Semuanya Karena Umur

 

1295926992700760168
inmystery.blogspot.com

Umur, hmmmm semuanya hanyalah angka-angka. Mengapa harus ada perbedaan. Tua dihormati, muda dihargai. Tetapi tetap saja ada unsur perbedaan antara senior dan yunior.

Ini hanyalah hitungan alam yang memang sudah menjadi kehendak Sang Ilahi. Tetapi manusia terlalu banyak sak waksangka. Bagaimana ke depannya nanti ? Lha manusia sudah diridhoi oleh Allah SWT. Mau bergerak ke kanan atau ke kiri. Monggo, kalian manusialah yang menjalankan dan memilih. “Aku sudah meridhoi dan merestuiNya sejak kau turun ke bumi. Jadi pilihlah pilihan yang tepat. Gunakanlah Iqromu dengan benar. ingat hati-hati, jeli dan teliti. Kembali tiga kata itu yang keluar dan selalu mengingatkan manusia untuk mempertimbangkannya sebelum mengambil keputusan.

Takdir ? Jodoh ? Kalianlah manusia yang menentukan. Kalau kalian diam maka itu tidak akan terjadi kecuali hanya menjadi penonton bahkan penggembira saja di dunia dan hanya bisa melihat manusia-manusia lain menikmati perjalanan hidupnya. Sementara yang diam hanya bisa termanyun dan selalu bingung memikirkan hidupnya.

Ayo bergerak… bergerak dan bergerak . Asah terus rasa dan perasaanmu sebagai manusia. Karena Sang Maha Kuasa telah memberikan peluang, fasilitas dan kemudahan untuk manusia memilih dan melakukan. Intinya adalah lakukan saja tanpa banyak pikiran negatif yang mengganjal manusia untuk tidak mampu bergerak.

Kasih Sayang atau Rahman RahimNya dimana dan bagaimana ? Tumbuhkanlah cintamu terhadap diri, orang tua, kekasih, mertua, keluarga besar dan seluruh umat manusia di dunia maka akan mengerti makna kasih sayang. Kata kuncinya adalah Cinta. Manusia berani menyatakan cinta maka manusia harus berani bertanggung jawab atas apa yang dinyatakan. Buktikan dan buktikan pernyataanmu dengan konsekuensi dan tujuan yang pasti bagi masa depan yang cemerlang.

Jangan hanya sekedar pasrah bungkukan tetapi sebenar-benarnya pasrah yang tawadu ada di dalamnya. Tanpa itu sia-sialah kepasrahan tersebut. Tidak harus berjalan lurus karena Allah tahu apa yang manusia mau dan inginkan. Tinggal bagaimana manusia membaca dan mengambil pelajaran dalam perjalanan hidupnya. Yakin akan satu titik tujuan yang ingin dicapai maka tergapailah satu titik tujuan tersebut. Jangan takut dan tumbuhkan niat serta pikiran positif sehingga memberikan aura dan energi yang positif bagi alam semesta di sekitarnya.

Bagaimana kalau tidak terjadi atau sesuai dengan yang diinginkan ? Jalani saja dan jangan banyak bertanya sambil mempersiapkan segal hal yang terburuk. Ucapkan terus rasa bersyukur kepada Sang Pencipta karena Sang Pencipta selalu memberikan yang terbaik untu CiptaanNya. Hanya pikiran manusialah yang membuat manusia menjadi kalut dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Intinya adalah Tuhan mempunya niat yang Maha Baik bagi CiptaanNya. Jalan terus Sayang… Jangan Menyerah Kawan… Buktikan dan Nyatakan Saudara-Saudari. Tuhan selalu mengijabahi semua keinginan dan kemauan manusia. Setan saja dipenuhi maka Manusia pasti dan pasti dipenuhi dengan segala keikhlasanNya.

Perbedaan umur itu hanyalah kalkulasi semu dan tidak menjadi patokan akan sebuah kegagalan. Umur tinggallah umur. Tergantung bagaimana manusia mampu melalui umurnya dengan nuansa Rahmatan Lil Alamin. Jadi semuanya bukan karena umur dan kebetulan saja ada yang dilahirkan lebih dulu dan paling akhir. Tetap semuanya tergantung kepada kata “IMAN”. Tidak ada istilah uzur tetapi yang ada adalah umur yang dimanfaatkan untuk kehidupan.

