Antara Sugi Dan Susi

Matahari mulai menunjukkan sinarnya. Seperti biasa Tjiploek duduk santai di depan teras kamarnya ditemani kopi tubruk dan rokok Djie Sam Soe. Dengan telanjang dada sambil memegang perutnya, Tjiploek tampak menikmati hari menjelang siang tersebut. Tiba-tiba terdengar suara salam dari seorang yang sangat dikenalnya.

” Assalamualaikum, Ploek “

” Wa alaikumussalam… ehh elu gi ” jawab Tjiploek.

Ternyata yang datang adalah Sugi. Sugi adalah nama panggilannya. Nama sebenarnya adalah Sugiarto. Sudah lama sekali Tjiploek mengenal Sugi. Setiap ada masalah pasti Sugi akan datang ke rumah Tjiploek untuk meminta solusi atau pendapat. Biasanya Tjiploek selalu menemukan cara penyelesaian setiap masalah Sugi.

Tetapi hari itu tidak seperti biasanya Sugi datang dengan wajah ceria dan sepertinya baru saja dapat rejeki, Benar saja, sebagai sales motor hari itu Sugi baru saja berhasil menjual 2 unit motor. Lumayanlah hari itu Sugi bisa tenang selama seminggu karena dari hasil penjualan tersebut, kebutuhan keluarga tertutupi.

” Gila lu Ploek, udah jam 10.37 masih belum mandi. “

” Emang kenapa, gi ? ” tanya Tjiploek dengan santainya.

” Orang-orang seperti gue dari pagi sudah keluar rumah, Nah lu masih di rumah. Kayaknya lu baru bangun ya “

” Hehehehe tau juga lu, gi “

” Gimana mo dapat rejeki kalau bangun sesiang ini. Kata orang tua dulu, kalo nggak bangun pagi maka rejekinya dah dipatok ayam “

” hahahaha “

” Lah malah tertawa “

” Ya iyalah gue tertawa. Gue sih santai aja masalah rejeki karena nggak bakalan dipatok ayam. “

” Kok bisa “

” Bisalah. Khan ayamnya udah gue potong duluan pagi-pagi jadi aman deh rejeki gue hahahaha “

” Bisa aja lu Ploek “

Kemudian Tjiploek pergi ke dapur membuatkan kopi untuk Sugi. Beberepa menit kemudian merek berdua sudah duduk di teras kamar sambil bersenda gurau. Tetapi hari itu memang Sugi sedikit berbeda dan terkesan menggurui Tjiploek.

” Ploek, gue mo omong serius ma lu “

” Boleh, emang ada apa ? “

” Gue tahu lu orang baik. Lu banyak bantu gw kalau ada masalah. Tetapi sebagai teman, gue agak prihatin melihat lu “

” Prihatin bagaimana ? “

” Ya, prihatinlah. Lu khan sarjana. S-2 pula. Tapi gue melihat lu luntang lantung pengangguran yang nggak jelas kerjaannya. “

” Hahahahaha gue emang pengangguran dan gue nikmatin hidup seperti ini. Tapi gue ga pernah ngerepoti atau meminta pertolongan orang lain. “

” Iya tapi lu khan lulusan Master. Sayang khan. Ngapain sekolah tinggi-tinggi kalau hanya seperti ini, SMA aja cukup kayak gue. Lihat tuh tukang sate dekat alfa mart hanyan lulusan SD tapi punya warung sate sampai 4 tempat. “

Tjiploek pun terdiam seraya menghisap dalam rokoknya.

” Gue pikir benar juga omongan lu, Gi, Kenapa juga gue sekolah tinggi-tinggi. Tapi ada yang lebih mengganjal pikiran gue tentang hal ini. “

” Apa Ploek ? “

” Ngapain juga gue yang keliatan pengangguran ini bantu biaya kuliah anak lu tiap semesternya ya Gi.hehehe ” seloroh Tjiploek meninggalkan Sugi yang tampak terkesima mendengarnya dan pergi mandi.

===CG==

” karena sistem pendidikan kita memang seperti mencetak produk dalam pabrik. semua orang dibikin sama. distandarkan ” ujar Pak Rhenald Kasali.

” ahh saya tidak ingin menyalahkan sistem pendidikan. saya pikir orang berhasil dari pendidikan juga banyak. cuma untuk saya saat itu bukan suatu yang pas (tidak tepat). bukan ini yang saya cari. bukan ini yang saya inginkan… tetapi saya ingin anak saya dapat sekolah tinggi melebihi ibunya asal mereka mendapatkan kemerdekaan dalam hidupnya dan bertanggung jawab atas kehidupan mereka ” pendapat Susi Pudjiastuti (sekarang Menteri Kelautan dan Perikanan) saat diwawancarai dalam acara Kewirausahaan beberapa waktu yang lalu.

Jahe Emprit Berbuah Jalan Tol Soekarno

Setelah beberapa hari mencari jahe emprit untuk kebutuhan pabrik jamu di wilayah Jampang Surade, Tjiploek belum juga mendapatkan pasokan yang diharapkan dari para pengepul langganannya. Bahkan bukan jahe emprit yang didapatkan malah tanaman kencur yang tumbuh subur diperbukitan yang telah ditutupi ilalang.

Tampak Tjiploek mulai menunjukkan keputus asaannya. Untuk menghilangkan keputusasaannya Tjiploek memutuskan untuk jalan-jalan mengelilingi kampung. Dalam perjalanannya tersebut Tjiploek melihat suatu hal yang aneh. Ada 4 orang yang sedang melakukan pengukuran jalan dan mereka serius sekali menjalankannya sampai-sampai mereka tidak menyadari kedatangan Tjiploek.

” Assalamualaikum, bapak-bapak ” Tjiploek menyalami mereka.

” Wa alaikumussaam ” jawab mereka serentak dengan wajah kaget.

”  Dari tadi saya memperhatikan bapak-bapak sedang melakukan pengukuran jalan. “

” Iya memang kami sedang melakukan pengukuran jalan. “

” Kalau boleh saya tahu apakah bapak-bapak ingin membuat jalan agar akses masuk ke desa-desa terpencil ini menjadi lebih mudah ? “

” Ya memang kami ingin membuat jalan agar akses masuk desa-desa  di selatan Jawa ini terjangkau oleh kendaraan umum. “

” Artinya Bapak ingin membuat jalan seperti jalan antar kabupaten “

” Hehehe bukan jalan antar kabupaten tetapi jalan tol “

” Jalan tol !!! ” teriak Tjiploek. Bagaimana mungkin dalam kondisi negara seperti saat ini, ada orang yang mau membuat jalan tol di wilayah terpencil ini. Baru tahu ada proyek jalan tol di selatan jawa ini. Kok media massa tidak memberitakannya dalam hati Tjiploek.

Kemudian 4 orang tersebut melanjutkan pekerjaannya dan berjalan ke tempat yang lain sambil membawa alat pengukur jalan. Tjiploek pun hanya terdiam dalam kebingungan. Selanjutnya Tjiploek meninggalkan keempat orang tersebut dan berjalan menelusuri wilayah terpencil tersebut sambil berharap akan mendapatkan informasi yang menggembirakan tentang jahe emprit yang dicarinya.

Hari menjelang siang, Tjiploek tidak juga menemukan informasi jahe emprit dari beberapa penduduk yang ditemuinya. Semuanya menyatakan kalau pada saat itu bukan musimnya jahe emprit tetapi kunyit. Akhirnya Tjiploek dan supirnya memutuskan untuk pulang ke Jakarta hari itu juga setelah beberapa hari berkeliling di wilyah tersebut.

