Mengenal Tanaman Langka Dari Nama Jalan

Pernah kita dikejutkan oleh peristiwa dimana seorang pengacara melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan yaitu mencium bibir kliennya  seorang wanita lajang di depan umum menjelang persidangan. Padahal saat itu sang pengacara telah berkeluarga. Pada bagian ini mungkin orang masih mempunyai toleransi tetapi ketika disebutkan nama pengacara tersebut barulah publik terbelalak karena nama sang pengacara mirip dengan nama seorang wali songo yaitu Sunan Kalijaga.

Publik mulai membanding-bandingkan dan mencercanya dengan alasan tidak pantas menyandang nama tersebut karena tidak sesuai dengan kelakuannya. Itulah salah satu contoh betapa tidak mudahnya orang tua atau kita memberikan nama terhadap sesuatu baik nama anak, benda, jalan dan lain-lain. Bahkan orang tua  memberikan nama kepada anaknya sebagai ungkapan doa kepada Tuhan agar kelak tingkah laku anaknya seiring dan sejalan dengan doanya.

Dalam tulisan ini saya ingin sedikit mengupas tentang nama jalan di Jakarta yang berkaitan dengan lingkungan Jakarta dengan segala permasalahannya seperti kemacetan, banjir, polusi dan sebagainya. Selain itu saya juga tidak akan menjelaskan sejarah pemberian nama jalan tersebut tetapi ingin mengajak pembaca untuk merenungkan kembali mengapa nama tersebut diberikan.

Siapa sih yang tidak kenal dengan Menteng ? Sebuah  daerah elit di Jakarta yang banyak dihuni oleh pejabat. Kalau kita mau sedikit jeli dan memperhatikan nama-nama jalan disekitarannya maka akan mendapatkan nama yang unik dan penuh makna. Begitu juga dengan nama jalan daerah lain di kota Jakarta. Apakah kita tahu apa itu menteng, tanjung, gondangdia, cendana, dan lain-lain. Saya pikir banyak diantara kita yang tidak tahu.

Sebuah daerah penting di negara ini yang sebetulnya mengingatkan kita untuk selalu melestarikan lingkungan dan melindungi tanaman-tanaman yang sudah jarang ditemukan. Benar sekali !!! Nama-nama jalan tersebut adalah nama tanaman. Pertanyaannya adalah apakah masih ada tanaman tersebut tumbuh di daerah tersebut. Jawabannya adalah TIDAK bahkan banyak orang yang belum tahu bagaimana rupa tanaman-tanaman tersebut.

Berikut adalah tanaman-tanaman yang dipakai untuk nama jalan  yang sudah jarang ada dan tumbuh di Jakarta :

1. Menteng

Buah menteng (kepundung) (wikipedia.org)

Menteng, kepundung, atau (ke)mundung (terutama Baccaurea racemosa (Reinw.) Muell. Arg.; juga B. javanica dan B. dulcis) adalah pohon penghasil buah dengan nama sama yang dapat dimakan. Sekilas buah menteng mirip dengan buah duku namun tajuk pohonnya berbeda. Rasa buahnya biasanya masam (kecut) meskipun ada pula yang manis.

Menteng dulu biasa ditanam di pekarangan namun sekarang sudah sulit ditemui akibat desakan penduduk dan penanaman tanaman buah lain yang lebih disukai. Tumbuhan ini asli dari Pulau Jawa. Di sekitar Jakarta dan Bogor kadang-kadang masih ditemukan penjual buah menteng. (sumber: wikipedia)

Tak mudah menemukan buah dari tanaman langka yang satu ini sekarang. Dulu memang banyak ditemukan di daerah Menteng. Tak heran jika kawasan ini dinamai dengan nama tanaman tersebut. Pohon menteng-mentengan umumnya berbentuk pohon atau perdu dengan tinggi sekitar 15-25 m dengan diameter 25-70 cm. Buahnya berdiameter 2-2,4 cm, berwarna hijau kekuningan atau kemerahan. Tanaman ini memiliki dua forma; yang satu berdaging buah putih [menteng], dan yang lain berdaging buah warna merah [bencoy]. Kedua forma ini memiliki buah yang asam dan yang manis rasanya. Buah-buah ini biasanya dikonsumsi begitu saja atau dibuat jadi setup, asinan, atau difermentasi menjadi minuman. (sumber: disini)

