10 Penemuan IPTEK Yang Wajib Kita Syukuri

Kalau saja kita mau merenung sejenak dengan apa yang ada di lingkungan sekitar berkaitan dengan aktifitas sehari-hari maka sudah selayaknya kita mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan akal pikir pada manusia. Karena dengan akal pikir yang dimiliki maka manusia bisa menciptakan berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berikut ini  adalah terjemahan bebas dari tulisan LiveScience Staff tentang  10 penemuan ilmu pengetahuan yang patut disyukuri :

 

1. Penemuan Vaksin

Reverse Genetics Flu (en.wikipedia.org)

Walaupun sampai saat ini masih menjadi kontroversi tetapi tidak ada menyangkal bahwa  Vaksin telah menyelamatkan banyak  nyawa manusia. Lebih dari 1.000 tahun yang lalu di Cina, Afrika dan Turki, orang-orang melakukan inokulasi diri dengan nanah cacar untuk mencegah penyakit cacar. Berbicara lebih jauh pada tahun 1796  ilmuwan Inggris Edward Jenner menyadari bahwa ia bisa menggunakan nanah dari sapi yang terkena penyakit  cacar sapi untuk  melawan cacar.

Pada abad berikutnya, para peneliti telah mengembangkan vaksin untuk penyakit mematikan seperti dipteri, tetanus, polio tipus, dan campak. Pada saat ini bahkan para ilmuwan telah menemukan vaksin  Gardasil Merck yang melindungi manusia terhadap human papillomavirus penyebab kanker. Langkah selanjutnya adalah vaksin terapeutik, yang masih dalam  penelitian sebagai metode meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien yang menderita  penyakit seperti hepatitis, HIV dan kanker.

 

2. Belajar tentang apa yang menyebabkan penyakit

John Snow (en.wikipedia.org)

Selama tahun 1800-an, bukti mulai mengungkap  bahwa penyakit bukan disebabkan oleh udara kotor atau generasi spontan. Percaya atau tidak, gagasan tentang kemungkinan ada beberapa jenis penyakit  menular  diaanggap kontroversial. Kontroversi ini terjadi  pada tahun 1854, ketika wabah kolera mematikan  melanda daerah Soho di London.  Menurut University of California, Los Angeles, Departemen Epidemiologi, dalam  waktu tiga hari pertama dari epidemi saja ditemukan  127 orang di  meninggal dunia di lingkungan Soho.

Dalam beberapa minggu, angka kematian mencapai 500 orang. Tapi dokter John Snow yang terlibat dalam kasus ini  segera melakukan wawancara terhadap tiap keluarga dan mencari benang merahnya. Akhirnya John Snow  menemukan sebuah pompa air  terkontaminasi di sudut Broad Street sebagai penyebab penyebaran penyakit. Setelah pompa air tersebut ditutup sehingga tidak ada lagi warga yang memanfaatkan pompa air tersebut maka epidemi itu berhenti dengan sendirinya. (Butuh  beberapa tahun lebih bagi masyarakat ilmiah untuk sepenuhnya menerima adanya  penyakit yang disebabkan oleh kuman)

Sekarang  ini  wabah seperti SARS (sindrom pernafasan akut parah), flu burung dan flu H1N1 memiliki potensi untuk mendunia dalam beberapa jam. Perdebatan masih terus berlangsung dalam menanggapi ancaman penyakit tersebut dengan cepat dan tepat. Dari semua itu sudah sepantasnya kita  bersyukur memiliki epidemiologi.

 

3. Menonton otak bekerja

fMRI statistics (yellow) overlaid on an average of the brain anatomies of several humans (gray) (en.wikipedia.org)

Tengkorak bak  kacang yang sulit untuk dipecahkan. Untuk melihat isi otak manusia, kita sudah tidakperlu repot-repot untuk menggergajinya. Neuroimaging atau pemindai otak merupakan salah satu teknologi yang lebih baru bagi para peneliti dan dokter. Para peneliti menggunakan computed tomography (CT atau CAT scan) dan magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat secara baik   jaringan lunak yang ada di otak. Dengan munculnya functional magnetic resonance imaging (fMRI)  pada tahun  1990-an maka para  peneliti telah dapat melihat  otak beraksi, mencari tahu  daerah otak apa yang  lebih aktif selama menjalankan berbagai tugas mental.

