Impian Surga

flickr.com

 

Selamat tidur,  Sayangku.

Lepaskan semua kepenatanmu.

Ringankanlah semua bebanmu.

Biarkan aliran darah mengarungi tubuhmu.

 

Mimpilah yang indah, Kasihku.

Tuhan telah memberikan fasilitas untukmu.

Jelajahilah semua cita-citamu.

Rengkuhlah semua keinginanmu.

 

Absurd tapi itulah pikiranmu.

Perjalananmu masih panjang.

Melangkahlah dengan keyakinan

Rintangan itu hanyalah ketakutanmu.

Tujuan hidup sudah dihadapanmu.

 

Optimislah…

Semangatlah…

Tersenyumlah…

Bahagialah…

 

Bila kau telah sampai di surgamu.

Jangan kau cari aku.

Ku tak ingin mengganggumu.

Berbunga hati merasakan keberhasilanmu.

 

Syukurku adalah Rahman RahimNya, walau dari kejauhan…

 

Iklan

Caledonia… Surgaku

http://www.yannarthusbertrand.org

 

Kududuk di pinggir pantai sambil menikmati matahari terbenam. Kumemandang jauh di sana, terbayang daerah idaman yang selama ini kuimpikan. Sebuah daerah yang memberikan penghidupan baru laksana hidup di surga. Ya! Surga dunia yang memberikan harapan untuk menemukan kebahagiaan yang tak ternilai.

Tetapi semuanya terasa hambar bila hanya diriku yang meniklmati. Kuingin orang-orang yang kusayang bisa juga menikmati dan merasakan surganya. Tetapi apakah mungkin ? Aku sedang berpikir !!! Mungkin saja jawabku. Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Yang harus dipertanyakan adalah apakah mereka mau ikut bersamaku.Karena ku tahu mereka mempunyai surganya sendiri-sendiri.

Biarlah semuanya berjalan dengan lembut selembut tangan kekasih hati yang turut bersama menikmati surga yang kutuju. Terasa lengkapdan indah apabila kekasihku mau mendampingiku. Tak ada kata yang bisa dirangkai dalam kalimat yang indah kecuali kata YA yang keluar dari mulutnya. Dua huruf itu cukupbagiku untuk dapat merangkai kata kehidupan dalam menggapai tujuan keabadianku.

Aku merasakan adanya energi tambahan yang lebih positif dan membangkitkan hasrat untuk menjadi manusia yang dianggap sempurna. Walaupun belum sempurna bagi orang lain tetapi sempurna di matanya.  Kasihku, itulah harapan yang kupendam selama ini karena kau memang pantas untuk diberikan kebahagaiaan. Kebahagiaan dari seorang manusia yang berusaha untuk menjadi baik dan kebanggaan bagi dirimu.

Caledonia… ya caledonia surga yang indah di kelilingi oleh hamparan laut dan samudera yang luas bak tanpa batas. Di sanalah kita bercengkerama dan tertawa dalam kebahagiaan sejati.

Kutunggu kau memegang tangan ini untuk menuju ke sana…

 

Tertahan Di Pintu Surga

jalansemut.wordpress.com

Masjid adalah tempat ibadah Muslim yang dapat dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Menurut data Lembaga Ta’mir Masjid Indonesia, saat ini terdapat 125 ribu masjid yang dikelola oleh lembaga tersebut, sedangkan jumlah secara keseluruhan berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004, jumlah masjid di Indonesia sebanyak 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 yang sebanyak 392.044 buah. Diperkirakan, jumlah masjid dan mushala di Indonesia saat ini antara 600-800 ribu buah. (Wikipedia). Khusus daerah Jakarta dan sekitarnya, jumlah masjid sebanyak 2.838 buah dan jumlah mushola sebanyak 5.661 (sumber: BKM Kanwil Depag Provinsi DKI Jalarta tahun 2004 )

Apa maksud data-data yang saya ungkapkan di atas ? Saya akan menjelaskan alasan pengungkapan data tersebut agar kita sebagai umat Islam menyadari pentingnya shadaqah dan pemanfaatnannya.

Mungkin sebagian besar Kompasianers pernah melihat, mengalami bahkan merasa sebal bila di jalan sering ditemukan kotak-kotak amal untuk pembangunan masjid. Bertahun-tahun cara meminta sumbangan pembangunan masjid di jalan-jalan masih saja marak. Bagi sebagaian besar umat Islam, cara ini sangat memalukan. Tetapi apakah kita pernah mencari solusi yang tepat dan efektif agar cara seperti ini bisa dihilangkan sedikit demi sedikit.

Kalau kita melihat data di atas maka bisa diambil kesimpulan bahwa masjid-masjid yang ada di Indonesia bisa dijadikan solusi yang tepat untuk mengurangi cara minta-minta di jalan. Kalau kita melihat lebih dalam lagi maka sebenarnya umat Islam itu kaya dan sudah tidak sewajarnya saudar-saudara kita yang sedang membangun masjid di kampungnya dimudahkan dalam pengumpulan dananya.

Sejak lama saya memikirkan solusi yang baik untuk masalah ini. Selama pengamatan saya selama sholat Jumat di masjid-masjid di Jakarta selalu dipenuhi jamaah dan jumlah shadaqah yang diterima cukup besar. Saya rata-ratakan sekitar 300 ribu rupiah. Ini hanya berlaku di Jakarta. Perlu diketahui yang namanya shadaqah yang diterima oleh sebuah Masjid maka harus disegerakan penyalurannya kepada yang punya hak sebagaimana diatur dalam Al Quran dan Hadist.

