dikenal sebagai” Fanny Hill “(Oxford University Press) tidak dapat  dipublikasikan hingga tahun 1748.

Meskipun pada waktu sikap publik dapat menerima hal-hal yang berbau  seks, tetap saja  novel porno sangat sedikit yang dipublikasikan. Penulis “Fanny Hill” berhasil untuk menutup biseksual, voyeurisme, seks berkelompok dan masokisme di antara topik lainnya. Pada tahun 1888, penulis anonim yang menulis tentang seks dengan kata-kata bertitel  “My Secret Life”  telah membuat sebuah sensor  televisi modern  menggeliat.

Teknologi mendorong inovasi bergenre porno. Pada tahun 1839, Louis Daguerre menemukan Daguerreotype (suatu bentuk  fotografi kuno). Dalam waktu singkat pornografi berkembang pesat seiring penemuan teknologi baru.  Pada awal penemuan Daguerreotype (1846) digambarkan secara vulgar yaitu   “menggambarkan seorang pria dengan  hati-hati memasukkan penisnya ke dalam vagina seorang wanita paruh baya”.

Pada tahun  1896, para pembuat film di Prancis video  klip pendek dan bisu (“stag films”) seperti “Le Coucher de la Marie,” di mana seorang aktris melakukan adegan  striptease. Menurut Slade,  jenis film tersebut  biasanya ditampilkan pada setiap  adanya pertemuaan para pria  dan menjadi tradisi sampai sekarang. Sungguh aneh tapi nyata. Film bergenre  Seks Hard Core baru  mulai muncul setelah tahun  1900.

Untuk waktu yang lama, “stag films” tetap menjadi pilihan  baik dalam isi dan kualitas. Baru  pada tahun 1970-an seiring terjadinya pergeseran nilai sosial budaya  mengubah gaya pembuatan film berbau pornografi dengan lebih terbuka dan eksplisit. Penemuan internet dan  kamera digital membuka hambatan dalam pembuatan film porno dimana saat ini  seluruh situs Web menampilkan film-film yang dibuat oleh orang-orang non profesional.

Pada tahun  1994,  Carnegie Mellon melakukan  studi awal tentang porno di komputer Bulletin Board Systems (pendahulu World Wide Web) dan  menemukan bahwa sekitar 48 persen mengunduh bestiality, incest dan pedofilia. Kurang dari 5 persen mengunduh  gambar seks vaginal. Hal ini terjadi  karena majalah dan pembuat film porno melakukan penjualan secara tertutup.

Adult Video News, sebuah jurnal industri perdagangan yang  membuat perkiraan tahunan  penjualan dan penyewaan barang-barang berbau porno termasuk penjualan majalah dan mainan seks. Menurut editor senior AVN Mark Kernes, pada tahun 2007  penjualan ritel mencapai $ 6 miliar per tahun. Namun angka tersebut   banyak diperdebatkan karena tidak memperhatikan  memperhitungkan semua video amatir gratis yang diupload ke situs-situs seperti XTube atau fotografi situs Flickr.

Sebuah studi tahun  2008  yang dipublikasikan dalam Journal of Adolescent Research menemukan bahwa 87 persen pria dan 31 persen wanita dilaporkan menggunakan pornografi (813 mahasiswa Amerika sebagai respondennya).  Dan pada tahun 2009, peneliti Simon Louis Lajeunesse dari  University of Montreal sempat membuat berita mengejutkan  ketika ia mengumumkan bahwa ia telah melakukan  studi tentang dampak pornografi terhadap  seksualitas pria muda  berusia dua puluhan yang belum pernah melihat porno.

Yang pasti dengan adanya  persaingan antara pembuat karya  pornografi telah menyebabkan terjadinya peningkatan dominasi dan pelecehan verbal terhadap wanita  oleh pria seperti yang digambarkan dalam film-film porno. Chyng Sun,  Professor Studi Media  New York University dan Sutradara  film The Price of Pleasure: Pornography, Sexuality and Relationships telah menganalisis  film pornografi terlaris dan  menemukan bahwa 90 persen dari mainstream adegan porno berisi agresi fisik dan verbal.

 

Pada Masa Subur Wanita Lebih Tertarik Kepada Pria Bukan Pasangannya

celebguru.org

Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa wanita heteroseksual yang pasangannya memiliki wajah  kurang maskulin  lebih tertarik kepada pria lain selama ovulasi. Wanita dengan mitra maskulin, umumnya kurang tertarik dengan pria lain. Mungkin hal ini disebabkan oleh  sifat wanita cenderung mencari suatu yang berbau seksi  ketika mereka sedang dalam kondisi suburnya dan itu didapatkan dari pasangannya yang maskulin. Uniknya walaupun para wanita tersebut tidak mencari pria  lain tetapi mereka  tidak lebih  tertarik kepada pasangannya sendiri. Alasannya adalah selama masa subur, wanita lebih menginginkan seks daripada nafsu. Penelitian  ini dilaporkan dalam jurnal Evolution and Human Behavior edisi November 2010

Salah satu penulis studi Steven Gangestad, seorang Psikolog Evolusi dari University of New Mexico mengatakan pria berwajah baby face disukai oleh para wanita tetapi hanya sebagai pasangan jangka pendek dan bukan pasangan seumur hidup.

