Uang Dapat Membeli Teman Tetapi Tidak Untuk Cinta

Sebuah penelitian baru menunjukkan orang akan menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk menjalin persahabatan dan ikatan dengan orang tertentu. Penelitian ini bisa membuktikan manfaat bagi pengiklan dan pemasar dalam mencari cara  meningkatkan keuntungan usaha mereka.

outmanned.com

Penulis penelitian ini,  Nicole Mead dari Universitas Tilburg, Belanda mengatakan beberapa perusahaan besar seperti Apple sangat sukses dalam sebagian bisnisnya  karena mereka membuat pelanggan merasa memiliki perusahaan tersebut.

Jurnal Consumer of Research meyimpulkan orang-orang  yang merasa secara sosial dibedakan akan mengorbankan pribadi  dan keuangan mereka  agar dapat diterima oleh lingkungannya.  Selain itu ditemukan juga mereka mengkonsumsi  makanan yang tidak pernah dimakan atau  obat-obatan terlarang dan melakukan sesukanya.

Dalam empat percobaan, para peneliti memasangkan  para peserta secara  bersama dan mendorong mereka untuk merasa diterima  atau dikucilkan secara sosial. Kemudian para peneliti  menilai bagaimana pengeluaran peserta  dan perubahan pola konsumsi.

Para peneliti mengatakan secara keseluruhan para peserta  lebih cenderung membeli produk simbolis keanggotaan kelompok dan menyesuaikan preferensi belanja mereka  ke preferensi kenalannya.

Seorang konsumen dan konsultan komputer, Joan Krammer memberitahukan adanya kesamaan  perilaku di masyarakat Kanada. Di  kota besar dan lingkungan tempat tinggalnya terjadi  permintaan yang tinggi terhadap barang-barang mewah. Para warga banyak  menghabiskan uangnya untuk membeli rumah  dan alat-alat dapur mewah padahal bila melihat pendapatannya maka  mereka tidak mungkin mampu membelinya.

Peneliti Kathleen Vohs, Profesor Pemasaran Universitas Minnesota mengatakan bahwa salah satu pesan moral dari penelitian ini adalah banyak iklan ditujukan untuk orang-orang yang kesepian secara kronis atau sementara sehingga ingin membawa gagasan bahwa produk atau layanan mereka bisa mendapatkan  teman-teman baru. Iklan akan lebih persuasif penyampaiannya bila dilakukan oleh setiap orang.

Dunia Maya

dunia maya (kusprianto.blogspot.com/2010)

Komputer sudah dinyalakan, kopi sudah disiapkan, camilan sudah dibelikan dan Kumbakarna sudah siapa untuk menulis sebuah cerita. Tetapi sebelum menulis, Kumbakarna melihat-lihat dulu bebrapa tulisan yang sudah di tulisnya. Pada awal komentar di setiap tulisannya masih berupa sapaan, ucapan terima kasih, dan humor tapi mendekati bagian bawah betapa kaget Kumbakarna membacanya. Setelah dilakukan pengacakan beberapa komentar tertulis demikian.

” Tulisan anda tidak ada isinya ” komentar Degil

” Tolong dong, tulisannya menggunakan bahasa yang gaul dikit ” komentar Dogol

” TAHUKAH LOE ? GW ANGGAP TULISANNYA BIASA-BIASA SAJA ” komentar Dugul

” Anda ini sudah pikun dan tidak mengerti apa-apa tentang yang anda tulis ” komentar Dodol

” Anda lebih baik buat tulisan yang memperkaya iman buat ngajak klenik dong. Musyrik tau ” komentar Modol.

Kumbakarna tetap berusaha untuk tidak emosi dan menjawab dengan nada santun dan bersahaja.

Beberapa saat kemudian, telepon seluler Kumbakarna berbunyi. Kumbakarna langsung mengangkatnya.

” Ya, saya selalu ingat. Besok saya akan datang pas kopi darat. Pokoknya siplah ” ujar Kumbakarna kepada seorang teman dunia mayanya.

Keesokkan harinya, sepulang dari kantor Kumbakarna mampir ke sebuah tempat dimana teman-teman dunia mayanya berkumpul dalam rangka kopi darat. Memang Kumbakarna datang agak terlambat karena saat itu bertepatan dengan jam-jam kemacetan lalu lintas.