Sebelum pulang ke Jakarta, Tjiploek berhenti terlebih dahulu di sebuah warung makan khas Sunda. Sepertinya makanan di warung tersebut mengundng selera makan siang Tjiploek. Baru saja menjejakkan kaki ke dalam warung tersebut, Tjiploek melihat kembali keempat orang yang pernah ditemui sebelumnya pada saat Tjiploek keliling kampung. Ya bapak-bapak yang tadi padi sedang mengukur jalan untuk proyek jalan tol.

Tjiploek sempat melihat sekilas kertas putih besar seperti blue print sebuah proyek yang terhampar di sebuah meja dekat keempat orang tersebut yang sedang makan. Tjiploek segera menyapa mereka.

” Halo bapak-bapak ketemu lagi. Rupanya bapak-bapak makan juga di warung ini “

” Iya mas kami sering makan siang di warung ini. Sudah ketemu jahe empritnya mas ? “

” Belum, Pak ” Tjiploek sempat kaget kok bapak tersebut tahu barang yang sedang dicarinya padahal Tjiploek tidak menceritakan sama sekali tujuannya ke daerah tersebut.

Tiba-tiba angin berhembus kencang sehingga selembar kertas proyek terbang melyang menghampiri tempat duduk Tjiploek. betapa kagetnya Tjiploek ketika melihat sebuah tanda tangan yang tertera di kertas besar tersebut.

” S o e k a r n o !!! ” teriak Tjiploek dalam hati. Kok yang menandatangani proyek besar ini Soekarno. Apakah Soekarno yang dimaksud adalah Presiden RI pertama ? Atau Soekarno yang lain? tetapi tanda tangannya mirip sekali dengan tanda tangan Soekarno yang tertera pada Teks Proklamasi Kemerdekaan RI. Ahhh tidak mungkin… Tidak masuk akal. Ini tahun 2000, sementara Presiden Soekarno sudah lama meninggal dunia.  Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang timbul di pikiran Tjiploek.

” Kaget ya Mas ? ” tanya salah satu dari keempat orang tersebut.

” Tidak usah kaget. Emang ini proyeknya beliau yang segera akan kami realisasikan ” ujar bapak lainnya.

” Jadi ini benar adanya Pak. Proyeknya Bapak Pendiri Bangsa. Saya baru dengar. Sepertinya tidak masuk akal “

” Hahahahaha ya memang ini benar. Sebentar lagi akan datang seorang teman kami dan dia akan menceritakan semuanya. “

Sekitar 10 menit kemudian, mobil SUV berhenti di depan warung. Tampak seorang tinggi besar keluar dari mobil tersebut dan langsung masuk ke dalam warung.

” Hei, William. Silahkan duduk, kami sudah pesan makanan kesukaan kamu ” ucap bapak yang berbadan tambun.

” Ok terima kasih. Kalian sungguh baik. ” ujar William yang ternyata seorang bule dengan bahasa Indonesia yang fasih sekali.

” Oh ya William, perkenalkan ini Tjiploek. Teman baru kita yang kami kenal tadi pagi.

Lha kok mereka tahu nama saya, padahal saya belum pernah menyebutkan nama. Sungguh aneh. Begitu kata Tjiploek dalam hatinya.

” Perkenalkan nama saya William H Berrend. Kamu… ?! ” pria bule tersebut memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia.

” Oh ya saya Tjiploek ” tergagap-gagap Tjiploek menjawabnya.

” Hahahaha nama kamu lucu sekali… Tjiploek. Nama yang lucu mirip dengan nama Pikulun tokoh pewayangan. ” canda William.

” Wuih hebat benar kamu William tahu tentang pewayangan. ” balas Tjiploek dengan nada kekaguman.

” Ya, saya banyak belajar dari Bapak ” ujar William.

” Bapak ? “

” Ya Bapak ! Soekarno. Beliau banyak mengajarkan saya tentang pewayangan pada waktu  saya masih tinggal dan kuliah di London, Inggris. “

” Oh jadi William berasal dari Inggris “

” Iya saya memang dari Inggris tetapi sebetulnya kakek buyutnya berasal dari Belanda dan pernah berdagang di Indonesia pada jaman VOC. “

” VOC ?! ” ucap Tjiploek dalam hatinya.

Belum juga hilang rasa kagetnya, tiba-tiba datanglah pemilik warung dan anak buahnya membawa beberapa makanan pesanan mereka dan William. Kemudian mereka mengajak Tjiploek dan supirnya duduk bersama dalam satu meja besar sambil menyantap hidangan makan siang tersebut.

Selama makan siang, Tjiploek dan supirnya hanya diam saja mendengarkan obrolan keempat bapak dan Willian mengenai proyek besar Soekarno. Diceritakan oleh mereka, kalau sepanjang selatan pulau jawa akan dibuat jalan tol termasuk menyambungkan jalur jalan tol dari Jampang Surade dengan tol Jagorawi. Selain itu dipaparkan rencana untuk mendirikan Kota Olimpiade di wilayah yang sekarang bernama Bekasi dan akan dibuat Bandara Internasional kedua setelah bandara Soetta di utara Jawa tepatnya Medang Asem, Karawang.

Tjiploek dan supirnya saling berpandangan memberikan kode tidak masuk akal. Makin pusing saja kepala Tjiploek  mendengarnya. Sudah tidak mendapatkan jahe emprit malah dapatnya cerita proyek besar Bapak Pendiri bangsa Soekarno. Kalau saja saja itu benar-benar terealisasi, sungguh hebat Indonesia tercinta ini. Tjiploek berkata dalam hati penuh kebingungan.

13267970361393621768
totalfootballindonesia.blogspot.com

(To Be Continued)

Tjiploekpun Hanya Bisa Diam

1295978785642272047
ps3.ign.com

 

Tampak tjiploek dengan tatapan kosong tanpa arti. Tiba-tiba datanglah seorang teman,

” Woiii Ploek, mengapa kamu melamun ? “

” Eh kau Darda, Aku tidak melamun kok ? “

” Hehehe ahhh kamu berbohong padaku, ploek ? Ada apa sebenarnya ? Boleh saya tahu apa yang sedang menjadi pikiranmu ? “

” Hmm apa ya ? Hehehehe, ah tidak saya hanya merasa heran saja dengan apa yang terjadi beberapa hari ini “

” Memangnya apa yang terjadi, Ploek ? Saya kok belum dapat beritanya “

” Saya hanya merasa sedih karena apa yang saya katakan kepada orang-orang yang dekat dengan saya, semuanya tidak digubris. Angin lalu bahkan saya dikatakan sedang mengkhayal. Semua itu tidakmungkin terjadi. Begitulah yang dikatakan “

” Emangnya apa yang kamu katakan, Ploek ? “

” Banyak hal, sesuatu yang kurang baik dan berkenan bagi teman-teman saya, Da “

” Ohhh gitu.Mungkin kamu salah menyampaikannya “

” Saya kurang tahu ya.Mungkin saja tetapi apa yang saya katakan sebagai perhatian agar mereka berhati-hati dan siap menghadapi segala kemungkinan terjelek. “

“Nah itu masalahnya,Ploek. Kamu terlalu terbuka bicaranya dengan mereka “

” Tidak, saya tidak bicara terbuka. Saya menggunakan bahasa kiasan dan halus sehingga mereka dapat memahaminya “

” Contohnya apa “

” Harus beri contoh ?”

” Ya dong, bagaimana saya tahu bahasamu terbuka atau tidak. “

“Baiklah, tetapi ini rahasia kita berdua dan hanya satu contoh saja yang akan diberikan. “

” Oke, saya akan jaga rahasianya. Tetapi omong-omong mana kopinya.Kamu khan jago meracik kopi. Saya kangen dengan kopi buatanmu “

” Ahhh bisa aja. Baiklah akan sayabuatkan. Tunggu ya “

Tjiploekpun segera bergegas masuk ke dalam rumahnya dan dalam beberapa menit, Tjiploek sudah membawa 2 gelas kopi panas.