2. Gondangdia

gondang (indopedia.gunadarma.ac.id)

Konon nama Gondangdia berasal dari nama pohon Gondang (sejenis pohon beringin Ficus variegata Bl ) yang tumbuh pada tanah basah atau berair. Kemungkinan pada masa lalu ada pohon Gondang yang tumbuh di daerah ini. Pohon Gondang (Ficus variegata BL), adalah jenis pohon dengan ciri akar nafas. Buahnya yang menempel di batang pohon, bisa dirujak atau dijadikan bumbu masak. Akar tanaman ini, konon bisa untuk obat anti racun.

3. Tanjung

buah tanjung (wikipedia.org

Tanjung (Mimusops elengi) adalah sejenis pohon yang berasal dari India, Sri Lanka dan Burma. Telah masuk ke Nusantara semenjak berabad-abad yang silam, pohon ini juga dikenal dengan nama-nama seperti tanjong (Bug., Mak.), tanju (Bim.), angkatan, wilaja (Bal.), keupula cangè (Aceh), dan kahekis, karikis, kariskis, rekes (aneka bahasa di Sulut). Pohon tanjung berbunga harum semerbak dan bertajuk rindang, biasa ditanam di taman-taman dan sisi jalan.

Pohon berukuran sedang, tumbuh hingga ketinggian 15 m. Daun-daun tunggal, tersebar, bertangkai panjang; daun yang termuda berambut coklat, yang segera gugur. Helaian daun bundar telur hingga melonjong, panjang 9–16 cm, seperti jangat, bertepi rata namun menggelombang.

4. Cendana

bunga cendana (bisnisukm.com)

Cendana, cendana India Timur (bahasa Inggris); Chandan, chandal, sandal (Hindi);  Chandana, ananditam, taliaparnam (Sansekerta); Chandan, peetchandan (Bengal); Sandanam, ulocidam, kulavuri (Tamil)

Cendana, setiap tanaman semiparasitic dari genus Santalum (keluarga Santalaceae), terutama kayu harum, atau putih, cendana benar, Santalum album . Santalum album . ini sekitar 10 spesies Santalum didistribusikan di seluruh Asia Tenggara dan kepulauan Pasifik Selatan.

Banyak kayu digunakan sebagai pengganti untuk cendana yang benar.  Cendana merah diperoleh dari kayu berwarna kemerahan. Pterocarpus santalinus, pohon Asia Tenggara dari keluarga kacang (Fabaceae).  Spesies ini mungkin telah menjadi sumber kayu cendana yang digunakan dalam kuil Raja  Sebuah pohon cendana benar tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 meter (33 kaki); memiliki daun kasar berpasangan, masing-masing berlawanan yang lain di cabang, dan sebagian parasit pada akar dari jenis pohon lainnya. Kedua pohon dan akar mengandung minyak aromatik kuning, yang disebut minyak cendana , bau dari yang berlangsung selama bertahun-tahun dalam artikel-artikel seperti kotak hias, mebel, dan penggemar terbuat dari gubal putih. Minyak tersebut diperoleh dengan destilasi uap dari kayu dan digunakan dalam parfum, sabun, lilin, dupa, dan obat-obatan rakyat.  Bubuk cendana digunakan dalam pasta digunakan untuk membuat tanda kasta Brahman dan dalam sachet untuk scenting pakaian.

Pohon cendana sudah dibudidayakan sejak jaman dahulu untuk heartwood kekuningan mereka, yang memainkan peran utama dalam banyak upacara pemakaman Oriental dan ritual keagamaan. Pohon-pohon yang lambat tumbuh, biasanya mengambil sekitar 30 tahun untuk kayu batang untuk mencapai ketebalan bermanfaat secara ekonomis.

5. Gambir

tanaman gambir (gambircentre.wordpress.com)

Gambir adalah sejenis getah yang dikeringkan yang berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan bernama sama (Uncaria gambir Roxb.). Di Indonesia gambir pada umumnya digunakan pada menyirih. Kegunaan yang lebih penting adalah sebagai bahan penyamak kulit dan pewarna. Gambir juga mengandung katekin (catechin), suatu bahan alami yang bersifat antioksidan. India mengimpor 68% gambir dari Indonesia, dan menggunakannya sebagai bahan campuran menyirih.