MRI telah digunakan untuk mengungkap segala hal  mulai dari kematangan intelejensia sampai  dengan efek kekerasan pada  video game bagi  otak remaja. Bahkan pemindai otak  telah dimasukkan sebagai bukti kasus pembunuhan  di pengadilan .

 

4. Keajaiban mikroskop

kbears.com

Jika saja Mikroskop tidak integral dengan penemuan sel  maka mikroskop masih dianggap sebagai  blok bangunan kehidupan yang menyejukkan. Bagaimanakah kita akan melihat replikasi  kromosom  atau mengagumi pola mosaik mata nyamuk?

Tanpa mikroskop, sebagian dunia yang mengejutkan masih  akan tetap terlihat oleh kita. Para ilmuwan telah menemukan beberapa mikroskop canggih daripada mikroskop optik yang oleh  ilmuwan Inggris Robert Hooke digunakan untuk menemukan sel. Pada saat ini para ilmuwan dapat memanipulasi setiap atom untuk menulis kata-kata dan membuat gambar dengan menggunakan pemindaian terowongan dan mikroskop kekuatan atom.

 

5. Memahami kehidupan kuno

IbnSina-Dushanbe (id.wikipedia.org)

Pemahaman tentang kehidupan kuno di Bumi  melalui fosil tetap mengacu  ke  sejarawan Yunani, Xenophanes. Pada  sekitar 750 SM, Xenophanes mengakui bahwa cangkang kerang terbungkus dalam batuan di daerah pegunungan mirip kerang dari laut. Pada abad ke-11 naturalis Persia, Ibnu Sina mengusulkan teori cairan petrifying. Tapi butuh beberapa abad lagi sebelum fosil dan hubungannya dengan kehidupan masa lalu dipahami.

Sekarang, berkat kemajuan ilmu pengetahuan maka  kita memiliki apa yang diketahui sebagai sisa-sisa kehidupan bawah laut sekitar 50 juta tahun yang lalu di Burgess Shale yaitu  mamalia Hippo seperti berjemur di Artik hangat dan fosil dinosaurus yang berlimpah.

 

6. Teleskop Hubble

silent-pengetahuan.blogspot.com

Mengorbit 360 mil (579 kilometer) di atas Bumi dengan  berat sama dengan  dua gajah dewasa, NASA Hubble Space Telescope adalah raksasa di antara raksasa. Teleskop Hubble telah menyelesaikan sekitar 93.500 perjalanan sekitar planet ini, mengambil tiga-perempat juta foto dan menyelidik 24.000 benda langit dan fenomenanya. Setiap hari teleskop mengirim data ke bumi 3 sampai 4 gigabyte (cukup untuk mengisi enam CD).

Hubble boleh dibilang telah mengubah pandangan  tentang alam semesta dan tempat kita berada di dalamnya dengan prestasi berupa  foto langsung pertama dari sebuah planet ekstrasurya. Berdasarkan  Deep Field Survey, lingkup lensa bertujuan pada “empty patch” dari langit. Dengan paparan selama sejuta detik, survei mengungkapkan galaksi pertama yang muncul  yang biasa  disebut “zaman kegelapan”, waktu sesaat setelah Big Bang ketika bintang-bintang pertama memanaskan alam semesta dalam kondisi  dingin gelap. Karena itu manusia  ingin mengetahui  “dari mana berasal”  dan Hubble menunjukkan prestasinya.