Kecepatan Berjalan Mempengaruhi Kelangsungan Hidup

Beberapa dokter tertarik untuk mengukur harapan hidup seseorang tetapi belum menemukan cara yang tepat untuk mengukurnya.  Baru-baru ini  sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam  Journal of American Medical Association edisi 5 Januari 2011 telah menemukan bahwa kecepatan berjalan dapat menjadi prediktor yang berguna untuk mengetahui berapa lama orang dewasa dapat bertahan hidup.

Penelitian menunjukkan bahwa mereka  yang berjalan 1 meter per detik ( sekitar 2,25 mph) atau lebih cepat secara konsisten dapat hidup lebih lama dibandingkan dengan  mereka yang berjalan lebih lambat dengan asumsi memiliki jenis kelamin dan umur yang sama. Peneliti Dr Stephanie Studenski, seorang profesor kedokteran di University of Pittsburgh. mengatakan kapasitas seseorang untuk bergerak sangat mencerminkan vitalitas dan kesehatan. Namun para peneliti juga menekankan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah tidak untuk membuat orang berjalan lebih cepat dengan harapan hidup lebih lama.

medium-fast-walkers (thinklifebalance.com)

 

Studenski juga mengatakan bahwa tubuh manusia  memilih kecepatan berjalan yang terbaik untuk manusia.  Kecepatan berjalan itulah indikator kesehatan. Tetapi berjalan lebih cepat tidak selalu berarti membuat hidup manusia lebih lama  karena masih banyak masalah kesehatan yang mendasarinya.

Para peneliti   bisa memprediksi sekelompok orang dengan tingkat kelangsungan hidup selama 10-tahun  berdasarkan seberapa cepat mereka berjalan sepanjang  4 meter. Kecepatan berjalan bagi mereka dengan harapan hidup rata-rata sekitar 0,8 meter per detik (sekitar 1,8 mph) untuk semua  kelompok usia dan  kedua jenis kelamin. Penelitian menunjukkan bahwa kecepatan berjalan menjadi prediktor yang lebih akurat dalam mengukur  harapan hidup dibandingkan dengan  usia atau jenis kelamin. Hasilnya akurat terutama bagi mereka yang berumur lebih  dari 75 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa bagi orang tua, kecepatan berjalan  bisa menjadi semacam “tanda vital” seperti tekanan darah dan denyut jantung. Kecepatan berjalan  dapat memberikan sekilas tentang status kesehatan dan penuaan yang sederhana.

Hasil temuan tersebut  berdasarkan pada  analisis dari sembilan studi sebelumnya yang menguji kecepatan berjalan, jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, riwayat kesehatan dan tingkat kelangsungan hidup terhadap  hampir 34.500 orang.

Studenski  mengatakan bahwa cara  berjalan dan seberapa cepat kita bisa berjalan tergantung pada energi, kemampuan mengontrol gerakan dan koordinasi yang pada gilirannya memerlukan berfungsinya beberapa sistem tubuh  termasuk sistem kardiovaskuler, saraf dan muskuloskeletal.

Dr Matteo Cesari, yang menulis tajuk rencana bersama temuan baru ini, tapi tidak terlibat dalam penelitian  mengatakan bahwa  di masa lalu kita hanya tahu bahwa berjalan lebih cepat lebih baik. Studi ini memberikan dasar numerik untuk memperkirakan kelangsungan hidup terhadap orang tua yang diukur dari  setiap kecepatan berjalan.

Studenski mengatakan temuan ini akan memiliki berbagai aplikasi praktis. Ini adalah cara yang cepat dan murah untuk mengukur kesehatan orang tua. Demikian pula, dokter dapat memonitor dan memperbaiki kualitas hidup pasien  berdasarkan data ini. Pada gilirannya kecepatan berjalan  dan  mobilitas akan menjadi cara yang berguna untuk mengukur apakah seseorang masih mempertahankan gaya hidup yang sehat, aktif dan mandiri.

Banyak Teman = Panjang Umur

Latihan fisik dan berhenti merokok dianggap langkah penting untuk kehidupan yang  sehat  tapi sebuah studi baru menunjukkan cara lain yang berpotensi untuk memperpanjang jangka hidup yaitu  mempunyai banyak teman.

fsthevanie.wordpress.com/2009/11/14/585/

Jurnal PLoS Medicine edisi bulan Juli 2010 merilis sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan hubungan sosial yang kuat dapat meningkatkan kemungkinan mereka untuk bertahan hidup selama periode waktu tertentu sekitar 50 persen. Itu setara dengan berhenti merokok dan hampir dua kali lebih bermanfaat  dibandingkan  aktivitas fisik dalam hal penurunan peluang Anda untuk mati lebih awal.