” Silahkan diminum, Da. Oh ya rokokmu keluarkan dong hehehehe “

“Iya ya ya tahu saja saya membawa rokok kesukaanmu. “

Tjiploek dan Darda langsung menikmati hidangan kopi dan rokoknya.

” Gimana, Ploek bisa dilanjutkan ceritanya ?”

” Okay, begini kamu kenal Lena dan Dewa “

” Kenal dong. Mereka khan kawan kita. Pasangan serasi yang sebentar lagiakan melangsungkan pernikahan khan ? “

” Iya tapi tahukah kamu kalau sebelumnya Dewa akan pergi ke Inggris untuk bekerja. “

” Saya baru tahu nih. Memangnya ada hubungan apa antara pernikahan mereka dengan kerja di Inggris ? “

” Suatu hari Lena datang ke rumah saya, Da. Dia minta pendapat saya mengenai pekerjaan Dewa. Lena bertanya apa sebaiknya yang harus dilakukan. Apakah menikah dulu atau menikah kemudian setelah Dewa mapan di Inggris ? Alasannya adalah orang tua. “

” Orang tua ? Ada apa dengan orang tua ? Orang tua Lenakah ? “

” Ya, orang tua Lena. Sebenarnya orang tua Lena kurang menyetujui hubungan Lena dengan Dewa “

” Lho kok bisa. Saya baru tahu Ploek “

” Iya karena orang tua Lena menganggap Dewa bukanlah pasangan yang ideal dengan Lena. Alasan utamanya adalah perbedaan umur yang jauh. “

” Mengapa perbedaan umur menjadi masalah ? Yang penting mereka saling mencintai. “

” Benar kamu, Da tapi tidak bagi orang tua Lena. Mereka kurang berkenan dan meminta Lena berpikir matang sebelum mengambil keputusan. Mereka kuatir bagaimana kondisi Lena 20 tahun yang akan datang dimana Dewa sudah berusia uzur. “

” Lha memangnya perbedaannya berapa sih ? “

” 14 tahun !!! “

” 14 tahun ahhh tidak masalah. Coba kita bandingkan dengan Rasulullah dengan Siti Khadijah… 15 tahun dan semuanya berlangsung baik-baik saja “

” Iya, Da tapi tidak bisa semudah itu berpikirnya. Apalagi jaman sekarang berbeda dengan jaman dulu. Walaupun tujuan sama yaitu ibadah. Masalah jodoh atau tidak tergantung bagaimana pasangan tersebut menjalaninya. “

” Terus apa yang kamu sarankan kepada lena ? “

” Sebetulnya sudah lama saya bicara dengan Dewa dan Lena. Bila saatnya nanti akan datang sebuah masalah yang akan menghadang perjalanan cinta mereka. Datangnya setan-setan yang masuk ke dalam manusia-manusia di sekitar mereka “

” Maksudnya, Ploek ? “

” Ya, saya katakan nanti bila menjelang keberangkatan Dewa ke Inggris dan ini sebelum pergi maka akan banyak godaan yang menggiurkan sehingga mereka akan dipenuhi oleh kebimbangan-kebimbangan yang akan membuat hubungan mereka bisa renggang kecuali mereka sudah mantap dan meyakinkan diri kalau ” show must go on” apapun yang akan terjadi. “

” Terus apa yang dikatakan oleh mereka tentang hal tersebut “

” Mereka hanya tertawa dan itu hanya kekuatiran seorang Tjiploek yang tidak berdasar “

” Lalu apa yang terjadi ? “

” Yang saya kuatirkan terjadi. Belum juga Dewa berangkat ke Inggris, tiba-tiba datang seorang pria yang konon adalah mantan Lena menyatakan dirinya untuk melamar Lena dan ngotot akan terus mengejarnya walaupun tahu Lena telah memiliki calon suami. Begitulah setan masuk dengan mudahnya menggoda manusia “

” Lantas apa yang dilakukan Lena ? “

” Putus hubungan dengan nyamuk hahahaha . Enggak deng Lena memutuskan semua jalur komunikasi dengan pasangannya tersebut. “

” Bagus dong “

” Iya itupun saya yang mengusulkan, Da. Tetapi ada lagi peristiwa yang cukup mengagetkan “

” Apa itu Ploek ? “

” Tiba-tiba Lena ditelpon oleh seorang bapak, yang ternyata adalah orang tuanya mantan tunangannya dulu yang kabur dan tidak bertanggung jawab meninggalkan Lena. Padahal kedua keluarga tinggal membicarakan hari pernikahan mereka. “

” Lha apa lagi nih, Orang tua tersebut bilang apa kepada Lena. Kok serius sekali “

” Bapak orang tua mantan tunangannya dulu mengatakan kalau tunangannya masuk rumah sakit jiwa. Stress dan dirawat secara intensif oleh seorang psikiater. Setiap hari mantan tunangannya tersebut harus meminum obat anti depresan “

” Apa maksud Bapak tersebut dengan menceritakan hal tersebut ? “

” Lena hanya mengatakan bapak mantan tunangannya tersebut hanya memberi kabar saja. Tapi saya tidak percaya dan benar saja ujung0ujungnya adalah meminta Lena untuk kembali kepada mantan tunangannya tersebut. Parahnya Bapak tersebut telah menelpon orang tua Lena dan menyatakan niatnya “

” Terus apa yang terjadi ? Apakah orang tua Lena menyetujuinya ? “

” Nah inilah pangkal permasalah mengapa Lena datang meminta saran kepada saya, Da. Orang tua Lena menyetujui dan menjodohkan kembali dengan mantan tunangannya dulu. Dengan alasan Lena masih mempunyai rasa cinta dan kemanusiaan. Apalagi mereka dulu sudah hampir menikah kalau saja mantan tunangannya tidak kabur dengan wanita lain “

” Rasa cinta ? Kemanusiaan ? Pikirannya dimana tuh orang tua Lena, dengan mudahnya menyetujui permintaan orang tua mantan tunangannya dulu. “

” hehehehe saya pun juga heran. Tetapi ketika saya tanya apa jawaban Lena ? Dia menjawab tidak akan kembali kepada mantan tunangannya dulu. Semuanya adalah masa lalu. Masa depannya adalah Dewa walaupun umur mereka berbeda jauh “

” Mantap kali jawabannya Lena. Senang saya mendengarnya “

” Jangan senang dulu, Da. Orang tua Lena khan tidak setuju dengan Dewa yang terlalu matang bagi Lena. “

” Hahahaha kok terlalu matang dipermasalahkan. Khan makin baik kalau memang sudah matang apalagi terlalu matang hahahaha . Bagaimana dengan Dewa ? “

” Dewa ? “

” Ya Dewa. Emangnya siapa ? “

” Hehehehe kok kamu jadi sewot. Dewa mengatakan kepada saya kalau dia tetap akan menikahi Lena dengan segala kekurangan dan kelebihan. Dengan niat yang baik dan ikhlas, Dewa yakin Allah akan mengijabahi hubungan mereka dan direstui oleh orang tua Lena. Apalagi katanya dengan kepergiannya ke Inggris sduah cukup memberikan jawaban tentang keseriusannya untuk membangun rumah tangga yang lebih baik. Dewa mengatakan bukan saatnya untuk membantah. Inilah saatnya untuk membuktikan dengan perbuatan. “

” Terus bagaimana kelanjutannya ? “

” Diawali dengan bismillah akhirnya Dewa menghadap ke orang tua Lena dan mengungkapkan semua rencananya ke depan dengan Lena. Walaupun awalnya dicuekin oleh orang tua Lena tetapi dengan kesabarannya maka orang tua Lena mulai bisa menerima keberadaan Dewa. Tapi dengan syarat ? “