 

7.  Penumbuk Hadron Raksasa (Large Hadron Collider)

nailulhasan.blogspot.com

Tabrakan dengan kecepatan super tinggi   melepaskan sejumlah besar energi dan dapat mengungkapkan partikel eksotis. Bahkan tabrakan tersebut menciptakan kondisi di alam semesta hanya sepersekian detik setelah Big Bang.

Rahasia materi gelap,  misteri yang disebut partikel Sang Pencipta, dan dimensi ekstra di alam semesta hanyalah  beberapa penemuan eksotis para ilmuwan. Para ilmuwan   berharap dapat  membuat  Large Hadron Collider (LHC),  sebuah  terowongan dengan panjang 17 mil (27 kilometer) berjalan melingkar sejauh 300 kaki (91 meter) di bawah tanah kota Jenewa.

 

8. Komunikasi melalui satelit

blog.unila.ac.id

Satelit Soviet pertama yang memasuki orbit Bumi pada tahun 1957 mungkin telah membuat ciut seterunya pada era perang dingin,  tetapi pada  abad ke-21 sekarang ini  terjadi kecanduan dengan tumbuhnya armada  komunikasi, navigasi dan satelit penginderaan jauh. Misalnya  Satelit GPS yang membantu pengemudi menemukan jalan untuk penjualan Black Friday, memberitahu pengguna smartphone untuk menemukan Starbucks terdekat, dan membimbing jetliners menerbangkan  jutaan orang di seluruh negara pada saat  Thanksgiving. Bahkan pada saat ini tidak sedikit orang mengandalkan teknologi GPS ini.  Orang juga bisa bersyukur kepada  radio satelit dan TV satelit, bahkan  mereka berharap  adanya internet satelit, mobil pintar yang  dipandu satelit, dan 4G (layanan mobile nirkabel untuk smartphone). Sementara itu, satelit penginderaan telah memberikan beberapa tampilan terbaik Bumi dan panorama alamnya. Terima kasih kepada  orbit  buatan manusia yang membantu para pemirsa di seluruh dunia.

 

9. Mempelajari  apa yang ada di luar sana

abcnews.go.com

Search for extraterrestrial intelligence (SETI) yang secara resmi dimulai 50 tahun yang lalu,  sejauh ini gagal memunculkan  sinyal dari orang-orang hijau kecil. Tetapi ada yang masih banyak  bersyukur terhadap sekumpulan ahli  astronom yang mendengarkan sinyal radio dari sistem bintang yang bisa menjadi rumah bagi alien. Seperti keran yang berusaha  mencoba memahami alam semesta yang jauh melebihi kemanusiaan dan keberadaannya pada satu planet berbatu. Hal ini juga memaksa manusia  untuk mempertimbangkan makna di balik keberadaannya. Apakah manusianya  yang unik atau makhluk asing  yang mempunyai kehidupan cerdas di tempat lain? Beberapa ahli mengatakan bahwa kita tidak akan menemukan makhluk asing selama berabad-abad dan  memprediksi keberadaan mereka dalam waktu 25 tahun, tetapi gagasan tentang kontak pertama telah  menggairahkan orang-orang untuk bisa bertemu dengan mereka  di setiap kesempatan. Hanya jangan seperti  astrofisikawan terkenal Stephen Hawking yang mengatakan keinginannya untuk berjabat tangan dengan ET.

 

10. Tidur larut malam tanpa rasa bersalah

werbiefitz.mlblogs.com

Pada tahun 1999, Charles Czeisler dari Harvard University melaporkan bahwa jam intrinsik manusia  rata-rata 24 jam  11 menit setiap harinya. Tentu saja, ada banyak variasi dalam setiap populasi. Beberapa orang mempunyai jam  berjalan yang pendek dan   bangun pagi lebih awal. Para kalonger berterima kasih atas penjelasan ini karena menjadi  bukti bahwa tidur larut malam tidak membuat mereka  malas. Menurut Till Roenneberg, seorang chronobiologist di Ludwig-Maximilian-University di Munich, Jerman, masalahnya  adalah dalam 24 jam selama 7 hari    masyarakat  masih mengacu pada ungkapan ” burung awallah yang mendapatkan cacing “.