6. Kenari

kenari (tanamanobat.org)

Kenari (Canarium indicum) merupakan keluarga dari Burseraceae. Pohonnya dikenal sebagai tanaman peneduh ditepi jalan. Umumnya terdapat di Indonesia, tetapi tumbuhan ini juga berada di beberapa negara lain seperti Afrika, Nigeria Selatan, Madagaskar, Cina Selatan, India, Filipina, dan Bagian Selatan Asia.

Tempat tumbuhnya di hutan primer,pada tanah berkapur,tanah berpasir maupun tanah liat, dari ketinggian rendah sampai 1500 meter diatas permukaan laut .

Tinggi pohon kenari sampai 45 meter, sedangkan tinggi banir sampai 3 meter dan lebarnya 1,5 meter. Kayunya dapat digunakan sebagai kayu konstruksi yang ringan-ringan. Pohon ini akan mengeluarkan resin apabila pepagannya dipotong atau diiris. Minyak Resin ini memiliki bau yang harum, shingga sering digunakan untuk membuat minyak wangi atau parfum. Selain untuk parfum, ada juga yang menggunakannya untuk obat gosok terhadap gatal-gatal atau obat luka. Minyak Resin ini dapat juga digunakan sebagai pembersih rambut dan pembuatan dupa.

7. Gandaria

gandaria (ayobertani.wordpress.com)

Gandaria (Bouea macrophylla Griffith)atau nama lokal lainnya jatake adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di Sumatera dan Thailand.

Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Buah gandaria berwarna hijau saat masih muda, dan sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria. Buah gandaria yang matang berwarna kuning, memiliki rasa kecut-manis dan dapat dimakan langsung. Daunnya digunakan sebagai lalap. Batang gandaria dapat digunakan sebagai papan.

Pohon Gandaria sangat cocok tumbuh di daerah tropika basah dengan tanah yang subur. Secara alami Gandaria tumbuh di hutan-hutan dataran rendah sampai pada ketinggian 300 m dpl., tetapi pada tanaman yang telah dibudidayakan dapat tumbuh sampai pada ketinggian 850 m dpl.

8. Kedaung atau Kedawung

kedawung (picasaweb.google.com)

Kedawung (Parkia timoriana) termasuk satu diantara 30 spesies tumbuhan obat langka Indonesia dengan status kelangkaan dan ancaman “jarang”. Pohon kedawung merupakan pohon raksasa hutan, batangnya besar, lurus dan tinggi di hutan, pohon ini merupakan salah satu jenis pohon yang tertinggi dibanding dengan jenis-jenis pohon-pohon yang lain di hutan. Umumnya pohon kedawung hidup di hutan pada lereng-lereng yang terjal, dan pohon kedawung raksasa ini memberi sinyal kepada kita bahwa dia diciptakan Tuhan tumbuh di lereng-lereng bukit yang terjal untuk melaksanakan tugas mulia melindungi tanah dari erosi dan longsor.  Pohon kedawung mempunyai akar papan yang tingginya bisa mencapai 5 m, sehingga kalau ada erosi tanah dan longsor pohon kedawung langsung menangkap tanah, menahan dan menghentikan erosi dan longsor.

Pohon kedawung merupakan tumbuhan polong-polongan yang akar dan guguran daunnya menyuburkan tanah di sekitar tempat tumbuhnya.  Kita melihat beranekaragam jenis-jenis tumbuhan obat lainnya  yang hidup dan tumbuh di sekitar pohon kedawung di hutan. Pohon kedawung menunjukkan sikapnya yang sangat bersahabat dengan pohon dan tumbuhan lainnya. Dia dengan gagah menjadi pohon pengayom dan pelindung terhadap beranekaragam jenis pohon dan tumbuhan lainnya.