” Syarat ? Apa syaratnya Ploek ? “

” Orang tua Lena meminta Dewa untuk membuktikan omongannya kalau Dewa bisa membahagiakan puterinya. Dewa mengatakan kalau dirinya sanggup membuktikan omongannya. Setelah setahun bekerja di Inggris maka Dewa akan membawa Lena ke Inggris tapi Dewa meminta sebelum berangkat diperkenankan untuk menikah secara agama dan negara tanpa pesta pernikahan. Ijab Qobul secara sederhana saja. Ini dilakukan untuk menghindari dan mencegah datangnya setan-setan yang akan mengganggu hubungan Dewa dan Lena “

” Lantas apa jawaban Orang tua Lena ? “

” Orang tua Lena meminta Dewa untuk membuktikan kemapanannya di Inggris. Setelah setahun dari sana maka diperkenankan untuk membawa Lena ke Inggris dengan ikatan suci yang diridhoi oleh Allah. Tetapi orang tuanya menjamin selama setahun akan berusaha untuk menjaga dan melindungi Lena dari godaan para pria yang ingin meminangnya “

” Wah menarik, berarti Lena dipingit selama setahun dong hahahaha “

” Ya gitu dech. Tetapi hal ini belum selesai karena setahun itu merupakan cobaan bagi Lena dan Dewa untuk tetap melanggengkan hubungan cinta mereka ke arah ikatan suci berupa pernikahan. “

” Setuju Ploek !!! Terus mengapa kamu bengong tadi. Apakah kamu harus diam lagi ? “

” Hehehe ini baru satu contoh, Da. Berulang kali saya mengingatkan orang-orang yang dekat dengan saya tentang kejadian-kejadian yang kurang mengenakkan dan akan terjadi dalam kehidupan mereka tetapi mereka hanya bisa tertwa dan mencibir seperti Dewa dan Lena pada saat saya mengatakan akan datangnya setan-setan yang akan menggangu hubungan mereka. Apakah sebaiknya mulai saat ini saya diam ? “

” Hmm saya tidak bisa menjawab Ploek. Tapi saya meminta kamu jangan diam bila melihat kejadian yang akan terjadi pada diri saya ya Ploek hehehe “

” Hah !!! Dasar…. Diam lagi ahhhhh “

” Ploek… Ploek …Ploek jangan diam dong “

Keduanya terdiam dan saling berpandangan penuh arti. Senyum keduanya memberikan nuansa persahabatan.

 

“Aku Suka Karena Kejujuranmu”

reniazah.blogspot.com/2009

” Pagi….. Mas Tjiploek “

” Pagi… ini siapa ya “

” Saya Dara Mas “

” Ehhh kamu Dara apa kabar ? “

” Baik, Mas. Oh ya kemarin bapak cerita katanya Mas Tjiploek mau saya ajak makan-makan “

” Hehehe siapa sih yang menolah kalau diajak makan apalagi berduaan dengan cewek secantik kamu “

” Ihhhh mas Tjiploek genit jangan bikin ge er Dara dong. Jadi malu nih hehehe “

” Ya udah. Mau makan dimana kita ? “

” Dimana ya ?! Mas Tjiploek aja dech yang pilih tapi tempatnya bersih dan makanannya enak lho “

” Oke, bagaimana kalau nasi uduk di Rawa Belong. Enak tuh makanannya dan suasananya nggak formil dan ngga perlu pakai sepatu hahahaha “

” Hahahaha oke dech. Besok ya Mas setelah Dara ketemu Dosen Pembimbing Skripsi. Sorean ya Mas “

” janjian di parkiran kampus kamu aja ya “

” Baiklah. Besok saya tunggu Mas “

Tjiploek mendapatkan undangan makan dari Dara, anaknya Pak Umar sebagai tanda ucapan terima kasih atas disetujuinya judul skripsi Dara karena bantuan Tjiploek menemui dosen pembimbing skripsinya yang ternyata masih teman kuliah Tjiploek waktu kuliah di Magister Manajemen dulu.

Keesokan harinya setelah sholat Ashar, Tjiploek meluncur ke kampus Dara di sekitaran Grogol. Sesuai dengan janji, Tjiploek menunggu di parkiran kampus. Dengan wajah lugu dan kagum melihat wara wiri mahasiswa-mahasiswi di kampus tersebut, Tjiploek sesekali memperhatikan orang yang mendekatinya siapa tahu Dara yang datang. Tidak lama kemudian Dara memanggil nama Tjiploek. Tampak Tjiploek gembira melihat kedatangan Dara.

” Bagaimana Mas ? sudah lama menunggu “

” Lumayan sich tapi tidak apa-apa malah senang kok abisnya banyak yang dilihat hehehehe “

” hihihihi Mas Tjiploek. Yuk ke mobil saya “

” Yang mana ? “

” Tuh mobil honda jazz warna merah “

Tjiploek dan Dara berjalan mendekati mobil tersebut. Tiba-tiba Dara menyerahkan kunci mobilnya ke Tjiploek.

” Apa nich ? “

” Mas Tjiploek yang bawa ya “

” Aduh, maaf nih Dara. Terus terang saya tidak bisa mengendarai mobil “

” Ah masa sich. Atau ini hanya pura-pura lagi “

” Benar kok serius nih. Saya tidak bisa menyetir mobil hehehe “

” Ya sudah saya yang bawa. “

Kemudian Dara mengambil alih kemudi mobilnya dan Tjiploek duduk di sebelahnya. Mobil langsung bergerak ke daerah Rawa Belong dimana warung makan khas nasi uduk berada. Sesampainya di warung tersebut sudah banyak orang yang antri tapi tidak makan di tempat hanya dibungkus. Kemudian keduanya makan berduaan. Tanpa terasa acara makan-makan berlangsung hampir 2 jam lamanya. Selama itu Dara dibuat tertawa renyah dengan cerita-cerita humor dari Tjiploek. Banyak hal yang ditanyakan oleh Dara mengenai siapa Tjiploek tapi Tjiploek selalu saja pintar mengalihkan pembicaraan dan ujung-ujungnya selalu membuat tertawa Dara.

Setelah acara makan-makan selesai Dara mempunyai rencana untuk mengantar pulang Tjiploek di daerah Kebon Jeruk tapi ditolak oleh Tjiploek. Tjiploek menyarankan Dara untuk langsung saja pulang. Lagipula rumah Tjiploek tidak terlalu jauh dari lokasi warung makan tersebut.

Sejak acara makan-makan tersebut, Dara dan Tjiploek makin sering melakukan komunikasi lewat telepon dan ini diketahui oleh Pak Umar. Tampaknya Pak Umar tidak terlalu mempersalahkan hal tersebut bahkan senang melihat Dara selalu berkonsultasi dengan Tjiploek terutama masalah skripsinya. Kedekatan keduanya tanpa terasa menimbulkan benih-benih cinta tapi Tjiploek selalu berusaha menjaga jarak karena melihat posisi Pak Umar yang sangat dihormatinya.

Tanpa terasa waktu berjalan sampai 3 bulan lamanya, hubungan Tjiploek dan Dara makin mesra tapi kembali lagi Tjiploek selalu menutupinya perasaannya dan berusaha untuk menjaga jarak dengan alasan perbedaan status keduanya. Sampai pada suatu waktu Dara menelpon Tjiploek dan ingin bertemu di sebuah tempat. Tapi Tjiploek selalu menghubungi Pak Umar apabila ingin bertemu Dara dimanapun dan kapanpun. Aneh bukan ? Tapi itulah Tjiploek dengan prilakunya yang selalu menghormati orang yang mempercayainya.