IPTEK dan Kompasiana

Beberapa hari ini banyak teman yang bertanya kepada saya. Mengapa sekarang ini saya lebih banyak mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah atau lebih dikenal dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)? Puncaknya adalah kemarin sore setelah saya berdiskusi dengan salah satu kompasianer. Kompasianer tersebut mengatakan apakah saya mengetahui dampak dari tulisan Iptek berkaitan dengan berkurangnya pembaca dan komentar di lapak saya. Saya hanya bisa tersenyum dan diam sejenak.

ldcsb.on.ca

Saya sudah sangat mengerti konsekuensi dari tulisan iptek yang dibuat terutama masalah jumlah pembaca dan komentar. Perlu diketahui tujuan saya menulis tentang iptek di Kompasiana bukan tanpa maksud. Semua ini saya lakukan sebagai penyeimbang tulisan yang banyak beredar di Kompasiana. Kalau kompasianers pernah membaca tulisan saya berupa survei kecil-kecilan tentang tulisan-tulisan yang ada di Kompasiana maka dapat disimpulkan telah terjadinya ketimpangan tema tulisan. Memang benar kalau menulis disesuaikan dengan apa yang dikuasai dan hak seseorang untuk menulis tema apapun yang disukai. Saya menghormati itu.

Tetapi ada satu yang mengganjal dan ini harus saya sampaikan untuk menyadarkan kita tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi bagi perkembangan bangsa dan negara. Apalagi IPTEK berkaitan erat dengan dunia pendidikan. Banyak orang yang mengamini dan mengatakan kalau pendidikan adalah salah satu kunci kemajuan sebuah bangsa. Maka itu Iptek dan pendidikan adalah dua mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Kalau kita mau memperhatikan banyaknya diskusi yang berjalan dan berkembang di mana saja atau khususnya di Kompasiana ini maka tanpa sengaja kita akan menemukan banyaknya opini yang berkembang tanpa disertai dengan data dan informasi yang valid, ajeg dan lengkap. Sebagian besar berdasarkan opini media atau “katanya”. Ini sangatlah memprihatinkan apalagi yang mengatakan atau berargumen kebanyakan dari kaum intelektual dan terpelajar dimana sebagian besar adalah lulusan perguruan tinggi. Bukan saya ingin memandang remeh kompasianers tapi dengan rasa kerendahan hati saya ingin mengajak kompasianers untuk berargumen dan berbicara dengan data, fakta dan informasi yang ajeg dan terpercaya.

Ahhh saya tidak punya waktu ? Saya maklumi itu tetapi apakah tidak sebaiknya diam dan menghindari argumen-argumen yang tidak produktif. Memang kelihatannya ideal sekali tetapi itulah harapan saya di kompasiana ini.

Coba kita perhatikan mengapa sampai saat ini negara kita belum kelihatan adanya perubahan dan kemajuan yang memadai serta dibanggakan. Tampak berjalan di tempat padahal banyak sekali penelitian-penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, institusi riset dan pengembangan, lembaga pemerintah yang berkaitan dengan iptek tetapi belum banyak mendapatkan tempat untuk mempopulerkan hasil penelitiannya. Kalaupun ada itu hanya bersifat eksklusif. Jarang sekali saya menemukan sebuah wadah baik off maupun on line yang menyediakan wadah bagi jurnal-jurnal penelitian. Aplikasi tidak akan ada tanpa didasari oleh studi awal yaitu penelitian.