Para peneliti merekrut 66 pasangan heteroseksual monogami. Para wanita melakukan tes hormon untuk menentukan fase mereka dalam siklus menstruasi. Selanjutnya 3 kali  selama sebulan, para wanita datang ke lab untuk menjawab kuesioner tentang atraksi  dan fantasi seksual mereka . Salah satu sesi dijadwalkan pada masa subur setiap wanita, sementara dua lainnya adalah selama luteal (fase non-subur) dan  fase siklus menstruasi.

Kemudian para pria yang akan dijadikan pasangan bagi para wanita melakukan ujian layaknya masuk perguruan tinggi dan  tes pola pencarian untuk mengukur kecerdasan mereka. Foto-foto para pria  dinilai berdasarkan daya tarik dan maskulinitas.

Selama bertahun-tahun para peneliti percaya bahwa para wanita Homo sapiens  telah berevolusi untuk menyembunyikan masa subur mereka, tidak seperti primata lainnya yang menunjukkan pembengkakan  alat kelaminnya  sebagai sinyal kesuburan kepada  pejantannya. Namun dekade terakhir, beberapa penelitian menunjukkan bahwa  wanita tidak menyembunyikan masa kesuburannya. Selain itu beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa  selama masa subur dari siklus haid,  bau dan penampilan wanita   lebih menarik bagi pria. Tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa adanya perubahan cara berjalan para wanita pada saat ovulasi dan mereka lebih memperhatikan dandanan dan pakaiannya.

Gangestad mengatakan bahwa wanita yang mempunyai pasangan dengan wajah yang kurang maskulin lebih tertarik kepada pria lain yang berwajah maskulin pada masa kesuburan. Para wanita tersebut  lebih cenderung memiliki fantasi seksual kepada pria yang bukan pasangannya. Penemuan ini sesuai dengan teori yang mengatakan pria  yang lebih maskulin akan menghasilkan keturunan yang bugar  sejak  hormon-hormon reproduksi pertama kali berevolusi.

Secara statistik daya tarik wajah bukanlah  faktor signifikan  bagi wanita untuk bernafsu kepada pria lain  meskipun wanita dengan pasangan lebih menarik (terlepas dari apakah mereka memiliki wajah maskulin atau feminin) cenderung mendapatkan dorongan minat seksual bagi mereka pada masa subur. Ternyata pria maskulin  tidak memprovokasi peningkatan minat seksual pasangan mereka. Mungkin para wanita  menginginkan seks untuk  sebuah keintiman di  luar periode subur tetapi pada periode  subur,  mereka termotivasi oleh penampilan.

Di sisi lain kecerdasan seorang pria tidak menjamin seorang wanita untuk tertarik. Temuan ini sungguh  mengejutkan karena dalam teori  psikologi evolusi dikatakan wanita menginginkan keturunannya memiliki gen kecerdasan.

Martie Haselton, Psikolog dari University of California, Los Angeles yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan hipotesis yang menyatakan manusia setidaknya sebagian didorong oleh kekuatan evolusi membuat banyak orang merasa tidak nyaman. Studi lain oleh Gangestad dalam  jurnal  Evolution and Human Behavior pada edisi yang sama menemukan wanita yang disurvei selama masa subur menyatakan  nafsu mereka  lebih didasarkan pada ketertarikan fisik dan kemauan lebih untuk berhubungan dengan orang asing yang menarik. Hal inilah yang dapat menyebabkan ketegangan diantara beberapa pasangan.

Survei Terbaru Kehidupan Seks Masyarakat Amerika Serikat

Menurut survei terbaru,  rata-rata orang Amerika menggunakan satu  kondom dalam empat kali melakukan hubungan seks dan  wanita mengalami orgasme lebih daripada pria.

Michael Reece, Direktur Center for Sexual Health Promotion Indiana University menyatakan survei seks terbaru tersebut telah menunjukkan adanya peningkatan penggunaan   kondom diantara beberapa kelompok. Tetapi promosi penggunaan kondom dalam  mencegah penyebaran penyakit seksual menular  seperti AIDS harus tetap menjadi prioritas kesehatan.

Center for Sexual Health Promotion Courtesy of Indiana University

Klik disini untuk melihat  Sexual Behavior Graph

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kondom digunakan dua kali lebih sering dengan pasangan tidak tetap dalam berhubungan seks dan trennya tetap untuk pria dan wanita (segala umur). Sementara itu, orang kulit hitam dan Hispanik memiliki tingkat penggunaan kondom lebih tinggi dibandingkan kelompok ras lain. Orang-orang yang  telah berumur  lebih dari 40 tahun  lebih kecil kemungkinannya untuk menggunakan kondom dibandingkan dengan oang yang lebih muda.

Center for Sexual Health Promotion Courtesy of Indiana University

Klik disini untuk melihat  Condom Use Graph

Penelitian ini melakukan survei terhadap 5.865 orang dalam rentang usia 14-94 tahun. Laki-laki  dan wanita dewasa  jarang melakukan  satu kali  hubungan seks ketika mereka sedang  melakukan hubungan seksnya. Survei juga mengungkapkan suatu perbedaan yang menarik yaitu 85 persen pria melaporkan pasangan mereka mengalami orgasme pada hubungan seksual terakhir dan hanya 64 persen wanita yang  melaporkan telah mengalami orgasme.