” Assalamualaikum Mas Tjiploek “

” Wa alaikumussalam Dara “

” Mas, bisa nggak siang ini kita ketemuan “

” Hmm siang ya ? dimana ? “

” Sebuah Kafe di Pondok Indah Mall “

” Jam berapa Ra ? “

” Jam 2-an. Bisa ya Mas Tjiploek. Saya mohon sekali Mas Tjiploek untuk datang. “

” Memangnya ada apa Ra ? “

” Penting. Mas harus datang. Ditunggu ya “

” Baiklah “

Tjiploek terlihat bingung dengan telepon yang diterimanya tersebut. Ada apa ya ? pikirnya. Jantungnya dag dig dug dan pikirannya melayang-layang memikirkan apa yang akan terjadi.Tepat jam 2 siang Tjiploek tiba di lobi Pondok Indah Mall. Tiba-tiba telepon selulernya berbunyi. Rupanya dari Dara yang mengabarkannya kalau dia sudah ada di Kafe di lantai 4 dan menyuruh Tjiploek langsung saja menuju ke kafe tersebut. Benar saja Dara sedang duduk di sudut kafe sambil memainkan tuts telepon selulernya.

” Assalamualaikum Ra “

” Eh Mas Tjiploek, Wa alaikumussalam “

Tjiploek langsung duduk berhadapan dengan Dara. Matanya selalu memperhatikan gerak gerik Dara yang dari tadi sibuk sms-an dengan seseorang.

” Maaf ya Mas, mau pesan apa ? “

” Terserah kamu aja Ra “

” Capucinno ya “

” Oke “

” Terima kasih Mas Tjiploek mau datang ke sini. Maaf sekali lagi kalau ini agak maksa Mas. Ini penting sekali dan ada hubungannya dengan Mas Tjiploek. “

” Dengan saya ??? Memangnya ada apa ya ? “

” Mas Tjiploek pasti tahu. Bapak selalu menanyakan masalah ini “

” Sebenarnya ada sih Ra ? Kok sampai Pak Umar ikut menanyakan juga “

” Ini masalah kita berdua Mas. “

” Kita berdua ? Lantas… “

” Ihhhh mas Tjiploek bloon amat sih. Atau ini hanya pura-pura saja “

” Sungguh saya tidak mengerti maksudnya. “

” Mas Tjiploek, kita ini sudah kenal hampir 4 bulan. Selama ini bapak menganggap kita berdua ada hubungan spesial. Terus terang saya tidak bisa menjawab saat ditanya bapak mengenai hubungan saya dengan Mas Tjiploek “

” Ohhhh itu hahahahaha…. ” Tjiploek tertawa sambil menutupi perasaannya.

” Malah tertawa. Mas serius nggak sih “

” Nah tuh minumannya sudah datang. KIta minum-minum dulu ” Tjiploek mengalihkan pembicaraan.

” Terus bagaimana Mas ? “

” Terus apanya ? “

” Ihhhh Mas Tjiploek bercanda melulu “

” Hehehehe Ok. Saya tidak akan banyak bicara dalam kondisi seperti saat ini. Saya butuh waktu untuk mengungkapkannya. Bagaimana Ra ? “

” Kapan Mas ? “

” Besok malam di rumah kamu. Biar bapak kamu tahu dan lebih jelas “

” Benar lho Mas “

” Percaya sama saya Ra “

Tampak wajah Dara berubah gembira setelah mendapatkan jawaban Tjiploek. Kemudian keduanya berpisah. Sepanjang malam Tjiploek tidak bisa tidur dan gelisah memikirkan pertemuan besok malam. Rupanya ini tidak hanya terjadi dengan Tjiploek, Darapun mengalami hal yang sama.

Keesokan malamnya Tjiploek pergi ke rumah Dara di bilangan LebakBulus. Tepat bada Isya Tjiploek tiba di rumah Dara. Tampak Dara sedang duduk di ruang tamu dan kelihatannya Dara sudah menunggu dari tadi.

” Assalamualaikum “

” Wa alaikumussalam “

” Maaf tadi jalanan macet. Tahu sendirilah bagaimana jalan di Jakarta pada jam-jam segini. “

” Tidak apa-apa Mas. “

” Pak Umar sudah pulang “

” Tuh di dalam lagi menonton televisi “

” Oh ya sampai lupa nyuruh Mas Tjiploek duduk. Dusuk Mas hehehe “

” Terima kasih “

Beberapa saat kemudian Pak Umar keluar dari dalam rumahnya.

” Assalamualaikum Mas Tjiploek “

” Wa alaikumussalam Pak Umar. Bagaimana kabarnya Bapak dan Ibu “

” Alhamdulillah kami berdua sehat. Oh ya tadi Dara cerita kalau Mas Tjiploek ingin bicara sesuatu dan mengharapkan saya mendengarnya. Ada apa ya Mas ? “

” Hehehehe iya Pak. Kemarin saya bilang ama Dara kalau saya akan datang ke sini dan menginginkan bapak jadi saksi “

” Saksi apa nih “

Tiba-tiba pembantu rumah Pak Umar datang membawakan minuman dan makanan kecil.

” Diminum Mas “

” Oh ya “

” bagaimana Mas Tjiploek “

” Begini Pak Umar. Terus terang saya merasa segan dan malu untuk mengatakannya. “

” Kenapa mesti segan dan malu “

” Pak Umar saya anggap sebagai orang tua yang sangat saya hormati. Bukan karena kekayaannya tetapi kebaikan Pak Umar yang diberikan kepada saya selama ini. “

” Mas Tjiploek kalo omong muter-muter. Katanya mau terus terang ” Dara menyela pembicaraan.

” Adh Maafkan Dara ya. Tuh anak tidak ada sopan santunnya “

” Ah Tidak apa-apa Pak. Namanya juga orang tidak sabaran hehehe “

” hayo bilang lagi orang nggak sabaran ” ambek Dara.

” Sstt diam kamu Dara ” Pak Umar mengingatkan.

” Terus terang Pak, saya mengerti dan menyadari kalau saya dan Dara selama ini memang dekat. Pak Umar pasti tahu dan saya harus bicara semuanya di hadapan Bapak karena awalnya dari Bapak maka saya harus mengatakan harus disaksikan bapak. “

” hahahaha Mas Tjiploek omong apa sich ? “

” Maaf ya Pak saya buka pria yang baik. Apalagi untuk puteri Bapak “

” Lantas… “

” Sekali lagi maaf ya Pak. Saya bukan pria romantis maka itu saya hanya bisa bilang kalau saya mencintai anak Bapak, Dara. Ini saya ungkapkan dari hati yang paling dalam “

” Hahahahaahahahahahahaaha Tjiploek Tjiploek hahahahaahahahaha kamu membuat saya tertawa “

” Ya udah kalau begitu saya mau pamit pulang ” Tjiploek menjadi salah tingkah. Sementara Dara terdiam mendengar ucapan Tjiploektapi sesekali melirik Tjiploek.

” Lho kok pamit pulang. Kamu grogi ya Ploek “

” Ya Pak saya grogi maka itu saya merasa malu “

” Bagaimana Dara? Mas Tjiploek sudah mengungkapkan perasaannya tuh. Mumpung Tjiplok masih disini, cepetan kamu bicara. Nanti kamu malah menyesal hehehe ” ujar Pak Umar sambil tersenyum menahan tawa.

” Ihhh Bapak ngomongnya begitu sich. Dara malu nich “

” Ya udah kamu bicara sekarang. Mas Tjiploek sudah dengan jujurnya bicara kalau dia cinta sama kamu. Bagaimana dengan kamu ? Jujur ya dan jangan main-main “

Dara hanya terdiam malu dan mengangguk tanda setuju.

” Lho kok hanya mengangguk sich. Ayo bicara “

” Saya juga cinta ama Mas Tjiploek “

” Kok bisa cinta sama Tjiploek ? ” tanya Pak Umar dengan wajah menahan tawa.