Contoh yang mudah dan sederhana adalah banyak komentar di tulisan-tulisan saya baik mengenai pemerintahan, psikologi, seks dan lain-lain yang mempertanyakan bagaimana kondisi yang sebenarnya terjadi di Indonesia. Apakah ada penelitian yang sama di negeri tercinta. Mengapa harus mempublikasikan penelitian dari luar ? Saya hanya bisa menjawab begitulah yang terjadi di negeri ini tetapi dengan mempublikasikan penelitian dari luar Indonesia maka setidaknya dapat membuka mata kita kalau sebenarnya banyak hal-hal kecil dan tampak di depan mata yang sering diabaikan. Dan satu hal yaitu sebenarnya banyak hal yang belum diketahui oleh kita mengenai kehidupan di dunia apalagi kita sudah menjadi bagian dari warga dunia.

Selain itu banyak orang yang mengatakan betapa tingginya biaya yang harus dilakukan untuk mengadakan sebuah penelitian. Ya kalau kita selalu berkiblat dengan penelitian di luar negeri maka memang membutuhkan teknologi canggih. Masyarakat Indonesia yang masih hidup dalam kesederhanaan sangat membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna dan bersentuhan langsung dengan kehidupan mereka sehari-hari. Jadi banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengungkapkan banyak masalah dan pertanyaan yang ada di tengah masyarakat. Sederhana saja, lihat bagaimana perkembangan dunia pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan di negeri ini. Silahkan menjawab sendiri.

Jadi dengan memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi informasi maka sudah saatnya kita mau memperkenalkan dan mempublikasikan hasil karya para ilmuwan negeri ini. Perlu ada wadah atau fasilitator yang menjadi perekat semua hasil penelitian unggulan yang pernah dilakukan oleh para peneliti bangsa ini dari manapun di seluruh Indonesia. Dan itu harus dimulai dari tulisan-tulisan sederhana tentang iptek di Kompasiana ini. Bagaimanapun juga sebenarnya para peneliti tersebut adalah kepanjangan tangan Tuhan untuk memberikan petunjuk kepada manusia tentang kebesaranan ciptaanNya melalui hasil-hal penelitiannya. Dengan ilmu dan amalnya maka dapat menunjukkan “jalan yang lurus” agar manusia beriman kepada Yang Maha Kuasa.

Bagaimana Menghitung Kerumunan Orang Secara Akurat ?

Telah dilaporkan bahwa jum lah orang yang hadir pada acara Glenn Beck  Rally pada tanggl 28 Agustus 2010 berkisar  antara  78.000  sampai 800.000 orang. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya menghitung banyaknya orang tersebut dan siapakah yang melakukan perhitungan ?

Untuk acara outdoor besar-besaran seperti pertemuan politik,  maraton,  kembang api,  dan parade maka dibutuhkan sebuah perusahaan swasta yang disewa untuk menghitung jumlah peserta.

Para peneliti menerapkan berbagai metode untuk mendeteksi, melacak dan memantau kerumunan orang dengan menggunakan teknologi yang meliputi laser, satelit, foto udara, sistem grid 3-D, rekaman video dan balon pengawas. Biasanya peralatan tersebut diletakkan di beberapa blok  sekitar lokasi kejadian atau melakukan penerbangan sekitar   400-800 kaki (120-240 meter).

Stephen Doig, seorang ahli sensus dari Arizona State University mengatakan bahwa cara yang paling akurat untuk memperkirakan jumlah orang dalam kerumunan yang besar  adalah  mendapatkan citra udara yang baik, memecahnya menjadi daerah densitas sejenis, mengukur rekaman persegi masing-masing daerah, menerapkan nilai wajar untuk kepadatan di masing-masing daerah, dan menambahkan jumlah banyaknya orang di masing-masing daerah  sehingga diperoleh  total perkiraan. Tetapi cara yang lebih baik adalah dengan menghitung jumlah orang yang membeli tiket atau yang masuk melalui pintu masuk tetapi hal ini sayangnya jarang dilakukan.