” Oh ya perkenalkan. Ini Kumbakarna ” ujar Bidul memperkenalkan Kumbarna kepada teman-teman baru di dunia maya.

Kumbakarna memberikan pnghormatan dengan menyalami satu per satu teman-teman barunya.

” Kumbakarna … Kumbakarna…Kumba Karna ” begitulah Kumbakarna memperkenalkan diri.

Tetapi ada sesuatu yang unik terjadi yaitu ada beberapa orang yang merasa sungkan dan malu dengan sikap Kumbakarna.

” Perkenalkan saya Degil… saya Dogol… saya Dugul… saya Dodol… saya Modol… jadi malu nich sama Om Kumbakarna yang ternyata usianya lebih tua dari saya. Terus mau menghormati saya ” kata kelima teman baru Kumbakarna satu per satu.

Kumbakarna hanya tersenyum.

Banyak Teman = Panjang Umur

Latihan fisik dan berhenti merokok dianggap langkah penting untuk kehidupan yang  sehat  tapi sebuah studi baru menunjukkan cara lain yang berpotensi untuk memperpanjang jangka hidup yaitu  mempunyai banyak teman.

fsthevanie.wordpress.com/2009/11/14/585/

Jurnal PLoS Medicine edisi bulan Juli 2010 merilis sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan hubungan sosial yang kuat dapat meningkatkan kemungkinan mereka untuk bertahan hidup selama periode waktu tertentu sekitar 50 persen. Itu setara dengan berhenti merokok dan hampir dua kali lebih bermanfaat  dibandingkan  aktivitas fisik dalam hal penurunan peluang Anda untuk mati lebih awal.

Hasil studi menggarisbawahi betapa pentingnya persahabatan bagi  kesehatan kita. Peneliti studi Julianne Holt-Lunstad, seorang psikolog di Universitas Brigham Young di Utah  mengatakan temuan ini sangat meyakinkan bahwa hubungan sosial mempunyai peranan penting dalam hal mengurangi resiko kematian.

Para peneliti memeriksa 148 penelitian yang menyelidiki hubungan antara hubungan-hubungan sosial dan mortalitas. Studi melibatkan lebih dari 308.000 total peserta, dan peserta yang dipantau  selama 7,5 tahun.

Penelitian hubungan sosial ini diukur dalam beberapa cara. Beberapa hanya melihat ukuran jaringan sosial seseorang atau apakah mereka menikah atau hidup sendiri. Selain itu  dinilai persepsi masyarakat tentang hubungan mereka, seperti apakah mereka merasa atau tidak  bahwa  orang lain yang berada di jaringan sosial  berguna untuk mereka. Orang lain masih  melihat bagaimana orang terintegrasi dalam jaringan sosial atau komunitas.

Secara keseluruhan, skor yang tinggi  dalam pengukuran tersebut menunjukkan hubungan sosial yang kuat berkaitan  dengan meningkatnya peluang bertahan hidup. Hasil diselenggarakan tanpa melihat usia,  jenis kelamin,  status kesehatan dan penyebab kematian.

Hubungan sosial dapat mempengaruhi kesehatan  dalam berbagai cara. Misalnya kita menemukan masalah yang berpotensi menimbulkan stres dalam hidup, jika kita mengetahui  adanya orang yang bisa diandalkan  maka masalah segera dapat diatasi sebelum terjadinya stres.

Persahabatan juga dapat mendorong perilaku sehat (dan tidak sehat) yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan. Sebagai contoh teman-teman  bisa mendorong kita untuk makan yang sehat, olahraga, tidur yang cukup dan rajin mengunjungi dokter untuk memeriksa kesehatan

Kaitannya dengan perspektif kesehatan masyarakat,  profesional perawatan kesehatan dapat mempertimbangkan untuk memberikan rekomendasi atau promosi hubungan sosial yang lebih baik kepada masyarakat. Rumah sakit dan staf klinik juga dapat melibatkan pasien mereka dalam jaringan sosial selama proses pemulihan

Protected by Copyscape Originality Check

Teman-temanlah Yang Membuat Aku Bahagia

hoshizora79.wordpress.com/2009/0...-family/

Sudah hampir 1 tahun ini saya lebih banyak nongkrong di Kompasiana ini. Tanpa terasa makin banyak teman yang diperoleh. Dan hampir setahun itu pula inbox di Facebook saya dipenuhi oleh kabar-kabar dari sebagian kompasianer. Saya menikmatinya baik senda guraunya, diskusinya, atau apapun. Memang ada juga dari komunitas lain seperti multiply dengan geng borjunya tapi hanya sebagian kecil saja. Sampai-sampai saya jarang tahu kalau mereka mengadakan acara kumpul-kumpul atau jalan-jalan. Tahu-tahu sudah ada fotonya di FB. Bukan saya ingin menjauhi mereka tapi keasyikan menulis di Kompasiana membuat konsentrasi hanya tertuju pada segala hal berbau Kompasiana.