” Mas Tjiploek orangnya jujur banget Pak dan polos kadang nyebelin dengan tingkah polosnya itu “

” Tapi kamu suka khan. Nah tuh Ploek, kamu sudah tahu sendiri khan kalau puteri saya ternyata suka dan cinta dengan kamu “

” Ya Pak tapi … “

” Tapi apa lagi….. “

” Pak Umar menyetujui atau tidak ??? tanya Tjiploek

” Hahahahahahahahahahahahahahahaha Tjiploek Tjiploek jawab aja sendiri. Ungkapan cinta yang aneh malam ini. Sudah ya saya mau nonton televisi lagi. Saya tinggal berdua ya hahahahahahaha “

Tjiploek dengan wajah polosnya terheran-heran melihat kelakuan Pak Umar. Sementara di hadapannya ada seorang wanita cantik dengan malu-malunya memberikan tanda ungkapan cinta. Malam yang aneh dan lucu dalam sebuah kehidupan manusia untuk mengungkapkan rasa dan perasaan cintanya.

Kesederhanaan Diri

Hari itu Tjiploek sibuk sekali dengan pekerjaannya yaitu membantu usaha percetakan Pak Hendarmin tetangganya. Dengan terampilnya Tjiploek menyusun halaman demi halaman yang nantinya akan dijilid menjadi sebuah buku. Tanpa terasa hari sudah siang mendekati jam 3 siang. Tiba-tiba Pak Hendarmin memanggilnya untuk datang ke kantornya. Tjiploek segera meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke kantor Pak Hendarmin. Di dalam kantor ternyata tidak hanya ada Pak Hendarmin saja tapi ada juga seorang pria berumur sekitar 50 tahun dengan gaya parlente dan kelihatannya orang kaya yang sedang duduk di sofa.

” Masuk, Ploek. “

” Ya, Pak “

” Oh ya perkenalkan teman saya, Pak Umar “

” Nama saya Tjiploek “

” Pak Umar… “

” Silakan duduk Ploek. “

” Baik Pak. Ada apa Pak Hendarmin ? “

” Begini Ploek. Pak Umar ini teman lama saya. Tadi saya sudah banyak cerita tentang kamu dan beliau tertarik saja dengan kamu. Maka itu Pak Umar ingin berkenalan dengan kamu “

Tjiploek merasa heran dan bertanya-tanya dalam hati mengenai apa saja yang dibicarakan Pak Hendarmin dan Pak Umar tentang dirinya.

” Sudahlah Ploek ga usah dipikirkan. Saya cerita baik-baik kok tentang kamu hehehe “

” Bukan begitu Pak Hendarmin. Saya merasa tersanjung sampai-sampai saya dibicarakan oleh bapak-bapak hehehe “

Beberapa menit kemudian datanglah anak buah Pak Hendarmin membawakan 3 bungkus nasi padang dan minumannya.

” Ayo Ploek, makan dulu. Kamu belum makan khan dari tadi pagi. Lupakan pekerjaan kamu, si Mamat yang akan menyelesaikan pekerjaan penjilidan yang belum rampung “

” Aduh terima kasih Pak “

Di dalam ruangan tersebut Tjiploek, Pak Hendarmin dan Pak Umar makan bersama dengan menu nasi padang.

” Makan siang sudah, sekarang kita ngobrol-ngobrol ” ujar Pak Hendarmin. Tetapi Tjiploek masih bertanya-tanya ada apa gerangan dengan makan siang ini karena tidak biasanya Pak Hendarmin mengajaknya makan bersama.

” Memang asyik kalau sudah makan, ngerokok sambil ngobrol-ngobrol Pak Hendarmin. Ploek, rokok ? “

” Oh ya terima kasih Pak Umar. “

” Ploek, sebetulnya Pak Umar ingin bicara empat mata dengan kamu. Sepertinya beliau punya masalah tapi beliau bilang ingin bicara bertiga saja “

” Ohhh gitu Pak Hendarmin. Memangnya ada masalah apa Pak ? Apa yang bisa saya bantu ? Terus terang saya tidak bisa apa-apa dan tidak mengerti apa-apa “

” Ahhh kamu ini merendah saja Ploek “

” Benar kok Pak Umar. Terus apa masalahnya ? “

” Begini Ploek, saya dengar dari Pak Hendarmin kalau kamu bisa menyembuhkan orang sakit. Katanya kamu biasa membantu orang-orang yang sedang kesusahan “

” Hahahahah aduh Pak Umar Pak Umar. Mau saja percaya dengan Pak Hendarmin. Saya ini bukan dokter, tabib apalagi paranormal hehehe “

” Merendah lagi dech kamu. Saya serius Ploek. Saya ingin minta bantuan kamu untuk menyembuhkan penyakit isteri saya. “

” Sakit apa Pak Umar ? “

” Isteri saya sakit maag  akut. Sudah hampir 10 tahun dan  saat ini sedang sakit di rumah. Saya sudah bawa kemana-mana sampai ke Singapura  tapi tidak sembuh-sembuh juga. Nah saat saya mendengar cerita Pak Hendarmin yang katanya kamu pernah menyembuhkan orang sakit maka itu saya minta tolong sama kamu. Saya percaya karena yang mengatakan Pak Hendarmin. “

” Ayolah Ploek, jangan merendah melulu. Bantu Pak Umar. Kasihan khan beliau ini. “

” Hmmm bolehlah kalau begitu. Terus sekarang isteri di rumah atau di rumah sakit ? “

” Di rumah Ploek. Apakah kamu bersedia ke rumah saya sekarang ? “

” Aduhhh bagaimana ya ” ujar Tjiploek ragu sambil melirik ke Pak Hendarmin.

” Berangkatlah, Ploek. Saya ijinkan ” Pak Hendarmin meyakinkan Tjiploek.

” Bagaimana Ploek ? “

” Oke lah. Saya beres-beres dulu ya Pak “

” Alhamdulillah ” jawab Pak Umar.

Setelah membereskan barang-barang pribadinya di workshop, Tjiploek ikut Pak Umar pergi ke rumahnya. Betapa kagetnya Tjiploek ketika melihat mobil Pak Umar yang sedang parkir di depan kantor. Sebuah mobil mewah berwarna hitam yang biasa dipakai oleh kalangan atas alias orang kaya. Di dalam perjalanan Pak Umar banyak cerita tentang diri dan keluarganya. Ternyata Pak Umar adalah seorang President Director perusahaan Konsultan Pertambangan yang biasa berhubungan dengan perusahaan-perusahaan tambang multi nasional. Beliau memiliki 2 orang anak, anak sulungnya perempuan berumur 20 tahun yang masih kuliah dan anak bungsunya laki-laki masih sekolah di SMA. Sebuah keluarga harmonis dan bahagia. Pak Umar juga seorang yang santun tutur katanya, pintar, dan berpengalaman.

Dalam waktu 1 jam, kami sampai di rumah Pak Umar di Perumahan elit di daerah Karang Tengah, Lebak Bulus. Tjiploek sampai terkagum-kagum melihatnya. Kemudian Pak Umar mengajak masuk ke dalam rumah. Tanpa banyak waktu, Pak Umar membawa Tjiploek ke dalam kamarnya. Di kamar tersebut tampak seorang wanita yang sedang berbaring sakit. Pak Umar langsung memperkenalkan Tjiploek dengan isterinya.

” Bagimana Ploek ? ” tanya Pak Umar.

” Boleh tahu dimana tempat wudhu ? “

Pak Umar menunjukkan tempat wudhu kepada Tjiploek. Kemudian Tjiploek ambil air wudhu dan segera melakukan sholat Maghrib dan dilanjutkan dengan sholat hajat. Setelah berdoa, Tjiploek kembali ke ruang tamu dimana Pak Umar sedang duduk menunggu.