Kerumunan Orang yang hadir pada Acara Pelantikan Presiden Obama di Washington DC (ddis.smugmug.com)

Dengan pengalaman dan teknik  perhitungan yang dimilikinya  maka Doig sempat dimintai bantuan oleh perusahaan AirPhotosLive.com untuk menghitung jumlah orang yang hadir pada Upacara Pelantikan Presiden Obama tahun 2009 dan acara Glenn Beck Rally di Washington, DC baru-baru ini).

Menurut Curt Westergard,  Presiden  AirPhotosLive.com, untuk mendapatkan jumlah orang yang hadir  pada  setiap acara maka perusahaan  AirPhotosLive.com menggunakan kamera 360 derajat, panorama bola yang dapat menangkap gambar orang banyak dari setiap arah dan selama waktu “puncak” suatu acara, atau  pada saat jumlah penonton paling banyak.

Dari beberapa pengambilan gambar, seorang analis memperkirakan ukuran gambar kerumunan orang. Serangkaian 3-D grid super dapat dikenakan atas beberapa gambar, memecah belah, dan gambar besar orang banyak yang kompleks menjadi lebih mudah untuk mengelola sistem.

This picture shows how a grid is used to estimate the population density of an area during Glenn Beck’s Aug. 28 rally at the National Mall, an open-area national park in downtown Washington, D.C. Credit: http://www.Airphotoslive.com

Contoh bagian dari grid mencakup ukuran 100×100 kaki atau 500×500 meter persegi yang  diukur  dengan menghitung setiap orang yang berada di dalamnya. Beberapa Headcount diselaraskan  ke dalam rumus matematika (dikenal dengan distribusi spasial kerumunan orang) yang menghitung banyaknya orang dalam setiap bagian jaringan yang seukuran berdasarkan kepadatan penduduk  di setiap bagian.

Yang terpenting, perkiraan angka orang yang hadir  dapat  membantu dan menjaga banyak orang yang menhadiri  pertemuan-pertemuan besar  secara aman. Koordinator even  dan pihak berwenang  dapat merencanakan bagaimana mengatur lalu lintas di suatu daerah, berapa banyak personil penanggulangan medis yang akan diperlukan dalam keadaan darurat, dan berapa banyak personil keamanan yang akan disewa.  Ukuran kerumunan orang  juga diperlukan bagi media untuk melaporkan berita dan merekam peristiwa sejarah yang bisa saja rumit.

Menurut Boston University Center for Remote Sensing, pada tahun 1995 panitia “Million Man March” mengancam akan menggugat US National Park Service (NPS) setelah  NPS  memberikan laporan  bahwa jumlah orang yang hadir pada acara tersebut hanya sekitar  400.000 orang . Sejak itu  NPS berhenti merilis angka proyeksi kerumunan orang  kepada publik.

Westergard mengatakan bahwa menghitung kerumunan orang adalah pekerjaan gampang-gampang susah. Sebagai contoh semakin luasnya kerumunan orang yang tersebar maka  semakin menantang untuk mendapatkan perkiraan yang akurat dari orang yang hadir. Hal ini bisa menjadi sulit untuk menentukan jumlah orang yang hadir apakah orang yang berada di perimeter acara memang benar-benar menghadiri acara tersebut  atau berada di daerah tersebut  karena alasan lain.

Hasil Teropongan Mikroskop Sebagai Sebuah Seni

1. Mengungkap Rahasia Bioglyphs

©2002 MSU-Bozeman Bioglyphs Project

Dengan menyalakan lampu, rahasia di balik citra Bioglyphs terungkap. Piring petri dilapisi substrat agar dengan dukungan koloni bakteri bioluminensis. Angela Bowlds, seorang siswa Montana State University-Bozeman School of Art yang membuat citra Bioglyphs ini. Citra ini  ditampilkan pada Pameran Lukisan Kehidupan Bioluminensis. Ini merupakan sebuah proyek kolaboratif yang melibatkan siswa dari MSU School of Art dan mahasiswa teknik dari Pusat Rekayasa Biofilm (CBE) MSU.