Hasil studi menggarisbawahi betapa pentingnya persahabatan bagi  kesehatan kita. Peneliti studi Julianne Holt-Lunstad, seorang psikolog di Universitas Brigham Young di Utah  mengatakan temuan ini sangat meyakinkan bahwa hubungan sosial mempunyai peranan penting dalam hal mengurangi resiko kematian.

Para peneliti memeriksa 148 penelitian yang menyelidiki hubungan antara hubungan-hubungan sosial dan mortalitas. Studi melibatkan lebih dari 308.000 total peserta, dan peserta yang dipantau  selama 7,5 tahun.

Penelitian hubungan sosial ini diukur dalam beberapa cara. Beberapa hanya melihat ukuran jaringan sosial seseorang atau apakah mereka menikah atau hidup sendiri. Selain itu  dinilai persepsi masyarakat tentang hubungan mereka, seperti apakah mereka merasa atau tidak  bahwa  orang lain yang berada di jaringan sosial  berguna untuk mereka. Orang lain masih  melihat bagaimana orang terintegrasi dalam jaringan sosial atau komunitas.

Secara keseluruhan, skor yang tinggi  dalam pengukuran tersebut menunjukkan hubungan sosial yang kuat berkaitan  dengan meningkatnya peluang bertahan hidup. Hasil diselenggarakan tanpa melihat usia,  jenis kelamin,  status kesehatan dan penyebab kematian.

Hubungan sosial dapat mempengaruhi kesehatan  dalam berbagai cara. Misalnya kita menemukan masalah yang berpotensi menimbulkan stres dalam hidup, jika kita mengetahui  adanya orang yang bisa diandalkan  maka masalah segera dapat diatasi sebelum terjadinya stres.

Persahabatan juga dapat mendorong perilaku sehat (dan tidak sehat) yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan. Sebagai contoh teman-teman  bisa mendorong kita untuk makan yang sehat, olahraga, tidur yang cukup dan rajin mengunjungi dokter untuk memeriksa kesehatan

Kaitannya dengan perspektif kesehatan masyarakat,  profesional perawatan kesehatan dapat mempertimbangkan untuk memberikan rekomendasi atau promosi hubungan sosial yang lebih baik kepada masyarakat. Rumah sakit dan staf klinik juga dapat melibatkan pasien mereka dalam jaringan sosial selama proses pemulihan

Protected by Copyscape Originality Check

Life Begins At Fourty, Kenapa Bukan 39 ?

Ilustrasi-farm4.static.flickr.com

Kalau kita iseng-iseng buka di uncle google tentang Life begins at fourty maka banyak ditemukan berbagai macam tulisan tentang hal tersebut. Dikatakan oleh bebrapa tulisan bahwa umur 40 tahun sebagai entry point bagi manusia dewasa untuk bersikap dalam menentukan hidupnya nanti. Kemudian dikatakan pula umur tersebut adalah umur produktif dimana orang sedang tune in dalam berkarir dan bekerja sehingga di umur itulah warna hidup yang ada dalam diri sudah jelas kelihatan. Ada lagi yang mengatakan bahwa umur tersebut adalah masa-masanya pubertas kedua dimana nafsu birahi mendominasi di dalam manusia dewasa. Masih banyak lagi yang mengupas tentang Life Begins at Fourty.

Apakah kehidupan kita akan berubah secara tetap pada saat umur 40 tahun ? Tidak ada yang tahu, semuanya tergantung kepada kemauan, keinginan, kegigihan, keuletan dan lain-lain masing-masing manusianya.

Tetapi kembali lagi saya tidak akan banyak mengupas tentang apa yang terjadi setelah umur 4o tahun tersebut. Saya hanya ingin menunjukkan sebuah fakta unik yang mungkin dianggap berhubungan erat dengan umur 40 tahun tersebut.

Fakta unik ? Fakta unik yang saya dapatkan sebenarnya terjadi secara tidak sengaja. Seorang teman pernah datang ke rumah dan mengatakan bahwa nasibnya tidak mengalami perubahan dari dulu sampai sekarang. Ada rasa rasa kekhawatiran yang mendalam tentang kehidupan diri dan keluarganya menjelang umurnya yang ke 39. Teman sangat mempercayai adanya petuah yang mengatakan Life Begins At Fourty (kehidupan dimulai pada saat berumur 40 tahun). Dengan berbagai dalil, dia ungkapkan dan sampaikan ke saya termasuk cerita tentang Nabi Muhammad SAW yang melakukan hijrah ke Madinah pada saat berumur 40 tahun untuk melakukan perubahan yang mendasar dari yang tidak baik menjadi lebih baik terutama dalam rangka syiar Islam. Saat itu saya hanya diam dan melakukan perenungan diri bahwa hidup itu harus berubah dari yang sudah baik menjadi lebih baik atau dari yang buruk menjadi baik.