” Begini Pak Umar, terus terang saya tidak bisa apa-apa. Saya hanya perantara Allah. Bila Allah berkehendak dengan kuasaNya, mudah-mudahan isteri Pak Umar dapat sembuh seperti sedia kala. “

” Terus apa yang harus saya lakukan ? Atau adakah syarat khusus ? “

” Ahhh tidak pakai syarat-syaratan, hanya saja Bapak harus membantu saya dengan doa. “

” Okelah Ploek. “

” Besok saya akan datang ke sini lagi karena saya harus mempersiapkan ramuan obat untuk isteri Pak Umar. Bagaimana Pak ? “

” Baiklah. Karena besok saya masih ada acara sampai siang di kantor, bagaimana kalau setelah makan siang kamu datang ke kantor saya. Biar kita bareng-bareng ke sini. “

” Tapi saya tidak merepotkan bapak khan ? “

” Tidak Ploek malah saya yang merepotkan kamu. Oh ya nanti saya telpon Pak Hendarmin  kalau kamu saya [injam satu hari lagi hehehehe “

” Okelah, kalau begitu saya pulang dulu. Sampai ketemu besok siang Pak “

Kemudian Pak Umar memerintahkan supirnya untuk mengantarkan Tjiploek pulang ke rumahnya di bilangan Kebon Jeruk.

Keesokan harinya Tjiploek datang ke kantor Pak Umur den gan membawa dua botol yang berisi air ramuan obat. Setelah menunggu beberapa saat, Pak Umar langsung mengajak pergi ke rumahnya kemarin. Sesampainya di sana, Tjiploek langsung memberikan setengah gelas air ramuannya kepada istri Pak Umar. Ramuan tersebut diminum 3 kali sehari. Setelah itu Tjiploek segera pamit pulang. Pak Umar sempat memberikan imbalan berupa uang tetapi ditolak Tjiploek dengan alasan niat ingin menolong bukan untuk komersil.

Setelah itu Tjiploek tidak pernah mendengar lagi berita tentang kesembuhan istri Pak Umar. Tjiploek hanya pasrah saja kepada Allah. Apabila dijinkan sembuh maka isteri Pak Umar akan sembuh. Tanpa terasa sudah 3 bulan waktu berlalu, Tjiploek masih tetap bekerja di perusahaannya Pak Hendarmin. Selama itu Tjiploek tidak mempunyai firasat apapun sampai suatu hari Tjiploek mendapatkan telpon dari seorang wanita di kantor Pak Hendarmin.

” Halo, apa benar ini Mas Tjiploek ? “

” Benar sekali. Kalau boleh saya tahu, Mbak ini siapa ya ? “

” Saya Dara, anaknya Pak Umar “

” Ohhhh anaknya Pak Umar. Bagaimana kabarnya bapak dan ibu ? “

” Hmm bagaimana ya … begini aja Mas Tjiploek saya tadi disuruh bapak supaya menelpon Pak Umar. Sabtu besok Mas Tjiploek ditunggu Bapak di Hotel Mandarin. Tepatnya restoran Mandarin. Nanti tanya saja dengan orang hotel dimana letaknya “

” Oke, jam berapa ya Mbak Dara ? “

” Malam, Mas. Jam 7 malam. Mas Tjiploek tidak ada acara khan ? “

” Kebetulan tidak ada. Saya akan hadir “

” Baguslah kalau begitu. Oh ya Bapak tadi pesan kalau Mas Tjiploek pakai pakaian yang rapi. Terus pakai sepatu hehehehe. Satu lagi berangkatnya naik taksi saja Mas biar cepat. Nanti bapak yang bayar “

” Aduh Pak Umar bercanda aja. Ya sudah salam buat beliau. Saya akan datang “

Pukul 5 sore, Tjiploek sudah siap berangkat sambil menenteng sepatunya. Memang Tjiploek tidak terbiasa pakai sepatu dan selalu berpakaian sederhana. Banyak orang yang kenal Tjiploek di jalan merasa heran dengan perubahan berpakaian Tjiploek. Ada juga yang meledek penampilannya. Tapi Tjiploek tetap tidak menghiraukan. Beberapa saat kemudian Tjiploek memberhentikan taxi dan memerintahkan supir taxi pergi ke hotel Mandarin. Sesampainya di lobi hotel ternyata sudah ada supir pribadi Pak Umar yang sudah lama menunggunya. Tanpa menunggu waktu, sang supir langsung membayar ongkos taxi. Kemuadia Supir pribadi Pak Umar membawa Tjiploek ke restoran dimana Pak Umar berada.

Betapa kagetnya Tjiploek ketika di dalam restoran, ternyata Pak Umar, istri dan kedua anaknya telah berkumpul di sebuah meja besar. Di meja besar tersebut telah terhidangkan beberapa makanan siap santap.

” Assalamualaikum Mas Tjiploek ” tegur bu Umar.

” Wa alaikumussalam Bu. Bagaimana kabar ibu ? “

” Baik. Ini berkat Mas Tjiploek. “

” Bukan Bu ini berkat kuasa Allah SWT “

” Tapi lewat perantara Mas Tjiploek khan hehehe “

” Sudah-sudah nanti saja ngobrolnya. Sekarang kita makan ” sanggah Pak Umar

” Sebetulnya ada apa sebenarnya ya Pak “

” Sudah nanti saja saya jelaskan. Sekarang kita makan bersama-sama “

Setelah menyantap berbagai makanan yang nampaknya mahal harganya, Tjiploek diajak ngobrol dan bukan hanya oleh Pak Umar tapi seluruh keluarga ikut nimbrung. Rupanya undangan makan ini sebagai perayaan atas sembuhnya isteri Pak Umar. Konon sembuhnya penmyakit istri Pak Umar karena ramuan obat yang diberikan Tjiploek.

” Terima kasih ya Ploek. Kamu telah menolong isteri saya. Lihat Ploek, wajah isteri saya ceria  dan bahagia sekali. “

” Benar sekali Pak. Alhamdulillah Allah telah memberikan kesembuhan kepada isteri Bapak “

” Oh ya Ploek, saya ingin tanya, sudah berapa lama kamu kerja di tempatnya Pak Hendarmin “

” Saya bukan kerja Pak. Saya hanya bantu-bantu saja. Kebetulan Pak Hendarmin sedang kekurangan orang. Jadi saya ikut kerja. Lagipila saya tidak digaji Pak “

” Tidak digaji ? “

” Ya Pak. Memang itu yang saya minta karena Pak Hendarmin orang baik dan sudah sewajarnya saya membantu. Lagi pula Pak Hendarmin memberi makan siang dan bebrapa uang jalan kok. “

” Kamu baik sekali Ploek. Saya mau tanya lagi, kamu ini lulusan apa ya Ploek “

” Hahahaha bapak tanya-tanya ada apa sebetulnya “

” Ah tidak saya hanya ingin tahu saja. Mudah-mudahan kamu bisa bekerja di tempat saya “

” Di tempat Bapak ??? Waduh saya ini hanya lulusan SMA. Sementara pekerjaan di perusahaan Bapak memerlukan lulusan Sarjana. Apa yang bisa saya lakukan di sana hehehe “

” Jangan begitu Ploek. Kamu merendah saja. Saya kurang percaya kalau kamu lulusan SMA “

” Kok kurang percaya Pak ? “

” Ya dari kamu bicara, bahasa tubuh kamu sampai saya mendengar jawaban kamu saat bicara banyak hal tadi. Kelihatannya kamu menguasai banyak ilmu hehehe “

” Aduhhh bapak ini memuji saya terus. Benar Pak saya hanya lulusan SMA. Maaf ya Pak saya merasa tidak pantas bekerja di tempat bapak. Takut mengecewakan Pak Umar nantinya. “

” Ya sudah. Saya tidak memaksa. Nah itu makan penutupnya datang. Ayo Pleok dihabisin “

Kemudian Tjiploek menyantap makanan penutup. Setelah itu Tjiploek meminta undur diri dan mengucapkan banyak terima kasih atas undangan makannya. Sebelum pulang Pak Umar memaksa Tjiploek untuk menerima hadiah darinya walaupun Tjiploek menolak tapi Pak Umar tetap memaksa sehingga Tjiploek mau menerimanya.