Masih banyak lagi nama-nama jalan yang menggunakan nama tanaman. Salah satunya adalah daerah kosambi yang mengambil dari nama tumbuhan kesambi. Dari semua itu sebetulnya yang memberikan nama jalan menginginkan generasi penerusnya atau anak cucunya selalu mengingat nama tanaman tersebut dan menyadari kalau tanaman tersebut pernah ada di daerah itu. Kembali lagi ajaran tentang pelestarian lingkungan disampaikan oleh orang tua kita yang telah memberikan nama dengan pikiran yang jauh ke depan.

Apa yang terjadi sekarang dengan lingkungan di Jakarta, sebetulnya menandakan kalu kita sebagai generasi yang hidup saat ini telah lalai dan kurang perhatian dengan pelestarian lingkungan terutama tanaman-tanaman yang sudah langka untuk dilihat atau ditanam. Maka itu mari kita kembalikan lingkungan yang asri dan bersih serta menanam kembali tanaman-tanaman yang dulu menjadi trendsetter sebuah daerah. Mariiii !!!

 


 


 

Hormon Wanita Progesteron Pada Pohon Kenari

Common Walnut (tree-species.blogspot.com)

 

Para ilmuwan telah menemukan hormon  seks wanita progesteron  di pohon kenari. Penemuan ini sungguh mengejutkan karena hal itulah yang menjadikan perbedaan antara tanaman dan hewan.

Hingga kini, para ilmuwan berpikir bahwa hanya binatang dan manusia yang bisa menghasilkan  progesteron. Sebagai  hormon steroid yang disekresikan oleh ovarium maka  progesteron mempersiapkan rahim untuk kehamilan dan mempertahankan kehamilan. Dalam  bentuk sintetis, progestin digunakan dalam pil KB dan obat lain.

Guido F. Pauli dan koleganya di American Chemical Society’s Journal of Natural Products mengatakan bahwa identifikasi yang jelas tentang  penemuan  progesteron tidak dapat dilebih-lebihkan dan memiliki arti yang penting. Sementara itu secara biologis progesteron telah banyak dipelajari pada mamalia tapi kurang jelas  pada  tanaman.

Mereka berspekulasi seperti pada hormon steroid lainnya, mungkin menjadi bioregulator kuno yang berevolusi miliaran tahun yang lalu sebelum munculnya tanaman modern dan hewan. Penemuan baru dapat mengubah pemahaman ilmiah tentang evolusi dan fungsi progesteron pada makhluk hidup.

Sebelumnya para ilmuwan  melakukan identifikasi progesteron  pada tumbuhan  dan berspekulasi bahwa hormon itu memang sudah ada pada tumbuhan. Namun para peneliti tidak menemukan hormon yang sebenarnya pada tanaman sampai sekarang. Pauli dan koleganya menggunakan dua teknik laboratorium yang kuat yaitu resonansi inti  magnet dan spektroskopi massa untuk mendeteksi progesteron dalam daun pohon  Kenari Inggris  (English Walnut). Mereka juga mengidentifikasi lima steroid progesteron pada  famili tanaman butttercup (Ranunculaceae).

1 Dari 5 Jenis Tanaman Di Dunia Terancam Kepunahan

Sebuah analisis global tentang  resiko kepunahan tanaman di dunia yang dilakukan oleh Royal Botanic Gardens Kew , Natural History Museum, London dan International Union for the Conservation of Nature (IUCN) mengungkapkan bahwa tanaman di dunia sedang  terancam kepunahan seperti yang terjadi pada mamalia. Satu dari lima spesies tumbuhan dunia terancam punah.

A snapshot of Earth's plant productivity in 2003 shows regions of increased productivity (green) and decreased productivity (red). Tracking productivity between 2000 and 2009, researchers found a global net decrease due to regional drought. Credit: NASA Goddard Space Flight Center Scientific Visualization Studio
Plant At Risk (kew.org)

Penelitian ini merupakan dasar utama bagi konservasi tanaman dan pertama kalinya. Diketahui sekitar 380.000 jenis tumbuhan di dunia terancam kepunahannya. Beberapa negara akan menlakukan pertemuan di Nagoya, Jepang pada pertengahan Oktober 2010 untuk menetapkan target baru pada KTT  Keanekaragaman Hayati PBB.