Seandainya saja tiap masjid dishadaqahkan uang senilai 50 ribu saja maka kalau dikalikan setengahnya saja dari jumlah masjid di Jakarta (1419 buah ) maka akan diperoleh uang senilai Rp. 70.950.000 (tujuh puluh juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah). Wao jumlah yang cukup besar untuk membantu pembangunan masjid di sebuah kampung. Jadi dana tersebut bisa dipakai untuk pembangunan awal masjid sehingga tidak perlu lagi menggunakan cara meminta-minta di jalan. Penyaluran dana ini bisa terus bergulir tiap minggunya untuk membantu pembangunan masjid di daerah-daerah yang membutuhkan. Ini baru Jakarta, coba bayangkan kalau seluruh Indonesia. Memang dibutuhkan sebuah badan atau panitia yang mengumpulkan dana tersebut yang merupakan shadaqah dari jamaah masjid tiap jumat. Saya merasa yakin bila dimulai dengan niat (nawaitu) yang baik dan semata-mata karena Allah maka jumlah shadaqah yang diberikan tiap masjid bisa lebih dari Rp 50 ribu.

Hal ini saya tuliskan agar kita sebagai muslim bisa mengerti arti shadaqah yang sebenarnya. Jangan sampai kita mengalami seperti cerita paradoks ini yaitu kita yang seharusnya sudah masuk surga tapi ditahan oleh malaikat Ridwan di depan pintu surga dengan alasan SK surganya masih tertahan di Bank (banyak dana masjid yang disimpan di Bank dan tidak disegerakan untuk diberikan kepada yang punya haq). Khan bisa repot nantinya hahahaha.

Mari kita renungkan bersama. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Link terkait:

Ini Mesjidku, Mesjidmu Mana?????

Masuk Surga

aryotejo.com/sebuah-cerita.html

Sebagai muslim, hari jumat adalah hari spesial. Banyak kisah yang terjadi pada hari tersebut. Salah satunya adalah berkumpulnya seluruh umat Islam di dunia untuk melakukan Sholat Jumat di mesjid-mesjid.

Sehubungan dengan Sholat Jumat, saya punya cerita yang mungkin menarik untuk disimak. Seperti biasa, sebelum azan Jumat saya mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat jumat. Dengan pakaian koko putih bersih dan wangi-wangian, saya berangkat ke mesjid dekat rumah. Karena saat itu tidak ada sandal jepit di rumah maka saya memakai sandal baru yang dibeli sehari sebelumnya. Memang agak kuatir juga kalau sandal baru itu akan hilang. Maaf ya bukan curiga tapi ini sering kali terjadi di mesjid dekat rumah. Bahkan sandal jepit pun bisa ke bolak balik alias ketukar sama jamaah yang lain. Saya tidak tahu siapa yang salah atau yang benar….. heheheehe.

Dengan langkah pasti dan keyakinan yang tinggi kepada Allah SWT maka saya berangkat ke mesjid. Sandal baru diletakkan di tempat yang strategis dan kemungkinan kecil untuk diambil orang. Seluruh kegiatan sholat jumat saya lalui dengan khusu’ walaupun sempat terkantuk-kantuk saat khotib menyampaikan ceramahnya. Tapi semuanya masih terkendali hehehe.

Setelah selesai berdoa maka saya segera meninggalkan mesjid. Tapi apa yang terjadi pada saat saya mau mengambil sandal baru tersebut ? Sandalnya sudah raib dan hilang entah kemana serta siapa yang mengambil. Saya pun mencari kemana-mana dengan mata yang melihat secara teliti. Tetap saja sandal baru saya tidak ditemukan. Waduh ! ini sudah kesekian kalinya saya kehilangan atau ketukar sandal di mesjid, pikir saya saat itu. Kok masih saja ada orang yang curi sandal tepat pada hari yang mulia ini. Saking kesalnya, akhir saya teriak dengan kerasnya.

” Siapa sich yang mengambil sandal saya ? “

Semua orang langsung menatap saya. Ada beberapa orang yang membantu mencari sandal tersebut tapi tetap saja tidak dapat ditemukan. Akhirnya dengan nada geram, saya teriak kembali.

” Hai orang-orang yang beriman, siapa yang mengambil sandal saya maka saya doakan masuk surga “

Betapa kagetnya orang-orang yang mendengarnya. Ada beberapa orang yang tersenyum mendengarkan teriakan saya tapi ada berkata demikian.

” Kalau yang mengambil sandal saja masuk surga apalagi yang punya sandal ya hahahahaha “

Tiba-tiba datanglah seorang pria berperawakan sedang, kulit sawo matang dan berumur sekitar 40-an tahun menghampiri saya.

” Ini sandalnya Mas. Saya minta maaf “

” Ohhhhh jadi bapak yang mengambil sandal saya “

” Ya Mas. Maafkan saya Pak “

” Ya sudah, saya maafkan. Lagipula bapak sudah saya doakan masuk surga. Mudah-mudahan Allah SWT mengijabahi doa saya. “

” Nah, karena itulah tergerak hati saya untuk mengembalikan sandalnya Mas. Terima kasih ya doanya “

” Sama-sama Pak “

” Tapi omong-omong Mas serius doanya “

” Ya seriuslah Pak maka itu bapak langsung tersadar untuk mengembalikannya. Coba kalau tidak serius mungkin ceritanya jadi lain hehehehe “

Semua orang yang mendengar pembicaraan saya dengan bapak tersebut langsung menyalami saya. Eit ada apa nich pikir saya. Mereka mengucapkan terima kasih kepada saya karena telah diingatkan. Nah lho apa yang telah saya lakukan. Itu hanya spontanitas emosi saya yang ada dalam hati saja. Yang penting bapak yang mengambil sandal tersebut tidak diapa-apakan dan dimaafkan atas segala perbuatannya.

Sudah ya ceritanya dan sekedar mengisi hari Jumat yang penuh hikmah. Renungkan dan semoga dapat bermanfaat.