================

Sebulan kemudian, ketika sedang di rumah Tjiploek dipanggil oleh bibi pembantu rumahnya. Rupanya ada telepon masuk untuk dirinya.

” Assalamualaikum Mas Tjiploek ? “

” Wa alaikumussalam. Ini siapa ya ? “

” masak Mas Tjiploek lupa dengan saya. Saya Dara “

” Ohhh Dara. Ya ya ya anaknya Pak Umar Khan ? “

” Nah itu ingat. “

” Ada apa nich ? “

” Saya mau minta tolong Mas “

” Minta tolong apa nich ? “

” Saya punya masalah Mas. Gawat sekali maka itu saya telpon Mas. “

” Gawat bagaimana ? Apa Pak Umar tahu masalahnya. “

” Bapak tidak tahu. Saya mohon jangan beritahu Bapak “

” Masalahnya apa kok sampai Pak Umar tidak boleh tahu. “

” Begini aja Mas. Besok jam 9 bisa ketemu saya di kampus. Nanti saya akan ceritakan semuanya. Ada acara nggak Mas Tjiploek ? “

” Besok ya. Pagi khan ?! Okelah. “

” Saya tunggu di parkiran Barat ya Mas “

” Oke “

Besok pagi tepat jam 9, Tjiploek sudah sampai di parkiran barat. Beberapa menit kemudian Dara datang dan mengajak Tjiploek bicara di kantin.

” Ada apa sebenarnya, Ra ? “

” Itulah Mas, ini gawat dan urgen. “

” Urgentnya dimana ? Ayo bicara terus terang. Jangan buat orang kuatir saja terutama orang tua kamu. “

” Begini mas. Saat ini Dara sedang membuat skripsi tetapi sudah beberapa judul skripsi yang Dara sampaikan ke dosen pembimbing selalu saja ditolak. Dara stress Mas Tjiploek. Ini sudah hampir setahun dan tidak ada perkembangan sama sekali. Sementara bapak tanya melulu tentang perkembangan skripsi saya. “

” Maaf saya potong sebentar. Kamu ambil jurusan apa sich ? “

” Akutansi, Mas “

” Waduh berat juga ya “

” Ya Mas tapi kok Mas Tjiploek tahu sich kalau berat “

” Menduga-duga saja hehehe “

” Nah sekarang ini hari terakhir Dara harus mengajukan judul skripsi. Kalau tidak Dara harus mengambil tema yang lain. Sementara tema skripsi yang ini sangat Dara sukai karena datanya lengkap dan sudah sedia. “

” Terus apa yang bisa saya bantu ? “

” Begini Mas, saya ingin Mas Tjiploek menemani Dara untuk menemui dosen pembimbing Dara. Mudah-mudahan saja dengan adanya Mas Tjiploek dosen pembimbing Dara langsung takluk dan memberikan persetujuan dengan judul skripsi Dara ini “

” Hahahaha Dara Dara emangnya saya dukun bisa menundukkan hati orang. “

” Kok tertwa sich. Tuh buktinya ibu saja bisa Mas Tjiploek sembuhkan penyakitnya “

” hahahaha itu lain persoalan Dara. Dan tangan Allah yang bermain dalam kasus ibumu hehehe “

” Pokoknya Dara minta tolong dan bagaimana caranya tangan Allah bisa bermain dan memudahkan jalannya skripsi Dara ini. Jadi tanpa banyak tanya dosen pembimbinglangsung ACC “

” Hehehehe Memangnya siapa sich nama dosen pembimbing kamu ? “

” Namanya Pak Supriyanto “

” Ruangannya dimana ? “

” Emangnya Mas Tjiploek mau menemuinya. Nanti Dara antar “

” Tidak usah. Biar saya sendiri. Dimana ruangannya ? “

” Di lantai dua ruangan no 10 “

” Ya udah saya akan ke ruangannya “

” Tapi Mas…. aduh Mas benar mau menemuinya. Nanti kalau ketemu Mas Tjiploek mau ngapain. Khan tidak kenal “

” Ya silaturahim aja hehehehe. Sudahlah jangan banyak bicara. Mana proposal skripsi kamu. Mudah-mudahan saja Allah membukakan pikiran Pak Supriyanto dan proposal skripsi diterima olehnya hehehe. Kamu tunggu saja di sini.”

Tjiploek langsung mengambil satu bendel proposal skripsi Dara dan pergi menemui Pak Supriyanto di ruangannya. Sementara itu Dara hanya bisa terbengong-bengong saja. Dasar orang nekat dalam hatinya.

Setelah menunggu hampir 1,5 jam, tiba-tiba Tjiploek datang menemui Dara yang menunggunya di kantin. Tjiploek dengan wajah berbinar-binar membawa selembar surat.

” Bagaimana Mas Tjiploek ? “

” Alhamdulillah semuanya selesai. Dosen kamu baik kok. Orangnya senang ngobrol sampai 1 jam lebih saya menemani berbicara hehhe. Oh ya ini ada surat dari Pak Supriyanto untuk kamu. “

Dara masih bingung dan gelisah apalagi menerima surat dari Pak Supriyanto, dosen pembimbingnya.

” Apaaaa …. ACC Mas Tjiploek. Kok bisa …. “

” Ya sudah. sekarang kamu menemuinya. Sudah ditunggu oleh dosenmu. Hanya itu yang bisa saya bantu “

” Sekarang Mas ? “

” Iya sekarang. Cepat sana ke ruangannya “

” Terima kasih ya Mas ” Dara teriak kegirangan dan memeluk Tjiploek

” Eit eits jangan ah malu dilihat banyak orang hehehe. Saya pulang dulu ya “

” Pulang ? Ya ya ya saya akan segera menemuinya. Nanti saya telpon lagi Mas Tjiploek. Terima kasih ya “

Tjiploek segera meninggalkan kampus Dara dan pulang ke rumahnya. Malam harinya Tjiploek mendapatkan telepon dari Pak Umar.

” Waduhhh kamu telah membohongi saya ya Ploek “

” Ada apa Pak. Saya tidak membohongi Bapak Kok “

” Tadi Dara telah menceritakan semuanya. Dia bilang kamu kenal dekat dengan dosen pembimbingnya. Ternyata kamu teman sekolahnya Pak Supriyanto dulu waktu di Magister Manajemen dulu ya “

” Pak Supriyanto itu suka bercanda Pak. Mana mungkin…. “

” Sudahlah Ploek. Dara banyak mendapatkan informasi tentang kamu dari dosennya tersebut. Kamu ini senang sekali ya merendah. Mengaku sama saya kalau kamu lulusan SMA ternyata kamu lulusan MM hehehe “

” MM itu khan hanya gelar. Buat apa punya gelar hebat kalau saya tidak bisa memanfaatkan ilmunya untuk diri dan banyak orang Pak hehehe “

” Okelah kalau begitu. Tuh Dara senang sekali karena dibantu Mas Tjiploek. Sepertinya dia mau mengundang kamu makan berdua. “

” Makan ? Berdua ? Boleh saja Pak tapi jangan suruh saya pakai sepatu ya Pak hehehehe “

“Hahahahaahhahahaha “

Sepanjang malam itu Pak Umar dan Tjiploek tak henti-hentinya bersenda gurau di dalam telepon. Sementara lagu Where The Streets Have No Name bergema di dalam kamar Tjiploek.