Para ilmuwan dari Royal Botanic Gardens Kew, National History Museum dan IUCN Specialist Groups melakukan penilaian Sampled Red List Index pada sampel yang representatif tanaman di dunia dalam rangka menyambut  Tahun Keanekaragaman Hayati Internasional PBB  (United Nations International Year of Biodiversity) dan Target Keanekaragaman Hayati 2010 (2010 Biodiversity Target).

Pekerjaan ini sangat bergantung pada repositori informasi botani yang diadakan di Herbarium,   Perpustakaan, Seni dan Arsip milik Kew yang meliputi delapan juta tanaman  yang diawetkan dan spesimen jamur. Pada spesimen yang diadakan di herbarium Natural History Museum terdapat enam juta spesimen. Semua data spesimen tersebut disimpan dalam bentuk digital data dan melakukan kolaborasi dengan jaringan Kew di seluruh dunia. Hasil Sampled Red List Index untuk Tanaman diluncurkan di Royal Botanic Gardens, Kew pada tanggal  28 September 2010.

All Plants (kew.org)
Endangered Plant (kew.org)
biggest threat to plant life (kew.org)

Stephen Hopper, direktur Royal Botanical Gardens Kew di Inggris menyatakan bahwa penelitian ini memberikan konfirmasi tentang beberapa  jenis  tanaman yang  berada di bawah ancaman kepunahan dengan rusaknya habitat mereka dan penyebab utamanya adalah manusia. Untuk pertama kalinya, para peneliti memiliki gambaran yang jelas tentang resiko  global kepunahan tumbuhan yang dikenal di dunia. Laporan ini menunjukkan ancaman yang paling mendesak dan daerah yang paling terancam.

Namun, sekitar sepertiga dari spesies yang diteliti itu kurang dikenal untuk dilaksanakan penilaian konservasi. Hal ini menunjukkan skala tugas masih  harus dihadapi oleh para  ilmuwan.

Gymnosperma, kelompok tanaman yang meliputi tumbuhan runjung dan sikas adalah tanaman yang paling terancam di Bumi. Secara keseluruhan, laporan ini mengungkapkan bahwa tanaman lebih terancam dibandingkan dengan burung dan beberapa mamalia di planet bumi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilangnya habitat akibat konversi lahan pertanian  atau peternakan dapat  menimbulkan ancaman terbesar bagi kehidupan tumbuhan dan hutan hujan tropis (ekosistem tanaman yang paling terancam).

Telepon Khusus Tanaman

Ilustrasi (www.treehugger.com)

Pernahkan anda membayangkan suatu hari mendapat panggilan telepon dan sms dari tanaman kesayangan anda ? Sebuah perusahaan di Amerika Serikat, Botanicalls telah berhasil menemukan alat seperti telepon yang membantu manusia untuk melakukan komunikasi dengan tanaman peliharaannya. Tanaman akan menelepon, mengirimkan sms/MMS, gambar visual dan email kepada manusia apabila tanaman tersebut mengalami ketidakcukupan air maka alat penyemprot air akan menyiramkan air secara otomatis setelah kita memencet salah satu tuts telepon/HP . Setelah tanaman tersebut merasa sudah cukup air, terdengarlah suara atau tulisan di sms telepon/HP kita berupa ucapan terima kasih. Ini terjadi bila kita sedang berada di luar rumah. Apabila kita sedang di rumah maka kita tinggal menyiramkan air ke tanaman tersebut. Jadi kita tidak perlu lagi menunggu tanaman layu yang ditandai dengan daun yang tidak segar, berwarna kekuning-kuningan, dan tanah tapak kering barulah kita melakukan penyiraman.

botanicalls.com
http://www.treehugger.com

Alat komunikasi ini bekerja berdasarkan kelembaban tanah pada tanaman. Penurunan kelembaban tanah dapat diketahui melalui 2 besi penghantar panas (konduktivitas) yang dibenamkan ke tanah. yang terhubung dengan alat sensor. Sensor ini yang nantinya akan mengirimkan sinyal (lampu menyala) ke telepon apabila terjadi penurunan kelembaban dan secara otomatis telepon akan menghubungi nomor telepon/HP kita. Untuk mengetahui prinsip kerjanya dapat dilihat disini