Bagaimana dengan teman-teman di Facebook ? Hal inilah yang membuat saya rindu dan menulisnya. Beberapa hari ini ada beberapa teman di FB yang dulu seringkali menemani saya hampir setiap hari. menyapa saya. Merekalah itulah yang selalu mengajak saya untuk mengerti arti pertemanan di FB. Ini terjadi sebelum saya mulai bertemu dengan teman-teman sewaktu sekolah baik saat SD sampai kuliah dulu. Kalau dihitung-hitung sudah hampir 3 tahun saya bergabung di FB. Banyak sekali yang saya peroleh. Jadi tidak selamanya FB mempunyai dampak negatif, tapi ada juga dampak positifnya.

Saat itu saya seperti hidup sendirian di dunia maya. Sampai satu persatu mulai berteman dengan saya. Beberapa teman yang selalu membuat saya semangat dan terus mencari teman diantaranya Mas Marwoto Adi, beliau ini pentolan dan pendiri grup Pusat Humor Indonesia (PHI). Selain itu beliaulah yang pertama kali menyapa dan berteman dengan saya. Hampir tiap malam saya chatting dengan beliau dan bicara banyak hal. Ternyata beliau masih satu almamater dengan kakak saya. Terus terang saja beliaulah yang mengajak saya untuk jadi admin di PHI walaupun akhirnya saya mengundurkan diri karena saya mulai disibukkan oleh beberapa grup di FB dimana saya jadi adminnya.

Saya ingat sekali ketika beliau mengatakan ” Cech kamu buat grup Pencinta Wayang, Kami Bukan Bangsa “TEMPE” tapi Tempe Makanan Bangsa Kami, I Like Jamu Traditional Herbal Medicine , I Love Keris Senjata Tradisional Indonesia dan Ti Mana Karuhun Urang Sunda. Kita ramaikan FB dengan berbagai kegiatan grup ” Saya ikuti saran beliau. Menariknya, sambutan di FB luar biasa sekali. Saya sampai kewalahan mengelolanya sendiri. Hampir tiap hari saya meng-up date segala hal yang berbau grup-grup tersebut walalupun beberapa bulan ini saya sudah jarang menengoki grup-grup tersebut. Nah kesibukan menjadi admin beberapa grup tersebut itulah saya mulai jarang berkomunikasi dengan beliau yang terkenal dengan cerita-cerita humornya. Tapi sesekali beliau menyapa saya lewat mesej di FB untuk menanyakan kabar saya. Terakhir saya berkomunikasi dengan beliau sebulan yang lalu pada saat beliau ulang tahun. Sungguh pertemanan yang luar biasa walaupun kami belum pernah bertemu muka.

Selanjutnya yang baru saja menyapa saya yaitu seorang tokoh perempuan, pendidik, pebisnis (TK International) dan politikus juga, Ibu Dr.Dharmayuwati Pane. Beliaulah yang selalu mengajak saya untuk diskusi dari berbagai macam tema. Nah dari beliaulah saya mulai belajar menganalisa dan menulis sebuah tulisan yang ilmiah. Beliau mempunyai banyak kenalan dari berbagai macam profesi dan senang sekali bicara tentang pendidikan. Akrab dan saling menghormati diantara kami membuat saya merasakan arti sebuah persaudaraan.