Dari hasil perenungan itu, saya mencoba-coba mencari hal-hal yang berhubungan tentang umur 4o tahun tersebut baik lewat buku maupun browsing di dunia maya. Akhirnya saya hanya bisa menyimpulkan umur 40 bukan hanya menjadi salah satu patokan untuk sebuah perubahan tetapi semuanya harus melihatnya dari apa yang telah kita lakukan sebelum umur 40 tahun. Tetapi ada yang menarik untuk disimak dari hasil browsing yaitu angka 39 (angka sebelum 40).

Apa yang membuat angka 39 menjadi suatu yang menarik ? Kembali saya menggunakan penanggalan Jawa untuk mengetahui weton kelahiran seseorang. Menurut saya, penanggalan Jawa mempunyai unsur filosofis yang ditemukan oleh nenek moyang kita lewat pendekatan kepada alam semesta. Percaya atau tidak percaya, jawabannya diserahkan masing-masing individu. Berikut adalah contoh kenapa angka 39 menjadi menarik perhatian.

Teman saya lahir pada tanggal 30 Januari 1970, dari hasil perhitungan Penanggalan Jawa diperoleh:

Weton : Jêmuwah Pôn – 30 Januari 1970

Pada saat berumur 40 tahun maka yang diperoleh:

Weton : Sêtu Pôn – 30 Januari 2010

Jelas sekali perbedaannya. Kemudian saya kurangi satu yaitu 39 tahun maka yang diperoleh :

Weton : Jêmuwah Pôn – 30 Januari 2009

Ternyata weton tanggal kelahiran pada saat lahir dan saat berumur 39 tahun diperoleh weton yang sama yaitu Jêmuwah Pôn (Jumat Pon). Yang berbeda hanya pada tanggal Jawa dan tanggal Hijriyahnya.

Ahh ini hanya otak atik gathuk. Ya memang benar otak atik gathuk tetapi ada yang menarik dan semuanya sama yaitu weton kelahiran orang pada saat lahir dan saat berumur 39 tahun. Bagaimana dengan orang yang lahir pada bulan februari yang jumlah harinya berbeda dengan bulan-bulan yang lain (30 atau 31 hari). Bulan Februari memang berbeda dan jumlah harinya hanya 28 hari atau 29 hari dan siklusnya 4 tahun sekali (orang mengatakan tergantung pada hitungan kabisat). Berikut adalah contoh Orang yang lahir pada tanggal 28 Februari 1980 ( saat lahir dan saat berumur 39 tahun) diperoleh :

Weton : Kêmis Wagé – 28 Pebruari 1980

Weton : Kêmis Wagé – 28 Pebruari 2019

Kecuali orang yang lahir pada tanggal 29 Februari 1980 diperoleh hasil yang weton yang sama cuma berbeda tanggal lahirnya setelah 39 tahun (ingat hitungan kabisat yang siklusnya 4 tahunan atau tahunnya hanya bisa dibagi 4) diperoleh :

Weton : Jêmuwah Kliwon – 29 Pebruari 1980

Weton : Jêmuwah Kliwon – 1 Maret 2019

Dari semua hasil perhitungan penanggalan jawa tersebut maka menurut saya, mungkin saja benar kehidupan dapat berubah menjadi lebih baik pada umur 40 tahun tetapi didahului dulu oleh ikhtiar dan kerja keras seseorang serta melakukannya secara terus menerus pada satu tahun sebelumnya yaitu pada saat berumur 39 tahun. Pada umur 39 tahun itulah diibaratkan manusia lahir kembali, punya kesempatan untuk memperbaiki diri dan mulai mantap memilih warna yang cocok buat dirinya (mau warna merah, biru, hijau, kuning dan seterusnya). Satu tahun menjelang umur 40 tahun itulah kita harus siap menghadapi tantangan , jatuh bangun dan pahit getir kehidupan bagi orang yang percaya petuah Life Begins At Fourty.

Memang sebaiknya dari masih usia muda, setiap orang harus mempunyai ilmu Manajemen Kehidupan. Jadi tidak perlu menunggu umur 40 tahun baru melakukan perubahan. Setiap tahun, manusia harus melakukan perubahan (bahkan setiap saat) dalam rangka memenuhi visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai di dunia ini.