Tujuan diciptakannya alat komunikasi ini adalah memberikan fasilitas komunikasi antara tanaman dan manusia, mengingatkan manusia tentang adanya keterikatan hubungan dengan alam serta menjaga tanaman untuk tetap hidup. Sayangnya alat ini baru berfungsi pada 10 jenis tanaman

Baru-baru ini AgriHouse, perusahaan Agri-biotechnology Amerika Serikat telah mengembangkan alat komunikasi dengan skala yang lebih besar dengan nama “Leaf Sensor”. Cara kerjanya hampir sama dengan yang dikembangkan oleh Botanicalls. Perbedaannya adalah sensor bekerja berdasarkan kondisi daun. Leaf Sensor inilah yang nantinya akan dimanfaatkan oleh NASA untuk melakukan penelitian mengenai kemungkinan pengembangan tanaman pangan di planet Mars. NASA berharap planet Mars menjadi planet singgahan apabila para astronot mulai kekurangan makanan di luar angkasa sehingga para astronot bisa lebih lama di luar angkasa.

Keras Tulang: Apakah Kerasnya Seperti Tulang

Menanggapi tulisan Kawan Syam tentang BINAHONG maka saya akan menuliskan tentang tanaman yang namanya sedikit unik yaitu Tanaman Keras Tulang. Nama latinnya saya kurang mengerti, mungkin ada ahli botani yang bisa menerangkannya.

Awalnya saya mengenal tanaman keras tulang yaitu dari Uyut saya di Sumedang. Saat itu saya sempat terkena penyakit tidak bisa buang air kecil. Memang sudah sejak lama saya mempunyai kelainan organ ginjal. Melihat saya tidak bisa diam dan menahan sakit kalau sudah duduk lama maka uyut memberitahukan kalau ada tanaman yang mungkin cocok buat mengobati penyakit saya.

Oleh Uyut, saya disuruh menunggu sebentar. Rupanya Uyut pergi sebentar ke hutan Gunung Simpai dimana Padepokan kami berada. Setelah beberapa saat Uyut membawa sejenis tanaman yang kalau dilihat tanaman ini sangat familiar tapi setelah dilihat dari dekat ada perbedaannya yaitu batangnya berwarna hitam dan kalau dimakan mentah-mentah rasanya pahit seperti makan buah jambu biji yang belum matang. Uyut menyebutnya keras tulang.

Tumbuhan Keras Tulang (dok.pribadi)

Kemudian tanaman tersebut oleh uyut diambil beberapa batang dan dicuci. Setelah dicuci sampai bersih langsung direbus dengan takaran 4 gelas teh air mentah menjadi 1 gelas teh air rebusan tanaman tersebut. Tunggu sampai hangat-hangat kuku baru diminum. Air rebusan yang diperoleh berwarna hitam pekat seperti air kopi. Tapi ada yang menarik yaitu, keras tulang yang sudah direbus tidak dibuang tapi masih bisa dipakai keesokan harinya hingga air hasil rebusan diperoleh air rebusan berwarna bening.

Setelah minum rebusan pertama, saya mulai merasakan badan agak enakan dan beberapa jam kemudian saya mulai bisa buang air kecil. 3 hari kemudian badan terasa ringan dan segar. Selama 3 hari tersebut, warna air kencing saya berubah dari hitam kecoklat-coklatan sampai bening. Rupanya ada proses pembersihan di dalam tubuh saya. Uyut mengatakan kalau keras tulang memang cocok buat orang yang mempunyai masalah di ginjal. Karena selain berfungsi sebagai antibiotik alami, tanaman ini kalau di alam terbukti akarnya bisa membelah batu dengan proses alaminya.

Yang menariknya lagi tanaman ini juga bisa mengatasi orang yang terkena masalah di organ hati terutama yang terkena liver, hepatitis, lambung dan pencernaan. Tapi dapat juga untuk menambah stamina karena beberapa kali saya minum air rebusan ini pada malam hari keesokan paginya badan terasa segar. Memang agak sulit untuk membuktikannya secara ilmiah dan perlu adanya penelitian tentang khasiat tanaman ini.