Belum lagi, Ibu Cantik bernama Nisma Alex yang sangat religius dan selalu mengomentari semua tulisan saya terutama tulisan yang berbau agama. Sungguh kaget dan terharu ketika beliau mengomentari status saya setelah lama sekali tidak komunikasi. Rudyanto Wang yang selalu kritis dan komentarnya yang membangun. Mbak Nur Pebri Yanni Selmi yang saat ini tinggal di Jerman dan tiap dini hari selalu diskusi tentang karuhun dan budaya sunda. Kang Perdana Wahyu Sentosa, ahli bursa saham dan pendiri grup Kasepuhan Sundapura yang masih keturunan Baduy. Oh ya saya hampir lupa Kang Agus S Anwar yang mau berkorban waktu untuk menggantikan saya jadi admin di grup-grup yang saya bentuk pada saat saya mulai jenuh di FB. dulu Masih banyak lagi teman-teman di FB yang selalu mendukung, memberikan kebahagiaan dan hikmah tentang arti sebuah pertemanan di dunia maya.

Dari semua itu saya hanya ingin mengatakan kalau pertemanan lebih penting dari pada sekedar untuk menjadi terpopuler, terbanyak, tertinggi atau mengejar HL. Tapi ingat bukan saya ingin menafikan yang “ter” atau HL karena bagi saya itu adalah penghargaan yang luar biasa dari admin atas tulisan-tulisan Kompasianers. Sharing and Connecting…. ( tapi kenapa harus pakai bahasa Inggris ya hehehehe)

NB: saya sengaja ingin menampilkan kembali tentang sebuah cita-cita yang sampai sekarang belum terealisasi pada saat saya mengelola Grup Pencinta Wayang yaitu sebuah surat terbuka kepada teman-teman FB dulu. Memang tidak nyambung tapi ini tetaplah cita-cita yang suatu saat bisa dilaksanakan. Siapa tahu Kompasiana mau menyelenggarakannya hahahaha

PAGELARAN WAYANG OLEH KOMUNITAS “PECINTA WAYANG” FACEBOOK INDONESIA

September 1, 2009

Beberapa pekan terakhir ini, kita membaca, mendengar dan melihat bagaimana budaya peninggalan nenek moyang yang sangat luhur diklaim, dimanfaatkan, dianggap, dipatenkan dan dijustifikasi oleh negara/institusi/orang lain. Untuk itu saya mengajak seluruh pecinta wayang di FB ini mulai memikirkan bagaimana melestarikan, menyebarluaskan wayang di seluruh dunia. Mungkin tidak hanya wayang tapi bisa batik, keris, tarian tradisonal dan lain-lain.
Sudah lama sebetulnya saya punya ide dan pernah didiskusikan bersama beberapa teman di FB untuk membuat pergelaran wayang besar-besaran yang diselenggarakan oleh komunitas Pecinta Wayang di FB. Tempat penyelenggaraan di JHCC atau PRJ dengan mengundang pemilik FB Mark Zuckerberg, Presiden RI, atau siapapun yang memang punya kepentingan atas pelestarian salah satu peninggalan nenek moyang ini.
Sengaja saya ingin mengundang Mark agar beliau tahu dan mungkin dapat memperkenalkan Indonesia lewat seni dan budaya Indonesia (Pariwisata) ke dunia internasional dengan memanfaatkan koneksi beliau. Presiden dan pejabat lain diundang supaya pemerintah juga punya kewajiban untuk melestarikan kebudayaan kita dan tahu kalau komunitas ini bukan hanya buat sok2an atau main2an.

Banyak yang mengatakan ini ide gila, tapi saya pikir ini adalah moment yang pas buat mengkonter siapapun yang mengklain milik kita dan terlihat suatu tindakan nyata serta berkelanjutan terus menerus.

Ini sekedar ide dan saya berharap pagelaran ini dapat terwujud serta adanya partisipasi teman2 komunitas pecinta wayang untuk membantu pemikiran, saran/ kritik, dan lain-lain.

Terima kasih atas perhatiannya

Hormat saya,

Erwin Rudiyanto


Bertemu Kawan Lama

ilustrasi (kfk.kompas.com/sfkphotos/2009)

Sudah hampir 6 tahun saya tidak bertemu 3 orang kawan lama. Tak dinyana tadi malam saya bertemu kembali dengan mereka. Sungguh bahagia bercampur kaget dengan kedatangan mereka tadi malam. Terus terang saya sudah hampir lupa dengan mereka tapi tetap yang namanya kawan lama selalu datang untuk silaturahim. Luar biasa !!!

Saya berkenalan dengan mereka sekitar 13 tahun yang lalu dalam kondisi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Hampir setiap saat mereka selalu menemani saya dalam kondisi susah maupun senang. Suka duka kami alami bersama-sama dan kami berusaha untuk menjaga hubungan baik dan mengerti bagaimana harus bersikap dengan saya. Walaupun sesekali menyebalkan tapi tetap tidak membuat hubungan kami retak.