2. Lengkungan Bioluminensis

Copyright 2002, MSU-Bozeman Bioglyphs Project

Lengkungan ini disusun pada piring petri yang “dicat” dengan bakteri bioluminensis. Potongan lukisan sekitar tinggi 9 kaki dan lebar 5 meter telah terinstal pada bulan Desember 2002 di Perpustakaan O’Malley, Manhattan College, Riverdale, NY. Lukisan itu dibuat sebagai bagian dari proyek Bioglyphs, yang pesertanya berasal dari Montana State University-Bozeman School of Art dan Pusat Rekayasa Biofilm (CBE) MSU, bekerja sama dengan mahasiswa teknik lingkungan Dr Robert Sharp di Manhattan College.

3. Pengalaman Pendidikan Biogeokimia di Afrika Selatan

Courtesy University of Tennessee, Knoxville and the University of the Free State, Research Experiences for Undergraduates (REU) in South Africa, 2003


Foto mikroskopis dari oksidasi logam dimana bakteri ditemukan pada sampel biofilm yang diambil dari tambang emas di Afrika Selatan. Sampel tersebut sebagai bagian dari University of Tennessee (UT)
Pengalaman Pendidikan Biogeokimia – Afrika Selatan (BEE-SA). Sebuah Pengalaman Penelitian untuk Program Undergraduates (Rehu). Para peserta BEE-SA mengumpulkan sampel air fisura dari tambang emas di Afrika Selatan sebagai bagian dari penelitian mereka. Tambang emas di Afrika Selatan dipilih sebagai tempat penelitian karena mereka menyediakan akses yang relatif mudah untuk air fisura terdalam dan celah-celah batu.

4. Komunitas Perifiton

Credit: Mark B. Edlund, Ph.D.


Komunitas Perifiton (organisme Sessile yang menempel pada permukaan dasar lingkungan perairan tawar) di Danau Hovsgol berisi ratusan spesies diatom. Diatom adalah kelompok besar dari ganggang mikroskopis yang tumbuh sebagai sel tunggal atau koloni kecil. Sampel ini diambil sebagai bagian dari kemitraan internasional Mongolia-Amerika untuk survei flora diatom dari Taman Nasional
Hovsgol di Mongolia Utara Tengah.

5. Citra Mikroskopik Plankton

Credit: NSF Collection

6. Spesies Diatom Cymbella Stuxbergii

Credit: Mark B. Edlund, Ph.D.


Sebuah spesies Diatom Cymbella
Stuxbergii. Diatom adalah kelompok besar dari ganggang mikroskopis yang tumbuh sebagai sel tunggal atau koloni kecil. Sampel ini diambil sebagai bagian dari kemitraan internasional Mongolia-Amerika untuk survei flora diatom dari Taman Nasional Hovsgol di Mongolia Utara Tengah.

7. Spesies Diatom Cyclotella Ocellata

Credit: Mark B. Edlund, Ph.D.


Sebuah Spesies Diatom Cyclotella
Ocellata yang digambarkan adalah diatom plankton yang paling umum di Danau Hovsgol, Mongolia.

8. Spesies Diatom Aneumastus

Credit: Mark B. Edlund, Ph.D.

Sebuah Spesies Diatom Aneumastus yang diambil dari Danau Hovsgol, Mongolia.

9. Copepod – Pembawa Kolera

Photo courtesy of Dr. Rita Colwell and Anwarul Huq

Sebuah gambar mikrokospis bakteri Copepod seorang wanita, pembawa Kolera

10. Nama Terukir di Rambut

Lauranne Lanz's Hair Credit: John Hopkins University


Gambar mikroskop pemindaian elektron mengungkapkan kata “Lauranne” tergores ke sehelai rambut manusia. Lauranne Lanz, seorang siswa SMA yang berpartisipasi dalam magang musim panas selama sebulan pada bulan Juli 2002 di-NSF dan didukung oleh Pusat Penelitian Ilmu Bahan dan Rekayasa (MRSEC) di Johns Hopkins University.