Disamping itu tanaman keras tulang tidak mudah ditanam di sembarang tempat kecuali di habitatnya yaitu di gunung Simpai. Beberapa kali saya coba tanam di beberapa tempat termasuk di rumah maka tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik bahkan cepat layu dan mati. Tidak tahu mengapa bisa demikian. Mungkin perlu ada penelitian kembali tentang lokasi yang tepat secara demografi agar tanaman ini bisa tumbuh dengan baik.

Demikian tulisan ini dibuat sebagai tambahan pengetahuan bagi pembaca. Ini membuktikan bahwa Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati. Siapa lagi yang mau melestarikan dan mencari manfaat kalau bukan kita sebagai anak bangsa pemilik sah bangsa dan negara Indonesia.

Tomat Kumato : Tomat Matang Atau Tomat Busuk ?

Chris Veillon dari Mastronardi Produce sedang menunjukkan Kumato yang telah matang (Foto oleh Sharon Hill / Canwest News Service)

Jika Anda melihat tomat berwarna coklat di supermarket maka jangan buru-buru memanggil bagian QC. Coklat adalah warna baru yang penuh sensasi bagi para penikmat tomat. Mereka menyebutnya Tomat Kumato (tomat berwarna cokelat).

“Tidak semua tomat harus merah,” ujar Chris Veillon, Manajer Pemasaran Mastronardi Produce di Kingsville, Ontario, Kanada. Mastronardi Produce adalah yang pertama memasarkan kumato bermerek dagang di Amerika Utara. Kumato (jangan dibaca Ku-mate-o!) telah tumbuh di Eropa selama bertahun-tahun.

Veillon mengatakan beberapa orang bertanya kepadanya apakah tomat itu masak atau busuk ? “Ya itu benar-benar tomat dengan warna coklat kehijauan.” jawab Veillon

Warna tomat menjadi panduan bagi konsumen untuk mengetahui tingkat kematangan yaitu warna cokelat kehijauan menunjukkan Kumato sudah matang dan berasa ringan. Sedangkan warna coklat kemerahan menunjukkan Kumato telah mencapai pucak kematangan dan berasa manis. Jadi semakin matang Kumato maka warna Kumato semakin berwarna coklat. Kumato mempunyai rasa lebih manis dibandingkan jenis tomat lain dan memiliki kulit yang lebih tebal.

Veillon mengatakan Wakil Presiden Eksekutif Mastronardi Produce, Paulus Kumato suka sekali makan Tomat Kumato dengan sedikit garam laut.

Sejak musim semi Mastronardi Produce telah menjual tomat kumato dengan merek “Sunset” . Tomat berwarna cokelat tersebut sangat baru di sini dan beberapa manajer toko kelontong belum pernah mendengar kabar dari Mastronadi Produce.

Tomat Kumato dijual oleh Perusahaan Loblaw Ltd yang memiliki Toko Makanan “Ontario dan Quebec Great”

Pada akhir bulan Juni tahun lalu Kumato mulai diperkenalkan lewat selebaran di Loblaws, Fortinos, Zehrs and Loblaws Quebec Kanada dan dipertunjukkan ke khalayak umum serta pemberian sampel kepada 100 toko.

Veillon mengatakan orang-orang yang telah mendengar tentang Tomat Kumato lewat online banyak yang bertanya dimanakah mereka bisa mendapatkan tomat kumato tersebut

” Sepuluh tahun yang lalu tomat adalah sebuah tomat tapi sekarang tomat dikenal dengan nama dagangnya dan memiliki rasa yang unik. Benih Kumato diberi nama merek dagang “Syngenta” dan tidak berubah secara genetik ” ujar Veillon

Pemilik Mastronardi Produce dikenal dengan penemu jenis-jenis tomat varietas khusus. Contohnya adalah Tomat Campari yang sempat ditampilkan dalan serial TV “Sopranos” dan Tomat Anggur Splendido yang mempunyai rasa manis campuran tomat dan anggur.

“Kami telah menguji lebih dari 100 varietas yang berbeda setiap tahun untuk mencari variasi gourmet berikutnya ” kata Veillon.

Kumato Tomato (wikimedia.org)

Belahan Tomat Kumato (Wikimedia.org)

Sumber bacaan : National Post, Canada