Siapakah mereka ? Baik, saya akan perkenalkan mereka satu per satu. Yang pertama adalah Amir, kawan satu ini memang luar biasa loyalnya dan selalu mendengar keluhan saya. Satu hal Amir tidak pernah mengeluh setiap saya minta tolong. Misalnya kalau saya ingin pergi ke luar kota maka saya memintanya untuk melakukan survey perjalanan dan memberitahukan saya beberapa titik rawan kecelakaan. Sebelum dia menyampaikan hasil surveynya maka saya tidak akan melakukan perjalanan. Walaupun sudah direncanakan berangkat jam 8 pagi maka bisa undur beberapa jam menunggu Amir menyampaikan laporannya. Memang Amir terkenal dengan pencari jejak dan jalan yang jitu. Tetapi jangan sekali-kali melihat sosok Amir ini karena dijamin akan pingsan. Itu saran saya.

Yang kedua adalah Achmad. Nah kawan satu ini terkenal dengan banyak akalnya terutama kalau saya sudah kepepet. Pasti Achmad akan menemukan solusinya dan biasanya membuat gempar lingkungan sekitar. Pernah suatu hari saya ada ujian kuliah Manajemen Keuangan. Pas saat itu saya tidak belajar karena kesibukan kerja. Dengan kondisi kurang fit dan merasa tidak mampu mengerjakan ujian maka saya hanya bisa diam dan bingung. Abis mau mengerjakan bagaimana, wong tidak belajar. Tapi tunggu dulu, dengan kepandaiaan Achmad maka ujian bisa dibatalkan karena tiba-tiba alarm tanda kebakaran berbunyi dan air untuk memadamkan api di ruang ujian keluar sehingga seluruh yang ada di ruangan basah kuyup. Akibatnya ujian dibatalkan dan dilakukan ujian text book hehehehe. Memang banyak cara yang dilakukan oleh Achmad. Saya suka dengannya walaupun dosa juga sich hehehehe. Sosok Achmad bolehlah tinggi besar, berbulu dan selalu senyum damai.

Yang ketiga adalah Abdullah. Sosok satu ini banyak menolong saya terutama pada saat bawa uang pas-pasan. Pernah suatu hari saya dikerjain teman-teman. Saya dipaksa untuk mentraktir teman-teman (8 orang) di sebuah warung makan. Pada saat itu saya hanya membawa uang 50 ribu rupiah. Tahukah apa yang dilakukan teman-teman ? Mereka dengan sembarang memesan makanan seperti nasi rames komplit dengan daging ayam/sapi, jus buah, kopi, kerupuk dan lain-lain. Kalau dihitung tiap orang maka harganya mencapai 9 ribu per orang dan itu belum termasuk menu makan saya yang sangat sederhana nasi rames tempe tanpa daging dan minum air putih saja. Berarti saya harus bayar sekitar 72 ribu padahal saya hanya punya 50 ribu. Nah lho! Benar-benar dikerjain heheheehe. Dengan bantuan Abdullah, akhirnya saya bisa membayar semua tagihan makanan tersebut senilai 27 ribu. Kok bisa ??? Ini yang membuat saya bingung karena pada saat mau membayar, yang punya warung makan menyuruh saya membayar 27 ribu padahal di bonnya tertulis 72 ribu. Berulang kali saya mengatakan kepada yang punya warung kalau dia salah melihat angka di bon tapi tetap saja ngotot kalau dia tidak salah lihat. Wahhhhh benar-benar Si Abdullah telah melancarkan aksinya walaupun setelah itu kami semua terkena diare selama 1 minggu hahahaha… Oh ya sosok Abdullah seperti manusia pada umumnya kecuali sangat ganteng, putih, santun tutur bahasanya, diam dan banyak menghilangnya.

Memang mereka adalah kawan lama yang membuat saya tertawa, bahagia dan percaya diri menghadapi hari esok. Tapi ada pembatas yang harus saya tetapkan untuk menghindari ketergantungan terhadap mereka bertiga. Terima kasih kawan-kawan mau datang menemui saya. Nasruminullah Wa Fathun Qarib. La hada mi hada na uduhu la fisabati bi ya ahu mutasaba.